Lutfi Nur Azizah
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGARUH PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN LEARNING CYCLE 5 FASE PADA POKOK BAHASAN STRUKTUR ATOM, SISTEM PERIODIK, DAN IKATAN KIMIA TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA KELAS XI SMA NEGERI I TALUN KABUPATEN BLITAR TAHUN AJARAN 2006/2007 Widarti, Hayuni Retno; Santoso, Aman; Azizah, Lutfi Nur
Sainstek Vol 4, No 1, 2009
Publisher : Jurnal Sainstek

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan memegang peranan penting dalam era globalisasi sehingga perlu dilakukan perubahan dan perbaikan untuk meningkatkan kualitas pendidikan nasional. Upaya pembaharuan dalam bidang pendidikan dilakukan melalui penerapan kurikulum berbasis kompetensi (KBK). KBK mengarahkan pada proses pembelajaran konstruktivistik agar siswa dapat membangun pengetahuannya melalui serangkaian proses pembelajaran. Salah satu model pembelajaran yang mengacu pada proses pembelajaran konstruktivistik adalah model pembelajaran Learning Cycle 5 Fase. Tujuan penelitian adalah mengetahui perbedaan hasil belajar antara siswa yang diajar dengan model pembelajaran Learning Cycle 5 Fase dengan siswa yang diajar dengan pembelajaran konvensional. Penelitian menggunakan rancangan eksperimental semu. Populasi penelitian adalah siswa kelas XI SMA Negeri I Talun pada tahun ajaran 2006/2007. Sampel dalam penelitian terdiri dari kelas eksperimen dan kelas kontrol yang diambil secara acak kelas. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis statistik dan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan hasil belajar siswa yang diajar menggunakan model pembelajaran Learning Cycle 5 Fase dibandingkan dengan pembelajaran konvensional, dimana rata-rata nilai hasil belajar siswa yang diajar dengan model pembelajaran Learning Cycle 5 Fase lebih tinggi (81,13) daripada dengan pembelajaran konvensional (74,53).
Sejarah Perkembangan Ilmu Tafsir Era Salaf Azizah, Lutfi Nur; Hariyanto, Didik
Izzatuna: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Vol. 4 No. 1 (2023): Izzatuna: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Ushuluddin Wadi Mubarak Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62109/ijiat.v4i1.38

Abstract

  Saat ini banyak gagasan pembaharuan tafsir Al-Qur’an yang meragukan dan mengesampingkan tafsir salaf, padahal para salaf —sahabat, tabiin, dan tabiut tabiin— adalah generasi terbaik umat ini. Metode tafsir klasik yang mengedepankan pengutipan riwayat dinilai kaku dan gagal menjawab permasalahan umat yang semakin hari semakin kompleks. Pendapat tersebut tentu saja sangat tidak tepat. Tafsir salaf seharusnya menjadi penafsiran yang terbaik dan diutamakan karena mereka adalah generasi terbaik. Penafsiran terbaik itu dapat dilihat karakteristik penafsiran masing-masing generasi. Hal tersebutlah yang akan dibahas dalam artikel ini. Selain itu, artikel ini juga membahas metode serta tokoh-tokoh tafsir tiap generasi. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian literatur dengan mengumpulkan data yang dibutuhkan melalui sumber refernsi seperti buku, jurnal, artikel ilmiah, dan lain sebagainya. Hasil kajian menunjukkan bahwa penafsiran salaf didominasi oleh tafsir bil ma’tsur melalui talaqqi riwayat, di samping terdapat pula penafsiran dengan ijtihad dan pemahaman mufasir. Hal tersebut menjadikan tafsir salaf sangat layak untuk dijadikan rujukan utama dalam menafsirkan Al-Qur’an. Abstract At present there are many ideas for reforming the interpretation of the Qur'an which doubt and set aside the interpretation of the salaf, even though the salaf - shahabah, tabiin, and tabiut tabiin - are the best generation of this ummah. The classical interpretation method which emphasizes quoting history is considered rigid and fails to answer the problems of the people who are increasingly complex. This opinion is of course very wrong. The interpretation of the salaf should be the best and preferred interpretation because they are the best generation. The best interpretation can be seen from the interpretation characteristics of each generation. This is what will be discussed in this article. In addition, this article also discusses the methods and figures of interpretation of each generation. The research method used is literature research by collecting the required data through reference sources such as books, journals, scientific articles, and so on. The results of the study show that the interpretation of the salaf is dominated by the interpretation of bil ma'tsur through talaqqi history, besides that there is also an interpretation with ijtihad and the understanding of the mufasir. This makes the interpretation of the salaf very appropriate to be used as the main reference in interpreting the Qur'an. It is imperative for Muslims to pay great attention to the interpretation of the Salaf and put it above all others.