Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PERSEPSI GURU DAN SISWA TERHADAP KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH DI SMA NEGERI I KALASAN SLEMAN Sabar Budi Raharjo
Jurnal Penelitian Kebijakan Pendidikan Vol. 10 No. 3 (2017)
Publisher : usat Standar dan Kebijakan Pendidikan, BSKAP, Kemendikbudristek

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/jpkp.v10i3.244

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan mengetahui bagaimana: 1) persepsi guru terhadap kepemimpinan kepala sekolah, 2) persepsi siswa terhadap kepemimpinan kepala sekolah, 3) bagaimana realitas kepemimpinan kepala sekolah di SMA N I Kalasan Sleman. Penelitian ini menggunakanmetode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Sumber data dalam ini adalah guru, kepala sekolah, wakil kepala sekolah bagian kurikulum, dan siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Validitas data menggunakan teknik umpan balik informan dan triangulasi metode, data, dan teori. Analisis data menggunakan model analisis jalur untuk menganalisis data kualitatif dan kuantitatif melalui langkah-langkah pengumpulan data, reduksi data, sajian data, dan verifikasi atau penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) guru memiliki persepsi yangpositif terhadap kepemimpinan kepala sekolah baik menyangkut kepemimpinan akademik atau pembelajaran, kepemimpinan manajerial, dan kepemimpinan organisasi, 2) siswa memiliki persepsi yang positif terhadap kepemimpinan kepala sekolah baik menyangkut kepemimpinanakademik atau pembelajaran, kepemimpinan manajerial, dan kepemimpinan organisasi. Kepala sekolah dipersepsikan telah professional dalam memimpin SMA N I Kalasan Sleman sehinggaantara sivitas akademik sekolah memiliki sinergisitas yang baik. Roda kepemimpinan berjalan dengan baik dibuktikan melalui capaian akademik yang baik, prestasi siswa, dan prestasiprestasi guru dan siswa dalam mengembangkan kualitas pembelajaran. Simpulan Penelitianini adalah bahwa persepsi guru dan siswa positif terhadap kepemimpinan kepala sekolah, di mana realitas kepemimpinan memang telah menunjukkan kinerja yang baik.
MANAJEMEN SEKOLAH UNTUK MENCAPAI SEKOLAH UNGGUL YANG MENYENANGKAN: STUDI KASUS DI SMAN 1 SLEMAN YOGYAKARTA Sabar Budi Raharjo; Lia Yuliana
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol. 1 No. 2 (2016)
Publisher : Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan, Kemendikbudristek

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/jpnk.v1i2.769

Abstract

The aim of this research is to find out the implementation of fun school at SMA Negeri 1 Sleman (a public senior secondary school) in Yogyakarta. The method of this research was descriptive qualitative with case study approach. The technique used in collecting data was by field study, documentation, and interview. The source of the data was the headmaster, teachers, and students. The data validity used triangulation technique, while the data analysis used interactive data through some step, that is, data collection, data reduction, data presentation, and verification or drawing the conclusion. The result shows that SMA Negeri 1 Sleman is one of fun schools in the aspect of headmaster’s leadership, educator support and education manpower, school environment, infrastructure, learning activity, excellent service, and class climate. The school management focuses on aspects that lead it to be a favorite, high-rank, and fun school. This research concludes that headmaster’s leadership is the main indicator to construct the fun best school.ABSTRAK Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui penyelenggaraan sekolah yang menyenangkan di SMA Negeri I Pakem Kabupaten Sleman Daerah Istimewa Yogyakarta. Metode penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data melalui observasi langsung, dokumentasi, dan wawancara mendalam. Sumber data diperoleh dari kepala sekolah, guru, dan siswa. Validitas data menggunakan teknik triangulasi, dan analisis data menggunakan analisis interaktif melalui langkah-langkah pengumpulan data, reduksi data, sajian data, dan verifikasi atau penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sekolah Menengah Atas Negeri I Pakem Sleman merupakan sekolah yang menyenangkan baik dari segi kepemimpinan kepala sekolah, dukungan pendidik dan tenaga kependidikan, lingkungan sekolah, sarana dan prasarana, kegiatan pembelajaran, layanan prima, dan iklim kelas. Pengelolaan sekolah terfokus pada hal-hal tersebut yang mengkondisikan Sekolah Menengah Atas Negeri I Pakem menjadi sekolah favorit, unggulan, dan menyenangkan. Kajian ini menyimpulkan bahwa kepemimpinan kepala sekolah merupakan indikator yang paling utama dalam mewujudkan sekolah unggul yang menyenangkan.
PERSEPSI GURU DAN SISWA TERHADAP KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH DI SMA NEGERI I KALASAN SLEMAN Sabar Budi Raharjo
Jurnal Penelitian Kebijakan Pendidikan Vol. 10 No. 3 (2017)
Publisher : Balitbang Kemendikbud

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/jpkp.v10i3.244

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan mengetahui bagaimana: 1) persepsi guru terhadap kepemimpinan kepala sekolah, 2) persepsi siswa terhadap kepemimpinan kepala sekolah, 3) bagaimana realitas kepemimpinan kepala sekolah di SMA N I Kalasan Sleman. Penelitian ini menggunakanmetode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Sumber data dalam ini adalah guru, kepala sekolah, wakil kepala sekolah bagian kurikulum, dan siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Validitas data menggunakan teknik umpan balik informan dan triangulasi metode, data, dan teori. Analisis data menggunakan model analisis jalur untuk menganalisis data kualitatif dan kuantitatif melalui langkah-langkah pengumpulan data, reduksi data, sajian data, dan verifikasi atau penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) guru memiliki persepsi yangpositif terhadap kepemimpinan kepala sekolah baik menyangkut kepemimpinan akademik atau pembelajaran, kepemimpinan manajerial, dan kepemimpinan organisasi, 2) siswa memiliki persepsi yang positif terhadap kepemimpinan kepala sekolah baik menyangkut kepemimpinanakademik atau pembelajaran, kepemimpinan manajerial, dan kepemimpinan organisasi. Kepala sekolah dipersepsikan telah professional dalam memimpin SMA N I Kalasan Sleman sehinggaantara sivitas akademik sekolah memiliki sinergisitas yang baik. Roda kepemimpinan berjalan dengan baik dibuktikan melalui capaian akademik yang baik, prestasi siswa, dan prestasiprestasi guru dan siswa dalam mengembangkan kualitas pembelajaran. Simpulan Penelitianini adalah bahwa persepsi guru dan siswa positif terhadap kepemimpinan kepala sekolah, di mana realitas kepemimpinan memang telah menunjukkan kinerja yang baik.
The Utilization of Generative AI (Esisbot) for Advancing Comprehension of Indigenous Science in Higher Education Hastangka hastangka; Muhammad Izzatul Faqih; Jarwadi; Sabar Budi Raharjo; Alan Budi Kusuma; Laily Rochmawati Listiyani
Phenomenon : Jurnal Pendidikan MIPA Vol. 14 No. 2 (2024): Jurnal Pendidikan MIPA
Publisher : Faculty of Science and Technology, Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/phen.2024.14.2.23864

Abstract

This study explores innovations in generative AI named Esisbot to support students in improving their understanding and insights into indigenous knowledge. In science, mathematics, and technology education, Indigenous knowledge is often overlooked and receives little attention. This topic is rarely considered in research on technology policy and the use of technology in education. Advanced technologies such as Chat GPT and generative AI are currently being considered. However, higher education policymakers have not yet prioritized improving the capabilities and role of generative AI in building databases of Indigenous scientific material for science, technology, engineering, and mathematics education is urgent needed. The methods of this research through empirical studies and use mixed methods in three universities as an example such as University Tadulako, UIN Walisongo Semarang, and University of Sarjanawiyata Tamansiswa. The data was obtained through indepth interviews wth 5 students in each location, classroom observation, and interviews with 3 lecturers and distributive questionnaires to 30 students each. While, the method of analysis uses descriptive analysis and inferential analysis, interpretation and triangulation. The statistical analysis using a paired sample t-test (t(29) = 6.781, p < 0.001) further supports the conclusion that Esisbot played a significant role in advancing learning outcomes. The findings indicate that Esisbot significantly benefits students by enhancing their comprehension of indigenous knowledge and improving their quality and capacity in understanding STEM within a local knowledge framework