I Gusti Putu Suka Aryana
Divisi Geriatri, Departemen Ilmu Penyakit Dalam, Fakultas Kedokteran Universitas Udayana, Bali

Published : 25 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Medicina

Hubungan antara kadar HbA1c dengan kejadian depresi pada pasien geriatri Wirawan, I Made Budi; Aryana, I G PSuka; Kuswardhani, RATuty
Medicina Vol 47 No 3 (2016): September 2016
Publisher : Medicina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (78.106 KB)

Abstract

Geriatric depression scale(GDS) adalah sebuah alat untuk skrining terjadinyagejaladepresi pada pasien geriatri. Adalima faktor atau variabel yangmenyusunGDS seperti dysphoric1 (dysphoricmood) dan 2 (putus asa), kecemasan,gangguan kognitif, penarikan-apatis-vigor, dan agitasi. Studi terbaru menunjukkan bahwa ada data yang tidakkonsistenantara hubungan kontrol glikemik yang buruk dan depresi. HbA1C bisa digunakan sebagai parameterkontrol glikemik pada pasien diabetes. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukankorelasi antara skor GDSdengankadar HbA1C pada pasien geriatri diabetes dan untuk mengetahuivariabel GDSapa sajayang dominanberpengaruh. Penelitian ini merupakan penelitianpotong-lintanganalitik yang dilakukan di Rumah SakitUmum Pusat(RSUP)Sanglah dari bulanMei 2014sampai Juli 2014. Subjek penelitian ini adalah pasien geriatri yang dirawat dirumah sakit dan menjalani perawatan poliklinik di RSUPSanglah. Pasien dikumpulkansecaraconsecutive sampling.Uji korelasi Spearmandigunakan untuk menentukan korelasi antara skor GDS dengankadar HbA1C. Sebanyak 40sampel dilibatkan dalam penelitian ini, 25 (62,5%) adalahlelaki dan 15 (37,5%) adalah perempuan dengan medianusia 66,7 (60-86) tahun. Ada korelasi positif lemah yang signifikan antaraskorGDS dankadar HbA1C (r= 0,338;P<0,001). Persentasereratafaktor GDS atau variabel yang dominan disertai gejala depresi adalah faktor kecemasanyaitu66,6%. Disimpulkan ada korelasi antara skor GDS dengankadar HbA1C. Kecemasan merupakan faktoryangpalingdominanmenyertai gejaladepresi pada pasien geriatri dengan diabetes. [MEDICINA. 2016;50(3):52-57]The Geriatric depression scale (GDS) is an instrument for screeningdepression symptoms in geriatric patient. Thereare five factorsor variableswhich construct of GDS such as dysphoric 1 (dysphoric mood) and 2 (hopelessness),anxiety, cognitive impairment, withdrawal-apathy-vigor (WAV), and agitation.Recent study showedthat there is aninconsistencydata between relation of poor glycemic control and depression. HbA1C can use as a parameter ofglycemic control in diabetic patient. The objective of this study was to determine the correlation between the GDSscore with HbA1C levels in diabetic geriatric patients and to know whichvariableof GDS was dominantly take effectas well. This study was a cross-sectional analytic study conducted in Sanglah Hospital from May 2014 to July 2014.Subjects of this study were geriatric patients who were hospitalized and undergoingoutpatientclinic care at SanglahHospital. Patients were collected by consecutive sampling. Spearman correlation test was used to determine thecorrelation between GDS scoreandHbA1C level. A total of 40 samples were included in this study, of which 25(62.5%) was male and 15 (37.5%) was female with a median of age was 66.7 (60-86) years old. There was asignificant weakpositive correlation between the GDS score and HbA1C level (r = 0.338; p <0.001). Whereas, a meanpercentage of GDS factor or variable which dominantly accompanied of depression symptoms was anxiety factor thatis 66.6%. It wasconcluded that there wascorrelation between the GDS scoreandHbA1C levels. Anxiety was adominant factor accompanied of depressionsymptomsin geriatric diabetic patient.[MEDICINA.2016;50(3):52-57]
HUBUNGAN OBESITAS DENGAN DIABETES MELITUS DAN HIPERTENSI PADA PENDUDUK BALIAGE DI DESA PEDAWA, BULELENG, BALI Budhiart, AAG; Suka Aryana, IGP
Medicina Vol 38 No 2 (2007): Mei 2007
Publisher : Medicina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Obesitas, diabetes melitus (DM) dan tekanan darah tinggi merupakan komponen dari sindroma metabolik (SM), dan merupakan faktor risiko utama terjadinya penyakit jantung koroner. Obesitas saat ini merupakan masalah global dan mewabah diseluruh dunia. Telah dilakukan cross-sectional community based study di desa Pedawa, suatu desa terpencil yang berlokasi di Bali Utara dengan populasi penduduk Baliage. Sampel penelitian diambil secara simple systematic sampling dari register data kependudukan Diperoleh sebanyak 294 sampel penelitian yang terdiri dari 136 (46,3%) laki-laki, dan 158 (53,7%) wanita dengan umur rata-rata 45,2 tahun. Prevalensi obesitas (IMT ?? 25 kg/m2) sebanyak 43 orang ( 14,7%), dan underweight ( IMT ?? 18,5 kg/m2) sebanyak 54 orang (18,6%). Prevalensi gangguan glukosa darah puasa dan DM masing-masing sebanyak 4 orang ( 1,4%) dan 11 orang (3,9%). Prevalensi hipertensi sistolik dan diastolik masing-masing 14,6% dan 12,2%. Tidak dijumpai adanya korelasi antara obesitas dengan DM dan hipertensi. Dijumpai korelasi antara kadar glucosa darah dengan hipertensi sistolik. Kebanyakan dari sampel dengan DM dan hipertensi dijumpai pada penduduk dengan usia lanjut. Prevalensi DM dan hipertensi pada penduduk desa Pedawa mungkin lebih banyak disebabkan oleh proses penuaan dan faktor genetik.
KORELASI NEGATIF ANTARA CHARLSON COMORBIDITY INDEX DENGAN JUMLAH LIMFOSIT TOTAL DAN KADAR ALBUMIN PADA PASIEN GERIATRI Suastika, Ngakan Ketut Wira; Aryana, IGP Suka; Kuswardhani, RA Tuty
Medicina Vol 46 No 3 (2015): September 2015
Publisher : Medicina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (157.114 KB)

Abstract

Charlson comorbidity index (CCI) merupakan metode untuk memprediksi mortalitas denganmengklasifikasikan berbagai kondisi komorbid dan telah digunakan secara luas untuk mengukurbeban penyakit. Malnutrisi juga berhubungan dengan peningkatan angka mortalitas dan morbiditas.Jumlah total limfosit (total lymphocyte count/TLC) dan kadar albumin berhubungan dengan penurunanfungsi tubuh pada malnutrisi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui korelasi antara CCI denganTLC dan kadar albumin pada pasien geriatri.Penelitian ini merupakan penelitian potong lintanganalitik yang dilakukan di RSUP Sanglah Denpasar pada bulan Juli 2013 sampai dengan Maret2014. Subyek penelitian adalah pasien geriatri yang menjalani perawatan di RSUP Sanglah Denpasar.Sampel didapat dengan cara consecutive sampling. Untuk mengetahui korelasi antara CCI denganTLC dan kadar albumin digunakan uji korelasi Spearman.Sebanyak 80 sampel termasuk dalampenelitian ini. Sebanyak 50 (62,5%) adalah laki-laki dan 30 (37,5%) adalah perempuan dengan medianumur 74,0 (66-98) tahun. Terdapat korelasi negatif kuat yang signifikan antara CCI dengan TLC (r =-0,791; P<0,0001) dan juga korelasi negatif kuat antara CCI dan kadar albumin (r = -0,844; P<0,0001).Disimpulkan terdapat korelasi negatif kuat antara CCI dengan TLC dan kadar albumin. [MEDICINA2015;46:170-3].The charlson comorbidity index (CCI) is a method for predicting mortality by classifying comorbidconditions has been widely utilized to measure burden of disease. Malnutrition is also related toincreased mortality and morbidity rate. Total lymphocyte count (TLC) and albumin level is related todecreased body function in malnutrition. The objective of this study was to determine the correlationbetween the CCI score with TLC and albumin levels in geriatric patients.This study was a crosssectionalanalytic study conducted in Sanglah Hospital from July 2013 to March 2014. Subjects of thisstudywere geriatric patients who hospitalized at Sanglah Hospital. Patients were collected byconsecutivesampling. Spearman correlation test was used to determine the correlation between CCIscorewith TLC and albumin level. A total of 80 samples were included in this study, of which 50(62.5%)was male and 30 (37.5%) was female with a median of age was 74 (66-98) years old. There wasasignificant strong negative correlation between the CCI score and TLC (r = -0.791; P<0.0001) and alsoasignificant strong negative correlation between the CCI and albumin level (r = -0.844; P<0.0001). Itwasconcluded that there is astrong negative correlation between  the CCI score with TLC and albuminlevels.[MEDICINA2015;46:170-3].