Dian Apriani
Dosen Pendidikan Matematika Universitas Tamansiswa Palembang

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PENGARUH PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING TERHADAP KEMAMPUAN KONEKSI MATEMATIS SISWA Dian Apriani
Nabla Dewantara Vol 2 No 1 (2017): Nabla Dewantara: Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas Tamansiswa Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitan adalah untuk mengetahui pengaruh yang signifikan dari model pembelajaran Problem Based Learning terhadap kemampuan koneksi matematis siswa di SMP Negeri 53 Palembang. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen posttest –only control design. Adapun variabel bebasnya adalah Problem Based Learning dan variabel terikatnya kemampuan koneksi matematis siswa. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP Negeri 53 Palembang tahun pelajaran 2015/2016 yang terdiri dari delapan kelas. Sampel dalam penelitian ini diambil secara acak yaitu kelas VIII.2 sebagai kelas eksperimen dengan model pembelajaran Problem Based Learning dan kelas VIII.4 sebagai kelas kontrol dengan model konvensional. Hasil penelitian mengindentifikasi adanya pengaruh yang signifikan dari model pembelajaran Problem Based Learning terhadap kemampuan koneksi matemati siswa di SMP Negeri 53 Palembang. Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh, peneliti menyarankan agar model pembelajaran Problem Based Learning dapat diterapkan dan dijadikan alternatif untuk meningkatkan kemampuan koneksi matematis siswa.
Pengembangan Lembar Kerja Siswa (LKS) dalam Pembelajaran Kooperatif Tipe Mind Mapping Untuk Siswa Kelas VIII SMP Herlina Herlina; Dian Apriani
Nabla Dewantara Vol 6 No 1 (2021): Nabla Dewantara: Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas Tamansiswa Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51517/nd.v6i1.311

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kelayakan LKS menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe mind mapping materi kubus dan balok, untuk mengetahui respon siswa dan guru terhadap LKS yang dikembangkan. Metode dalam penelitian ini adalah R&D dengan model pengembangan Borg and Gall yang telah dimodifikasi oleh Sugiono. Ada 7 tahap dalam pengembangan ini yaitu potensi dan masalah, pengumpulan data, desain produk, validasi produk, revisi produk, uji coba produk dan revisi produk. Instrument pengumpulan data yang digunakan adalah angket yang diberikan kepada ahli materi, ahli media, dan ahli Bahasa untuk mengetahui kelayakan produk, dan diberikan kepada siswa dan guru untuk mengetahui kemenarikan produk yang dikembangkan. Berdasarkan Analisa data yang diperoleh dari ahli materi, ahli media dan ahli Bahasa dinyatakan bahwa LKS yang dikembangkan layak untuk digunakan, dan dianalisis data yang diperoleh dari siswa dan guru dinyatakan bahwa LKS yang dikembangkan sangat menarik. Hal ini berarti LKS yang dikembangkan oleh peneliti dapat dimanfaatkan sebagai salah satu sumber belajar bagi siswa dan guru SMP Kelas VIII.
PENGARUH METODE DISCOVERY LEARNING TERHADAP KEMAMPUAN PEMENCAHAN MASALAH MATEMATIS SISWA DI SMP NEGERI 10 PALEMBANG Dian Apriani; Shumini Shumini
Nabla Dewantara Vol 5 No 2 (2020): Nabla Dewantara: Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas Tamansiswa Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51517/nd.v5i2.313

Abstract

Kemampuan pemecahan masalah matematis siswa masih saangat rendah, hal ini dapat dilihat dari hasil penilaian PISAmenunjukan kemampuan penyelesian masalah matematis siswa Indonesia memperoleh skor 371 dan merupakan peringkat ke 61 dari 65 negara peserta. Berdasarkan permasalah tersebut diperlukan pembelajaran matematika yang inovatif yang dapat membantu siswa menguasai langka-langka pemecahan masalah dan memotivasi siswa untuk mencari tahu sendiri konsep-konsep yang dibutuhkan dalam pemecahan masalah. Salah satumetode yang digunaakan adalah metode discovery learnig. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui apakah ada pengaruh. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelasVIII SMP Negeri 10 Palembangtahun pelajaran 2014/2015 yang terdiri dua belas kelas. Sampel dalam penelitian ini diambil secara acak dan terpilih kelas VIII.4 sebagai kelas eksperimen dan kelas VIII.7 sebagai kelas kontrol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil tes kemampuan pemecahan masalah kelas eksperimen lebih baik daripada kelas control. Berdasarkan uji-t diperoleh thitung sebesar 9,205404. Kesimpulan yang diperoleh adalah ada perbedaan hasil tes kemampuan pemecahan masalah siswa pada maeri prisma dan limas yang diajar dengan metode discovery learning dan metode ekspositori.
PENGEMBANGAN SOAL PISA MATERI BANGUN RUANG KUBUS UNTUK SMP Dian Apriani; Risda Intan Sistyawati
J-PiMat : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 5, No 2 (2023): J-PiMat
Publisher : Prodi Pendidikan Matematika STKIP Persada Khatu;istiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/j-pimat.v5i2.2919

Abstract

Pendidikan memiliki peran vital dalam membangun sebuah bangsa. Negara-negara dengan sistem pendidikan berkualitas menghasilkan sumber daya manusia yang kompeten dan inovatif. Program for International Student Assessment (PISA) adalah uji kompetensi internasional yang mengukur kemampuan siswa dalam matematika, sains, dan membaca. Namun, hasil PISA di Indonesia masih rendah, terutama dalam matematika. Penelitian ini berfokus pada pengembangan soal PISA tentang bangun ruang kubus untuk siswa SMP. Metode penelitian menggunakan pendekatan Research and Development (R&D) dengan tahapan tahap preliminary, self-evaluation, prototyping (validasi, evaluasi, dan revisi), dan uji coba lapangan. Tujuh pakar menguji validitas isi dan butir tes soal. Hasil menunjukkan 5 dari 6 soal memiliki validitas dan reliabilitas tinggi, serta tingkat kesukaran yang beragam. Analisis kemampuan pemecahan masalah siswa menunjukkan variasi tingkat kemampuan, dari sangat tinggi hingga sangat rendah. Soal PISA yang dikembangkan telah memenuhi kriteria validitas, reliabilitas, dan kesukaran. Rekomendasi bagi pengembang soal PISA adalah memperhatikan karakteristik soal dan memastikan relevansi dengan kurikulum. Mempelajari tipe soal PISA juga disarankan agar siswa dapat meningkatkan kemampuan matematisnya. Pengembangan soal PISA yang lebih lanjut diharapkan dapat meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia dan memberikan kontribusi positif pada dunia pendidikan global.