Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Sosialisasi Tanaman Obat Keluarga Desa Ajibuhara Kabupaten Karo Saragih, Chaula Lutfia; Azhimah, Fauzul; Pandia, Wajib; Ginting, Elsa Sepanya Br; Purba, Bennedik; Sitepu, Harun Pratama
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 1 No. 11 (2024): Januari
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v1i11.605

Abstract

Tanaman obat telah banyak digunakan sejak dahulu oleh masyarakat sebagai terapi pencegahan dan pengobatan penyakit baik penyakit menular maupun tidak menular. Salah satu fungsi tanaman obat adalah sebagai sarana untuk mendekatkan tanaman obat kepada upaya-upaya kesehatan masyarakat yang antara lain meliputi Upaya preventif (pencegahan), upaya promotif (meningkatkan derajat kesehatan), upaya kuratif (penyembuhan penyakit). Tujuan kegiatan ini untuk memberikan informasi dan pemahaman kepada masyarakat, tentang berbagai tanaman yang berkhasiat sebagai tanaman obat dan pemanfaataanya sebagai self medication. Metode yang digunakan meliputi: observasi lapangan, memetakan tempat dan lokasi kegiatan sosialisasi dan pelatihan pembuatan obat tradisional. Hasil menunjukkan dengan adanya kegiatan pengabdian ini maka terjadi peningkatan pengetahuan dan pemahaman akan pentingnya tanaman sekitar untuk dijadikan sebagai obat pendamping keluarga. bagi kelompok tani Desa Ajibuhara Kecamatan Tiga Panah Kabupaten Karo.
Pelatihan Manajamen Kewirausahaan Petani Di Desa Ajibuhara Kabupaten Karo Azhimah, Fauzul; Saragih, Chaula Lutfia; Pandia, Wajib; Purba, Bennedik; Sitepu, Ester Rehlitna; Tambunan, Alfeus
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 2 No. 5 (2024): Juli
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v2i5.1043

Abstract

Petani di daerah pedesaan sering menghadapi tantangan ekonomi yang signifikan, termasuk fluktuasi harga komoditas, biaya produksi yang tinggi, dan akses terbatas ke pasar. Kurangnya pengetahuan dan keterampilan dalam manajemen kewirausahaan memperburuk situasi ini, menghalangi mereka dari mengoptimalkan potensi usaha tani mereka. Oleh karena itu, diperlukan upaya untuk meningkatkan keterampilan kewirausahaan para petani guna mendukung pertumbuhan ekonomi pedesaan dan meningkatkan kesejahteraan mereka. Tujuan kegaiatn PKM ini adalah meningkatkan pengetahuan dan keterampilan manajemen kewirausahaan para petani; membantu petani dalam mengembangkan rencana bisnis yang efektif; meningkatkan akses petani terhadap teknologi pertanian dan pasar yang lebih luas; mengajarkan strategi diversifikasi usaha dan manajemen risiko. Metode pelaksanaan PKM ini adalah pelatihan dan workshop, dengan mengadakan sesi pelatihan intensif tentang dasar-dasar kewirausahaan, perencanaan bisnis, manajemen keuangan, pemasaran, dan penggunaan teknologi pertanian modern. Manfaat kegiatan PKM ini adalah meningkatkan produktivitas dan profitabilitas usaha tani; meningkatkan kesejahteraan dan kualitas hidup petani dan masyarakat pedesaan; mendorong praktik pertanian berkelanjutan dan inovatif. Hasil yang diharapkan dari kegiatan PKM ini adalah petani mampu membuat rencana bisnis yang dikembangkan; Peningkatan pengetahuan dan keterampilan kewirausahaan petani; Laporan evaluasi yang menunjukkan dampak positif pada usaha tani peserta. Melalui program ini, diharapkan petani dapat lebih mandiri dan inovatif dalam mengelola usaha tani mereka, sehingga mampu meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan keluarga serta komunitas mereka.
Sosialisasi dan Praktek Pembuatan Kompos dari Limbah Sayuran Saragih, Chaula Lutfia; Azhimah, Fauzul; Pandia, Wajib; Tarigan, Nicolas Jovi; Munthe, Alek Wanson; Ginting, Sareyanti Br
Jurnal Pengabdian Sosial Vol. 2 No. 2 (2024): Desember
Publisher : PT. Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/wd8a2r35

Abstract

Kabupaten Karo Kecamatan Barusajahe Desa Timbaru memiliki limbah organik dari sisa-sisa sayuran dan buah-buahan yang berasal dari sisa-sisa hasil panen petani dikebun atau dipasar yang tidak terjual. Umumnya  limbah tersebut tidak melalui proses pengolahan terlebih dahulu, sehingga tidak memiliki nilai tambah. Oleh karena itu pemanfaatan limbah sayuran dilakukan dengan menjadikan produk yang bermanfaat. Salah satu pemanfaatan limbah tersebut adalah dengan membuat pupuk kompos. Pupuk kompos sangat bermanfaat dalam meningkatkan kesuburan tanah dan produksi tanaman, dapat mengurangi penggunaan pupuk kimia serta meningkatkan perekonomian masyarakat dan nilai tambah dari sisi Lingkungan Hidup.Tujuan kegiatan ini untuk memberikan edukasi dan pemahaman kepada masyarakat untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman serta pengelolaan pemanfaatan limbah sayuran menjadi kompos dan dapat meningkatkan daya saing masyarakat dalam hal pemberdayaan, sehingga masyarakat Desa Talimbaru bisa lebih mandiri terutama dalam hal pembuatan kompos. Metode yang digunakan pada kegiatan ini yaitu Focus Group Discussion (FGD) di ruang balai Desa Talimbaru Kecamatan Barusjahe dan melakukan pelatihan dalam pembuatan kompos dari limbah sayuran. Limbah sayuran dapat diolah menjadi kompos dengan menggunakan proses fermentasi. Berdasarkan hasil pelaksanaan pengabdian yang telah dilakukan di Desa Talimbaru masyarakat sangat antusias dalam mengikuti penyuluhan disebabkan baru pertama kali mendapatkan sosialisasi maupun penyuluhan mengenai pemanfaatan sisa-sisa limbah sayuran untuk dapat dimanfaatkan kembali menjadi kompos. Sehingga hal ini sangat bermanfaat oleh masayarakat maupun pemerintah. Adapun pemahaman masyarakat akan pentingnya penggunaan pupuk organik yang berasal dari limbah sayuran yang diolah menjadi kompos mampu meningkatkan kesuburan tanah dan efesiensi penggunaan biaya pupuk, mengurangi penggunaan pupuk kimia, serta tercipta pertanian berkelanjutan.
Pemberdayaan Kelompok Tani Fajar Baru Melalui Teknologi Sederhana Pembuatan POC Berbasis Limbah Panen Azhimah, Fauzul; Saragih, Chaula Lutfia; Pandia, Wajib; Ginting, Sareyanti Br; Sembiring, Abdul Rigil Salman; Ginting, Raymonta
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 3 No. 9 (2025): November
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v3i9.3329

Abstract

Program pemberdayaan kelompok tani Fajar Baru di Desa Lau Gumba, Berastagi, dirancang untuk mengurangi ketergantungan terhadap pupuk kimia dengan memanfaatkan limbah panen sebagai bahan baku Pupuk Organik Cair (POC). Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh mahalnya harga pupuk dan dampak ekologis dari penggunaan herbisida dan pembakaran limbah panen. Metode yang diterapkan meliputi pelatihan, praktik langsung, serta pemberian alat komposter sederhana berbasis teknologi lokal. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan petani dalam mengolah limbah menjadi POC, pengurangan biaya produksi hingga 30%, serta perbaikan kondisi tanah secara signifikan. Secara ekonomi, petani mulai memproduksi dan menjual POC, menciptakan sumber pendapatan baru. Dari aspek lingkungan, program ini mengurangi emisi karbon dan meningkatkan kandungan bahan organik tanah. Pemberdayaan dilakukan dengan pendekatan partisipatif yang melibatkan petani dalam seluruh tahapan. Kegiatan ini selaras dengan prinsip Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan 2 dan 12. Temuan ini menunjukkan bahwa POC berbasis limbah panen bukan hanya solusi teknis, tetapi juga strategi transformasi sosial-ekologis untuk kemandirian pertanian. Keberlanjutan program bergantung pada sinergi antar petani, akademisi, pemerintah, dan pasar lokal.
Pemberdayaan Petani Kelompok Tani Fajar Baru dalam Menerapkan Manajemen Green Economy Sebagai Peningkatan Efisiensi Biaya Usaha Tani dan Pertanian Berkelanjutan Saragih, Chaula Lutfia; Sembiring, Menanti; Azhimah, Fauzul; Ginting, Sareyanti Br; Tamsar, Pedtrix Rolamdo
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 4 No. 3 (2026): Bulan Februari
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v4i3.855

Abstract

Kelompok Tani Fajar Baru menghadapi tantangan berupa tingginya biaya usaha tani akibat ketergantungan pada input kimia eksternal dan gejala degradasi lahan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan kelompok tersebut melalui penerapan prinsip-prinsip Manajemen Green Economy guna meningkatkan efisiensi ekonomi dan keberlanjutan pertanian. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR), yang meliputi asesmen partisipatif kondisi baseline, serangkaian pelatihan dan pendampingan teknis partisipatif (demonstration plot) tentang pembuatan pupuk organik cair dan konservasi sumber daya, serta pemantauan dan evaluasi dampak. Hasil kegiatan menunjukkan keberhasilan yang signifikan pada aspek ekonomi, yakni penurunan biaya tunai untuk pembelian pupuk anorganik sebesar 35-40% dalam satu siklus tanam melalui substitusi dengan input mandiri. Dampak ini menunjukkan peningkatan efisiensi alokatif sumber daya internal kelompok. Dari aspek kelembagaan, terbentuknya petani pionir dan unit produksi input mandiri dalam kelompok Tani Fajar baru menjadi modal sosial dan ekonomi kunci untuk keberlanjutan program pasca-intervensi. Secara ekologis, praktik yang diterapkan telah memulai proses perbaikan kesuburan tanah dan pengurangan polusi residu kimia. Disimpulkan bahwa model pemberdayaan partisipatif berbasis Manajemen Green Economy efektif sebagai solusi konkret untuk mengatasi enfisiensi biaya dan mendorong transisi menuju sistem usaha tani yang lebih mandiri dan berkelanjutan. Keberlanjutan program dijamin melalui internalisasi pengetahuan, penguatan kelembagaan lokal, dan potensi penciptaan nilai ekonomi tambahan dari unit produksi mandiri.
Sosialisasi dan Distribusi Buku Saku Pedoman Praktek Pupuk Organik Cair dalam Mewujudkan Pertanian Ramah Lingkungan Saragih, Chaula Lutfia; Azhimah, Fauzul; Pandia, Wajib; Tamsar, Pedtryx Rolando; Ginting, Raymonta; Ginting, Betaria Evintata Br
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 4 No. 3 (2026): Bulan Februari
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v4i3.1022

Abstract

Ketergantungan petani terhadap pupuk kimia sintetis masih menjadi permasalahan dalam penerapan pertanian berkelanjutan karena berdampak pada meningkatnya biaya produksi, penurunan kesehatan tanah, dan pencemaran lingkungan. Kelompok Tani Fajar Baru di Desa Lau Gumba, Kecamatan Berastagi, Kabupaten Karo, menghadapi keterbatasan pengetahuan dan keterampilan praktis dalam pembuatan pupuk organik cair (POC) berbasis bahan lokal. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani melalui sosialisasi dan distribusi buku saku “Pedoman Pembuatan Pupuk Organik Cair” sebagai media edukasi yang aplikatif dan berkelanjutan. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan Participatory Rural Appraisal (PRA) dengan melibatkan petani secara aktif melalui kegiatan ceramah interaktif, demonstrasi, dan praktik langsung pembuatan POC dari limbah sayuran, molase, dan EM4. Evaluasi kegiatan dilakukan menggunakan instrumen pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta secara signifikan, dengan nilai rata-rata meningkat dari 42,3% pada pre-test menjadi 89,7% pada post-test. Sebanyak 40 eksemplar buku saku berhasil didistribusikan dan dimanfaatkan oleh peserta sebagai panduan teknis di lapangan. Seluruh peserta terlibat aktif dalam praktik pembuatan POC dan sebagian besar mampu mereplikasi proses secara mandiri pascakegiatan. Kegiatan ini berkontribusi terhadap pengurangan ketergantungan pupuk kimia, efisiensi biaya produksi, serta peningkatan kesadaran petani dalam pengelolaan limbah organik dan kesehatan tanah. Program ini berpotensi direplikasi pada kelompok tani lain sebagai model pengabdian masyarakat berbasis pertanian ramah lingkungan.
Sosialisasi Pentingnya Konsumsi Protein Hewani Sejak Usia Dini Dalam Rangka Memperingati Hari Telur Sedunia Di TK Negeri Pembina Majene, Kec. Banggae Timur, Kab. Majene, Prov. Sulawesi Barat. Ruth Dameria Haloho; Fauzul Azhimah; Irmayanti Irmayanti; Andi Sukma Indah; Khatifah Khatifah; Weny Dwi Ningtyas; Besse We Tenri Mahbuba Gading; Jisril Palayukani; Siti Nuraliah; Nita Adillah; Irma Susanti; Herikson Tampubolon; Agni Ayudha Mahanani; Adli Putra Ermanda; Masdi Masdi
Jurnal Agro Dedikasi Masyarakat (JADM) Vol 7, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jadm.v7i1.38958

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilatarbelakangi oleh rendahnya pemahaman tentang pentingnya konsumsi protein hewani sejak usia dini, yang berdampak pada masalah gizi seperti stunting serta rendahnya daya tahan tubuh dan kemampuan kognitif anak. Kondisi ini ditemukan pada peserta didik di TK Negeri Pembina Majene, dimana masih terdapat anak yang sering sakit dan kurang optimal dalam menerima pembelajaran. Oleh karena itu, kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran siswa serta pihak sekolah mengenai pentingnya konsumsi protein hewani, khususnya telur, sebagai sumber gizi utama. Metode yang digunakan adalah sosialisasi edukatif melalui penyampaian materi menggunakan media power point, video animasi, banner, serta diskusi interaktif dan tanya jawab. Kegiatan juga dilengkapi dengan pembagian telur sebagai bentuk edukasi langsung kepada peserta. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan antusiasme peserta terhadap pentingnya konsumsi protein hewani untuk mendukung pertumbuhan fisik dan perkembangan kognitif anak, yang terlihat dari partisipasi aktif dalam sesi diskusi . Selain itu, telur dikenalkan sebagai sumber protein yang mudah diperoleh, bernilai gizi tinggi, dan terjangkau bagi masyarakat. Dengan demikian, kegiatan ini memiliki peran penting dalam membentuk kebiasaan konsumsi gizi seimbang sejak dini sebagai upaya pencegahan masalah gizi dan peningkatan kualitas sumber daya manusia di masa depan.
Determinants of Profitability in Smallholder Beef Cattle Farming: Evidence from Langkat Regency, Indonesia Ruth Dameria Haloho; Suci Andanawari; Kiagus Muhammad Zain; Fauzul Azhimah; Widya Satya Nugraha; Tulus Fernando; Suriansyah -
Agrisocionomics: Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian Vol 10, No 2 (2026): June 2026
Publisher : Faculty of Animal and Agricultural Science, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/agrisocionomics.v10i2.30316

Abstract

Beef cattle farming is one of the livestock sectors that plays an important role in food security and economic growth. This study aims to identify the production factors that affect the profitability of beef cattle farmers in Langkat Regency. The research method used was a survey, with multistage random sampling as the sampling technique. The respondents were 80 beef cattle farmers. Data collection methods included observation and direct interviews with the farmers. The statistical test used was multiple linear regression using SPSS. The results demonstrate that feed cost, artificial insemination (AI) cost, labour cost, and farmer age have a significant impact on farm profit. The results demonstrate that feed cost, artificial insemination (AI) cost, labour cost, and farmer age have a significant impact on farm profit. In part, feed cost, AI cost, labor cost, and farmer age all significantly affect profitability. Feed costs account for 54.46% of total production costs, followed by labor (41.11%) and AI (4.43%). The results indicate that the key cost items are determinants for beef cattle profitability. Furthermore, to the extent that older farmers tend to be less profitable, farmers’ age has a negative and significant effect on profitability. This association could be explained by higher resilience to change, lesser management adaptability, and limited digital proficiency, which themselves impair access to information and business opportunities through digital means.