Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search
Journal : Environmental Science and Engineering Conference Proceeding

PENURUNAN BOD, COD, DAN MLSS PADA AIR LIMBAH TAHU MENGGUNAKAN FAKULTATIF ANAEROBIC HORIZONTAL ROUGHING FILTER Yayok Suryo Purnomo; Heni Widyaningrum
Prosiding ESEC Vol. 1 No. 1 (2020): Seminar Nasional (ESEC) 2020
Publisher : Prosiding ESEC

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (482.679 KB)

Abstract

Tahu menjadi salah satu makanan yang banyak diminati karena murah dan berprotein tinggi, namun pembuatannya yang masih sederhana membuat pengolahan air limbahnya juga tidak maksimal. Padahal limbah cair tahu terdiri dari bahan organik dengan nilai BOD, COD, serta padatan tersuspensi MLSS yang tinggi. Apabila langsung dibuang ke badan air akan mencemari lingkungan tersebut. Penelitian ini memadukan antara Pengolahan biologis secara fakultatif anaerobik dengan cara menumbuhkan biofilm pada media kasar pada reaktor aliran horizontal. Kombinasi ini digunakan untuk mendegradasi bahan organik yang tinggi pada limbah cair tahu seperti BOD, COD, dan MLSS. dilakukan dengan seeding dan aklimatisasi yang masing-masing selama 2 minggu. Dengan perlakuan variasi jenis media (kerikil, batu bata, arang, dan campuran), variasi debit aliran (30 ml/menit dan 22,5 ml/menit), serta waktu sampling (8 , 16, 24, 32, 40 dan 48 jam). Diperoleh hasil penelitian jenis media roughing yang paling efektif untuk penurunan BOD, COD, dan MLSS pada proses pengolahan ini adalah media kerikil, dengan dengan debit yang paling kecil (22,5 ml/menit), dan waktu sampling terlama (48 jam) akan membuat kontak antara air limbah dengan biofilm mikrobiologis akan semakin lama, sehingga proses pendegradasian semakin maksimal.
KEANEKARAGAMAN FITOPLANTON UNTUK MENINJAU KUALITAS AIR DI SUNGAI JAGIR, KOTA SURABAYA ridwan uswanto; Yayok Suryo Purnomo
Prosiding ESEC Vol. 1 No. 1 (2020): Seminar Nasional (ESEC) 2020
Publisher : Prosiding ESEC

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (570.372 KB)

Abstract

Metode yang digunaka untuk pengambilan sampel ialah Purposive Random Sampling. Dari hasil penelitian ditemukan 4 divisi Fitoplankton, yaitu Chrysophyta 59%, Chlorophyta 2%, Cyanophyta 31% dan Bacillariophyta 8%. Keanekaragaman berbanding dengan nilai indeks (H’) ditunjukkan seperti berikut ini : pH keanekaragaman dengan indeks (H’) sebesar 0.317 dinyatakan memiliki tingkat hubungan rendah (0.20-0.317). Suhu dengan indeks keanekaragaman (H’) sebesar –0.290 dinyatakan memiliki tingkat hubungan sangat rendah (0.00-0.290). TSS dengan indeks keanekaragaman (H’) sebesar 0.046 dinyatakan untuk nilai hubungan sangat rendah (0.00-0.046). Fosfat dengan indeks keanekaragaman (H’) sebesar -0.087 menyatakan nilai hubungan sangat rendah (0.00-0.087).
PEMANFAATAN KULIT ARI KEDELAI DAN SAMPAH ORGANIK (PASAR) SEBAGAI BAHAN DALAM PEMBUATAN BIOGAS DENGAN STARTER EM-16 Suci Ari Isnaini; Yayok Suryo Purnomo
Prosiding ESEC Vol. 1 No. 1 (2020): Seminar Nasional (ESEC) 2020
Publisher : Prosiding ESEC

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (272.313 KB)

Abstract

Kulit ari kedelai adalah limbah tempe yang dianggap masyarakat tidak memiliki nilai ekonomis, namun jumlahnya tiap hari makin bertambah dan dapat mencemari lingkungan. Penelitian ini mencoba untuk menggabungkan dua bahan tersebut untuk dimanfaatkan sebagai bahan dalam pembuatan biogas. Proses fermentasi anaerob dilakukan dengan penambahan starter buatan yaitu EM-16 (Effective Microorganisme-16). Adapun rasio yang telah ditetapkan pada bahan kulit ari kedelai dan sampah organik pasar yakni (50:50, 20:80, 40:60, 80:20, 60:40) . Parameter yang dianalisa pada penelitian ini antara lain suhu, tekanan, kadar air, C/N rasio. Hasil penelitian menunjukkan bahwa biogas terbaik pada variasi bahan kulit ari kedelai dan sampah pasar dengan perbandingan 20:80 dengan kadar air sebesar 31,58%, rasio C/N sebesar 25,23% dan waktu terbaik pada hari ke 25 ditandai dengan kenaikan tekanan yang semakin meningkat dari hari 1 hingga ke 25 yaitu pada hari ke-25 sejumlah 0,28 Psi dan suhu terbaik pada hari ke 25 dengan suhu 35oC.
PENURUNAN KADAR BOD, TSS DAN NH3-N PADA AIR LIMBAH RUMAH POTONG HEWAN DENGAN MENGGUNAKAN MOVING BED BIOFILM REACTOR (MBBR) Zizka Layly Ramadhanti; Yayok Suryo Purnomo
Prosiding ESEC Vol. 1 No. 1 (2020): Seminar Nasional (ESEC) 2020
Publisher : Prosiding ESEC

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (267.991 KB)

Abstract

Pengolahan air limbah rumah potong hewan lebih sesuai dilakukan dengan carapengolahan biologis karena dapat menurunkan kandungan zat organikdidalamnya. Proses pengolahan biologis yang dapat digunakan yaitu prosesMoving Bed Biofilm Reactor. MBBR adalah pertumbuhan biologis denganmenggunakan biakan tersuspensi dan melekat yang tercampur didalam suatureaktor dengan aerasi dan media yang bergerak. Penelitian ini bertujuan untukmengetahui efisiensi penurunan BOD, TSS dan NH3-N dengan menggunakanMBBR pada air limbah rumah potong hewan. Media yang digunakan padapenelitian ini adalah media Kaldness K3 dengan variasi volume media yaitukontrol, 15%, 30%, 45% dan 60%. Variasi kedua yaitu jenis aerator, aerator kasardan aerator halus. Berdasarkan hasil penelitian ini menunjukkan bahwa reaktorMBBR dengan volume media 60% dari volume limbah, dan jenis aerator haluspada waktu sampling 12 jam sangat efisien. Reaktor tersebut dapat menurunkanBOD sebesar 93,97%; TSS sebesar 86,09% NH3-N sebesar 87,52%.
Pengaruh Pemotongan Akar Tanaman Air Terhadap Penurunan BOD dan COD Limbah Domestik Dengan Metode Fitoremediasi Yayok Suryo Purnomo; Nur Amalia Anggraini
Prosiding ESEC Vol. 3 No. 1 (2022): Seminar Nasional (ESEC) 2022
Publisher : Prosiding ESEC

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The kafe business experienced an increase of 16-18% in 2019 so that the waste generated also increased. Kafe waste has the same characteristics as domestic liquid waste with some characteristics being BOD, COD and fats. The exudate produced by plant roots is beneficial for microbes in helping to decompose organic matter. Thus, the purpose of this study was to determine the effect of cutting the roots of aquatic plants on the removal of BOD and COD levels in domestic waste and their effect on the growth of the number of microorganisms. In this study, two stages were used. The first stage is the pre-treatment stage starting from plant propagation, acclimatization, range finding test (RFT), cutting roots (with variations of 0%, 25% and 50%) and using Grease trap to remove oil and fat content. Then the core research stage is the removal of BOD and COD using the phytoremediation method with water hyacinth. From this research, it was found that the variation of plant stems and 50% root prunning on the 25th day had the most effective BOD and COD removal capabilities, namely 95.60% for BOD removal and 93.37% for COD removal. In addition, the results of this study also prove that there is an influence between the treatment of cutting plant roots and the growth of the number of microbes. This is evidenced by the large number of microbes in the 50% root cutting treatment, which is 101.24 mg/L
Pemanfaatan Kitosan Limbah Cangkang Sebagai Spray Antitoksik Pelapis Masker Pereduksi Asap Rokok Yayok Suryo Purnomo; Nur Laili Alfiatin Mukharomah; Hafidya Norista Pramesti; Nizar Muflih Nuruddin; Santika Octaviana Putri Br Purba; Achmad Gufron
Prosiding ESEC Vol. 3 No. 1 (2022): Seminar Nasional (ESEC) 2022
Publisher : Prosiding ESEC

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Exposure to cigarette smoke in passive smokers has a bad impact because the substances inhaled are 4-6 times greater than the levels inhaled by active smokers. Nicotine is a dangerous substance in cigarettes that can cause respiratory disease. Rajungan shell waste in Indonesia is very abundant and has a chitin content of 50%-60%. Thus, the purpose of this study was to determine the effectiveness of Rajungan Shell (Portunus pelagicus) as an antitoxic mask coated with Chitosan Polymer Medium (CPM) for nicotine reduction using the spray coating method. Variations in CPM variables were concentrations of 10,000 ppm, 20,000 ppm, 30,000 ppm, 40,000 ppm, and 50,000 ppm with a total of 3 sprays, 5 sprays, and 7 sprays. The results obtained were the degree of deacetylation 69.45%, percent nicotine removal 80.73%, and adsorption capacity of 4,9993 mg/g.