Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

PENYULUHAN STRATEGI PEMASARAN DAN PRAKTEK PEMBUATAN KERIPIK KULIT PISANG DI RT.003 RW.08 KELURAHAN SERPONG, KECAMATAN SERPONG, KOTA TANGERANG SELATAN Nurselvi Nurselvi; Ade Irawan; Aceng Abdul Hamid; Laily Maknin Zubaedah
Jurnal Lokabmas Kreatif : Loyalitas Kreatifitas Abdi Masyarakat Kreatif Vol. 2 No. 2 (2021): Juli 2021
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/jlkklkk.v2i2.p98-106.11654

Abstract

Kegiatan Pengabdian Masyarakat (PKM) merupakan salah satu Tridharma Perguruan Tinggi yang wajib dilakukan oleh setiap dosen di Universitas Pamulang. Kegiatan PKM bertujuan membantu masyarakat sekitar kampus dengan menerapkan bidang keilmuan dosen. PKM 2020/2021 tim PKM Prodi Teknik Industri Universitas Pamulang mengadakan pengabdian di RT.003RW.08 Kelurahan Serpong, Kecamatan Serpong, Kota Tangerang Selatan. Sejak masa pandemik masyarakat masih kesulitan untuk dapat kembali hidup normal yang dipengaruhi oleh pendapatan yang belum stabil. Kegiatan PKM bertujuan untuk membantu warga RT.003/RW.08 dalam berinovasi dengan cara menggali potensi yang ada guna mensejahterakan kehidupan keluarga pada khususnya dan masyarakat pada umumnya. Secara khusus tujuan kegiatan PKM (1) Membangkitkan jiwa wirausaha warga dengan cara selalu berinovasi untuk memberi nilai tambah bahan yang seringkali terlupakan (kulit pisang) yang banyak terdapat di lingkungannya. (2) Menambah keterampilan warga RT.003/RW.08 cara membuat produk keripik kulit pisang. (3) Memberikan pemahaman strategi pemasaran yang sesuai dengan masa sekarang ini. Kegiatan PKM ini dilakukan dengan peninjauan lokasi rencana PKM dan mengetahui permasalahan yang ada di lokasi tersebut dengan cara brainstorming antara dosen dan beberapa pemuka masyarakat. Kemudian TIM PKM menawarkan solusi dari permasalahan yang ada dan disetujui maka dilakukanlah kegiatan PKM ini. Kegiatan PKM berjalan dengan baik dimana peserta yang kebanyakan ibu rumah tangga sangat antusias dalam mengikuti kegiatan ini.
Analisa Zat Aktif Daun Kelor (Moringa Oleifera) Sebagai Studi Awal Obat Kanker Agustina Dyah Setyowati; Dina Adelina; Sulanjari Sulanjari; Ade Irawan; Herlina Aprilia; Moch. Adrian Rizki
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 3 No. 6: Oktober 2024
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v3i6.6841

Abstract

Daun kelor (Moringa oleifera), merupakan salah satu tanaman berkhasiat, salah satu manfaatnya sebagai anti inflamasi dan anti kanker karena menganduk senyawa aktif terutama flavonoid dan polifenol yang memiliki aktivitas sebagai anti oksidan. Kanker adalah penyakit yang timbul akibat pertumbuhan tidak normal sel jaringan tubuh yang mengalami mutasi genetik. Perubahan ini dapat disebabkan oleh tiga faktor utama yaitu faktor genetik, faktor gaya hidup dan faktor karsinogenik. Faktor karsinogenik disebabkan oleh stres oksidatif yang timbul akibat radikal bebas dan Reactive oxygen Species (ROS) yang dihasilkan oleh aktivitas metabolisme tubuh maupun paparan polutan dari luar tubuh. Untuk mencegah stres oksidatif, tubuh membutuhkan antioksidan yang adekuat. Daun kelor (Moringa Oleifera) memiliki kandungan antioksidan dan senyawa bioaktif yang tinggi sehingga berpotensi untuk mencegah terjadinya stress oksidatif dan kanker. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai aktivitas zat antikanker (antioksidan) dalam ekstrak daun kelor dengan variasi pengeringan dan variasi waktu maserasi. Penelitian ini dilakukan dengan mengekstraksi daun kelor 100 gram hasil pengeringan menggunakan metode maserasi pelarut etanol 96% dengan variasi waktu maserasi 24,48 dan 72 jam. Hasil penelitian yang diperoleh dari satu sample dengan 3 variable waktu yang berbeda yaitu 24 jam diperoleh antioksidan 5,36%, 48 jam sebanyak 7,33% dan 72 jam sebesar 10,39%. Analisa atau uji aktivitas zat antikanker (antioksidan) dilakukan dengan metode HPLC. Hasil analisa menunjukan bahwa pada waktu maserasi 72 jam memiliki aktivitas antioksidan yang relatif lebih besar, karena menurut beberapa penelitian semakin lama waktu yang digunakan dalam pengujian maka semakin efektif zat yang dihasilkan tersebut.
Optimasi Waktu Maserasi Ketumpang Air (Paperomia pellucida, (L) Kunth) Terhadap Kadar Flavonoid Total Untuk Studi Awal Obat Asam Urat Agustina Dyah Setyowati; Ade Irawan; Amayriza Ratu Sari; Wildan Rizki Haikal
ULIL ALBAB : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 1 No. 12: November 2022
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jim.v1i12.2179

Abstract

Salah satu pemanfaatan alam Indonesia untuk obat tradisional ialah pada daun Ketumpang Air yang kerap dijadikan obat sakit kepala, jerawat, bisul, dan lainnya. Tanaman ini tumbuh didaerah lembab, karakteristik tanaman ini ialah batang yang tegak, lunak serta berwarna hijau muda dengan bentuk daun tunggal. Dalam tanaman ketumpang air terkandung alkaloid, saponin, flavonoid, dan tanin. Senyawa flavonoid dapat terbukti menjadi antioksidan dan antikanker. Tujuan penelitian ini adalah Mengetahui jumlah hari maserasi yang dapat menghasilkan kadar flavonoid total dari variasi hari maserasi. Penelitian ini terbagi menjadi 3 tahap yakni persiapan, proses inti dan pengujian. Dalam prosesnya daun ketumpang air di maserasi dengan etanol 96% dengan jumlah variasi maserasi nya ialah pada tiga hari, empat, dan lima hari. Pengujian dilakukan dengan bantuan larutan baku kuersetin yang diukur dengan spektroskopi Ultraviolet-tampak (UV-Vis) sebagai standar, kemudian diukur sampel dengan rentang panjang gelombang yang tertinggi atau maksimum pada range yaitu 400-800 nm. Ketika Panjang Gelombang sudah ditemukan maka kemudian 3 sampel tersebut ditakar sebanyak 0,1 gram lalu dilarukan pada pelarut etanol 96% hingga volume menjadi 5 mL. kemudian dilakukan penambahan larutan AlCl3 10% sebanyak 0,01 mL, larutan Na asetat 1 M sebanyak 0,01 mL dan 2,80 mL aquadest. Hasilnya ialah didapatkan 167,75 mg/L untuk maserasi 3 hari, 141,50 mg/L untuk maserasi 4 hari, dan 82,53 mg/L untuk maserasi 5 hari. Sehingga ditarik keimpulan bahwa flavonoid total terbanyak diperoleh dari sampel daun ketumpang air dengan maserasi 3 hari, dan pada sampel 5 hari mendapat hasil flavonoid total terkecil.
ANALISA KADAR VITAMIN C PADA FORMULASI CINCAU BERBAHAN DASAR DAUN BINAHONG (ANDREDERA CORDIFOLIA) Agustina Dyah Setyowati; Ade Irawan; Sulanjari Sulanjari; Noviana Imamila Mar’ati; Rina Rahmawati
Ensiklopedia of Journal Vol 8, No 2 (2026): Vol. 8 No. 2 Edisi 1 Januari 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Penerbitan Hasil Penelitian Ensiklopedia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33559/eoj.v8i2.3554

Abstract

Anredera Cordifolia is a plant that has recently attracted the attention of herbalists and the public as a herbal remedy. Binahong (Anredera Cordifolia) is commonly used for its leaves, tubers, and flowers as medicine. Binahong leaves (Anredera Cordifolia) contain active compounds such as alkaloids, flavonoids, terpenoids, and saponins. Binahong leaves are also a herb that contains vitamin C. Vitamin C is a substance needed by the body that acts as an antioxidant. Vitamin C has two active molecules: a reduced molecule (Ascorbic Acid) and an oxidized molecule (Dehydro Ascorbic Acid). Vitamin C functions in collagen formation in tissues, tooth bonding, tyrosine metabolism, and neurotransmitter synthesis. Furthermore, vitamin C plays a major role in the formation of intercellular collagen. Collagen is a protein compound found primarily in cartilage, the inner layer of bones, dentin, and vascular endothelium. The purpose of this study is to make new innovations on processed binahong leaves (Anredera Cordifolia) in the form of binahong leaf grass jelly, analyze and determine the levels of vitamin C contained in binahong leaves (Anredera Cordifolia) and observe the public's acceptance of binahong leaf grass jelly. The research method used is experimental analytic with quantitative and qualitative analysis using the Uv-Vis spectrophotometry method and acceptance. This study used two experiments with the addition of 140 grams and 180 grams of binahong leaves and the results of the analysis of levels From the quantitative test on the uv-vis spectrophotometry method, the vitamin C content in binahong leaves (Anredera Cordifolia) did not experience a significant decrease and the optimum condition point of the vitamin C content in the test treatment at 120 hours in a sample of 180 grams of binahong leaves (Anredera Cordifolia) with a vitamin C content of 0.393942519. and For the acceptance test using a hedonic test for color, aroma and preferred taste and texture. It can be concluded that binahong leaves have high levels of vitamin C. From the results of the hedonic test, it can be concluded that there are differences in the two samples in terms of aroma and taste, while in terms of color there are insignificant differences, while in terms of texture there is no difference between the two samples.Keywords: Binahong Leaves, Acceptability, UV-Vis Spectrophotometry, Vitamin C