Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PELAKSANAAN FULL DAY SCHOOL DI SDIT NURUL IMAN PALEMBANG Ratna Dewi; Zuhdiyah Zuhdiyah; Ahmad Syarifuddin
PAI RAFAH Vol 3 No 3 (2021): Jurnal PAI Raden Fatah
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Ilmu Tarbiyah Dan Keguruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/pairf.v3i3.6472

Abstract

This study discusses the implementation of the full day school at sdit nurul iman Palembang. The aim of this research is to describe and analyze the implementation of the full day school at sdit nurul iman Palembang to find the implementation of the full day school. This research was motivated bye the lack of rest time for students and family gatherings. This study aims to determine the implementation of full day school and what factors hinder and support its implementation at sdit nurul iman Palembang. The formulation of the problems studied in this study were: (1) How is the implementation of full day school at sdit nurul iman Palembang? (2) What are the factors that hinder and support the implementation of full day school at sdit nurul iman Palembang? This type of reseach is descriptive qualitative. Research informants were the principal, vice principal, teachers, students, parents of students. The data collection techniques in this study used observation, interviews, documentation and triangulation. Based on the results obtained from the field, the implementation of full day school at sdit nurul iman Palembang has been implemented from early 2018 until now and the teaching and learning process is carried out for eight hours every day. The supporting and inhibiting factors faced are the location, school facilities, and activitie.
Praktik Adat Perkuliahan Bahasa Lampung Program Studi PGMI UIN Raden Intan Lampung Ratna Dewi
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i4.2418

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan praktik adat dalam perkuliahan Bahasa Lampung di Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) UIN Raden Intan Lampung sebagai bentuk tindak lanjut terhadap Peraturan Gubernur Lampung Nomor 39 Tahun 2014 tentang Pembinaan, Pengembangan, dan Pelestarian Bahasa, Aksara, dan Sastra Lampung. Praktik adat ini merupakan inovasi pembelajaran berbasis budaya (culture-based learning) yang mengintegrasikan aspek linguistik dan nilai-nilai adat Lampung dalam kegiatan akademik. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan tahapan perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi selama kegiatan praktik berlangsung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan praktik adat dalam perkuliahan Bahasa Lampung memberikan dampak positif terhadap peningkatan kompetensi linguistik mahasiswa, pemahaman terhadap nilai-nilai budaya, serta penguatan identitas kultural calon guru. Mahasiswa menunjukkan kemampuan berbahasa Lampung yang lebih baik, memahami filosofi adat seperti piil pesenggiri, sakai sambayan, nemui nyimah, dan nengah nyappur, serta mampu menerapkannya dalam konteks sosial dan akademik. Kegiatan ini juga menumbuhkan kesadaran dan kebanggaan mahasiswa terhadap bahasa dan budaya Lampung, sekaligus mempererat hubungan antara universitas, masyarakat adat, dan lembaga kebudayaan. Secara keseluruhan, praktik adat dalam perkuliahan Bahasa Lampung terbukti efektif sebagai model pembelajaran berbasis kearifan lokal yang relevan untuk membentuk calon guru berkarakter, beridentitas budaya, dan berkompeten dalam pelestarian nilai-nilai lokal. Program ini dapat dijadikan contoh bagi lembaga pendidikan tinggi lainnya dalam mengimplementasikan pendidikan berbasis budaya daerah sebagai bagian dari penguatan pendidikan karakter dan pelestarian bahasa daerah di Indonesia.
Strengthening the Cultural Values of Piil Pesenggiri in Lampung Througha DramaPerformance Elsa Nanda Shabrina; Ratna Dewi
Sabda: Jurnal Kajian Kebudayaan Vol 21, No 1 (2026): Vol 21, No 1 (2026): Sabda: Jurnal Kajian Kebudayaan Vol. 21 No. 1
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/sabda.21.1.170-182

Abstract

Nilai budaya Piil Pesenggiri merupakan kearifan lokal masyarakat Lampung yang mengandung prinsip harga diri, etika sosial, kebersamaan, dan tanggung jawab sosial. Namun, nilai-nilai tersebut menghadapi tantangan globalisasi dalam proses pewarisan di kalangan generasi muda, khususnya mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penguatan nilai budaya Piil Pesenggiri Lampung melalui pementasan drama mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) UIN Raden Intan Lampung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data meliputi observasi proses pementasan drama, wawancara dengan mahasiswa dan dosen pengampu mata kuliah Seni Budaya, serta dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pementasan drama mampu menjadi media efektif dalam menginternalisasikan nilai-nilai Piil Pesenggiri, khususnya Nemui Nyimah, Nengah Nyappur, Sakai Sambayan, dan Juluk Adek. Proses latihan, kerja kelompok, dan pementasan mendorong mahasiswa untuk memahami, menghayati, dan merefleksikan nilai budaya tersebut dalam sikap dan perilaku. Dengan demikian, pementasan drama tidak hanya berfungsi sebagai kegiatan artistik, tetapi juga sebagai sarana edukatif dalam memperkuat nilai budaya lokal dan pembentukan karakter mahasiswa PGMI.
PEMANFAATAN ALAT PERAGA BERBASIS BUDAYA LAMPUNG DALAM PERKULIAHAN PGMI UNTUK MENDUKUNG PELESTARIAN BUDAYA LOKAL Ratna Dewi; Elsa Nanda Shabrina
TANDA Vol 6 No 04 (2026): BAHASA DAN BUDAYA
Publisher : COMMUNITY OF RESEARCH LABORATORY SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69957/tanda.v6i04.2909

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pelestarian budaya lokal di tengah arus globalisasi dan perkembangan teknologi digital yang memengaruhi minat generasi muda terhadap budaya daerah. Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) memiliki peran strategis dalam mempersiapkan calon guru yang mampu mengintegrasikan kearifan lokal ke dalam pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pemanfaatan alat peraga berbasis budaya Lampung dalam perkuliahan PGMI serta kontribusinya dalam mendukung pelestarian budaya lokal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Penelitian dilaksanakan di Program Studi PGMI Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Raden Intan Lampung. Subjek penelitian terdiri atas dosen pengampu mata kuliah dan mahasiswa PGMI yang terlibat dalam perancangan, pembuatan, dan praktik penggunaan alat peraga berbasis budaya Lampung. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model Miles, Huberman, dan SaldaƱa yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan alat peraga berbasis budaya Lampung dilaksanakan melalui tiga tahapan, yaitu penguatan konsep budaya Lampung, pembuatan alat peraga, dan praktik penggunaan alat peraga dalam pertunjukan seni. Alat peraga yang dikembangkan meliputi siger Saibatin Way Handak, siger Krui, siger Melinting, siger Kalianda, lidah-lidah, dan topeng skura. Keterlibatan aktif mahasiswa dalam proses perancangan, pembuatan, dan penggunaan alat peraga mampu meningkatkan pemahaman terhadap budaya Lampung, menumbuhkan rasa bangga dan kepedulian terhadap budaya lokal, serta mengembangkan kreativitas, kemampuan bekerja sama, keterampilan komunikasi, dan kompetensi pedagogik. Simpulan penelitian ini menunjukkan bahwa pemanfaatan alat peraga berbasis budaya Lampung merupakan strategi pembelajaran yang efektif dalam mengintegrasikan kearifan lokal ke dalam perkuliahan PGMI sekaligus mendukung upaya pelestarian budaya lokal.