Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Kepuasan Mahasiswa Terhadap Layanan Administrasi Akademik Berbasis Online Muridan; Asmaya, Enung
AMERTA Jurnal Ilmiah Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 4 No 3 (2024): Amerta Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora
Publisher : Amerta Media

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kepuasan layanan terhadap mahasiswa merupakan salah satu bagian dari unsur kualitas layanan. Kepuasan mahasiswa terhadap layanan juga merupakan salah satu indikator untuk mendapatkan input mahasiswa yang lebih banyak sekaligus menghasilkan lulusan yang berkualitas. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan mengetahui gambaran tingkat kepuasan mahasiswa terhadap layanan administrasi akademik. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang bersifat deskriptif. Sampel penelitian diambil dari populasi mahasiswa dengan menggunakan teknik pusposive sampling. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan questioner. Data yang diperoleh kemudian diolah, diedit, discoring, dan dianalisis menggunakan tabel distribusi frekuensi dalam bentuk persentase. Dari penelitian ini diketemukan bahwa mahasiswa puas dengan layanan fisik dengan persentase 45 %. Pada Aspek Reliability keandalan dosen dan tenaga administrasi, mahasiswa merasakan kepuasan dengan persentase 65 %. Pada aspek responsiveness, mahasiswa puas dengan skor 48 %. Pada aspek assurances rata- rata mahasiswa puas dengan persentase 65 %, pada aspek emphaty 55 %. Sementara aspek sistem informasi, mahasiswa merasakan kepuasan dengan persentase 49 %. Kata kunci: Layanan administrasi, akademik, online, perguruan tinggi Service satisfaction towards students is one part of the service quality element. Student satisfaction with services is also an indicator to get more student input while producing quality graduates. This research was conducted with the aim of knowing the description of the level of student satisfaction with academic administration services. This research is a descriptive quantitative research. The research sample was taken from the student population using purposive sampling technique. Data collection is done using a questioner. The data obtained were then processed, edited, scored, and analyzed using a frequency distribution table in percentage form. From this study it was found that students were satisfied with physical services with a percentage of 45%. In the Reliability aspect of the reliability of lecturers and administrative staff, students feel satisfaction with a percentage of 65%. In the aspect of responsiveness, students are satisfied with a score of 48%. In the aspect of assurances, the average student is satisfied with a percentage of 65%, in the aspect of empathy 55%. While the aspect of information systems, students feel satisfaction with a percentage of 49%. Keywords: Administrative services, academic, online, college
NILAI KEPEMIMPINAN DAKWAH SAIFUDDIN ZUHRI (ANALISIS SEJARAH) Asmaya, Enung; Muridan
Hujjah: Jurnal Ilmiah Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol. 8 No. 2 (2024): Hujjah: Jurnal Ilmiah Komunikasi dan Penyiaran Islam
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Al Ghazali Cilacap

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52802/hjh.v6i2.1393

Abstract

Pemimpin adalah seseorang yang mampu memengaruhi pikiran, perasaan, dan perilaku orang lain, baik secara individu maupun kelompok dengan tujuan untuk mencapai tujuan tertentu. Pemimpin menjadi simbol kekuatan dalam mencapai tujuan masyarakat yang dipimpinnya. Pemimpinlah yang menentukan arah kehidupan orang-orang yang dipimpinnya. Krisis kepemimpinan di Indonesia menjadi fenomenal. Ada sisi kehidupan masyarakat yang mengandung masalah dan kesulitan dalam memenuhi kebutuhan hidup. Masalah krisis kepercayaan terhadap pemimpin bangsa, akibat cermin perilaku yang tidak terpuji. Di tengah pergulatan masyarakat modern yang larut dengan kebebasan dan lepas dari kendali agama, peran kepemimpinan dan dakwah Islam semakin dibutuhkan dan memiliki kedudukan yang strategis. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan yang menggunakan pendekatan kualitatif. Analisis yang digunakan adalah analisis historis. Dalam analisis historis, proses pengolahan data dilakukan melalui tiga tahap, yaitu pengumpulan sumber (heuristik), kritik sumber dan histerografi (penulisan sejarah). Untuk memperkuat analisis historis digunakan pula model analisis hermeneutika Paul Recaour. Dalam analisis historis ada tiga hal yang perlu diperhatikan, yaitu interpretasi, eksplanasi dan eksposisi. Ketiganya dilakukan secara bersamaan saat penelitian berlangsung. Dalam melakukan interpretasi tersebut digunakan model analisis hermeneutika Paul Recaour yang meliputi 3 hal, yaitu menggali makna teks yang terkandung dalam ungkapan atau apa yang dikatakan, menghubungkan makna teks dengan realitas; dan menghubungkan teks yang satu dengan teks yang lain (intertekstualitas). Dari hasil penelitian ditemukan bahwa kepemimpinan Saifuddin Zuhri dalam dakwah terdapat pada tiga aspek yaitu kepemimpinan sebagai ulama dan pejuang, sebagai politikus dan sebagai pejabat negara. Sebagai ulama dan pejuang beliau memiliki konsistensi dalam memperjuangkan dakwah amar ma'ruf nahi munkar, kritis terhadap pemerintah dan bersemangat dalam menegakkan kebenaran, kejujuran dan keadilan. Sebagai politikus beliau memiliki kemampuan untuk berkompromi dengan kelompok yang berbeda ideologi politik, bersikap terbuka, jujur ​​dan menjadikan politik sebagai alat untuk memperjuangkan aspirasi rakyat. Sebagai pejabat negara beliau menjadikan jabatannya sebagai amanah dan diperankan sebagai pengabdian kepada negara dan bangsa.
Packaging religion through training: Da'wah commodification among middle-class muslim women in Indonesia Uswatusolihah, Uus; Suharto, Abdul Wachid Bambang; Fuad, Muskinul; Asmaya, Enung
Jurnal Ilmu Dakwah Vol. 45 No. 1 (2025)
Publisher : Faculty of Dakwah and Communication, Walisongo State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/jid.v45.1.26965

Abstract

Purpose – This article examines the phenomenon of the commodification of da'wah through religious training programs targeted at middle-class Muslim women in contemporary Indonesia, specifically the Spiritual Motherhood and Miracle Women trainings. Method – The study employs an ethnographic approach, collecting data through participant observation, interviews, and document analysis. Result – The results showed that distinctive patterns in these da'wah trainings: they are held in prestigious venues, involve speakers and participants predominantly from the middle class—especially women—and maintain ongoing communication networks among alums. The commodification of religion within these trainings is evident in branded material packaging, training fees and discounts, the use of celebrity figures, and book production. Implication – This study asserts that commodification serves as a means to present and frame Islamic values, reflecting the dynamics of religious adaptation within a society increasingly influenced by consumer culture. These findings encourage critical reflection on the practices and directions of da'wah in the modern era. Originality/Value – This research is the first study on packaging preaching through paid spiritual training, such as Spiritual Motherhood and Miracle Women. *** Tujuan – Artikel ini mengkaji fenomena komodifikasi da'wah melalui program pelatihan keagamaan yang ditujukan bagi perempuan Muslim kelas menengah di Indonesia kontemporer, khususnya program Spiritual Motherhood dan Miracle Women. Metode – Studi ini menggunakan pendekatan etnografis, mengumpulkan data melalui observasi partisipan, wawancara, dan analisis dokumen. Hasil – Hasil penelitian menunjukkan pola khas dalam program-program da'wah ini: diselenggarakan di tempat-tempat prestisius, melibatkan pembicara dan peserta yang sebagian besar berasal dari kelas menengah—terutama perempuan—serta mempertahankan jaringan komunikasi berkelanjutan di antara alumni. Komodifikasi agama dalam program-program ini terlihat jelas melalui kemasan materi bermerk, biaya pelatihan dan diskon, penggunaan figur selebriti, serta produksi buku. Implikasi – Studi ini menegaskan bahwa komodifikasi berfungsi sebagai sarana untuk menyajikan dan membingkai nilai-nilai Islam, mencerminkan dinamika adaptasi agama dalam masyarakat yang semakin dipengaruhi oleh budaya konsumerisme. Temuan ini mendorong refleksi kritis terhadap praktik dan arah da'wah di era modern. Orisinalitas/Nilai – Penelitian ini merupakan studi pertama yang mengkaji kemasan dakwah melalui pelatihan spiritual berbayar, seperti Spiritual Motherhood dan Miracle Women.
Kepuasan Mahasiswa Terhadap Layanan Administrasi Akademik Berbasis Online Muridan; Asmaya, Enung
AMERTA Jurnal Ilmiah Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 4 No 3 (2024): Amerta Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora
Publisher : Amerta Media

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kepuasan layanan terhadap mahasiswa merupakan salah satu bagian dari unsur kualitas layanan. Kepuasan mahasiswa terhadap layanan juga merupakan salah satu indikator untuk mendapatkan input mahasiswa yang lebih banyak sekaligus menghasilkan lulusan yang berkualitas. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan mengetahui gambaran tingkat kepuasan mahasiswa terhadap layanan administrasi akademik. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang bersifat deskriptif. Sampel penelitian diambil dari populasi mahasiswa dengan menggunakan teknik pusposive sampling. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan questioner. Data yang diperoleh kemudian diolah, diedit, discoring, dan dianalisis menggunakan tabel distribusi frekuensi dalam bentuk persentase. Dari penelitian ini diketemukan bahwa mahasiswa puas dengan layanan fisik dengan persentase 45 %. Pada Aspek Reliability keandalan dosen dan tenaga administrasi, mahasiswa merasakan kepuasan dengan persentase 65 %. Pada aspek responsiveness, mahasiswa puas dengan skor 48 %. Pada aspek assurances rata- rata mahasiswa puas dengan persentase 65 %, pada aspek emphaty 55 %. Sementara aspek sistem informasi, mahasiswa merasakan kepuasan dengan persentase 49 %. Kata kunci: Layanan administrasi, akademik, online, perguruan tinggi Service satisfaction towards students is one part of the service quality element. Student satisfaction with services is also an indicator to get more student input while producing quality graduates. This research was conducted with the aim of knowing the description of the level of student satisfaction with academic administration services. This research is a descriptive quantitative research. The research sample was taken from the student population using purposive sampling technique. Data collection is done using a questioner. The data obtained were then processed, edited, scored, and analyzed using a frequency distribution table in percentage form. From this study it was found that students were satisfied with physical services with a percentage of 45%. In the Reliability aspect of the reliability of lecturers and administrative staff, students feel satisfaction with a percentage of 65%. In the aspect of responsiveness, students are satisfied with a score of 48%. In the aspect of assurances, the average student is satisfied with a percentage of 65%, in the aspect of empathy 55%. While the aspect of information systems, students feel satisfaction with a percentage of 49%. Keywords: Administrative services, academic, online, college
Analysis of Logos, Pathos, and Ethos in Leadership Communication: Case of Kang Dedi Mulyadi Asmaya, Enung; Ridwan, Muhammad; Uswatusholihah, Uus
Tadris: Jurnal Keguruan dan Ilmu Tarbiyah Vol 10 No 2 (2025): Tadris: Jurnal Keguruan dan Ilmu Tarbiyah
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/tadris.v10i1.28174

Abstract

This study investigates the rhetorical strategies of logos, pathos, and ethos in the leadership communication of Kang Dedi Mulyadi (KDM), the Governor of West Java, Indonesia. KDM’s communication approach, characterized by logical reasoning, emotional resonance, and ethical credibility, has been widely recognized for fostering public trust and engagement. This paper examines how KDM employs these rhetorical elements in his leadership discourse and discusses their implications for educational leadership. By analyzing content from KDM’s YouTube channel and other media sources, this study shows that his use of logos in policy argumentation, pathos in emotional appeals, and ethos in personal integrity are pivotal to his public influence. The findings suggest that KDM's leadership communication model offers significant insights for educational leadership, particularly in the areas of civic literacy, character education, and community engagement. This paper contributes to the understanding of how leadership communication can be integrated into educational practices to foster democratic values, critical thinking, and moral development among students.