Dianarti, Puput
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Semangat Perjuangan Dalam Puisi “Hati” Karya Yun Dong Ju Dan Puisi “Siap-Sedia” Karya Chairil Anwar Dianarti, Puput; Hartati, Dian
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 6 No. 1 (2022): April 2022
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (192.856 KB)

Abstract

Penjajahan Jepang tidak hanya merugikan dari sisi materil, tetapi juga dari seumber daya alam dan sumber daya manusia. Indonesia dan Korea adalah dua negara yang menjadi korban penjajahan dari Jepang. Jepang saat menjajah mempunyai prinsip istilah belas kasih harus dibuang jauh-jauh. Akibat-akibat daripada penjajahan ini mendapat respon puitik dari kalangan penyair dari Korea juga Indonesia yang dengan semangat dalam memerangi penjajahan yang dilakukan oleh Jepang. Artikel ini membahas bagaimana semangat juang dalam memerangi penjajahan Jepang terhadap Korea dan Indonesia yang terdapat dalam salah satu puisi yang berjudul “Hati” karya Yun Dong Ju dan puisi “Siap-Sedia” karya Chairil Anwar. Untuk meneliti kedua puisi ini menggunakan teori bandingan dan pendekatan mimetik. Sumber data dari penelitian ini adalah puisi “Hati” karya Yun Dong Ju dan puisi “Siap-Sedia” karya Chairil Anwar. Hasil dari penelitian ini menunjukkan semangat yang mereka kobarkan sebagai bentuk perlawanan kepada jepang melalui dua puisi penyair terkenal dari masing-masing negara dimana dari kedua puisi tersebut menunjukkan bagaimana kekejaman Jepang terhadap dua negara tersebut.
Semangat Perjuangan Dalam Puisi “Hati” Karya Yun Dong Ju Dan Puisi “Siap-Sedia” Karya Chairil Anwar Dianarti, Puput; Hartati, Dian
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 6 No. 1 (2022): 2022
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v6i1.3230

Abstract

Penjajahan Jepang tidak hanya merugikan dari sisi materil, tetapi juga dari seumber daya alam dan sumber daya manusia. Indonesia dan Korea adalah dua negara yang menjadi korban penjajahan dari Jepang. Jepang saat menjajah mempunyai prinsip istilah belas kasih harus dibuang jauh-jauh. Akibat-akibat daripada penjajahan ini mendapat respon puitik dari kalangan penyair dari Korea juga Indonesia yang dengan semangat dalam memerangi penjajahan yang dilakukan oleh Jepang. Artikel ini membahas bagaimana semangat juang dalam memerangi penjajahan Jepang terhadap Korea dan Indonesia yang terdapat dalam salah satu puisi yang berjudul “Hati” karya Yun Dong Ju dan puisi “Siap-Sedia” karya Chairil Anwar. Untuk meneliti kedua puisi ini menggunakan teori bandingan dan pendekatan mimetik. Sumber data dari penelitian ini adalah puisi “Hati” karya Yun Dong Ju dan puisi “Siap-Sedia” karya Chairil Anwar. Hasil dari penelitian ini menunjukkan semangat yang mereka kobarkan sebagai bentuk perlawanan kepada jepang melalui dua puisi penyair terkenal dari masing-masing negara dimana dari kedua puisi tersebut menunjukkan bagaimana kekejaman Jepang terhadap dua negara tersebut.