Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Optimalisasi Perbaikan Kualitas Sentra Ikan Bakar Pantai Gading Melalui Sosialisasi Personal Hygiene Kepada Kelompok Pengolah Dan Pemasar “Pantai Gading” Mutia Devi Ariyana; Sri Widyastuti; Nazaruddin Nazaruddin; Tri Isti Rahayu
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 1 (2018): Prosiding PKM-CSR Konferensi Nasional Pengabdian kepada Masyarakat dan Corporate Socia
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1038.518 KB)

Abstract

Pantai Gading merupakan sentra kuliner ikan bakar yang berlokasi di sekitar pusat Kota Mataram. Saat ini, popularitas Pantai Gading belum dapat menyaingi sentra kuliner ikan bakar lainnya seperti Pantai Nipah karena perilaku pedagang yang menjadikan sentra kuliner ini sangat lekat dengan opini masyarakat sebagai sentra kuliner yang kurang higienis. Rendahnya tingkat pendidikan, sosial dan ekonomi para pedagang mengakibatkan terbatasnya tingkat pengetahuan, sikap dan perilaku yang mendasari tentang sanitasi terutama personal hygiene. Sebagai upaya perbaikan kualitas maka dilakukan kegiatan sosialisasi yang bertujuan menanamkan makna dan pentingnya personal hygiene serta memperkenalkan prosedur personal hygiene dalam proses pengolahan ikan bakar. Peserta sosialisasi merupakan para pedagang ikan bakar yang tergabung dalam Kelompok Pengolah dan Pemasar “Pantai gading”. Metode sosialisasi yang digunakan pada kegiatan ini fokus kepada kegiatan komunikasi, informasi dan edukasi pedagang terkait personal hygiene. Melalui kegiatan ini peserta mendapat pemahaman akan makna dan pentingnya penerapan personal hygiene oleh seorang pedagang sebagai penentuan mutu dan keamanan pangan produk yang dihasilkan. Peserta juga mulai memahami bahwa mereka harus menjaga kesehatan dengan baik, membiasakan diri untuk hidup bersih dan memiliki kemauan untuk mempelajari dan menerapkan prosedur personal hygiene seperti cara mencuci tangan yang baik. Selain itu, peserta juga mengetahui cara dan manfaat penggunaan perlengkapan personal hygiene standar seperti masker, sarung tangan dan apron. Secara keseluruhan dapat disimpulkan bahwa kegiatan ini telah berhasil meningkatkan pengetahuan dan motivasi peserta akan pentingnya penerapan personal hygiene dalam proses pengolahan ikan bakar sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas dan daya saing Pantai gading sebagai sentra penjulan ikan bakar di Kota Mataram.
PELATIHAN PEMBUATAN TERASI UDANG DI UKM SASAK MAIQ, SENTELUK, BATU LAYAR Moegiratul Amaro; Mutia Devi Ariyana; Tri Isti Rahayu; Baiq Rien Handayani; Sri Widyastuti
Jurnal Pepadu Vol 3 No 3 (2022): Jurnal PEPADU
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (410.006 KB)

Abstract

Terasi adalah produk olahan hasil perikanan dengan bahan baku rebon atau udang segar atau udang kering atau campurannya dengan atau tanpa penambahan bahan lainnya dengan perlakuan penggaraman, pengeringan, penggilingan dan fermentasi. Salah satu UKM yang memproduksi terasi adalah UKM Sasak Maiq yang terletak di daerah Senteluk, Batu Layar. Walaupun UKM Sasak Maiq tergolong UKM yang maju, namun dalam memproduksi terasi masih ditemukan beberapa permasalahan terkait proses produksi, antara lain: (1) proses pengeringan masih sangat sederhana, (2) Proses pencetakan terasi masih dilakukan dengan cara dan alat yang sederhana, (3) Terasi yang dihasilkan masih menggunakan pewarna (4) Tekstur terasi yang dihasilkan keras. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian ini adalah dengan memberikan pelatihan dan mensosialisasikan pengetahuan terkait dengan cara pembuatan dan pengemasan terasi yang baik sehingga diperoleh produk terasi yang bernilai gizi dan bermutu tinggi serta memiliki rasa yang enak dan dapat diterima konsumen. Kegiatan juga dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dan praktik langsung pembuatan terasi. Indikator capaian menunjukkan bahwa para peserta telah memahami cara pembuatan terasi yang baik dan benar sesuai standar, mengetahui cara pengemasan dan pelabelan terasi sehingga siap dipasarkan.
SOSIALISASI SANITASI KEPADA KELOMPOK PEDAGANG IKAN PANGGANG SEBAGAI UPAYA PERBAIKAN KUALITAS DI JALAN LINGKAR SELATAN TANJUNG KARANG (LOANG BALOQ), MATARAM Jurnal Pepadu; Moegiratul Amaro; Mutia Devi Ariyana; Sri Widyastuti; Nazaruddin Nazaruddin; Baiq Rien Handayani
Jurnal Pepadu Vol 2 No 1 (2021): Jurnal PEPADU
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/pepadu.v2i1.2175

Abstract

ABSTRAKJalan Lingkar Selatan Tanjung Karang (Loang Baloq), Mataram merupakan salah satu daerah wisatapesisir di Pulau Lombok yang memiliki potensi untuk dikembangkan berdasarkan karakteristikdaerahnya. Salah satu wisata yang dapat dikembangkan di daerah Loang Baloq adalah sentra kuliner.Kuliner yang terdapat di Jalan Lingkar Selatan Tanjung Karang (Loang Baloq), adalah pusat kulinerIkan Panggang atau Seafood. Saat ini sudah terdapat lebih dari 20 penjual Kuliner Seafood di JalanLingkar Selatan Tanjung Karang (Loang Baloq). Perbedaan tingkat pengetahuan yang mendasaritentang sanitasi dalam proses produksi ikan panggang dipengaruhi oleh tingkat Pendidikan dan sosialekonomi diantara para penjual ikan panggang di Jalan Lingkar Selatan Tanjung Karang (Loang Baloq).Rendahnya tingkat Pendidikan menyebabkan pengaplikasian prinsip sanitasi tidak sesuai pada prosesproduksi ikan panggang. Hasil dari kegiatan pengabdian ini adalah pemahaman dan kesadaran parapedagang ikan panggang terhadap sanitasi dalam pengolahan pangan meningkat. Para pedagangmenggunakan masker, celemek, dan sarung tangan dalam mengolah ikan panggang. Selain itupemahaman, kesadaran dan keterampilan para pedagang dalam mencuci tangan sesuai dengan standardWHO juga meningkat.