Yuliana Reni Swasti
Faculty Of Biotechnology, Universitas Atma Jaya Yogyakarta, Babarsari Street Number 44, Yogyakarta 55281

Published : 21 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

Aktivitas Antioksidan dari Produk Samping Olahan Jeruk Khintan Putriani Silalahi; Yuliana Reni Swasti; Franciscus Sinung Pranata
Amerta Nutrition Vol. 6 No. 1 (2022): AMERTA NUTRITION
Publisher : Universitas Airlangga, Kampus C, Mulyorejo, Surabaya-60115, East Java, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/amnt.v6i1.2022.100-111

Abstract

Latar Belakang: Aktivitas radikal bebas yang merusak protein, DNA, dan membran sel tubuh manusia menyebabkan stres oksidatif, sehingga diperlukannya antioksidan untuk menetralkan efek radikal bebas. Antioksidan yang sudah ada dan umum digunakan berupa antioksidan sintesis, bila penggunaanya dalam skala besar dapat memberi dampak buruk pula bagi kesehatan.Tujuan: Review ini bertujuan untuk mengetahui potensi produk samping pengolahan buah jeruk sebagai sumber antioksidan alami, metode ekstraksi dan evaluasi antioksidan, serta pengaplikasian di bidang pangan.Diskusi: Buah jeruk sudah dikenal sebagai buah yang memiliki banyak manfaat kesehatan, serta adanya kandungan metabolit sekunder berupa senyawa polifenol dalam buah jeruk yang berperan sebagai senyawa antioksidan alami. Produk samping hasil pengolahan buah jeruk berupa kulit dan biji jeruk dapat dimanfaatkan untuk mendapatkan senyawa antioksidan. Aplikasinya dalam produk pangan memberi nilai tambah terhadap kemampuan antioksidan dan mencegah terjadinya oksidasi lipid.Kesimpulan: Produk samping olahan jeruk berupa kulit jeruk freeze-dried bentuk bubuk dapat diekstraksi metode Ultrasound-Assisted Extraction (UAE), menghasilkan aktivitas antioksidan yang tinggi, dengan kemampuan mengekstrak senyawa polifenol jenis antioksidan lipofilik dan hidrofilik.
PENINGKATAN KUALITAS COOKIES DENGAN PENAMBAHAN MINYAK ATSIRI BUNGA KECOMBRANG (Etlingera elatior) Ivan Pratama Hartoyo; Franciscus Sinung Pranata; Yuliana Reni Swasti
JURNAL AGROTEKNOLOGI Vol 16 No 01 (2022)
Publisher : Faculty of Agricultural Technology, University of Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/j-agt.v16i01.22090

Abstract

Antioxidants are compounds that can inhibit or slow down oxidative damage due to free radicals. Torch ginger flower (also known as kecombrang flower in Indonesia) essential oil has antioxidant activity values ranging from 61.61-83.17%. This study aim to determine the concentration of torch ginger flower essential oil (Etlingera elatior) in cookies and to improve the chemical and microbiological qualities of cookies. Torch ginger flowers are cut into pieces and then distilled. The stage of adding torch ginger flowers essential oil was carried out according to the experimental design namely P (100: 0), Q (100: 0.1), R (100: 0.2), S (100: 0.3). The observation parameters in this study were proximate, antioxidant activity, and microbiological (total plate count) parameters. Data processing was carried out in a completely randomized design (CRD) based on data from observations of the test parameters with three repetitions. The result of study showed that the cookies with the addition of torch ginger flower essential oil had moisture content of 4.50-5.11%, ash content of 0.80-1.05%, fat content of 20.68-22.45%, protein content of 6.88-7.95%, carbohydrate content of 63.85-65.30%, antioxidant activity of 55.45-70.78%, the total plate count (bacteria, mold, and yeast) about <10 colonies/g. Keywords: antioxidants, cookies, torch ginger flower
KUALITAS BOLU KUKUS SUBSTITUSI TEPUNG LABU KUNING (Cucurbita moschata) DAN TEPUNG TEMPE KACANG KORO PEDANG (Canavalia ensiformis) Anna Julie Chandra Priharyanto; Yuliana Reni Swasti; Franciscus Sinung Pranata
Jurnal Teknologi Pertanian Andalas Vol 26, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jtpa.26.2.207-221.2022

Abstract

Bolu kukus adalah jenis makanan berupa kue yang dibuat dengan metode kukus, bertekstur lembut dan empuk, serta memiliki ciri khas mengembang dengan sisi bagian atas yang terbelah menjadi 3-5 bagian secara alami. Pemanfaatan tepung labu kuning (Cucurbita moschata) dan tepung tempe kacang koro pedang (Canavalia ensiformis) dalam pembuatan bolu kukus bertujuan untuk meningkatkan kandungan serat pangan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh penambahan tepung labu kuning dan tepung tempe kacang koro pedang terhadap kualitas kimia, kandungan gizi, fisik, mikrobiologi, dan tingkat kesukaan panelis pada bolu kukus. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan variasi substitusi antara tepung gandum, tepung labu kuning, dan tepung tempe kacang koro pedang, yaitu 200:0:0 (K), 100:60:40 (A), 100:50:50 (B), dan 100:40:60 (C). Bolu kukus hasil penelitian ini diperoleh kadar air sebesar 32,80-37,11 %, kadar abu 1,26-1,70 %, kadar lemak 2,70-3,86 %, kadar protein 5,63-7,44 %, kadar karbohidrat 50,42-57,27 %, kadar serat tidak larut 4,13-6,00 %, dan kadar serat larut 2,60-3,56 %, serta hasil uji mikrobiologi yang meliputi angka lempeng total dan angka kapang khamir yang telah memenuhi syarat mutu roti manis berdasarkan SNI 01-3840-1995. Bolu kukus terbaik berdasarkan kandungan serat pangan adalah variasi substitusi 100:60:40, yaitu mengandung 6,00 % serat tidak larut dan 3,06 % serat larut.
Kualitas Virgin Coconut Oil (VCO) Dengan Penambahan Minyak Daun Salam (Syzygium polyanthum(Wight) Walp) Medi Rambu Kareri Emu; Franciscus Sinung Pranata; Yuliana Reni Swasti
Biota : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Hayati Vol 7, No 3 (2022): October 2022
Publisher : Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/biota.v7i3.3175

Abstract

Virgin Coconut Oil (VCO) merupakan produk yang memiliki potensi dan manfaat yang baik untuk dikonsumsi. Namun dalam proses penyimpanannya dapat mengalami reaksi oksidasi dan hidrolisis yang mempengaruhi kualitas VCO menjadi buruk. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan minyak atsiri daun salam terhadap kualitas Virgin Coconut Oil (VCO). Rancangan percobaan yang dipakai dalam penelitian ini adalah rancangan acak lengkap dengan menggunakan variasi konsentrasi penambahan minyak daun salam sebesar 1 %, 2 % dan 3 %. Pengujian yang dilakukan untuk mengetahui kualitas VCO yaitu kadar air, asam lemak bebas, bilangan iod, bilangan peroksida, aktivitas antioksidan dan pengujian mikrobiologis yang meliputi pengujian angka lempeng total dan angka kapang khamir. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa VCO konsentrasi 3 % menunjukkan hasil yang optimal dalam pengujian dengan kadar air sebesar 0,09 %, bilangan iod sebesar 5,57 g iod/ 100 g, bilangan peroksida sebesar 1,14 mg ek/g, asam lemak bebas sebesar 0,16 %, aktivitas antioksidan sebesar 69,28, angka lempeng total sebesar 0 CFU/ ml dan angka kapang khamir sebesar 1,67 CFU/ml.
KUALITAS KULIT MACARON DENGAN KOMBINASI TEPUNG KEDELAI (Glycine max L.) dan TEPUNG UMBI BIT (Beta vulgaris) Maria Sekar Kinanthi; Yuliana Reni Swasti; Franciscus Sinung Pranata
Jurnal Teknologi Pertanian Andalas Vol 27, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jtpa.27.1.136-150.2023

Abstract

Macaron merupakan kue kering berbasis meringue dengan bahan dasar tepung almon yang berasal dari Italia. Macaron terdiri dari dua buah kulit yang direkatkan dengan isian seperti krim. Kedelai memiliki kandungan protein yang tinggi dan metabolit sekunder berupa isovlafon yang baik untuk kesehatan. Umbi bit mengandung pigmen betalain yang tinggi yang dapat digunakan sebagai pewarna makanan dan antioksidan. Penelitian ini bertujuan mengetahui kualitas kulit macaron dengan kombinasi tepung kedelai dan tepung umbi bit yang dilihat dari fisik, kimia, organoleptik, dan mikrobiologi serta mengetahui perbandingan tepung kedelai dan tepung umbi bit yang tepat untuk menghasilkan kulit macaron terbaik. Penelitian ini dilakukan dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan perbandingan tepung kedelai dan tepung umbi bit yaitu 0:0 (Kontrol); 20:80 (A); 60:40 (B) dan 40:60 (C). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi tepung kedelai dan tepung umbi bit memberikan pengaruh pada kadar air, kadar lemak, kadar protein, kadar serat kasar, total fenolik, aktivitas antioksidan, kekerasan, warna, angka lempeng total dan angka kapang khamir. Perbandingan tepung kedelai dan tepung umbi bit terbaik untuk produk kulit macaron adalah 60:40 dengan kadar air 7,45 %, abu 2,49 %, lemak 2,86 %, protein 10,81 %, karbohidrat 76,39 %, serat tidak larut 10,23 %, serat larut 1,8 %, total fenolik 16,73 mg GAE/100 g, aktivitas antioksidan 63,57 %, angka lempeng total 1,41 koloni/gram, angka kapang khamir 1,33 koloni/gram, kekerasan 302 g, dan warna merah muda dengan kecerahan 35,74.
Kualitas Es Puter dengan Penambahan Bubur Kulit Buah Naga Merah Bagian Dalam (Hylocereus polyrhizus) dan Ekstrak Pektinnya sebagai Agen Penstabil Keithy Milleani Kho; Yuliana Reni Swasti; Franciscus Sinung Pranata
Jurnal Aplikasi Teknologi Pangan Vol 11, No 4 (2022): November 2022
Publisher : Faculty of Animal and Agricultural Sciences, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17728/jatp.10440

Abstract

Es puter adalah salah satu jenis frozen dessert yang mirip dengan es krim, namun menggunakan santan kelapa sebagai sumber lemaknya. Es puter umumnya memiliki kristal es yang kasar, sehingga diperlukan agen penstabil untuk mencegah pembentukan kristal es yang kasar dan agar tidak mudah meleleh. Kulit buah naga merah diketahui mengandung pektin sebanyak 10,79%, sehingga berpotensi digunakan sebagai agen penstabil. Penelitian ini menggunakan bubur kulit buah naga merah bagian dalam dengan konsentrasi 5, 10, dan 15% dan ekstrak pektinnya ke dalam produk es puter. Es puter dengan penstabil CMC juga dibuat sebagai pembanding. Karakteristik berupa kadar lemak, kadar protein, total padatan, kadar serat tak larut, kadar serat larut, total fenolik, aktivitas antioksidan, waktu leleh, overrun, angka lempeng total, dan keberadaan Salmonella es puter dianalisis dengan menggunakan rancangan acak lengkap dan diuji lanjut dengan Duncan Multiple Range Test. Kesimpulannya, penambahan 10% bubur kulit buah naga merah bagian dalam dan ekstrak pektinnya mampu menghasilkan es puter yang terbaik. Produk perlakuan terbaik memiliki kadar lemak sebesar 10,61%, kadar protein 1,95%, total padatan 30,99%, kadar serat tak larut 0,90%, kadar serat larut 1,12%, total fenolik 28,55 mg GAE/100 g, aktivitas antioksidan 80,42%, waktu leleh 1039 detik/30 gram es puter, overrun 40,86%, angka lempeng total 5,3 x 102 CFU/g, dan negatif untuk keberadaan Salmonella.
Penambahan ekstrak tepung albedo semangka merah (Citrullus vulgaris Schard.) sebagai penstabil pada es krim susu kambing Bernadetta Hera Darmaningtyas; Franciscus Sinung Pranata; Yuliana Reni Swasti
AGROINTEK Vol 18, No 2 (2024)
Publisher : Agroindustrial Technology, University of Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/agrointek.v18i2.14161

Abstract

Ice cream is a semi-solid food that is loved by all people. Goat's milk can be used in making ice cream because some of the nutritional content of goat's milk is superior to cow's milk, one of which is in terms of the composition of high medium chain fatty acids and fat globules with smaller diameters that are easily digested and beneficial for health. Red watermelon albedo flour extract (Citrullus vulgaris Schard.) contains pectin which can be used as a stabilizer. This study aims to determine the effect of adding variations in the concentration of red watermelon albedo flour extract on the quality of goat's milk ice cream in terms of chemical, physical, microbiological and organoleptic aspects and to determine the optimum concentration of using red watermelon albedo flour extract as a stabilizer. The experimental design used in this study used a completely randomized design (CRD) with 4 treatment concentrations of addition of red watermelon albedo flour extract, namely a concentration of 0% (control with CMC); 0.1%; 0.3% and 0.5%. The results showed that the addition of red watermelon albedo flour extract did not have a significant effect on the melting rate, fat content, total solids, sucrose content of total plate number (ALT) and Salmonella but had a significant effect on the overrun and protein content of goat's milk ice cream resulting from. The addition of 0.5% red watermelon albedo flour extract resulted in goat's milk ice cream with a melting rate of 18.72%; overrun of 29.11%; fat content of 6.32%; protein content of 4.49%; total solids by 39.95%; sucrose content of 41.75%; the total plate number is 2.71 x 102 CFU/g; negative Salmonella and the organoleptic value was 3.43.
SUBSTITUSI TEPUNG BIJI NANGKA (Artocarpus heterophyllus Lamk.) DALAM PEMBUATAN KWETIAU BASAH DENGAN PENAMBAHAN EKSTRAK SECANG (Caesalpinia sappan L.) [PRODUCTION OF WET FLAT RICE NOODLE SUBSTITUTED WITH JACKFRUIT SEED FLOUR (Artocarpus heterophyllus Lamk.) AND WOOD EXTRACT IN ADDITION (Caesalpinia sappan L.)] Apriliani Theodora; Franciscus Sinung Pranata; Yuliana Reni Swasti
FaST : Jurnal Sains dan Teknologi Vol. 3 No. 1 (2019): MAY
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Wet flat rice noodles is one of noodle kindsmade from rice flour, white - coloured, flat, broad and consumed instead of rice. It is well - favoured by people but it has low protein, fiber and antioxidant compound so it needs substitutive and additional ingredients to increase its protein, fiber, antioxidant compound and colour to attract consumen such as jackfruit seed flour and sappan wood extract. The experiment’s purpose is to know the quality of wet flat rice noodles substituted with jackfruit seed flour and added with sappan wood extract based by physical, chemical, organoleptic and microbiological parameters. This experiment used complete randomized design with four formulations of rice flour equal jackfruit seed flour such as 100:0 as control, 85:15, 70:30 and 55:45. The results showed that wet flat rice noodles had water content range of 69.02-72.00%, ash content range of 0.07-0.49%, protein content range of 1.31-2.70%, fat content range of 2.75-3.88%, carbohydrate content range of 20.89-26.85%, crude fiber content range of 3.43-6.86%, soluble fiber content range of 2.47-6.21%, total phenolic compound range of 127.46-148.78 mg GAE/100 gram, antioxidant activity range of 75.72-83.22%, texture range of 55.33-76.33 N/mm2and total plate count range of 440.00-1293.33 CFU/gram. The best substitution of producing wet flat rice noodles is 85 : 15.  ABSTRAKKwetiau basah (wet flat noodles) merupakan salah satu jenis mie berbahan dasar tepung beras, berwarna putih, berbentuk pipih dan lebar, dan dikonsumsi sebagai pengganti nasi. Kwetiau basah merupakan produk pangan yang cukup digemari masyarakat namun memiliki kadar protein dan serat yang rendah serta senyawa antioksidan yang sangat rendah sehingga penggunaan tepung biji nangka bertujuan untuk meningkatkan kandungan protein dan serat sedangkan penambahan ekstrak secang bertujuan untuk memberi warna dan senyawa antioksidan. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui kualitas kwetiau basah berbahan baku tepung beras dengan substitusi tepung biji nangka dan penambahan ekstrak secang pada parameter fisik, kimia, organoleptik, dan mikrobiologi. Selain itu, penelitian ini untuk mengetahui formulasi substitusi terbaik tepung biji nangka pada tepung beras dalam pembuatan kwetiau basah. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan4 perlakuan substitusi tepung beras dan tepung biji nangka sebesar 100:0 sebagai kontrol, 85:15, 70:30, dan 55:45. Hasil penelitian yang diperoleh, kwetiau basah memiliki kadar air 69,02-72,00%, kadar abu 0,066-0,49%, kadar protein 1,31-2,70%, kadar lemak 2,75 -3,88%, kadar karbohidrat 20,89-26,85%, kadar serat kasar 3,43-6,86%, kadar serat larut 2,47-6,21%, kandungan total fenolik 127,46-148,78 mg GAE/100 gram, aktivitas antioksidan 75,72-83,22%, tekstur 55,33-76,33 N/mm2 dan angka lempeng total 440,00-1293,33 CFU/gram. Substitusi tepung biji nangka pada tepung beras dalam pembuatan kwetiau basah dengan penambahan ekstrak secang yang berkualitas baik adalah 85:15.
Penambahan ekstrak tepung albedo semangka merah (Citrullus vulgaris Schard.) sebagai penstabil pada es krim susu kambing Bernadetta Hera Darmaningtyas; Franciscus Sinung Pranata; Yuliana Reni Swasti
AGROINTEK Vol 18, No 2 (2024)
Publisher : Agroindustrial Technology, University of Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/agrointek.v18i2.14161

Abstract

Ice cream is a semi-solid food that is loved by all people. Goat's milk can be used in making ice cream because some of the nutritional content of goat's milk is superior to cow's milk, one of which is in terms of the composition of high medium chain fatty acids and fat globules with smaller diameters that are easily digested and beneficial for health. Red watermelon albedo flour extract (Citrullus vulgaris Schard.) contains pectin which can be used as a stabilizer. This study aims to determine the effect of adding variations in the concentration of red watermelon albedo flour extract on the quality of goat's milk ice cream in terms of chemical, physical, microbiological and organoleptic aspects and to determine the optimum concentration of using red watermelon albedo flour extract as a stabilizer. The experimental design used in this study used a completely randomized design (CRD) with 4 treatment concentrations of addition of red watermelon albedo flour extract, namely a concentration of 0% (control with CMC); 0.1%; 0.3% and 0.5%. The results showed that the addition of red watermelon albedo flour extract did not have a significant effect on the melting rate, fat content, total solids, sucrose content of total plate number (ALT) and Salmonella but had a significant effect on the overrun and protein content of goat's milk ice cream resulting from. The addition of 0.5% red watermelon albedo flour extract resulted in goat's milk ice cream with a melting rate of 18.72%; overrun of 29.11%; fat content of 6.32%; protein content of 4.49%; total solids by 39.95%; sucrose content of 41.75%; the total plate number is 2.71 x 102 CFU/g; negative Salmonella and the organoleptic value was 3.43.
Kualitas selai lembaran ekstrak ubi jalar ungu dengan penambahan pasta ekstrak kulit nanas madu Gisela Cita Tarudea; Yuliana Reni Swasti; Franciscus Sinung Pranata
AGROINTEK Vol 20, No 1 (2026)
Publisher : Agroindustrial Technology, University of Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/agrointek.v20i1.28497

Abstract

Fruit leather is a semi-moist food product that has a distinctive fruit flavour and a compact texture, which is not easily broken, and can be rolled up. Using purple sweet potatoes, rich in dietary fibre, can help increase the fibre content in fruit leather products. Pineapple is a commonly found fruit in Indonesia; pineapple peel is used as a by-product that is seldom used and is only thrown away; it has the potential to be a source of pectin. This study was conducted to determine the chemical, physical, microbiological, and organoleptic quality of fruit leather with the use of purple sweet potato extract with the addition of honey pineapple peel extract paste, as well as to determine the best comparison between purple sweet potato extract and honey pineapple peel extract paste. This study was conducted using the CRD method with variations of purple sweet potato extract and honey pineapple peel extract paste variations as follows: 70:0 (K), 70:3 (A), 70:6 (B), and 70:9 (C). This study showed that the use of purple sweet potato extract and honey pineapple peel extract paste had a significant effect on moisture content, ash content, insoluble fibre content, soluble fibre content, dissolved solids, texture, colour, and organoleptic properties. The fruit leather made in this study has met the TPC and Yeast Mould Count standards regulated by the National Standardisation Agency (2008). Fruit leather with the best quality results from this study is purple sweet potato extract fruit leather with the addition of honey pineapple peel extract paste at 70:9%.