Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Pluralisme Hukum Dalam Tradisi Perkawinan Sasuku Pada Masyarakat Minang Irzak Yuliardy Nugroho; Mufidah CH; Suwandi
Al-Manhaj: Journal of Indonesian Islamic Family Law Vol. 4 No. 1 (2022)
Publisher : Fakultas Syariah IAIN Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/al-manhaj.v4i1.5722

Abstract

This study discusses the tradition of banning sasuku marriages in the Minang community. These rules resulted in many legal rules that run on the Minang community, customary law, Islamic law, and state law. The number of legal rules makes the marriage law of the Minang community seem gray, on the one hand, they must comply with Islamic law and state law which does not regulate the prohibition of ethnic marriage. Meanwhile, on the other hand, there are customs that make rules regarding the prohibition of sasuku marriages. This research uses a qualitative paradigm, with the type of research being a conceptual approach. The data used are secondary data from several journals, which are then combined with the legal facts of the Minang community regarding the prohibition of ethnic marriage. This conclusion shows that the occurrence of legal pluralism in Minang society is a social necessity. The prohibition of tribal marriages in addition to having an impact on the social order also threatens the existence of Islamic law in the aspect of marriage in terms of determining a mate, including abolishing Indonesian marriage law regarding marriages carried out on voluntary terms from both parties.
Studi Agama Melalui Pendekatan Sosiokultural : Implementasi Toleransi Beragama dalam Tradisi Upacara Seren Taun Hasan Syukur; Prayoga Saputr; Amri Yahya; Mufidah Ch
Risâlah Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Vol. 10 No. 2 (2024)
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Wiralodra Indramayu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/jurnal_risalah.v10i2.859

Abstract

Pentingnya menjaga nilai-nilai toleransi ditengah-tengah perbedaan yang ada merupakan sesuatu hal yang mesti dimiliki semua orang yang berada di dalam masyarakat yang multi agama. Hal ini merupakan suatu usaha untuk mewujudkan keharmonisan dan juga kerukunan antar umat beragama di tengah-tengah perbedaan agama. Dalam penelitian ini, tujuan yang ingin dicapai adalah untuk mengungkapkan bagaimana implementasi toleransi beragama dalam upacara seren taun serta faktor-faktor apa saja yang menyebabkan dan menjadi latar belakang kuatnya toleransi pada upacara tersebut. Lokasi penelitian adalah desa Cigugur Kuningan, Jawa Barat.  Dalam penelitian ini, digunakan metode penelitian kualitatif melalui pendekatan Sosiokultural dengan teknik-teknik dalam pengumpulan data yaitu Dokumentasi, wawancara dan observasi. Untuk menganalisis data, digunakan teknik analisi yaitu Reduksi data, display dan juga penarikan kesimpulan. Dari penelitian ini didapati bahwa upacara Seren Taun sebagai uapcara ajaran Agama Sunda Wiwitan mampu menjadi payung toleransi dalam beragama dengan menghadirkan dan megumpulkan seluruh anggota masyarakat Cigugur dari berbagai latar belakang keyakinan atau agama yang berbeda. Hal ini diantaranya dilatar belakangi oleh ajaran Kiayi Madrais tentang Pikukuh Tilu dan juga pernyataan dewi kanti yang mengajarkan bahwa setiap manusia harus hidup saling menghormati dan juga mejaga persaudaraan meskipun berbeda keyakinan.
COPING STRESS SEBAGAI PEMULIHAN PSIKOLOGIS ANAK USIA DINI AKIBAT PERCERAIAN ORANG TUA Wicaksono, Falih Akmal Wicaksono; Lidia Sandy Kartika; Mufidah Ch
USRAH: Jurnal Hukum Keluarga Islam Vol. 6 No. 3 (2025): July
Publisher : LPPM STAI Muhammadiyah Probolinggo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46773/usrah.v6i3.1999

Abstract

This study discusses the influence of husband and wife when carrying out ongoing colonization. The dispute also turned out to be the main cause of divorce in Indonesia, this certainly affects the development of children's mindsets that are still in the process of growing both in mind, characteristics, or mental. This study uses a type of library research (library research) which is carried out by examining library materials or secondary data that focus on the object of research. The results of this study are that children can apply various coping strategies. Focused problem solving, involves active efforts to overcome problems such as seeking social support, or planning solutions. Then it can also be with Emotional focus coping, which can focus on regulating emotions such as trying to forget problems or blaming yourself. Lazaruz and Folkman's theory provides a useful framework for understanding how children cope with stress despite divorce from both parents. This theory identifies various coping strategies such as confrontation, seeking social support, and positive reappraisal.
CHARACTER EDUCATION OF SANTRI FROM THE PERSPECTIVE OF QADIRIYYAH WA NAQSYABANDIYYAH AL UTSMANIYYAH SUFISM: Pendidikan Karakter Santri Perspektif Tasawuf Qadiriyyah Wa Naqsyabandiyyah Al Utsmaniyyah Aminatul Fattachil ‘Izza; Mufidah Ch; Mokhamad Yahya
TA'LIMUNA: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 15 No. 1 (2026): MARET
Publisher : STAI Ma'had Aly Al-Hikam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32478/f7rvg589

Abstract

Karakter mejadi parameter individu dalam berpikir, berkata, serta berperilaku digadang sebagai solusi dari segala permasalahan sosial lingkungan melalui integritas kuat dalam reputasi setiap individu. Eksistensi pesantren digadang sebagai institusi pendidikan tradisional Indonesia yang adaptif dengan tantangan perubahan zaman, salah satunya melalui pendidikan karakter profetik-sufistik. Penelitian ini dikategorikan sebagai studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa langkah-langkah strategis pendidikan karakter santri, yaitu menanamkan pemahaman moral (pengetahuan moral) yang membedakan antara yang baik dan yang buruk, memperkuat kesadaran dan kepekaan moral (perasaan moral), serta kebiasaan perilaku nyata (tindakan moral) berdasarkan motivasi internal dan keyakinan yang kuat. Proses ini diperkuat melalui praktik-praktik Sufi yang dapat diterapkan seperti muhasabah, mu'aqabah, mu’ahadah, dan mujahadah sebagai siklus perbaikan diri, serta riyadhah dan kebiasaan ibadah terstruktur dalam kehidupan pesantren. Character, as an individual’s guiding principle in thought, speech and behaviour, is touted as the solution to all social and environmental problems through the strong integrity reflected in each individual’s reputation. Islamic boarding schools (pesantren) are regarded as traditional Indonesian educational institutions that have adapted to the challenges of changing times, one example being the prophetic-Sufi character education of the students. This research is categorised as a literature review. The results indicate that strategic steps in character education for students include instilling moral understanding (moral knowledge) that distinguishes between right and wrong, strengthening moral awareness and sensitivity (moral feelings), and fostering actual behavioural habits (moral actions) based on internal motivation and strong conviction. This process is reinforced through applicable Sufi practices such as muhasabah (reflection), mu’aqabah (punishment), mu’ahadah (commitment), and mujahadah (striving) as a cycle of self-improvement, as well as riyadah (spiritual discipline) and structured worship practices within the life of the Islamic boarding schools. Keywords: Asrori al-Ishaqi; Character Education; Qadiriyyah wa Naqsyabandiyyah; Sufism.
Women And Legislation: Ebb And Flow Of The Struggle To Establish Post-Reform Violence Elimination Policy Mohammad Fauzan Ni'ami; Mufidah Ch
Musãwa Jurnal Studi Gender dan Islam Vol. 24 No. 2 (2025): Vol. 24 No. 2 (2025)
Publisher : Sunan Kalijaga State Islamic University & The Asia Foundation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/musawa.2025.242.63-90

Abstract

Riset ini dilatarbelakangi oleh perjuangan perempuan dalam memperjuangan kebijakan penghapusan kekerasan terhadap perempuan di Indonesia pasca reformasi. Posisi perempuan di ruang publik memiliki daya tawar yang baik untuk memproduksi hukum nasional. Implikasinya adalah kehadiran Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2003 Tentang Kekerasan Dalam Rumah Tangga, Rancangan Undang-Undang Keadilan Dan Kesetaraan Gender, dan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2022 Tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual yang berupaya menjadi representasi dari kebijakan pro perempuan. Riset ini mencoba melacak geneologi munculnya kebijakan penghapusan kekerasan terhadap perempuan pasca reformasi dengan menghadirkan pergulatan yang melibatkan kaum perempuan. Dengan mengggunakan jenis penelitian yuridis normatif dan pendekatan genealogi (genealogycal approach) dan filosofi (philoshophy approach), kami berargumentasi bahwa terjadi pasang surut perjuangan perempuan. Faktor yang menjadi penyebab surutnya perjuangan perempuan dalam mengadvoaksi kebijakan tersebut adalah adanya politik patriarki. Sedangkan faktor yang menjadi pemicu lahirnya aktivitas perjuangan perempuan adalah hegemoni dengan tujuan mobilisasi massa supaya mendukung pengesahan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2003 Tentang Kekerasan Dalam Rumah Tangga, Rancangan Undang-Undang Keadilan Dan Kesetaraan Gender, dan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2022 Tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual. Kajian ini berimplikasi kepada pengembangan riset geneologi perjuangan perempuan dalam memproduksi hukum nasional.  Kata Kunci: Hegemoni, Kekerasan, Perempuan, Politik Patriarki. [This research is motivated by the struggle of women in fighting for policies to eliminate violence against women in post-reformation Indonesia. The position of women in the public sphere has good bargaining power to produce national laws. The implication is the presence of Law Number 23 of 2003 concerning Domestic Violence, the Draft Law on Justice and Gender Equality, and Law Number 12 of 2022 concerning the Crime of Sexual Violence which seeks to be a representation of pro-women policies. This research tries to trace the genealogy of the emergence of policies to eliminate violence against women after reform by presenting struggles involving women. By using normative juridical research and genealogical and philosophical approaches, we argue that there are ups and downs in women's struggles. The factor causing the decline in women's struggle in advocating for these policies is the existence of patriarchal politics. Meanwhile, the factor that triggered the birth of women's struggle activities was hegemony with the aim of mass mobilization to support the ratification of Law Number 23 of 2003 concerning Domestic Violence, the Draft Law on Justice and Gender Equality, and Law Number 12 of 2022 concerning Actions. Criminal Sexual Violence. This study has implications for the development of research on the genealogy of women's struggles in producing national laws. Keyword: Hegemony, Violence, Women, Patriarchal Politics.]