Brahmana, Deni Yehezkiel Fredrick Sembiring
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Batik fraktal digital: transformasi motif tenun sulawesi tenggara melalui pemodelan geometri dan kecerdasan buatan (AI) Zulfaidil, Zulfaidil; Brahmana, Deni Yehezkiel Fredrick Sembiring; Sutoyo, Poppy Azahra; Wahyuni, Srih
Canting : Jurnal Batik Indonesia Vol 3 No 1 (2026): Canting: Jurnal Batik Indonesia
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pekalongan bekerjasama dengan Asosiasi Perajin dan Pengusaha Batik (APPBI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31941/cjbi.v3i1.742

Abstract

Batik dan tekstil tenun merupakan dua medium ekspresi budaya yang berkembang dari akar tradisi yang berbeda di wilayah Nusantara. Batik tumbuh pesat di Jawa, Bali, dan kawasan pesisir, sementara Sulawesi Tenggara secara historis membangun identitas visualnya melalui tradisi tenun. Ketiadaan tradisi batik di wilayah ini menyebabkan motif tenun kurang terekspos dan jarang diadaptasi dalam media visual kontemporer. Kondisi tersebut menuntut adanya upaya transmediasi budaya yang mampu menjaga nilai tradisional sekaligus responsif terhadap perkembangan teknologi. Penelitian ini bertujuan mengembangkan motif batik digital berbasis geometri fraktal yang terinspirasi dari motif tenun tradisional Sulawesi Tenggara sebagai upaya pelestarian budaya melalui inovasi teknologi. Metode yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan pendekatan pemodelan fraktal, transformasi geometri, dan integrasi kecerdasan buatan (AI) untuk menghasilkan variasi desain adaptif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi lapangan, dokumentasi, wawancara dengan perajin tenun, analisis geometris, serta validasi ahli. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fraktal Koch Curve, Barnsley Fern, dan Sierpinski Triangle mampu merepresentasikan struktur repetitif dan simetri motif tenun Sulawesi Tenggara. Integrasi AI memperkaya komposisi warna dan eksplorasi visual tanpa menghilangkan filosofi budaya. Validasi ahli menghasilkan skor rata-rata 3,61 (kategori sangat layak), sehingga desain yang dihasilkan memenuhi aspek estetika, ilmiah, dan budaya.