Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Introduksi Pengolahan Sampah Sachet Minuman Instan Wahyudi, Adhie Tri; Indrasari, Anita; Wicaksana, Bagus Ismail Adhi
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 7th University Research Colloquium 2018: Bidang Teknik dan Rekayasa
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan pelaksanaan program Pengabdian Kepada Masyarakat ini adalah untuk membantu menyelesaikan permasalahan di bidang penanganan sampah. Koperasi Bina Usaha Mandiri (BUM) beserta masyarakat desa Sambirejo, Banjarsari yang menjadi mitra pelak- sanaan program ini, merupakan UKM yang menekuni kegiatan pengumpulan dan pengelolaan sampah. Diantara kegiatan UKM untuk mengumpulkan dan menjual kembali sampah plastik, ada yang tidak laku terjual kembali, salah satunya adalah bungkus sachet minuman instan yang memiliki lapisan aluminium dibagian dalamnya. Terinspirasi inovasi Bank Indonesia dalam mengolah sampah uang kertas menjadi produk akrilik, program Pengabdian Kepada Masya- rakat ini berupaya melakukan inovasi mengubah bekas minuman sachet menjadi sebuah papan alternatif. Metode pelaksanaan kegiatan ini adalah melakukan deformasi sampah plastic menjadi mocaf, melakukan proses hotpress pada mocaf dengan suhu tinggi. Pada kegiatan ini tim abdimas membantu Koperasi BUM dengan introduksi teknologi hotpress machine untuk mengolah sampah bekas minuman sachet menjadi sebuah papan alternatif. Hotpress machine dengan tenaga tekan hidrolik dilengkapi dengan kompor sembur untuk memanaskan molding. Kombinasi panas dan tekanan hidrolik pada plat molding membuat cacahan sachet minuman instan meleleh dan memadat. Hasilnya, diperoleh sebuah prototype papan alternatif. Berdasarkan proses ujicoba yang dilakukan dilokasi mitra, papan dengan kualitas paling baik adalah yang bahan bakunya berasal dari satu jenis produk, bukan campuran. Papan alternatif ini cukup mendapat perhatian pengunjung ketika pameran produk inovatif di Surabaya. Diharapkan papan alternatif ini bisa berkembang menjadi lebih industriable, lebih marketable dan memberikan kontribusi ekonomi bagi kesejahteraan anggota koperasi.
Pengembangan Kampung Wisata Sewu Kembang Berbasis Ekonomi Hijau di Nglurah, Kelurahan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar Setyawan, Didik; Kresnadipayana, Dian; Arifwibawa, Dionysius Andang; Siddiq, Faiz Rahman; Wicaksana, Bagus Ismail Adhi
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 3 (Januari 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i3.4478

Abstract

The development of tourism villages based on local wisdom is an important community empowerment strategy to promote green economic self-reliance. Tourism villages serve not only as tourist destinations but also as platforms for sustainable rural economic empowerment. Sewu Kembang Tourism Village in Nglurah Hamlet possesses significant natural and cultural potential; however, this potential has not been optimally managed in terms of production systems, institutional management, and marketing. This community service program aims to enhance compost fertilizer production capacity, strengthen institutional management, and develop digital-based marketing strategies for the Joint Business Group (KUBE) “Dwi Tunggal” and the Tourism Awareness Group (Pokdarwis) of Nglurah Hamlet. The program employed a participatory approach through workshops, technical assistance, and operational document facilitation. The results indicate improvements in production capacity, the establishment of structured management systems, and the implementation of marketing media and strategies. These findings demonstrate that empowerment based on local wisdom and green economy principles can enhance institutional capacity and support the sustainable economic development of tourism villages.