Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

RESPON PERTUMBUHAN BIBIT TANAMAN KELAPA SAWIT (Elaeis guineensis Jacq) TERHADAP PEMBERIAN PUPUK ORGANIK CAIR DAN DOSIS PUPUK NPK Charel Sapseli; Merismon Merismon; Sutejo Sutejo
Jurnal Agro Silampari Vol. 11 No. 1 (2022): MARET 2022
Publisher : LPPM UNIVERSITAS MUSI RAWAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (424.307 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui Respon pertumbuhan bibit tanaman kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq) terhadap pemberian pupuk organik cair dan dosis pupuk NPK. Penelitian telah dilaksanakan di Kelurahan Terawas Kecamatan Terawas Kabupaten Musi Rawas yang dilaksanakan dari April sampai Juni 2019, Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang disusun secara faktorial dengan dua faktor perlakuan dan tiga kali ulangan. Adapun perlakuan yang dicobakan sebagai berikut : Faktor 1 pupuk organik cair (P) yang terdiri dari 3 taraf perlakuan, yaitu: P1 = 3 ml/ liter air, P2 = 6 ml/ liter air, P3 = 9 ml/ liter air. Faktor 2 dosis pupuk NPK (M) terdiri dari 3 taraf perlakuan, yaitu: M1 = 1,5 g/polybag, M2 = 2,5 g/polybag M3 = 3,5 g/polybag. Hasil penelitian menunjukan bahwa pemberian pupuk organik cair dan dosis pupuk NPK 9 ml/liter air dan 3,5 g/polybag (P3 M3), menghasilkan pertumbuhan bibit tanaman kelapa sawit terbaik.
RESPON TANAMAN KEDELAI HITAM (GLYCINE MAX (L.) MERRILL) TERHADAP DOSIS KASGOT DAN PUPUK KALIUM (KCL) Sugianto; Sutejo; Samsul Bahri
Jurnal Agro Silampari Vol. 11 No. 1 (2022): MARET 2022
Publisher : LPPM UNIVERSITAS MUSI RAWAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (410.273 KB)

Abstract

Kedelai hitam (Glycine max (L.) Merrill) adalah komoditas tanaman pangan terpenting ketiga setelah padi dan jagung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Respon Tanaman Kedelai Hitam (Glycine Max (L.) Merrill) Terhadap Dosis Kasgot Dan Pupuk Kalium (KCl). Penelitian ini dilaksanakan di Kelurahan Pasar Muara Beliti Kecamatan Muara Beliti Kabupaten Musi Rawas Provinsi Sumatra Selatan dengan ketinggian tempat 61 mdpl, pada bulan Juli sampai dengan September 2021. Metode penelitian yang digunakan adalah Metode Eksperimental dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang disusun secara faktorial, terdiri dari dua faktor perlakuan dan tiga kali ulangan. Faktor pertama Perlakuan Kasgot (M) yang terdiri dari 3 taraf yaitu Dosis Kasgot (M1),1,5 kg/petak (M2), 2,25 kg/petak (M3), 3 kg/petak. Faktor kedua dosis pupuk Kalium terdiri dari 3 taraf yaitu 32,4 g/petak (K1), 42,3 g/petak (K2), 52,5 g/petak (K3). Parameter pengamatan yaitu tinggi tanaman, Jumlah Cabang Primer, jumlah Polong, Produksi Per Tanaman, produksi Per Petak, berat 100 biji. Hasil penelitian menunjukan (1) perlakuan pemberian Dosis Kasgot (M) memberikan pengaruh tidak nyata pada semua peubah yang diamati. (2) perlakuan pemberian pupuk Kalium (K) memberikan pengaruh tidak nyata pada semua peubah yang diamati. (3) interaksi perlakuan pemberian Dosis Kasgot dan pupuk Kalium berpengaruh sangat nyata pada peubah Produksi Per Tanaman, Sedangkan untuk pertumbuhan dan produksinya sangat maksimal. Kata kunci : Kedelai Hitam, Kasgot, Kalium
PEMANFAATAN SEKAM PADI SEBAGAI PEMCAMPUR MEDIA TUMBUH PADA BUDIDAYA JAMUR TIRAM (Pleurotus ostreatus) Sutejo Tejo
Jurnal Ilmu Pertanian Kelingi Vol. 1 No. 1 (2021)
Publisher : LPPM Universitas Musi Rawas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh persentase penambahan sekam padi pada media tumbuh terhadap pertumbuhan dan produksi jamur tiram putih (pleurotus ostreatus). Penelitian ini dilaksanakan di desa F Trikoyo Kecamatan Tugumulyo Kabupaten Musi Rawas, pada bulan Februari 2020 sampai dengan bulan Mei 2020, dengan ketinggian tempat 72 meter diatas permukaan laut. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) non faktorial, yang terdiri dari 6 (enam) taraf perlakuan dan 4 (empat) ulangan. Adapun perlakuan persentase penambahan sekam padi adalah sebagai berikut : P0 =Penambahan 0 % Sekam Padi Perbaglog, P1=Penambahan 5 % Sekam Padi Perbaglog, P2=Penambahan 10 % Sekam Padi Perbaglog, P3 =Penambahan 15% Sekam Padi Perbaglog, P4=Penambahan 20 % Sekam Padi Perbaglog, P5 =Penambahan 30 % Sekam Padi Perbaglog. hHasil penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa, Perlakuan penambahan media sekam padi 20% (P4) menunjukan hasil berpengaruh sangat nyata terhadap laju pertumbuhan misellium baglog dan bobot segar panen dan berpengaruh tidak nyata terhadap lebar tudung buah, panjang tangkai tubuh buah, diameter tangkai tubuh buah, jumlah tubuh buah.