Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Persepsi Masyarakat Pesisir terkait COVID-19 di Wilayah Kerja Puskesmas Nambo, Kota Kendari Sartiya Rini, Dewi; Ruskisnawahuni, Murniati; Astuti, Puji Setya; Irham, I; Musdalifah, M
Health Information : Jurnal Penelitian Vol 14 No 1 (2022): Januari-Juni
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36990/hijp.v14i1.420

Abstract

Kendari City is an area in Southeast Sulawesi Province with the highest number of cases of COVID-19, and one of them occurred in the coastal area of ??Nambo District. The purpose of this study was to determine the perception of the coastal community regarding COVID-19 in the working area of ??the Nambo Health Center, Kendari City. This study used the interview method, and a total of 7 participants. The results of this study indicate that the perception of coastal communities is categorized into psychological and social.
Seorang Laki-Laki Usia 60 Tahun dengan Tuberkulosis Paru Terkonfirmasi Bakteriologis disertai Bronkiektasis dan Anemia: Laporan Kasus Ala, Faryn Dzaky Al; Musdalifah, M
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2026: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Gastro
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Tuberkulosis (TB) masih menjadi masalah kesehatan utama di Indonesia, dengan angka kejadian dan kematian yang tinggi. TB paru dapat menimbulkan berbagai komplikasi, salah satunya adalah bronkiektasis, akibat destruksi jaringan paru yang menetap dan inflamasi kronik. Laporan Kasus: Seorang laki-laki usia 60 tahun datang dengan keluhan sesak napas sejak tiga bulan terakhir dan batuk berdahak yang berlangsung selama enam bulan. Pasien juga mengalami keringat malam, penurunan berat badan, dan nafsu makan menurun. Pemeriksaan penunjang menunjukkan adanya anemia mikrositik hipokromik, trombositosis, dan rasio neutrofil limfosit tinggi. Hasil rontgen thoraks dan pemeriksaan TCM menunjukkan TB paru aktif disertai bronkiektasis anemia, dan efusi pleura dekstra. Hasil: Diagnosis ditegakkan sebagai TB paru terkonfirmasi secara bakteriologis dengan komplikasi bronkiektasis dan anemia. Faktor risiko utama pasien adalah riwayat merokok berat dan status gizi buruk. Penatalaksanaan dilakukan secara komprehensif, termasuk pemberian OAT 4 FDC, nebulisasi bronkodilator dan kortikosteroid, mukolitik, antibiotik empiris, proteksi lambung, serta dukungan nutrisi. Terapi bertujuan untuk eradikasi infeksi, mengontrol inflamasi, memperbaiki fungsi pernapasan, dan mencegah komplikasi lanjutan. Kesimpulan: Penegakan diagnosis dini dan pendekatan terapi multidisiplin penting untuk keberhasilan pengobatan TB paru dengan komplikasi bronkiektasis. Kombinasi terapi definitif dan suportif menjadi kunci dalam pemulihan klinis pasien dan pencegahan progresivitas penyakit.