Beta Dwi Astuti
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

HUBUNGAN STATUS IODIUM DENGAN FUNGSI TIROID DI KOTA YOGYAKARTA, KABUPATEN PURWOREJO, DAN KOTA BUKITTINGGI Suryati Kumorowulan; Sri Nuryani Wahyuningrum; Ina Kusrini; Prihatin Broto Sukandar; Hastin Dyah Kusumawardani; Slamet Riyanto; Ernani Budi Prihatmi; Sudarinah Sudarinah; Dwi Mulyani; Beta Dwi Astuti; Nur Asiyatul Janah
Media Gizi Mikro Indonesia Vol 11 No 1 (2019): Media Gizi Mikro Indonesia Desember 2019
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (371.619 KB) | DOI: 10.22435/mgmi.v11i1.2530

Abstract

Latar Belakang. Iodium merupakan bahan esensial yang dibutuhkan tubuh untuk membentuk hormon tiroid. Kecukupan iodium dapat dilihat dari status iodium yaitu kadar iodium urine (UIE) dan kadar tiroglobulin. Status iodium sangat memengaruhi regulasi hormon tiroid dimana kadar TSH dan FT4 sangat berperan dalam mekanisme fungsi tiroid. Defisiensi iodium merupakan permasalahan yang laten sehingga sewaktu-waktu dapat muncul kembali. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan status iodium dengan indikator fungsi tiroid di daerah dengan riwayat kecukupan iodium yang berbeda–beda. Metode. Penelitian ini merupakan penelitian cross-sectional pada wanita usia subur (WUS) umur 15 sampai 45 tahun di Kota Yogyakarta, Kabupaten Purworejo, dan di Kota Bukittinggi. Besar sampel setiap daerah sebanyak 120 WUS, sehingga total sampel adalah 360 WUS. Variabel yang diukur adalah IMT, TSH, FT4, UIE, dan tiroglobulin. Pengukuran kadar TSH dan FT4 serta tiroglobulin menggunakan metode ELISA sedangkan pengukuran kadar UIE dengan metode spektrofotometri. Hasil. Fungsi tiroid dilihat dari kadar TSH dan FT4 mayoritas normal pada ketiga daerah tersebut. Status iodium dilihat dari kadar median UIE di Kota Yogyakarta dan Kabupaten Purworejo lebih dari normal, sedangkan di Kota Bukittinggi median UIE < 90 persen atau defisiensi iodium ringan dengan proporsi iodium <50 µg/L lebih dari 20 persen. Terdapat hubungan yang signifikan antara TSH dengan UIE dan tiroglobulin di Kabupaten Purworejo. Kesimpulan. Defisiensi iodium masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Kota Bukittinggi. Terdapat hubungan yang bermakna antara status iodium dengan fungsi tiroid di Kabupaten Purworejo.
Disfungsi Yodium Pada Ibu Hamil Astuti, Beta Dwi; Sunarti, Sunarti; Suryani, Dyah
Journal of Mandalika Literature Vol. 5 No. 4 (2024)
Publisher : Institut Penelitian dan Pengembangan Mandalika (IP2MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/jml.v5i4.3551

Abstract

Gangguan akibat kekurangan iodium (GAKI) merupakan salah satu masalah gizi yang ada di Indonesia (Rahayu et al., 2015). Iodium adalah mikronutrien penting untuk semua kalangan tak terkecuali ibu hamil, hal tersebut karena iodium berguna untuk memproduksi hormon tiroid. Pada masa kehamilan, produksi hormon tiroid ibu meningkat 50%. Oleh karena itu, wanita hamil lebih rentan terhadap kekurangan iodium dari pada populasi umum dan membutuhkan asupan iodium yang optimal selama kehamilan, agar dapat membantu mencegah gejala Gangguan Akibat Kekurangan Iodium (GAKI). WHO/UNICEF merekomendasikan asupan iodium harian 250 μg untuk menjaga kecukupan selama kehamilan. Penelitian ini menggunakan metode literatur review. Proses pencarian artikel dibatasi menggunakan database seperti PubMed, kata kunci yang digunakan adalah Iodine, Motor development of children. Kriteria inklusi dari artikel yang digunakan adalah artikel yang diterbitkan dalam rentang 12 tahun terakhir, teks lengkap, open access, dan tidak ada batasan terkait desain penelitian di dalam artikel. Pencarian artikel awal menghasilkan 45 artikel. Setelah tahap penyaringan diperoleh 9 artikel yang memenuhi syarat. Defisiensi yodium di masa kehamilan dapat mengakibatkan terjadinya kerusakan otak yang menetap pada anak, asupan yodium yg tidak mencukupi pada masa janin dapat menyebabkan kretinisme, keterbelakangan mental, gangguan psikomotorik, keguguran serta lahir meninggal. Sedangkan dimasa pertumbuhan berdampak negatif pada perkembangan fisik serta neurokognitif. Sedangkan di masa dewasa bisa menyebabkan penyakit gondok dan hipotiroidisme. Defisiensi iodium selama masa kehamilan berdampak buruk pada perkembangan otak fetus yang mulai terjadi pada kehamilan trimester 2 dan terus berlanjut sampai akhir kehamilan. Apabila defisiensi iodium terjadi pada trimester 3 kehamilan berdampak buruk terhadap perkembangan tonus bayi dan dapat menimbulkan hipotoni pada otot-otot ekstremitas pada bulan-bulan pertama postnatal sehingga dapat mengakibatkan lingkar kepala anak lebih kecil pada waktu lahir. Upaya mencegah defisiensi yodium ringan sampai sedang pada wanita hamil dengan memastikan status yodium yang memadai sebelum konsepsi adalah stategi yang optimal, Penggunaan suplemen yang mengandung yodium di kehamilan mengurangi dampak yang ditimbulkan.