Zulfaidil, Zulfaidil
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

The Impact of Self-Efficacy on Students' Mathematical Understanding Rajab, Rahman; Fahinu, Fahinu; Lambertus, Lambertus; Zulfaidil, Zulfaidil
Jurnal Karya Pendidikan Matematika Vol 11, No 2 (2024): Jurnal Karya Pendidikan Matematika Volume 11 Nomor 2 Tahun 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jkpm.11.2.2024.86-96

Abstract

This study aims to describe the self-efficacy and mathematical understanding abilities of students at SMP Negeri 1 Kontukowuna and to analyze the influence of self-efficacy on the mathematical understanding abilities of these students. The population of this study consists of all 47 seventh-grade students at SMP Negeri 1 Kontukowuna. The sample was determined using a total sampling technique. Data analysis techniques include descriptive analysis and inferential analysis. Data collection techniques involve using a self-efficacy questionnaire and a mathematical understanding test. The results of the data analysis showed that 8.51% of students have very high self-efficacy, 19.15% have high self-efficacy, 42.55% have moderate self-efficacy, 27% have low self-efficacy, and 2.13% have very low self-efficacy. Furthermore, 17.02% of students have high mathematical understanding abilities, 70.21% have moderate mathematical understanding abilities, 12.77% have low mathematical understanding abilities, and no students fall into the very high or very low categories. Finally, it was found that there is a significant positive influence of self-efficacy on the mathematical understanding abilities of seventh-grade students at SMP Negeri 1 Kontukowuna, with a significance level of . The regression equation is , and the coefficient of determination () is 0.223, which means that self-efficacy (X) contributes 22.3% to mathematical understanding (Y), while the remaining 77.7% is influenced by other factors outside the independent variable (X) not discussed in this study.
Batik fraktal digital: transformasi motif tenun sulawesi tenggara melalui pemodelan geometri dan kecerdasan buatan (AI) Zulfaidil, Zulfaidil; Brahmana, Deni Yehezkiel Fredrick Sembiring; Sutoyo, Poppy Azahra; Wahyuni, Srih
Canting : Jurnal Batik Indonesia Vol 3 No 1 (2026): Canting: Jurnal Batik Indonesia
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pekalongan bekerjasama dengan Asosiasi Perajin dan Pengusaha Batik (APPBI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31941/cjbi.v3i1.742

Abstract

Batik dan tekstil tenun merupakan dua medium ekspresi budaya yang berkembang dari akar tradisi yang berbeda di wilayah Nusantara. Batik tumbuh pesat di Jawa, Bali, dan kawasan pesisir, sementara Sulawesi Tenggara secara historis membangun identitas visualnya melalui tradisi tenun. Ketiadaan tradisi batik di wilayah ini menyebabkan motif tenun kurang terekspos dan jarang diadaptasi dalam media visual kontemporer. Kondisi tersebut menuntut adanya upaya transmediasi budaya yang mampu menjaga nilai tradisional sekaligus responsif terhadap perkembangan teknologi. Penelitian ini bertujuan mengembangkan motif batik digital berbasis geometri fraktal yang terinspirasi dari motif tenun tradisional Sulawesi Tenggara sebagai upaya pelestarian budaya melalui inovasi teknologi. Metode yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan pendekatan pemodelan fraktal, transformasi geometri, dan integrasi kecerdasan buatan (AI) untuk menghasilkan variasi desain adaptif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi lapangan, dokumentasi, wawancara dengan perajin tenun, analisis geometris, serta validasi ahli. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fraktal Koch Curve, Barnsley Fern, dan Sierpinski Triangle mampu merepresentasikan struktur repetitif dan simetri motif tenun Sulawesi Tenggara. Integrasi AI memperkaya komposisi warna dan eksplorasi visual tanpa menghilangkan filosofi budaya. Validasi ahli menghasilkan skor rata-rata 3,61 (kategori sangat layak), sehingga desain yang dihasilkan memenuhi aspek estetika, ilmiah, dan budaya.