Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

Profil Endapan Nikel Laterit di Kecamatan Tinanggea, Kabupaten Konawe Selatan, Provinsi Sulawesi Tenggara Hasria Hasria; Suryawan Asfar; Ervan Rizqullah Tawakkal
PROMINE Vol 9 No 1 (2021): PROMINE
Publisher : Jurusan Teknik Pertambangan, Fakultas Teknik, Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33019/promine.v9i1.2345

Abstract

The research area is located in Tinanggea District, South Konawe Regency, Southeast Sulawesi Province. This study aims to determine the profile of laterite nickel deposits in the study area. The research method used consists of literature study, field sampling and laboratory analysis and data interpretation. The results showed that the profiles of laterite nickel deposits in the study area consisted of top soil, limonite zone, saprolite zone and bedrock with different thicknesses. Top soil at Station 1 is very thin in the form of clay and plant remains, while at Station 2 it is a layer of sediment (limestone) with a thickness of 0-5 meters. Based on geochemical data, it shows that Ni, SiO and MgO elements /oxides show enrichment in the saprolite zone because have mobile so its dissolve easily during the laterization process and are transported the subsurface and experience leaching so that its are concentrated in the saprolite zone. The Fe element shows enrichment in the limonite zone because the Fe element has immobile so that it is not easily transported downward and is concentrated in the upper zone, namely the limonite zone.
Klasifikasi Kualitas Massa Batuan Dengan Metode Rock Mass Rating (Rmr) Terhadap Kestabilan Lereng Pada Kecamatan Wolasi, Konawe Selatan, Sulawei Tenggara Hasria Hasria; Erwin Anshari; Harziman Ningrat
Jurnal Rekayasa Geofisika Indonesia Vol 1, No 01 (2019): Edisi April JRGI (Jurnal Rekayasa Geofisika Indonesia)
Publisher : Jurnal Rekayasa Geofisika Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Secara administrasi daerah penelitian terletak di Kecamatan Wolasi, Kabupaten Konawe Selatan Provinsi Sulawesi Tenggara. Secara geografis daerah penelitian terletak pada koordinat 04ᵒ 08' 49,7"- 04 09' 26,5"LS dan 122ᵒ 29'58,0"- 122 29' 32.2"BT. Daerah penelitian termasuk dalam Kompleks Meluhu yang berumur Trias (TRJm) yang tersusun atas sekis mika dan batusabak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan kualitas massa batuan berdasarkan metode RMR. Metode RMR mengacu pada 5 parameter utama yaitu kuat tekan batuan utuh, Rock Quality Designation, spasi diskontinuitas, kondisi diskontinuitas, dan luahan airtanah. Berdasarkan 5 (lima) parameter tersebut, maka dapat ditentukan kelas massa batuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa stasiun 1 memiliki nilai RMR 68, stasiun 2 memiliki nilai RMR 61, stasiun 3 memiliki RMR 57, dan stasiun 4 memiliki RMR 60. Berdasarkan nilai RMR tersebut, maka dapat diklasifikasikan bahwa stasiun 1 dan stasiun 2 termasuk dalam kelas II dengan massa batuan baik, sedangkan stasiun 3 dan stasiun 4 termasuk dalam kelas III dengan massa batuan sedang. Suatu lereng yang mempunyai kelas II dengan massa batuan yang baik, maka diidentifikasikan sebagai lereng yang relatif stabil, sedangkan apabila mempunyai kelas III dengan massa batuan yang sedang, maka diidentifikasi sebagai lereng yang kurang stabil sehingga rawan terjadinya longsor.
Karakteristik deformasi struktur geologi Pegunungan Nipa-nipa Daerah Punggaloba Kota Kendari Sulawesi Tenggara Phill Richard Saranga; Masri Masri; Hasria Hasria
OPHIOLITE : Jurnal Geologi Terapan Vol 4, No 1 (2022): OPHIOLITE
Publisher : Program Studi Teknik Geologi Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56099/ophiolite.v4i1.25390

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari deformasi pada batuan yang menyusun Pegunungan Nipa-nipa. Analisis geologi struktur mencakup analisis deskriptif, analisis kinematika, dan analisis dinamika. Analisis deskriptif digunakan untuk mengidentifkasi berbagai tipe struktur geologi. Analisis kinematika dan dinamika dilakukan dengan proyeksi stereografi dan Win-Tensor untuk memperoleh arah pemendekan dan tegasan utama penyebab deformasi. Lokasi penelitian tersusun atas batupasir sisipan batulempung dan satuan serpih yang disetarakan dengan Formasi Meluhu Anggota Toronipa berumur Trias-Jura dan satuan kalkarenit yang disetarakan dengan batugamping Kuarter.  Satuan geomorfologi berupa pegunungan blok sesar, pegunungan lipatan, dan karst pada pedataran. Deformasi getas dicirikan oleh kehadiran rekahan gerus dan rekahan tarik akibat sesar geser mengiri naik berarah tenggara-baratlaut. Deformasi teregang dicirikan oleh hadirnya lipatan pada batupasir bertipe upright plunging dengan sumbu lipatan berarah timurlaut dan lipatan inclined horizontal yang hadir sebagai lipatan seretan pada sesar. Penentuan tipe deformasi menggunakan metode dihedron pada Win-Tensor menunjukkan arah pemendekan maksimum dan tegasan utama berarah tenggara dengan mekanisme pure shear. Mekanisme ini menghasilkan sesar naik dan sumbu lipatan yang tegak lurus pada arah pemendekan. Deformasi pada pegunungan Nipa-nipa diduga adalah deformasi tua yang berlangsung pada Kala Oligosen saat Mintakat Banggai Sula Besar bertumbukan dengan Kompleks Ofiolit.
Stratigrafi Pegunungan Rumbia, Kabupaten Bombana, Provinsi Sulawesi Tenggara Hasria Hasria; Arifudin Idrus; I Wayan Warmada
OPHIOLITE : Jurnal Geologi Terapan Vol 1, No 1 (2019): OPHIOLITE
Publisher : Program Studi Teknik Geologi Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2185.221 KB) | DOI: 10.56099/ophiolite.v1i1.9311

Abstract

Stratigrafi Pegunungan Rumbia, Provinsi Sulawesi Tenggara berdasarkan hasil analisis lapangan dan analisis petrografi yang dipadu dengan peta geologi Lembar Kolaka 1:250.000, maka daerah penelitian memiliki lima satuan stratigrafi dengan urutan tua ke muda yakni Satuan Sekis Pompangeo, Satuan Batupasir Langkowala, Satuan Batugamping Eemoiko, Satuan Batugamping Lempungan Boepinang dan Satuan Endapan Alluvial.
Korelasi zona endapan nikel laterit berdasarkan data mineralogi dan geokimia di Desa Boenaga Kecamatan Lasolo Kepulauan Kabupaten Konawe Utara Sulawesi Tenggara Muhammad Taupan; Erwin Anshari; Hasria Hasria
OPHIOLITE : Jurnal Geologi Terapan Vol 4, No 1 (2022): OPHIOLITE
Publisher : Program Studi Teknik Geologi Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56099/ophiolite.v4i1.25397

Abstract

Daerah Boenaga Konawe Utara merupakan bagian dari lengan timur Sulawesi dengan prospek endapan nikel laterit. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan jenis mineralogi batuan dasar dan komposisi kadar unsur kimia pada setiap zona profil laterit. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis petrografi dan geokimia. Analisis petrografi meliputi identifikasi kandungan mineral dan tekstur batuan pada conto sayatan tipis batuan, sedangkan analisis geokimia menggunakan analisis XRF (X-Ray Fluorescence). Hasil analisis menunjukkan Jenis mineral yang dijumpai pada setiap zona lateritnya berupa mineral olivin, orthopiroksin, klinopiroksin, serpentin, oksida besi, dan mineral opak. Analisis geokimia menunjukkan zona topsoil dicirikan oleh kadar Ni: 0,74%-1,04%, kadar Fe: 30,12%-50,72%. Zona limonit dicirikan oleh kadar Ni: 1,41%-1,56 dan kadar Fe: 24,49%-47,89%. Zona saprolit kadar Ni: 1,81%-2,04 dan kadar Fe: 16,16%-21,81%. Zona bedrock kadar Ni: 0,86%-1,21% dan kadar Fe: 8,4%-7,77%. Batuan induk umumnya berupa peridotit, serpentinit, dan peridotit terserpentinisasi.
Inventarisasi keragaman geologi pada Daerah Wisata Air Terjun Moramo dan Sekitarnya, Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara Darnawati Darnawati; Masri Masri; Bahdad Bahdad; Hasria Hasria
OPHIOLITE : Jurnal Geologi Terapan Vol 4, No 2 (2022): OPHIOLITE
Publisher : Program Studi Teknik Geologi Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56099/ophiolite.v4i2.28854

Abstract

Telah dilakukan inventarisasi keragaman geologi pada daerah wisata air terjun Moramo dan sekitarnya. Kegiatan inventarisasi berfokus pada tiga Kawasan: air terjun, pantai, dan daerah penambangan batugamping. Keragaman geologi yang diinventarisasi mencakup keragaman litologi dan bentang alam (geomorphosite), serta proses kartisifikasi dan morfodinamika pantai. Satuan geomorfologi daerah penelitian berupa satuan perbukitan tersayat tajam dan satuan perbukitan bergelombang. Variasi litologi batugamping kristalin dan marmer yang disetarakan dengan batuan penyusun Formasi Laonti. Daerah penelitian dibagi menjadi tiga situs geologi (geosite). Geosite Sumber Sari dicirikan oleh air terjun dan produk karst berupa travertin, stalaktit, dan pilar pada gua karbonat. Geosite Sanggula berupa area tambang rakyat yang dicirikan oleh tebing marmer oleh aktivitas penambangan dan variasi derajat pelapukan. Geosite Wawatu berupa pantai dengan kenampakan erosi lateral yang membentuk ornamen coastal karren, tebing berdinding sedang pada garis pantai.
Petrogenetic Study on Ultramafic Rocks from Waturapa and Surrounding Areas, South Konawe Regency, Southeast Sulawesi Province Hasria; Masri; Muhammad Arba Azzaman; Muhamad Jerniawan
Journal of Geoscience, Engineering, Environment, and Technology Vol. 8 No. 1 (2023): JGEET Vol 08 No 01 : March (2023)
Publisher : UIR PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25299/jgeet.2023.8.1.11035

Abstract

The petrogenesis study of ultramafic igneous rocks in the South Konawe Region has been carried out by several previous researchers, however, petrogenesis of ultramafic igneous rocks in the Waturapa Region has never been carried out in detail. This study aims to determine the characteristics and petrogenesis of ultramafic igneous rocks in the Waturapa area using petrographic and geochemical analysis using the XRF method. Petrographic analysis was carried out to determine the relative abundance percentage of primary minerals in the form of olivine, clinopyroxene, orthopyroxene, and opaque minerals as well as secondary serpentine minerals which were formed later. Meanwhile, XRF geochemical analysis is used to determine the major and minor oxide content in rocks. This geochemical data is used to determine ultramafic rock types, and magma series and to interpret the tectonic setting of the research location. The results showed that the ultramafic rocks in the study area consisted of olivine websterite and lherzolite, both of which have been serpentinized which is characterized by the presence of serpentine minerals such as lizardite and chrysotile. These serpentine minerals are present as replacement minerals and fracture-filling minerals. The geochemical characteristics of the analyzed rocks showed a SiO2 content of less than 45%, high MgO content, and low K2O, TiO2, Na2O3, and P2O5 compounds. The igneous rocks in the study area are classified as ultrabasic or ultramafic rocks (peridot gabbro). Ultramafic rocks in the study area belong to the tholeiitic magma series that formed in oceanic islands or oceanic intraplate margins.
Kandungan dan Ketebalan Endapan Nikel Laterit di Kecamatan Langgikima Kabupaten Konawe Utara Provinsi Sulawesi Tenggara Hasria Hasria; Rino Erwin; Ali Okto; Bahdad Bahdad; Arisona Arisona; La Hamimu
Jurnal Geomine Vol 11, No 1 (2023): April 2023
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33536/jg.v11i1.1069

Abstract

This study is located in Lameruru Village, Langgikima District, North Konawe Regency, Southeast Sulawesi Province. The research area consists of morphological units of low hills and hills with an altitude of 200 to 350 meters above sea level. This study aims to determine the morphological conditions and analyze the thickness of laterite nickel deposits based on the morphological conditions in the study area. The morphological observation method was based on morphometric analysis and morphographic analysis, while the thickness analysis of laterite nickel deposits was based on exploration drill data consisting of collar data, lithological data, survey data, and assay data. The analytical method used in this study is the XRF (X-Ray fluorescence) geochemical method to determine the elemental content based on the percentage content of the laterization zone in the study area. The results of the study show that the morphology in the study area was divided into low hills and hills with slightly sloping, sloping, slightly steep, and steep slopes. The thickness of laterite nickel deposits in the study area follows the shape of the topographical slope where in areas with a higher slope level the nickel deposits formed are thinner and the lower the slope level the thicker nickel deposits are formed.
Geomorfologi Karst Studi Geomorfologi Karst Pulau Muna, Provinsi Sulawesi Tenggara dan Potensinya Sebagai Geowisata Ali Okto; Meliawati; Hasria; Muliddin; Arisona; Suryawan; Sawaluddin
Jurnal Geosains dan Remote Sensing Vol 4 No 1 (2023): JGRS Edisi Mei
Publisher : Department of Geophysical Engineering, Faculty of Engineering, University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jgrs.2023.v4i1.105

Abstract

Penelitian ini terletak di Kabupaten Muna Provinsi Sulawesi Tenggara. Kabupaten Muna merupakan daratan karst yang berkembang cukup baik terutama di bagian timur pulau Muna. Morfologi karst yang tersusun atas batugamping memiliki daya tarik tersendiri baik di bidang pertambangan maupun bidang pariwisata. Pemanfaatan batugamping dalam industri pertambangan memberikan ancaman kerusakan Kawasan karst secara langsung. Oleh sebab itu pemahaman Kawasan Karst sebagai salah satu aset pengembangan geowisata dan pelestarian lingkungan menjadi hal yang mesti diperhatikan. Analisis terhadap keragaman morfologi dan potensi geowisata menjadi hal yang sangat penting dalam menjawab hal tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis terhadap morfologi yang berkembang dan berpotensi untuk dikembangkan sebagai geowisata. Metode yang digunakan berupa observasi lapangan dan deskripsi kualitatif terhadap jenis litologi batuan dan jenis morfologinya. Jenis batuan yang ditemukan di lapangan yaitu batugamping Packstone, Weckestone dan Crystalline. Morfologi yang berkembang antara lain cliff, notch, sactk, stump, hasil endapan organisme, natural arch, danau air asin, gua, dan perbukitan bergelombang. Beberapa morfologi tersebut telah dikembangkan sebagai lokasi geowisata, tetapi masih banyak lokasi lain yang berpotensi untuk terus dikembangkan. Keberagaman morfologi karst dan unik yang terdapat di Pulau Muna memiliki potensi yang cukup besar untuk dikembangkan sebagai bagian dari geowisata Sulawesi tenggara.
Studi Diagenesis Batugamping Formasi Meluhu Daerah Toronipa, Kecamatan Soropia, Kabupaten Konawe, Provinsi Sulawesi Tenggara Hasria Hasria; Abdul Jalil; Masri Masri; Ali Okto; Bahdad Bahdad; Sara Septiana
PROMINE Vol 11 No 1 (2023): PROMINE
Publisher : Jurusan Teknik Pertambangan, Fakultas Sains dan Teknik, Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33019/jp.v11i1.3008

Abstract

The research area is administratively located at Toronipa, Soropia District, Konawe Regency, Southeast Sulawesi Province. The purpose of this study was to determine the type of limestone, the diagenes process and the environment of limestone diagenesis in the Meluhu Formation. The method used in this research is the petrographic method. The results showed that the types of limestone in the study area were wackestone and packstone which had undergone a diagenesis process in the form of cementation, microbial micritization, neomorphism, and dissolution. The limestone diagenesis environment in the Meluhu Formation originates from the marine phreatic, meteoric phereatic, and meteoric vadose diagenesis environments.