Devi Kurniasari Riyadi
Universitas Brawijaya

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Need Analysis on Teaching Media to Improve Morphological Awareness on Vocational Higher Students Devi Kurniasari Riyadi
EDUCAFL : Journal of Education of English as Foreign Language Vol 2, No 2 (2019): EDUCAFL
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (13.754 KB) | DOI: 10.21776/ub.Educafl.2019.002.02.07

Abstract

Morphological awareness (MA) has relation to the language development. By having MA, it can be strong predictor in vocabulary and reading comprehension. Students of Politeknik Kota Malang was still lack of MA. It is because morphology study was not taught explicitly and there was not sufficient material. This study is aimed to investigate the students’ needs on developing teaching media to improve students’ morphological awareness (MA) that suits with their characters. From the result, they need teaching media in the form of game on ICT-based and the activity in the game can be expected for them to enrich the vocabulary and know the meaning of words. The game is also expected to provide them with a lot of texts and to help students in pronouncing the words correctly.
Representasi Terhadap Tukang Parkir dalam Petisi “Malang Darurat Parkir” (Sebuah Analisis Wacana Kritis) Devi Kurniasari Riyadi
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 8, No 2 (2019): Ranah: Jurnal Kajian Bahasa
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/rnh.v8i2.984

Abstract

This research is aimed to find the language style used to represent how the figure of parking attendants in the Petition of “Malang Darurat Parkir” and show why those language styles are used by the writer of petition. Petition “Malang Darurat Parkir” is available in petisionline.net and becomes top three petitions on that webpage. This research is qualitative research by using model of critical discourse analysis by Van Dijk (2008) that has three aspects: text analysis, social cognition, and social context. The results reveal that the types of language style based on theory of Keraf (2006) used are diction, sentence structure, and direct and indirect meaning and all of those dominated by bad representation or negative connotation called marginalization. This language style used because Helmy can be inferred if he lives or ever stayed in Malang city and the confition of social or people around him also use that kind of words or connotation.  ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menemukan gaya bahasa yang digunakan untuk merepresentasikan bagaimana tukang parkir dalam petisi “Malang Darurat Parkir” dan menunjukkan mengapa gaya bahasa tersebut digunakan oleh penulis petisi. Petisi “Malang Darurat Parkir” tersedia di laman petisionline.net dan masuk dalam deretan tiga teratas di laman tersebut. Penilitian ini merupakan penelitian kualitatif menggunakan model analisis wacana kritis oleh Van Dijk (2008) yang memiliki tiga aspek yaitu analisa teks, kognisi sosial, dan konteks sosial. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa tipe gaya bahasa berdasarkan teori Keraf (2006) yang digunakan adalah diksi, struktur kalimat, dan langsung tidaknya makna dan didominasi dengan representasi buruk atau konotasi negatif, yang disebut juga marginalisasi. Gaya bahasa tersebut digunakan karena dapat diduga Helmy tinggal atau pernah tinggal di Malang, dan kondisi sosial atau orang-orang disekitarnya juga menggunakan jenis kata atau konotasi tersebut.
Representasi Terhadap Tukang Parkir dalam Petisi “Malang Darurat Parkir” (Sebuah Analisis Wacana Kritis) Devi Kurniasari Riyadi
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 8, No 2 (2019): Ranah: Jurnal Kajian Bahasa
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/rnh.v8i2.984

Abstract

This research is aimed to find the language style used to represent how the figure of parking attendants in the Petition of “Malang Darurat Parkir” and show why those language styles are used by the writer of petition. Petition “Malang Darurat Parkir” is available in petisionline.net and becomes top three petitions on that webpage. This research is qualitative research by using model of critical discourse analysis by Van Dijk (2008) that has three aspects: text analysis, social cognition, and social context. The results reveal that the types of language style based on theory of Keraf (2006) used are diction, sentence structure, and direct and indirect meaning and all of those dominated by bad representation or negative connotation called marginalization. This language style used because Helmy can be inferred if he lives or ever stayed in Malang city and the confition of social or people around him also use that kind of words or connotation.  ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menemukan gaya bahasa yang digunakan untuk merepresentasikan bagaimana tukang parkir dalam petisi “Malang Darurat Parkir” dan menunjukkan mengapa gaya bahasa tersebut digunakan oleh penulis petisi. Petisi “Malang Darurat Parkir” tersedia di laman petisionline.net dan masuk dalam deretan tiga teratas di laman tersebut. Penilitian ini merupakan penelitian kualitatif menggunakan model analisis wacana kritis oleh Van Dijk (2008) yang memiliki tiga aspek yaitu analisa teks, kognisi sosial, dan konteks sosial. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa tipe gaya bahasa berdasarkan teori Keraf (2006) yang digunakan adalah diksi, struktur kalimat, dan langsung tidaknya makna dan didominasi dengan representasi buruk atau konotasi negatif, yang disebut juga marginalisasi. Gaya bahasa tersebut digunakan karena dapat diduga Helmy tinggal atau pernah tinggal di Malang, dan kondisi sosial atau orang-orang disekitarnya juga menggunakan jenis kata atau konotasi tersebut.