Gunawan, Beby Fitri Xaviera
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pilihan Rasional Masyarakat Jepang dan Dampaknya pada Fenomena Resesi Seks: Analisis Faktor yang Mempengaruhi Perilaku Seksual di Jepang Gunawan, Beby Fitri Xaviera; Puteri, Yusnida Eka
Jurnal Bahasa Asing Vol. 16 No. 1 (2023): Jurnal Bahasa Asing
Publisher : Sekolah Tinggi Bahasa Asing JIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58220/jba.v16i1.45

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku seksual di Jepang dan hubungannya dengan fenomena resesi seks di negara tersebut. Pendekatan kualitatif digunakan untuk menguraikan pembahasan dengan metode studi literatur. Sumber data primer menggunakan video wawancara dan data resmi lembaga pemerintah Jepang. Hasil studi mengungkapkan beberapa temuan utama meliputi: 1) Konstruksi sosial yang kuat terkait pernikahan dan norma gender tradisional yang menciptakan tekanan sosial; 2) Pengaruh signifikan media dan budaya populer dalam membentuk persepsi dan preferensi individu terhadap hubungan seksual; 3) Budaya kerja yang menuntut mengakibatkan kurangnya waktu dan sumber daya untuk menjalin hubungan intim dan membentuk keluarga; 4) Kondisi ekonomi yang tidak stabil mempengaruhi pilihan rasional pemuda Jepang terkait pernikahan dan memiliki anak. Temuan ini memiliki implikasi penting dalam mengatasi fenomena resesi seks di Jepang.
Wanope Ikuji: Analisis Peran Tradisional Dan Konflik Patriarki Dalam Masyarakat Jepang Gunawan, Beby Fitri Xaviera
KIRYOKU Vol 8, No 2 (2024): Kiryoku: Jurnal Studi Kejepangan
Publisher : Vocational College of Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/kiryoku.v8i2.446-462

Abstract

This study aims to explore traditional roles in "wanope ikuji" or single-operation childcare in Japan, shaped by the dominant patriarchal structure. Using a qualitative approach with a literature analysis method, the primary source of this study includes an exclusive interview conducted by Abema News on June 11, 2024, involving three mothers in Japan. The findings reveal that the patriarchal cultural system remains deeply entrenched in Japan. Key evidence includes the difficulty Japanese mothers face in seeking employment opportunities after childbirth and childcare. For working mothers, balancing childcare responsibilities and professional duties is extremely challenging. Conversely, Japanese men encounter structural barriers, such as societal norms that informally discourage them from taking parental leave. This indicates that traditional childcare patterns, emphasizing the mother as the primary caregiver, remain strongly embedded. To address the tensions between gender equality and traditional childcare roles, Japanese society must adapt to new realities. Measures that can be taken include raising awareness and education about gender equality within households, developing family-friendly work policies that support work-life balance, and shifting social norms to recognize and encourage the active role of fathers in childcare. By implementing these measures, Japan can foster an environment that better supports gender equality and a fairer division of childcare responsibilities.
ANALISIS KEBUTUHAN BAHAN AJAR MATERI KEBUDAYAAN JEPANG PADA MATA KULIAH NIHON BUNKA DI STBA JIA Gunawan, Beby Fitri Xaviera; Puteri, Yusnida Eka
Jurnal Bahasa Asing Vol. 18 No. 2 (2025): Jurnal Bahasa Asing
Publisher : Sekolah Tinggi Bahasa Asing JIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58220/jba.v18i2.120

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan pengembangan bahan ajar mata kuliah Nihon Bunka di Sekolah Tinggi Bahasa Asing JIA dengan mengacu pada model analisis kebutuhan yang dikemukakan oleh Hutchinson dan Waters. Dengan metode kualitatif, penelitian ini memanfaatkan angket sebagai data deskriptif dengan jawaban 60 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahan ajar yang saat ini digunakan dinilai cukup memadai dan relevan dalam mencapai tujuan pembelajaran. Namun, mahasiswa merasa bahwa bahan ajar tersebut kurang spesifik. Melalui analisis kebutuhan subjektif, ditemukan bahwa mahasiswa memiliki kebutuhan kognitif, afektif, sosiokultural, dan fungsional yang lebih mendalam terhadap materi budaya Jepang. Selain itu, kekurangan berupa keterbatasan sumber belajar yang valid, kurangnya metode pembelajaran interaktif, serta kendala dalam memahami istilah budaya juga menjadi tantangan. Mahasiswa menginginkan bahan ajar yang lebih relevan, komprehensif, interaktif, dan kredibel, dengan fokus pada isu-isu sosial Jepang kontemporer. Bahan ajar Nihon Bunka perlu penyediaan materi yang lebih mendalam, interaktif, dan up-to-date, serta mudah diakses baik secara luring maupun daring. Oleh karena itu, mahasiswa memerlukan bahan ajar yang sesuai untuk meningkatkan kualitas pembelajar.