Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Mencari Pangan “Lokal”: Suara-suara dari Timur Wijaya, Firdhan Aria; Sanubari, Theresia Pratiwi Elingsetyo
Society Vol 12 No 2 (2024): Society
Publisher : Laboratorium Rekayasa Sosial, Jurusan Sosiologi, FISIP Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33019/society.v12i2.751

Abstract

Calls for local food in Eastern Indonesia are often dominated by sago. Still, this attention is overshadowed by continuously glorifying rice as the primary staple, ignoring regional contexts and cultural identities. Through a collaborative forum called the Food Festival Archipelago (FFA), we engaged students in sharing their stories about local food to explore their experiences, imaginations, and cultural ties to Eastern Indonesian cuisine. Using creative methods such as podcasts, short stories, Instagram posts, and videos, we discovered that Java-centric food politics have distanced students from their local food heritage. This disconnection forces many to rely on elders to rediscover traditional food knowledge, highlighting a critical loss of cultural identity. This initiative amplifies marginalized food narratives and serves as an act of resistance against global hegemony, fostering resilience through re-localization efforts. Furthermore, our findings underscore the importance of strengthening food sovereignty and local cultural identity in policy discussions, addressing the challenges posed by modernization while celebrating the rich culinary heritage of Eastern Indonesia.
Navigasi Krisis COVID-19 dalam Narasi Daya Juang Agensi Komunitas Transpuan Yogyakarta Perdana, Arika Bagus; Karolus, Meike Lusye; Wijaya, Firdhan Aria
Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 22 No 2 (2024): Agustus 2024
Publisher : Univeritas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jik.v22i2.13035

Abstract

Artikel ini menelusuri narasi agensi dan perjuangan kolektif komunitas transpuan dalam merespons pandemi COVID-19 di Yogyakarta. Pandemi meningkatkan kerentanan ekonomi dan sosial komunitas transpuan, memaksa mereka merespons secara kolektif. Penelitian ini berfokus pada agensi transpuan dalam memberdayakan komunitas, mengakumulasi modal sosial, dan perubahan selama pandemi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif-deskriptif dengan wawancara mendalam terhadap pemimpin dan anggota berbagai komunitas transpuan: Keluarga Besar Waria Yogyakarta (Kebaya), Pondok Pesantren Waria Al-Fatah, dan Ikatan Waria Yogyakarta (IWAYO). Dengan mengadopsi konsep navigasi sosial, kami menganalisis fleksibilitas, negosiasi, dan adaptasi komunitas transpuan untuk mengatasi dan mengendalikan situasi tak terduga akibat pandemi. Setiap gerakan dan tindakan komunitas transpuan membutuhkan kepemimpinan yang terbuka dan fleksibel untuk bertahan dalam krisis COVID-19. Proses navigasi sosial ini juga membuka jalan bagi penerimaan dan inklusi sosial yang lebih baik dari masyarakat.