Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Ruang

POLA PERMUKIMAN VERNAKULAR PERAIRAN : ADAPTASI TERHADAP LINGKUNGAN FISIK KAWASAN (Studi Kasus Permukiman Pulau Enam dan Pulau Sambujan) Mulyati, Ahda; Najib, Muhammad; Astha, A.M. Yamin
JURNAL RUANG / ISSN : 2085-6962 Vol 16 No 1 (2022): JURNAL RUANG
Publisher : Jurusan Teknik Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Tadulako Kampus Bumi Tadulako Tondo Jl. Sukarno-Hatta Km.9, Palu 94118 e-mail :Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Tadulako Kampus Bumi Tadulako Tondo Jl. Sukarno-Hatta Km.9, Palu 941

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/ruang.v16i1 Maret.44

Abstract

Sulawesi Tengah merupakan wilayah dimana sebagian besar masyarakatnya bermukim di wilayah pesisir dan pulau-pulau. Oleh sebab itu masyarakat dengan mata pencaharian sebagai nelayan membangun permukimannya pada tempat yang mudah dicapai dan memberikan kehidupan. Penelitian bertujuan mengeksplor pola seting permukiman vernakular perairan sebagai adaptasi terhadap lingkungan fisik kawasan. Metoda yang digunakan yaitu pendekatan kualitatif-fenomenologi, pengambilan data secara naturalistik dan teknik analisis induktif. Kawasan perairan terdiri atas pulau-pulau yang terbentuk dari bukit-bukit karang, dimanfaatkan sebagai permukiman dan tempat berladang/bertani. Babaroh membentuk pagmundah, dan seterusnya dakampongan mengelilingi lahan bukit-bukit karang yang sangat terbatas. Oleh sebab itu bagian depan babaroh menghadap ke bukit karang sedang bagian belakang berdiri diatas laut menggunakan tiang-tiang kayu. Perahu-perahu mereka ditambatkan pada bagian belakang atau lego-lego sebagai ruang atau akses babaroh terhadap laut. Daratan bukit-bukit lainnya yang berfungsi sebagai kawasan berladang/bertani terletak bersebelahan dengan kawasan permukiman. Pekerjaan ini akan dilakukan jika kondisi alam tidak memungkinkan untuk me-laut, karena angin, cuaca ombak, dan lain-lain. Bukit karang umumnya terpisah, terletak berdekatan, agak jauh, dan jauh sehingga dihubungkan oleh tetean, sungai, atau menggunakan lepa-lepa sebagai sarana penghubung. Permukiman membentuk pola seting dimana laut sebagai ruang utama kehidupan, mengelilingi beberapa daratan bukit karang masing-masing berfungsi sebagai ruang bermukim, berladang/bertani, serta ruang penunjang kehidupan (fasilitas air bersih, kuburan, tempat membuat lopi/bido’ dan lepa-lepa, dan lain-lain)
'Tetean' Spaces Culture On The Coastal Communities In Central Sulawesi A.M. Yamin Astha; Ahda Mulyati; Muhammad Najib
JURNAL RUANG / ISSN : 2085-6962 Vol 17 No 2 (2023): JURNAL RUANG
Publisher : Jurusan Teknik Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Tadulako Kampus Bumi Tadulako Tondo Jl. Sukarno-Hatta Km.9, Palu 94118 e-mail :Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Tadulako Kampus Bumi Tadulako Tondo Jl. Sukarno-Hatta Km.9, Palu 941

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/ruang.v17i2 September.163

Abstract

Central Sulawesi has the longest coastlines in Sulawesi and consists of the coastal and the small islands occupied by communities. In community life, cultures play an essential role in the establishment of settlements, especially in the settlement areas with specific and unique characteristics. The coastal communities have unique cultural traditions, mainly inhabited by the coastal settlements in the coastal regions and the small islands. Cultural uniqueness is reflected in their territory with the reflection of the characteristics of the function and the form. Concerning various aspects of the local culture, including the cultural and hereditary character passed down from generation to generation. The study was conducted with a qualitative approach to phenomenology through data retrieval of naturalistic and inductive analysis techniques. Coastal settlements are inhabited by families or groups who have family ties. They are known as sailors, with their principal livelihood as a fisherman. Therefore, they build a settlement in the water or near the water. It comprised residential concessions with houses on stilts, using wood materials that were partly or wholly on the water. The primary orientation was the sea, so staying home to have a two-way street toward the sea and as a public space and social space. Each unit of the house neighborhood is connected with the road or standing in the water tetean. Tetean are made of wood and use the wooden pillars that plug into the water (the sea). Tetean is not only an access but a multi-purpose space, where a 'tetean' is used as a play space, relationship space, event space (circumcision, marriage, school ceremonies, etc.), and space to work and make a living. These activities support the cultural life of coastal communities. The local culture of coastal communities is very instrumental in establishing the settlements, especially in the form, the order of settlements and neighborhoods, as well as supporting elements.