Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Efektivitas Air Kelapa (Cocos nucifera) terhadap Maskulinisasi dan Kelulushidupan Ikan Mas Koki (Carassius auratus) Batubara, Juliwati Putri; Melati, Kusuma; Rumondang, Rumondang; Laila, Khairani; Panjaitan, Pohan
Jurnal Kelautan dan Perikanan Indonesia Vol 5, No 2: Agustus (2025)
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jkpi.v5i2.47996

Abstract

Ikan mas koki ( Carassius auratus ) merupakan salah satu jenis ikan hias air tawar yang memiliki nilai ekonomis tinggi di pasar perikanan. Budidaya dengan sistem monoseks jantan menjadi alternatif yang banyak dipilih, karena ikan jantan cenderung memiliki laju pertumbuhan yang lebih cepat dibandingkan betina. Penelitian ini bertujuan untuk memicu pengaruh perendaman embrio dalam air kelapa ( Cocos nucifera ) dengan berbagai tingkat konsentrasi terhadap maskulinisasi, tingkat penetasan telur, durasi penyerapan kuning telur, dan kelulushidupan benih ikan mas koki. Penelitian dilaksanakan selama 90 hari dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), yang terdiri atas lima perlakuan konsentrasi udara kelapa (0%, 10%, 20%, 30%, dan 40%) serta lima ulangan untuk masing-masing perlakuan. Embrio direndam selama 8 jam pada tahap blastula. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan P3 (konsentrasi 30%) menghasilkan nisbah kelamin jantan tertinggi sebesar 63%, waktu penyerapan kuning telur tercepat (70,20 jam), dan kelulushidupan tertinggi (58%). Sementara itu, perlakuan P0 (kontrol) menunjukkan daya tetas tertinggi sebesar 72%. Perlakuan P4 (40%) menunjukkan hasil terendah pada hampir seluruh parameter. Kesimpulannya, perendaman embrio dalam udara kelapa konsentrasi 30% efektif dalam meningkatkan proporsi jantan dan kelulushidupan benih ikan mas koki.
Efektivitas Air Kelapa (Cocos nucifera) terhadap Maskulinisasi dan Kelulushidupan Ikan Mas Koki (Carassius auratus) Melati, Kesuma; Batubara, Juliwati Putri; Rumondang, Rumondang; Laila, Khairani; Panjaitan, Pohan
Jurnal Kelautan dan Perikanan Indonesia Vol 5, No 2: Agustus (2025)
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jkpi.v5i2.28214

Abstract

Ikan mas koki (Carassius auratus) merupakan salah satu jenis ikan hias air tawar bernilai ekonomis tinggi di pasar perikanan. Budidaya sistem monoseks jantan menjadi alternatif yang banyak dipilih karena ikan jantan umumnya memiliki laju pertumbuhan lebih cepat dibandingkan betina. Namun,penggunaan hormon sintetis dalam maskulinisasi menimbulkan kekhawatiran terhadap dampak lingkungan dan keamanan pangan. Penelitian ini menjawab keterbatasan studi bahan alami dalam maskulinisasi ikan mas koki sebagai alternatif pengganti hormon sintetis. Tujuan penelitian ini adalahuntuk mengevaluasi pengaruh perendaman embrio dalam air kelapa (Cocos nucifera) dengan berbagai konsentrasi terhadap maskulinisasi, tingkat penetasan telur, durasi penyerapan kuning telur, dan kelulushidupan benih ikan mas koki. Penelitian dilaksanakan selama 90 hari menggunakan RancanganAcak Lengkap (RAL) dengan lima perlakuan konsentrasi air kelapa (0%, 10%, 20%, 30%, dan 40%) dan lima ulangan masing-masing. Embrio direndam selama 8 jam pada tahap blastula. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan P3 (konsentrasi 30%) menghasilkan nisbah kelamin jantan tertinggi sebesar 63%, waktu penyerapan kuning telur tercepat (70, 20 jam), dan kelulushidupan tertinggi (58%).Sementara itu, perlakuan kontrol (P0) menunjukkan daya tetas tertinggi sebesar 72%. Perlakuan P4 (konsentrasi 40%) menunjukkan hasil terendah pada hampir seluruh parameter. Dengan demikian, air kelapa konsentrasi 30% berpotensi sebagai agen maskulinisasi alami yang efektif dan ramah lingkungan untuk diaplikasikan dalam skala budidaya ikan mas koki.
PENDAMPINGAN TEKNIK MEMBUDIDAYAKAN KERANG DARAH (ANADARA GRANUSA) DALAM MENINGKATKAN PEREKONOMIAN MASYARAKAT PESISIR DESA PAHLAWAN KABUPATEN BATU BARA Laila, Khairani; Batubara, Juliwati Putri; Rumondang; Pohan Panjaitan; Nurhadi; Hardiansyah
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 7 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v7i2.17057

Abstract

Desa Pahlawan Kecamatan Tanjung Tiram Kabupaten Batu Bara terkenal dengan penghasil sumberdaya ikan terbesar diwilayah Kabupaten Batu Bara salah satunya adalah kerang darah, dimana desa ini berada pada hilirisasi kawasan wilayah pesisir Pantai Timur Sumatera Utara yang berciri khas memiliki dasar substrat berlumpur dan berpasir sehingga kerang darah sangat menyukai daerah tersebut untuk melakukan pertumbuhannya dikarenakan memiliki detritus yang melimpah, Permasalahan yang terjadi didesa pahlawan adalah kurangnya produksi hasil tangkapan kerang darah sehingga tidak dapat terpenuhinya permintaan pasar khususnya daerah kabupaten batu bara. tujuan kegiatan pkm memberiakan ilmu dan pengetahuan dan teknologi tentang membudidayakan kerang darah dan membuat perakitan konstruksi wadah pemeliharaan budidaya kerang darah agar kerang darah dapat dibudidayakan sehingga secara terkontrol dikelompok nelayan dengan tujuan permintaan pasar akan kerang darah dapat terpenuhi secara maksimal dan kerang darah dapat dipanen dengan ukuran yang semestinya layak untuk dipasarkan. Metode yang digunakan berupa pengisian materi melalui ceramah, Tanya jawab, pre-test dan post tes dan perakitan pembuatan wadah pemeliharaan budidaya kerang darah. Hasil yang diperoleh berupa pengetahuan ilmu dan teknologi dalam membudidayakan kerang darah dan perakitan pembuatan wadah pemeliharaan budidaya kerang darah, nelayan sangat bersemangat karena nelayan sudah mengerti dan paham bahwa tujuan dari perakitan wadah pemeliharaan kerang darah untuk meningkatkan produksi kerang darah. Wadah pemeliharaan dibuat mulai pukul 09.00 sampai dengan 17.00 WIB, hasil akhir kegiatan PKM 1 set wadah pemeliharaan budidaya kerang darah dengan ukuran 5x5x5x5 meter, yang dilengkapi dengan jaring utama, tali pelampung, tali pemberat, pelampung, pemberat, dan bambu.