Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

PENGABDIAN MASYARAKAT PENGABDIAN PELAYANAN KESEHATAN MELALUI STANDARISASI PERALATAN KESEHATAN DI PUSKESMAS BANGUNTAPAN II YOGYAKARTA Hanifah Rahmi Fajrin; Nur Hudha Wijaya; Wisnu Kartika
Jurnal Pengabdian Masyarakat Teknik Vol 1, No 2 (2019): Jurnal Pengabdian Masyarakat Teknik (JPMT)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jpmt.1.2.75-82

Abstract

Puskesmas merupakan tempat berobat bagi masyarakat umum. Puskesmas memiliki fungsi sentral dalam kesehatan masyarakat. Dalam memenuhi kebutuhan peralatan untuk memberikan fasilitas kesehatan masyarakat dibutuhkan suatu alat yang dapat menunjang keberlangsungan suatu puskesmas. Seiring berjalannya waktu, permasalahan internal maupun eksternal terjadi. Pada Puskesmas Banguntapan II banyak alat –alat kesehatan penting seperti tensimeter, EKG, dll yang tidak berfungsi dengan baik sehingga perlu penanganan segera (pemeliharaan dan perbaikan/kalibrasi). Oleh karena itu kami selaku Tim pengabdian masyarakat berupaya untuk membantu meningkatkan kesehatan masyarakat melalui dengan melakukan perbaikan alat, kalibrasi dan memberikan penyuluhan tentang cara pemakaian dan pemeliharaan yang tepat untuk memperpanjang usia alat kesehatan. Pengabdian masyarakat dilakukan di puskesmas Bangun Tapan II, ada sekitar 20 peralatan kesehatan dengan tindakan perbaikan termasuk penggantian komponen, seperti tensi meter (spyghmamometer), sterilisator, lampu terapi, dll dan dilakukan tindakan kalibrasi peralatan terhadap 6 perangkat tensi meter baik tensimeter raksa, anaeroid maupun digital. Penyuluhan manajemen peralatan kesehatan dihadiri oleh sejumlah paramedis pemakai peralatan kesehatan secara aktif (dokter, perawat, analis, laboran, dll) berlangsung selama 1 hari.  Hasil dari pengabdian masyarakat berupa adanya upaya peningkatan kesehatan masyarakat melalui peralatan kesehatan yang baik dan memiliki standar pakai yang layak.
Hydroponic Training for Women Farmers Group (KWT) in Jaten, Sendang Rejo, Yogyakarta Hanifah Rahmi Fajrin; Puspita Dewi Wulaningrum; Muhammad Ilham Haidar
ABDIMAS: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2022): ABDIMAS UMTAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (679.636 KB)

Abstract

To optimize land and yards as well as to produce healthy plants and minimal pest disturbances can be done with hydroponic farming techniques. Hydroponic plants such as vegetables have high nutrition and are healthy because they are free from the use of pesticides. In addition, hydroponics can also beautify the yard or yard of the house. For this reason, in this community service, counseling will be carried out on how to grow crops using hydroponics. With this activity, it is hoped that Women Farmers Group (KWT) at Jaten, Sendang Rejo will be more productive and can make the best use of the land by farming. It can also save expenses on kitchen ingredients, such as vegetables, spices, etc. The hydroponic stages are carried out in several stages, namely: sowing seeds (water spinach and mustard), carrying out hydroponic workshops, and implementing hydroponic practices. Hydroponic activities have been carried out well, so that further plant care is necessary until the plants can be harvested.
Pemanfaatan Lahan Pekarangan Bersama Kelompok Wanita Tani (KWT) di Dukuh Sanggar Boyolali Putri Rachmawati; Hanifah Rahmi Fajrin
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2022: 5. Produktifitas dan Daya Saing Industri Pangan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/ppm.55.1070

Abstract

Dusun Sanggar merupakan dusun yang ada di Boyolali, kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi perempuan khususnya kelompok wanita tani untuk kualitas dan kemandirian dalam keluarga dengan mengoptimalkan pekarangan dengan penanaman sayuran dan buah yang terletak pada dataran tinggi. Strategi yang digunakan adalah pemberdayaan kelompok sasaran dengan pendekatan RRA (Rapid Rural Appraisal), metode pendampingan, pendidikan, pelatihan, monitoring dan evaluasi. Hasil tahapan yang disampaikan adalah; (1) teknologi tabulampot dengan metode pot yang sudah dibentuk sesuai pola yang sudah ditentukan, (2) teknologi pembibitan sampai dengan penggunaan pestisida, pupuk dan pengomposan, (3) teknologi pengendalian hama dan penyakit pada tanaman, (4) teknologi efisiensi penggunaan air, (5) teknologi pemberdayaan untuk membentuk ketua kelompok dan manajemen kelompok Wanita. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah (1) terbentuknya kelompok sasaran dengan meningkatkan taraf hidupnya, (2) kegiatan pemanfaatan lahan dengan budidaya tanaman cabai dan anggur, (3) meminimalisir hama monyet dengan teknologi tabulampot