Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

ANALISIS PERSYARATAN TEKNIS RUMAH TINGGAL WARGA DI DESA LOLU KECAMATAN SIGI BIROMARU BERDASARKAN UNDANG UNDANG NO. 28 TAHUN 2002 Asnudin, Andi
Jurnal Sains dan Teknologi Tadulako Vol 10 No 2 (2024): Agustus 2024
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/jstt.v10i2.662

Abstract

Abstrak: Pada tanggal 28 september 2018 di Palu, Donggala dan Sigi telah terjadi gempa yang mengakibatkan likuefaksi di beberapadaerah dan kerusakan infrastruktur. Salah satu daerah yang terkena dampak gempa tersebut, yaitu Desa Lolu yang mengalami kerusakan infrastruktur seperti banyaknya rumah yang retak sedang, retak besar dan bahkan ada rumah yang runtuh. Sehingga banyak rumah yang dibangun dan di rehabilitasi kembali. Oleh karena itu, perlu dilakukan penilaian kelayakan bangunan salah satunya mengenai persyaratan teknis pada bangunan rumah tinggal yang berada di Desa Lolu. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis persyaratan teknis rumah tinggal warga yang ada di Desa Lolu Kecamatan Sigi Biromaru Berdasarkan UndangUndang No. 28 Tahun 2002. Data primer berupa survey menggunakan daftar simak, wawancara, dan dokumentasi. Data sekunder berupa data jumlah rumah dari kantor desa. Analisa data digunakan metode statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Persyaratan intensitas bangunan memenuhi nilai KDB yaitu 86,52% dan nilai KLB 100 % yang telah memenuhi persyaratan teknis. Persyaratan tata bangunan dinyatakan layak fungsi/huni pada penampilan bangunan secara umum didapatkan tidak mengalami kerusakan. Tata ruang dalam bangunan diperoleh kategori rusak ringan maksimum pada penutup lantai danpenutup plafon dengan nilai 7,9%. Keseimbangan, Keserasian dan Keselarasan dengan Lingkungan dimanfaatkan sebagai area parkir. Persyaratan keandalan bangunan dinyatakan layak fungsi/huni karena memenuhi persyaratan teknis aspek keselamatan, kesehatan, kenyamanan dan kemudahan.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PEKERJA KONSTRUKSI MEMILIH SISTEM PEMBAYARAN UPAH KERJA (KASUS PROVINSI SULAWESI TENGAH) asnudin, andi
Inersia: Jurnal Teknik Sipil Vol. 13 No. 1 (2021)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/ijts.13.1.48-54

Abstract

In general, there are two types of payment systems for work wages in construction work, the first is the daily wage system based on the number of working days / hours, and the second is the wholesale system based on the volume or type of work. Some information that is often heard in the construction project environment is about problems that arise as a result of the wage system for construction workers. Therefore, this study aims to determine the factors that influence the construction workers in choosing a work wage payment system. Non-parametric approachment is used in the form of descriptive analysis consisting of data reduction carried out by reading interview transcripts, questionnaires responses, and making notes according to the data. Then a summary of the data is made which provides an overview in the form of narrative text and tables. The results showed that the most workers that used the payment of work wages based on the volume of work of 58.84% and those who used working hours or of daily wages were 41.16%. Factors that influence the two payment systems are: First, based on Work Volume, are (1) Additional working hours, (2) Special jobs (Specialists, (3) Remote work locations, (4) High worker productivity, (5) Employee Competence Fulfilled, (6) Experienced more than 2 years, (7) Low risk of material damage. Second, the payment system based on Working Hours are (1) Work experience less than 2 years, (2) Weather conditions, extreme (3) Availability of materials, (4) High wages for workers, (5) Working hours less than 7 hours per day , (6) Difficult mastery of tools, (7) Low labor productivity.
ANALISA KOMPETENSI KERJA TUKANG BESI BETON SULAWESI TENGAH (STUDI KASUS PROYEK GEDUNG DI KOTA PALU) asnudin, andi; Kartini, Andi
Inersia: Jurnal Teknik Sipil Vol. 15 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/ijts.15.1.13-20

Abstract

Pentingnya pengetahuan dan kompetensi kerja dalam pelaksanaan pembangunan gedung dalam rangka mencapai kualitas sasaran kerja yang telah ditetapkan maka perlu dilakukan uji penerapan standar bagi tenaga kerja yang memiliki peranan penting dalam pembangunan proyek gedung salah satunya yaitu tukang besi beton. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan kompetensi kerja tukang besi beton studi kasus proyek gedung yang ada di Kota Palu dan sekitarnya berdasarkan RSKKNI tukang besi beton tahun 2009. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur, pengumpulan data primer dengan menggunakan kuesioner. Penelitian dilakukan terhadap tukang besi beton yang pernah dan sedang menangani proyek gedung. Data diolah dengan metode statistik menggunakan Rank Relative Index (RRI). Hasil penelitian 27 responden pada 6 proyek gedung yang ada di Kota Palu dan sekitarnya menunjukkan bahwa penerapan kompetensi kerja tukang besi beton yang diterapkan oleh tukang besi yaitu perakitan tulangan besi beton sesuai gambar kerja, membaca dan mempelajari gambar dengan teliti, tulangan dipotong panjangnya sesuai dengan gambar dan kebutuhan tulangan, tulangan besi beton disiapkan sesuai dengan gambar kerja. Sedangkan standar kompetensi kerja tukang besi beton yang kurang diterapkan oleh tukang besi beton yaitu penggunaan APD(Alat Pelindung Diri) dan APK(Alat Pengaman Kerja). Kata Kunci : Tukang Besi Beton, Kompetensi, RSKKNI