Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Gunung Djati Conference Series

Korelasi dan Analisis Jalur Karakter Perkecambahan dan Karakter Agronomis yang Berkontribusi terhadap Hasil Padi (Oryza sativa L.) di Bawah Cekaman Masam Eggy Akhmad Armandoni; Darmawan Saptadi; Eries Dyah Mustikarini; Gigih Ibnu Prayoga; Ratna Santi; Budi Waluyo
Gunung Djati Conference Series Vol. 33 (2023): Seminar Nasional Pertanian 2023
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proses perkecambahan padi merupakan langkah awal penting penentu perkembangan tanama dan dapat dipengaruhi oleh faktor lingkungan, seperti cekaman kemasaman. Sebagian besar lahan pertanian di Indonesia memiliki nilai pH yang rendah. Oleh karena itu penelitian ini dialakukan untuk mengetahui hubungan antara karakter morfologis perkecambahan padi pada fase perkecambahan pada kondisi cekaman masam terhadap hasil panen pada lahan sawah. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Oktober 2022. Percobaan perkecambahan dilasanakan di Laboratorium Pemuliaan Tanaman yang berada di Fakultas Pertanian, Universitas Brawijaya, sedangkan penanaman di lahan dilaksanakan di lahan percobaan milik Universitas Brawijaya, yang terletak di Kelurahan Jatimulyo, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang. Media perkecambahan dipersiapkan dalam kondisi pH masam. Simulasi kondisi hujan asam atau simulated acid rain (SAR) disiapkan dengan menggunakan larutan buffer asam sulfur H2SO4. Variabel yang diamati meliputi analisis korelasi genotipik, fenotipik dan analisis jalur dilakukan menggunakan software OPSTAT. Hasil penelitan ini menunjukan bahwa karakter perkecambahan bobot kering tunas pada kondisi masam memiliki nilai korelasi genotipik dan fenotipik dan pengaruh langsung yang tinggi terhadap hasil. Karakter umur panen dan umur berbunga menunjukan nilai koefisien korelasi dan pengaruh langsung yang negatif terhadap hasil panen.
Indikator Pengaruh Kolkisin pada Putatif Poliploid Bunga Telang (Clitoria ternatea) Berdasarkan Morfologi Phubby Wilisaberta; Darmawan Saptadi; Budi Waluyo
Gunung Djati Conference Series Vol. 38 (2024): Seminar Nasional Perhimpunan Agronomi Indonesia (PERAGI) 2023
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bunga telang merupakan tanaman asli Indonesia, yang perkembangannya masih terbatas. Terbatasnya hasil disebabkan kelimpahan biji yang menjadi masalah karena mengurangi jumlah bunga. Pembentukan genotipe triploid menjadi solusi dari permasalahan tersebut. Triploid dibentuk melalui persilangan tetua tetraploid [CT0V0 (2n = 4x)] dan tetua diploid [P (2n = 2x = 16)]. Pembentukan tetua tetraploid dilakukan dengan induksi kolkisin, namun indikasi induksi berhasil dilakukan terbatas pada perbandingan hasil penggandaan kromosom dengan diploid secara kuantitatif dan analisis cytogenetic. Tujuan penelitian adalah untuk mendeteksi hasil induksi kolkisin berdasarkan karakteristik morfologi batang dan bunga. Bahan yang digunakan ialah empat aksesi CTE-56362-02 (petal tunggal putih), CTE-68483-01 (petal ganda putih), CTE-69281-02 (petal tunggal biru) dan CTE-55891-03 9 (petal ganda biru) dari biji berumur 1 bulan dan larutan kolkisin 700 ppm. Perlakuan terdiri dari kelompok yang diberi perlakuan kolkisin dan tidak diberi perlakuan. Pengamatan dilakukan terhadap perubahan batang dan bunga, dan dilakukan analisis secara deskriptif. Sebanyak 20 sampel diberi kolkisin dari menunjukkan bagian lingkar batang membengkak yang berbeda dengan 20 sampel yang tidak diberi perlakuan. Pada putative poliploid terjadi perubahan warna bunga, yaitu petal tunggal biru memiliki warna yang lebih gelap dibandingkan diploidnya. Hal ini menunjukkan pengamatan kualitatif lebih efektif dan sederhana dalam mengindikasi keberhasilan aplikasi kolkisin.