Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Hubungan Pengetahuan dengan Pola Asuh Authoritative dalam Upaya Pencegahan Karies Gigi Anak Di Remote Area: Hubungan Pengetahuan dengan Pola Asuh Authoritative dalam Upaya Pencegahan Karies Gigi Anak Di Remote Area Leny Marlina Adriadi Pinat; Merniawati Sherly Eluama; Mery Novaria Pay
Dental Therapist Journal Vol. 3 No. 2 (2021): Dental Therapist Journal
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (437.961 KB) | DOI: 10.31965/dtj.v3i2.593

Abstract

Dental caries is a disease that has a high prevalence and is a major public health problem worldwide, especially in children. Maintenance of children's dental health involves interaction between children, parents, and dentists. Mothers' knowledge and behavior in efforts to maintain dental health have a significant influence on children's behavior. Authoritative parenting (friendly, high control) has two-way communication with not too hard in parenting but also not out of control on children. The purpose of this study was to determine the relationship between knowledge and the type of authoritative parenting in an effort to prevent dental caries in elementary school children in remote areas. This study is a cross-sectional study, conducted on mothers of children aged 6-9 years in Oelnaineno Village, Takari District, Kupang Regency. The number of samples was 40 mothers, the sampling procedure was carried out by simple random sampling technique. Data were collected through interviews with questionnaires containing questions to measure knowledge and types of authoritative parenting in an effort to prevent dental caries in elementary school children. The results of the study were statistically analyzed using the Multi nominal Logistics Regression test with a significance value of p <0.05. There is a significant relationship between knowledge and the type of authoritarian parenting with a significance of 0.042. Mother's parenting is influenced by knowledge and will have an impact on children. Mothers who have good knowledge apply authoritative parenting styles and child caries rates are low compared to other types. There is a relationship between knowledge and type of mother's authoritative pattern in efforts to prevent dental caries in elementary school children in remote areas. Karies gigi merupakan penyakit yang memiliki prevalensi tinggi dan menjadi masalah utama kesehatan masyarakat di seluruh dunia terutama pada anak-anak. Pemeliharaan kesehatan gigi anak melibatkan interaksi antara anak, orang tua dan dokter gigi. Pengetahuan dan perilaku ibu dalam upaya pemeliharaan kesehatan gigi memberi pengaruh signifikan terhadap perilaku anak. Pola asuh authoritative (ramah, kontrol tinggi) memiliki komunikasi dua arah dengan tidak terlalu keras dalam pola pengasuhan tetapi juga tidak lepas kontrol pada anak. Tujuan penelitian ini merupakan untuk hubungan antara pengetahuan dan tipe pola asuh authoritative dalam upaya pencegahan karies gigi anak sekolah dasar di remote area. Penelitian ini merupakan penelitian Cross-Sectional, dilakukan pada ibu anak usia 6-9 tahun di Desa Oelnaineno Kecamatan Takari Kabupaten Kupang. Jumlah sampel sebanyak 40 ibu, prosedur pengambilan sampel dilakukan dengan teknik simple random sampling. Data diambil melalui metode wawancara dengan kuesioner yang berisi pertanyaan untuk mengukur pengetahuan dan tipe pola asuh authoritative dalam upaya pencegahan karies gigi anak sekolah dasar. Hasil penelitian dianalisis secara statistik menggunakan uji Regresi Logistik Multi nominal dengan nilai kemaknaan yaitu nilai p<0,05. Terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan dan tipe pola asuh authoritarian dengan signifikansi 0,042. Pola asuh ibu dipengaruhi oleh pengetahuan dan akan berdampak pada anak. Ibu yang berpengetahuan baik menerapkan pola asuh tipe authoritative dan angka karies anak rendah dibandingkan tipe yang lain. Ada hubungan antara pengetahuan dan tipe pola authoritative ibu dalam upaya pencegahan karies gigi anak sekolah dasar di remote area.
Distribusi Kasus Fissure Sealants Di Kabupaten Kupang Merniwati Sherly Eluama; Leny Marlina A.Pinat; Christina Ngadilah; Applonia Leu Obi; Mery Novaria Pay
Journals of Ners Community Vol 13 No 4 (2022): Journals of Ners Community
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55129/jnerscommunity.v13i4.2025

Abstract

Karies gigi merupakan salah satu penyakit gigi dan mulut yang terbanyak terdapat dimasyarakat (Riskesdas, 2018). Di Propinsi Nusa Tenggara Timur, pada anak dengan kelompok umur 12 tahun keadaan gigi rusak, berlubang ataupun sakit menunjukkan angka 43,32%. Terapis gigi dan mulut mempunyai peran yang penting dalam mendeteksi, mengidentifikasi dan manajemen dental karies (Yamamoto dan Fannon, 2015). Berdasarkan data hasil Riskesdas 2018, persentasi jumlah anak yang sudah pernah mendapatkan perawatan fissure sealant hanyalah kelompok anak usia 15 tahun dan cuma 0.1% dari total sampel. Hal ini menunjukkan masih rendahnya ketercapaian program pencegahan penyakit gigi dan mulut dimasyarakat, sedangkan angka karies gigi pada anak cukup tinggi (DMF-T anak usia 12 tahun adalah 1.9) dan semakin meningkat dengan bertambahnya usia anak (Riskesdas 2018). Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui distribusi kasus fissure sealants di Kabupaten Kupang. Kasus gigi yang membutuhkan perawatan fissure sealant berdasarkan jenis kelamin, pada perempuan sebanyak 35.40%, laki-laki sebanyak 34.16%. Berdasarkan kelompok usia yang mempunyai indikasi perawatan fissure sealant maka anak pada usia 7 tahun yang mempunyai indikasi perawatan fissure sealant yang terbanyak yaitu 31.68%, diikuti oleh anak usia 8 tahun 24.22%, 6 tahun sebanyak 9.32% dan anak usia 9 tahun 4.35%. Dari keempat gigi molar pertama permanen yang dinilai, gigi molar pertama bawah kanan mempunyai jumlah indikasi kebutuhan perawatan fissure sealant yang lebih tinggi yaitu 92 (14.29%) gigi dan diikuti dengan gigi molar pertama kiri bawah dengan jumlah 89 (13.82%) gigi, gigi molar pertama kiri atas dengan jumlah 58 (9.01%) gigi dan gigi molar pertama kanan atas dengan jumlah 53 (8.23%) gigi yang terindikasi memerlukan perawatan fissure sealant
The Relationship Between the PH Saliva of Pregnant Women who Chewing Betel and the Incidence of Dental Caries Christina Ngadilah; Leny Marlina A. Pinat; Merniwati Sherly Eluama; Anton Radja Ratu
Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal Vol 12 No 3 (2022): Jurnal Ilmiah Permas: jurnal Ilmiah STIKES Kendal: Juli 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (215.004 KB)

Abstract

Saliva has an important role in detecting several disease and even the method is very easy. People who chewing betel nut, the condition in their mouth will be different from people who do not chewing betel nut. Normal salivary pH is between 6.8-7.2. The aim of this research was to find a relationship between salivary pH in pregnant women who chewing betel nut with the incidence of caries. Methods : A cross sectional studi was conducted to examine the relationship and the study was conducted on 155 pregnant women who chewing betel nut,  aged between 16-50 years in remote area and urbanarea Kupang District. The significance value (0.371 > 0.01)   between pH and DMF-T (caries) means that there is ni relationship between salivary pH and caries rate. The avarege pH of pregnant women who chewing betel nut 10.13 in the 2nd trimester group and 10.12 in the 3rd trimester group. The avarege caries rate 4.2 for the 2nd trimester group and 4.3 for the  3rd trimester group. Although there is no significant relationship between Salivary pH and caries in pregnant women who chwing betel nut. However, pregnant women who chewing betel nut will cause various kind of damage, both damage to the supporting tissues of the teeth and other systemic damage such as diabetes, heart disease, nephrosis and others. Arecolin and arecaidin in areca nut are carcinogenic and damage the placenta to the mother and baby, resulting in adverse pregnancy outcome.
Mencegah Perilaku Orang Tua Tentang Kebiasaan Mengkonsumsi Sirih Pinang Pada Anak Usia Dini Di Desa Bokong Kecamatan Taebenu Kabupaten Kupang Christina Ngadilah; Leny Marlina A. Pinat; Merniwati Sherly Eluama; Antonius Radja Ratu; Yansestina E. Eky
Ahmar Metakarya: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2023): Ahmar Metakarya: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Ahmad Mansyur Nasirah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53770/amjpm.v2i2.133

Abstract

Selain pendidikan kesehatan gigi dan mulut, juga penting untuk membangun sistem manajemen data keluhan keluhan menyangkut  akibat yang dirasakan para pengkonsumsi sirih pinang sebagai sistem monitoring dan evaluasi untuk pencegahan kanker mulut dan penyakit sistemik lainnya yang dikeluhkan masyarakat. Penerapan dari pengabmas ini akan diwujudkan dengan memberikan solusi yang tepat dalam membina dan memberi sosialisasi dengan memberikan penyuluhan yang tepat yang hasilnya dapat membuka wawasan para pengkonsumsi sirih pinang khususnya ibu-ibu di pedesaan yang mempunyai anak balita dan sekaligus memutus mata rantai keberlanjutan mengkonsumsi sirih pinang. Permasalahan. Masih banyaknya masyarakat termasuk  anak-anak yang mengkonsumsi sirih pinang padahal zat tersebut berbahaya bagi kesehatan. Solusi permasalahannya antara lain adalah dengan bekerja sama dengan para kader Posyandu di desa Bokong Kecamatan Taebenu juga sasaran yaitu ibu ibu yang mempunyai anak balita untuk dilakukan sosialisasi yang terus menerus tentang topik tersebut, memberikan peragaan cara menyikat gigi yang baik dan benar. Mendampingi dan memonitor yang mempunyai anak anak balita dalam menjalani cessation    untuk berhenti mengkonsumsi sirih pinang. Memberi sosialisasi kepada ibu ibu yang punya anak balita  dan juga para kader tentang bahayanya mengkonsumsi sirih pinang serta membuat Buku Saku yang dibagikan kepada ibu ibu yang mempunyai anak anak balita dan para kader kesehatan di posyandu desa Naiotel. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah edukasi masyarakat, pelatihan kader dan pendampingan agar ibu ibu yang mempunyai balita bisa sebagai contoh bagi anaknya dan diharapkan kedepan anak anak balita tersebut tidak mengkonsumsi sirih pinang, dan dapat menjaga kesehatan gigi dan mulutnya. Hasil menunjukkan telah dilatihnya 20 kader PKK dan kader posyandu serta guru PAUD dalam mengenal tentang berbahayanya sirih pinang bagi ibu hamil dan juga anak anak PAUD. Telah terjadi peningkatan pengetahuan kader dari nilai berkisar 50 menjadi 82. Terjadinya peningkatan sikap dari 48 menjadi 83. Diharapkan tindakan dan perilaku ke depan menjadi lebih baik dan para kader maupun orang tua dapat mengajarkan anak-anaknya tentang bahayanya mengkonsumsi sirih pinang.  Ibu-ibu tidak memberikan sirih pinang yang sudah dikunyah diberikan pada anak-anaknya karena hal inilah yang menyebabkan anak anak mengkonsumsi sirih pinang dan sifatnya yang adiktif. Sebanyak 59 ibu ibu hamil dan bapak-bapak yang mempunyai balita telah dilakukan sosialisasi mengenai berbahayanya sirih pinang dan sifat ketergantungan dari pinang tersebut. Disarankan agar digerakkan suatu kampanye yang menggandeng Pemerintah, tokoh masyarakat, LSM, guru guru, Civitas Akademika dari berbagai universitas untuk menghimbau masyarakat tentang berbahayanya mengkonsumsi sirih pinang.
Hubungan Karakteristik Gaya Belajar Visual dan Auditori dengan Prestasi Akademik Mahasiswa Prodi Kesehatan Gigi Kupang pada Masa Pandemi Covid-19 Leny Marlina A. Pinat; Merniwati Sherly Eluama; Mery Novaria Pay; Christina Ngadilah
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (355.989 KB) | DOI: 10.36418/syntax-literate.v7i9.9487

Abstract

Latar Belakang: Pada hakikatnya belajarmerupakan proses interaksi pada seluruh situasi yang berada di sekitar individu. Proses pembelajaran yang efektif mampu mengakomodasi kebutuhan mahasiswa. Gaya belajar merupakan salah satu faktor yang bisa mempengaruhi prestasi akademik.Para ahli banyak mendapati gaya belajar yang tidak sama antara lain adalah Gaya belajar menurut Neil Fleming yakni visual, auditorik, membaca/menulis, dan kinestik yang disingkat VARK.Gaya belajar visual memfokuskan pada ketajaman penglihatan, kemudian gaya belajar auditori mengutamakan pendengaran agar dapat memahami serta mengingatnya. Karakteristik model belajar seperti ini benar-benar memposisikan pendengaran menjadi instrumen utama menyerap informasi pengetahuan. Yang berarti kita perlu mendengar kemudian dapat mengingat serta memahami informasi itu.Di masa pandemi covid 19 model pembelajaran secara daring merubah gaya pembelajaran dari yang konvesional jadi semakin profesional. Kegiatan dalam pembelajaran online seharusnya mempunyai aktivitas dan psikologi belajar yang setidaknya mirip dengan aktivitas pembelajaran tatap muka. Tujuan: mengetahui hubungan karakteristik gaya belajar visual dan auditori dengan prestasi akademik mahasiswa prodi kesehatan gigi poltekkes kemenkes kupangpada masa pandemi Covid 19.Metode: Penelitian ini adalah penelitian cross sectional. Jumlah sampel sebanyak 84 yang diambil secara total sampling. Hasil penelitian di tabulasisilang dan di analisis secara statistik menggunakan uji korelasi regresi berganda dengan nilai kemaknaan yaitu nilai p<0,05. Hasil: Diketahui gaya belajar Visual mempunyai hubungan yang signifikan pada prestasi akademik dengan signifikansi p<0,001, sehingga gaya belajar Visual dapat mempengaruhi prestasi akademik, begitu jugahasil jika gaya belajar Visualberkorelasi secara signifikan pada prestasi akademik dengan signifikansi p<0,001, sehingga gaya belajar auditorijuga dapat mempengaruhi prestasi akademiklebih dominan memiliki gaya belajar auditori dari pada visual dengan presentasi akademik sangat memuaskan 52,4%, gaya belajar visual 47,6%. Hal tersebut di karenakan mahasiswa tidak menyukai belajar dalam kebisingan. Diketahui juga bahwa tidak terdapat perbedaan hasil belajar (IPK) yang signifikan di antara kelompok mahasiswayang mempunyai gaya belajar visual dan auditori.Kesimpuan : ada korelasi yang signifikan anatara karakteristik gaya belajar visual dan auditori dengan prestasi akademik mahasiswa prodi kesehatan gigi kupang pada masa pandemi Covid-19.
PENGARUH PENGETAHUAN ORANG TUA DALAM MERAWAT KESEHATAN GIGI DAN MULUT TERHADAP KEBERSIHAN RONGGA MULUT ANAK TUNA GRAHITA DI SLB NEGERI KOTA KUPANG Merniwati Sherly Eluama; Sumi Milka Asakameng; Yulwans Alu Ratu; Applonia Leu Obi; Leny Marlina A. Pinat; Mery Novaria Pay
EMPIRIS : Jurnal Sains, Teknologi dan Kesehatan Vol. 2 No. 4 (2025): EMPIRIS : Jurnal Sains, Teknologi dan Kesehatan, Desember 2025
Publisher : Lembaga Pendidikan dan Penelitian Manggala Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62335/empiris.v2i4.2061

Abstract

This study aims to determine the effect of parental knowledge regarding dental and oral health care on the oral hygiene of children with intellectual disabilities at a special needs school in Kupang City. The research method used a quantitative approach with a cross-sectional design. Data collection was conducted through a questionnaire to measure parental knowledge and an examination of the children's oral hygiene index. Data analysis used the Spearman Rank test. The results showed a correlation coefficient (rₛ) of 0.254 with a p-value of 0.161, indicating a weak and insignificant positive relationship between parental knowledge and children's oral hygiene. Therefore, it can be concluded that parental knowledge does not significantly influence the oral hygiene of children with intellectual disabilities.
BESAR RESIKO DAN PENCEGAHAN KARIES GIGI DENGAN METODE “IRENE DONAT” DI PAUD SEKECAMATAN TAEBENU KABUPATEN KUPANG Melkisedek O. Nubatonis; Leny Marlina A. Pinat; Applonia Leu Obi
Jurnal Ilmiah Hospitality Vol 12 No 1: Juni 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Pariwisata Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47492/jih.v12i1.2799

Abstract

Latar belakang: Risiko karies adalah kemungkinan berkembangnya karies pada individu atau terjadinya perubahan status kesehatan yang mendukung terjadinya karies pada suatu periode tertentu. Risiko karies bervariasi pada setiap individu tergantung pada keseimbangan faktor pencetus dan penghambat terjadinya karies. Risiko karies dibagi menjadi tiga tingkatan yaitu risiko karies tinggi, sedang dan rendah. Agar dapat mengidentifikasi risiko karies anak digunakan suatu penilaian risiko karies. Penilaian risiko karies ini merupakan suatu metode evaluasi klinik di mana dokter gigi nantinya dapat menyesuaikan tindakan pencegahan dan perawatan pada setiap anak. Penilaian risiko karies ini harus dilakukan pada setiap anak sebagai suatu pemeriksaan dasar rutin. Tujuan: Untuk mengetahui besar risiko terjadinya gigi berlubang atau karies dan Tindakan pencegahan karies gigi pada siswa PAUD se Kecamatan Taebenu Kab Kupang. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian cross sectional. Jumlah sampel sebanyak 50 responden yang diambil secara total sampling. Analisa data menggunakan software simulator Irene Donat. Dalam software, ditampilkan 15 pertanyaan faktor risiko gigi berlubang pada anak yang akan dijawab orang tua. Hasil: Besar Resiko untuk terjadinya karies gigi pada anak di PAUD tinggi sebesar 68% dan beresiko sedang sebesar 20%. Anggota keluarga yang mengasuh 98%, lama minum susu botol <4 tahun 96%, makan permen karet atau manis 92%, pendidikan ibu terakhur bukan sarjana 88%, lama minum Asi >1 tahun 86% dan sering anak minum susu ≤ 3 sehari 86%. Kesimpulan: Besar Resiko untuk terjadinya karies gigi pada anak di PAUD sangat tinggi. Hal ini terjadi karena tingkat pengetahuan dan cara mengasuh anak yang kurang diperhatikan oleh orang tua dimana pada saat sebelum tidur malam anak tidak dibiasakan menggosok gigi, dan juga anak suka makan makanan dan minum yang manis, anak mempunyai kebiasaan mengemut makanan hal ini dapat memicu terjadinya gigi berlubang (karies).