Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Implikatur Wacana Poster Demonstrasi Mahasiswa Tolak Rancangan Undang-Undang KUHP dan Revisi UU KPK Praditama, Angger Gilang
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol 12, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v12i1.42425

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan makna dan fungsi implikatur yang terdapat dalam poster demonstrasi mahasiswa tolak RUU KUHP dan revisi UU KPK. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Data dalam penelitian ini berupa kalimat yang merupakan wujud implikatur dalam poster demonstrasi mahasiswa tolak rancangan RUU KUHP dan revisi UU KPK. Sumber data dari berita pada media massa. Data dikumpulkan dengan teknik baca catat. Data dianalisis dengan model analisis interaktif. Hasil penelitian yang diperoleh yaitu makna implikatur yang terdapat dalam poster demonstrasi mahasiswa tolak RUU KUHP dan revisi UU KPK berupa sindiran, kritikan, dan ajakan. Fungsi yang ditemukan dalam poster demonstrasi mahasiswa tolak RUU KUHP dan revisi UU KPK berupa fungsi asertif, direktif, ekspresif, dan rogatif.
Reading the Tragic Smile Singularities of the Short Story Senyum Karyamin by Ahmad Tohari Mulyani, Via Ajeng; Praditama, Angger Gilang; Purnomo, Eko
KREDO : Jurnal Ilmiah Bahasa dan Sastra Vol 7, No 1 (2023): JURNAL KREDO VOLUME 7 NO 1 TAHUN 2023
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/kredo.v7i1.11588

Abstract

Penelitian ini hendak menelaah mengenai ke-saling berbagi-an (the common) dan singularities dalam cerpen Senyum Karyamin karya Ahmad Tohari. Menggunakan pisau analisis Antonio Negri khususnya mengenai ke-saling berbagi-an (the common) yang merupakan wujud kekuatan biopolitis yang bersifat lentur melawan hegemoni kapital. Berangkat dari kisah para pengumpul batu yang senasib sepenanggungan di bawah kuasa tengkulak, rendahnya harga batu dan tanjakan licin yang setiap hari mereka lewati. Kondisi semacam itu membuat para pengumpul batu memiliki kemampuan biopolitis berkait ke-silih berbagi-an berupa menertawakan diri mereka sendiri. Sebagai the multitude dari rakyat kecil yang bekerja sebagai pengumpul batu, mereka saling berbagi tawa dan senyum yang mereka anggap sebagai simbol kemenangan atas tengkulak. Dalam hal ini, tokoh Karyamin sebagai salah satu subjek singular memiliki kemampuan berbagi motivasi, rasa, kepada orang-orang yang ditemuinya dalam situasi kelaparan akut dan hutang yang melilit. Kemampuan untuk tersenyum pada orang lain ketika situasi demikian barangkali merupakan suatu upaya pengembangan jejalin relasi sosial sekaligus penyelamatan diri. Meski pada akhirnya, kemampuannya berbagi senyum tetap tak dapat mengatasi kelaparan akutnya This research aims to examine the commons and singularities in the short story Senyum Karyamin by Ahmad Tohari. Using Antonio Negri's analytical knife, especially regarding the common, which is a form of biopolitical power that is flexible against capital hegemony. Departing from the story of stone collectors who share the same fate under the power of middlemen, the low price of stones and the slippery slopes they pass every day. Conditions like that make stone collectors have a biopolitical ability related to mutual sharing in the form of laughing at themselves. As the multitude of lowly people who work as stone collectors, they share laughter and smiles which they regard as a symbol of victory over the middlemen. In this case, Karyamin's character as a singular subject has the ability to share motivations, feelings, with people he meets in situations of acute hunger and heavy debts. The ability to smile at others in such a situation is perhaps an attempt to develop a network of social relations as well as self-rescue. Although in the end, his ability to share a smile still could not overcome his acute hunger
Dongeng sebagai Media Pembentuk Karakter Anti Perundungan pada Anak Usia Dini Praditama, Angger Gilang; Kusmiatun, Ari; Rahayu, Dwi Hanti
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 7 No. 6 (2023)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v7i6.4264

Abstract

Kasus bullying (perundungan) masih kerap ditemukan di dunia, termasuk di Indonesia. Faktor yang mempengaruhi terjadinya perundungan sangat beragam, salah satunya adalah konten bacaan atau hiburan yang diberikan kepada anak. Dongeng dapat dimaafatkan sebagai stimulus pada anak untuk menumbuhkan nilai-nilai karakter yang baik. Tujuan dari penelitian ini adalah menemukan nilai-nilai karakter dalam dongeng Sanggau yang tercantum dalam buku Corita Muntuh Sanggau (Kumpulan Cerita Rakyat Sanggau) yang diharapkan mampu mencegah kasus perundungan pada anak. Data dalam penelitian ini berupa kutipan kata, klausa, kalimat, atau paragraf yang merujuk pada nilai karakter. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan teknik baca catat. Data dianalisis dengan model interaktif Miles dan Huberman yang terdiri atas pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan atau verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam dongeng di Sanggau, ditemukan beberapa nilai karakter yaitu nilai karakter toleransi, bersahabat/komunikatif, cinta damai, dan peduli sosial yang diharapkan mampu mencegah perilaku perundungan pada anak usia dini.
Diksi Kelam dalam Kumpulan Puisi Antologi Mimpi Karya Anna N. A. F.: Kajian Stilistika Praditama, Angger Gilang; Sakti, Andi Elsa Fadhilah
Edukasi Lingua Sastra Vol 24 No 1 (2026): Edukasi Lingua Sastra
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kotabumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47637/elsa.v24i1.2234

Abstract

This study aims to describe the use of dark-toned diction in the poetry collection Antologi Mimpi by Anna N. A. F. (2017). The study employs a qualitative descriptive method with a stylistic approach to examine the use of language in constructing meaning and aesthetic effects in poetry. The research data consist of quotations of words, phrases, and sentences containing dark-toned diction found in the poetry collection. Data were collected through intensive reading techniques and note-taking of diction that represents a gloomy emotional atmosphere. The data were analyzed using an interactive analysis technique, which includes data condensation, data presentation, and conclusion drawing. The findings reveal that dark diction in Antologi Mimpi represents psychological human conditions, including helplessness, despair, and emotional entrapment caused by memories of past romantic relationships. The use of metaphors, symbols, and imagery associated with wounds, emptiness, and illusory hope strengthens the emotional intensity of the poems and enhances readers’ affective engagement. The findings confirm that diction in poetry functions not only as an aesthetic element but also as a medium for representing the poet’s inner experiences, which are universal in nature. Therefore, a stylistic analysis of dark diction can reveal the relationship between language choice, emotional expression, and meaning construction in literary works.