Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Factors Affecting of Price the Fluctuations of Fresh Fruit Bunches in Langkat Regency Agustian Harianto; Mhd Asaad; Mhd Buhari Sibuea; Faiz Ahmad Sibuea; Mukhlis, Mukhlis
International Journal of Economics, Business and Innovation Research Vol. 3 No. 06 (2024): International Journal of Economics, Business and Innovation Research (IJEBIR)
Publisher : Cita konsultindo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this study was to determine the effect of Fresh Fruit Bunch production, Crude Palm Oil price and precipitation on Fresh Fruit Bunch prices. The research method used is a qualitative method, where the research was conducted in Langkat Regency. This study uses secondary data, so data collection is done by the documentation method by taking data from related agencies. The data analysis method used is quantitative descriptive analysis method using multiple linear regression analysis. The results showed that the production factors of Fresh Fruit Bunches, Crude Palm Oil prices and rainfall had a significant influence on Fresh Fruit Bunch prices. The finding of this study is that Fresh Fruit Bunch price has a significant influence on fluctuations in Fresh Fruit Bunch price. This study concludes that the factors that have a significant effect on Fresh Fruit Bunch prices are Fresh Fruit Bunch production, Crude Palm Oil prices and rainfall.
Persepsi Peternak Sapi Dalam Tehnologi Inseminasi Buatan Di Kecamatan Pematang Jaya Kabupaten Langkat Wahyudi, Bambang; Asaad, Mhd; Karo-Karo, Rasidin
Jurnal Ilmiah Muqoddimah: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hummaniora Vol 9, No 1 (2025): Februari 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jim.v9i1.2025.274-286

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh Aspek Ekonomi, Manfaat Sapi, Pengetahuan, dan Revenue terhadap adopsi teknologi inseminasi buatan (IB). Teknologi IB penting untuk meningkatkan produktivitas ternak, namun faktor-faktor yang memengaruhi adopsinya masih perlu diteliti lebih lanjut. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif dengan skala Likert untuk mengukur sikap, pendapat, dan persepsi peternak, serta metode Structural Equation Modeling (SEM) berbasis Partial Least Squares (PLS) untuk menganalisis hubungan antar variabel. Data dikumpulkan melalui kuesioner dengan sampel representatif. Hasil penelitian menunjukkan Aspek Ekonomi dan Revenue tidak berpengaruh signifikan terhadap adopsi IB, meskipun memiliki potensi keuntungan jangka panjang. Sebaliknya, Aspek Pengetahuan dan Manfaat Sapi memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap adopsi teknologi IB. Peternak dengan pengetahuan lebih baik tentang teknologi IB dan yang menyadari manfaat genetiknya cenderung lebih terbuka untuk mengadopsi teknologi ini. Adopsi IB membutuhkan peningkatan pemahaman peternak untuk mencapai produktivitas yang optimal. 
Partisipasi Kelompok Tani dalam Kegiatan Usahatani Padi untuk Mendukung Pertanian Berkelanjutan: Participation of Farmer Groups in Rice Farming Activities to Support Sustainable Agriculture Silaban, Budi; Asaad, Mhd; Sitepu, Rasidin Karo Karo
Journal of Integrated Agribusiness Vol 7 No 1 (2025): Journal of Integrated Agribusiness
Publisher : Jurusan Agribisnis, Fakultas Pertanian, Perikanan dan Kelautan Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33019/jia.v7i1.6186

Abstract

 Farmer involvement refers to the active participation of individual farmers or farmer collectives in decision-making processes with awareness and intention. This study examines the extent of farmer engagement in sustainable agricultural practices. Descriptive statistics were used to profile respondents, while the Structural Equation Modeling (SEM) approach was applied to assess the effect of participation in farmer groups on sustainable agriculture. Sixty rice farmers were selected as respondents using the Slovin formula. The research was conducted in the Secanggang District, Langkat Regency, a key rice-producing area deliberately chosen as the study site. Primary data were collected through a structured questionnaire. The analysis revealed that among the three dimensions of sustainability, social, economic, and environmental, only the financial and ecological aspects showed statistically significant effects, with coefficients of 0.398 and 0.502, respectively. Farmer participation in evaluation and implementation processes contributed positively to advancing sustainable agricultural practices. Strengthening farmer groups should be prioritized by government agencies and academic institutions, with efforts directed toward enhancing human resource capacity in areas such as institutional management, market network expansion, partnership development, capital strengthening, and information technology training.
INTEGRASI PASAR TANDAN BUAH SEGAR (TBS) KABUPATEN DELI SERDANG PROVINSI SUMATERA UTARA Ihsan; Asaad, Mhd; Sitepu, Rasidin Karo Karo
Agrica Ekstensia Vol 19 No 1 (2025): Edisi Juni
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55127/ae.v19i1.247

Abstract

Fluktuasi harga Tandan Buah Segar (TBS) menjadi permasalahan utama petani kelapa sawit. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui pembentukan harga pasar TBS di Deli Serdang, dan (2) mengetahui integrasi harga pasar TBS di Tingkat Kabupaten Deliserdang dengan harga pasar TBS di tingkat Nasional. Metode analisis menggunakan Vector Error Correction Model (VECM) dengan data series 1994 – 2023. Hasil analisis menunjukkan bahwa pembentukan TBS di Kabupaten Deliserdang sekitar 80.45% disumbangkan oleh harga TBS di Kabupaten Deliserdang itu sendiri, sekitar 5.32% disumbangkan oleh Harga TBS di Tingkat Nasional, 13.07% disumbangkan oleh harga CPO Nasional dan 1.16% disumbangkan oleh produksi Kelapa Sawit. Dalam jangka pendek tidak terjadi integrasi antara pasar TBS di Kabupaten Deli Serdang. Hal ini disebabkan karena market power yang rendah, dan transmisi harga vertical dari Tingkat Provinsi ke Tingkat Kabupaten masih rendah. Sementara, dalam jangka Panjang, terdapat integrasi pasar antara harga pasar TBS Tingkat Kabupaten dengan harga pasar TBS di Tingkat Nasional, CPO serta harga CPO di pasar Nasional. Integrasi pasar TBS di Tingkat Kabupaten dengan Nasional dan pasar CPO Nasional menyebabkan ketergantungan pasar TBS Deli Serdang terhadap gejolak pasar CPO Nasional dan dunia, sehingga pengembangan hilirisasi Kelapa Sawit menjadi suatu Solusi untuk mengurangi ketergantungan ekspor CPO.
Dampak Kebijakan Harga Acuan Pembelian Pemerintah dan Harga Input terhadap Produksi Jagung di Indonesia Munthe, M Taufiqurrohman; Asaad, Mhd; Karo Karo Sitepu, Rasidin
Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian Vol 21 No 2 (2025): Juni, 2025
Publisher : Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/jsep.v21i2.46094

Abstract

Maize is a strategic food commodity in Indonesia, second only to rice, primarily serving as a key input for the animal feed industry. The government has implemented input subsidy policies (fertiliser and seed) along with the establishment of a Government Purchase Reference Price (HAP) to protect farmers from price volatility. This study aims to analyse the impact of HAP and input subsidy policies on national maize production. An econometric model was developed using a system of simultaneous equations, comprising 13 structural equations and 2 identities, to capture supply and demand behaviours (household consumption, feed industry, and food industry), input utilisation, and maize price formation. Parameter estimation was conducted using the Two-Stage Least Squares (2SLS) method with time series data from 1990 to 2023. Policy simulations were performed to evaluate the effects of a 5% increase in fertiliser subsidies, seed subsidies, and HAP. Simulation results indicate that an increase in fertiliser subsidies significantly raises maize production and reduces domestic prices, while an increase in HAP leads to higher maize prices and production but reduces consumption. Seed subsidies had a relatively smaller impact on production. The combination of input subsidy and HAP policies resulted in a maize production surplus, highlighting the need for enhanced output absorption efforts. While input subsidies effectively stimulate production, they may suppress market prices; conversely, HAP policy increases production incentives but lowers demand. The government should strengthen domestic maize utilisation programmes to ensure optimal absorption of increased output and develop buffer mechanisms to maintain price stability
ANALISIS DAMPAK PELATIHAN TERHADAP PEMBERDAYAAN DAN PENDAPATAN KELOMPOK PENANGKAR BENIH PADI BERSERTIFIKAT Septiani, Ari; Asaad, Mhd; Novita, Desi
Jurnal Agri Smart Deli Sumatera Vol. 1 No. 1 (2023): Artikel Riset Maret 2023
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Deli Sumatera

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : (i) Mengetahui Program pelatihan apa saja yang di terima oleh kelompok penangkar benih padi bersertifikat, (ii) Untuk mengetahui Pengaruh pelatihan terhadap pemberdayaan anggotakelompok penangkar benih padi bersertifikat, (iii) Untuk mengetahui tingkatketerampilandan pendapatan anggota penangkar benih padi bersertifikat setelah menerima pelatihan.Sampel penelitian menggunakan tekhnik simple random sampling dengan tekhnik pengumpulan data perimer dan data skunder dengan pemecahan masalah menggunakan metode analisis data : (i) Distribusi frekuensi, (ii) Regresi linier sederhana, (iii) uji wilcoxon signed rank. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa adanya tujuh program pelatihan yang di ikuti 10 anggota Kelompok Penangkar Mulya Tani Jaya yang diadakan oleh pemerintah untuk pemberdayaan Kelompok penangkar. Hasil analisis regresi linier sederhana yaitu diketahui nilai constant (a) sebesar 73,554, sedangkan nilai pemberdayaan (b / koefesien regresi) sebesar 0,196 sehingga persamaan regresinya dapat dituis :Y = a + Bx, Y = 73,554 + 0,196, Persamaan tersebut dapat diterjemahkan yaitu: (1) Konstanta sebesar 73,554 mengandung arti bahwa nilai konsisten variable pelatihan adalah sebesar 73,554, (2) Koefesien regresi X sebesar 0,196 menyatakan bahwa setiap penambahan 1% nilai pemberdayaan, maka nilai partisipasi bertambah sebesar 0,196. Koefesien regresi tersebut bernilai positif, Sehingga dapat dikatakan bahwa arah pengaruh variablepenelitian terhadap variabel pemberdayaan adalah nyata dan positif.. Dan terdapat pula pengaruh yang nyata dan positif terhadap pendapatan serta keterampilan Kelompok penangkar setelah mengikuti pelatihan, dengan menggunakan uji wilcoxon signed rank maka diperoleh nilai signifikannya yaitu 0,005 > 0,05 sehingga dinyatakan terdapat pengaruh pelatihan terhadap pendapatan dan keterampilan sebelum (pre test) dan sesudah (post test) mengikuti program pelatiihan. Kata Kunci : Program Pelatihan, Pemberdayaan, Pendapatan Dan Keterampilan.
STRATEGI PEMBERDAYAAN KELOMPOK PENANGKAR DALAM MENINGKATKAN KETERSEDIAAN MODAL DAN PEMASARAN BENIH PADI BERSERTIFIKAT Arizki, Vifi; Asaad, Mhd; Dharma, Surya
Jurnal Agri Smart Deli Sumatera Vol. 1 No. 1 (2023): Artikel Riset Maret 2023
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Deli Sumatera

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keadaan kelompok penangkar benih padi dalam meningkatkan kersediaan modal dan pemasaran benih. Untuk mengethui faktor – faktor apa saja yang menjadi pendukung dan penghambat dalam meningkatkan ketersediaan modal dan pemasaran benih padi, dan untuk menganalisis strategi pemberdayaan kelompok penangkar benih padi dalam meningkatkan ketersediaan modal dan pemasaran benih padi. Responden penelitian ini menggunakan metode Key Informan yang diambil dengan menggunakan teknik Snowball Sampling dan data yang di gunakan adalah data primer dan sekunder dengan menggunakan metode analisis deskriftif dengan pendekatan kualitatif dan analisis SWOT.Hasil penelitian ini menunjukan bahwa keadaan kelembagaan kelompok penangkar benih padi Sri Cintani, meliputi struktur kelompok penangkar Sri Cintani dimana terdapat pembagian tugas yang jelas dalam kepengurusan dan dilaksanakan dengan baik. Komunikasi antar pengurus kelompok penangkar benih Sri Cintani sangan baik dengan anggota begitu juga antar anggota dengan pengurus kelompok penangkar, kelompok penangkar Sri Cintani mempunyai kemudahan dalam berkomunikasi dan menyampaikan pendapat atau gagasannya. Ada beberapa faktor pendukung (Strengths and Weaknesses) dan faktor penghambat (Opportunity and Threats) yang dapat mempengaruhi pemberdayaan kelompok penangkar dalam meningkatkan ketersediaan modal dan pemasaran benih padi bersertifikat yaitu : Keterampilan dan pengalaman anggota kelompok penangkar, sarana dan prasarana yang memadai, belum adanya program penguat modal kelompok (PMUK) dalam mendukung kegiatan usaha penagkar, jaringan pemasaran yang terbatas, pemerintah tidak ikut serta dalam hal pemasaran, semangkin pesat perkembagan teknologi, jumlah penduduk yang semangkin meningkat, kebijakan pemerintah dalam menggunakan benih padi bersertifikat, kemudahan terhadap ketersediaan sarana produksi dan akses kredit, banyak pesaing yang menjual produk sejenis, adanya serangan OPT. Dari hasil analisi SWOT yaitu strategi yang cocok digunakan berdasarkan hasil Matrik posisi untuk meningkatkan modal dan pemasaran kelompok penangkar benih padi berserifikat pada Kelompok Penangkar Sri Cintani terletak pada kuadrat I yaitu strategi Agresif atau Strategi-SO (strengths and Opportunity) yaitu menggunakan kekuatan untuk memanfaatkan peluang. Kata Kunci : Penangkar Benih Padi, Pemberdayaan, Pemasaran