Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

PENELITIAN STUDI KASUS FENOMENOLOGI PERSEPSI KEADILAN PELAKU PEMBUNUHAN ANGGOTA PKI 1965 Kukuh Setyo Pambudi; Indah Yasminum Suhanti
Jurnal Sains Psikologi Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (122.523 KB) | DOI: 10.17977/um023v6i12017p22-30

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan persepsi keadilan pelaku pembunuhan anggota PKI tahun 1965. Rancangan penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan model studi kasus fenomenologi. Subjek penelitian berjumlah 3 orang, mereka menjadi pelaku pembunuhan anggota PKI 1965. Data primer didapatkan dengan wawancara mendalam. Kemudian data sekunder didapatkan dari informan, studi dokumen, observasi, dan catatan lapangan. Hasil penelitian memperlihatkan subjek memiliki persepsi bahwa pembunuhan anggota PKI merupakan hal yang adil. Persepsi keadilan subjek dijabarkan dalam empat bentuk keadilan, yakni protektif, prosedural, retributif, dan restoratif. Secara protektif, subjek memiliki persespsi keadilan yang menyebutkan bahwa pembunuhan anggota PKI adil karena dilakukan sebagai bentuk perlindungan diri. Selain itu secara prosedural, subjek menilai bahwa pembunuhan anggota PKI adil dengan tidak melangar prosedur yang ditetapkan. Secara retributif dan restoratif subjek menyatakan pembunuhan anggota PKI merupakan bentuk hukuman yang adil dalam upaya memulihkan kondisi sosial dan politik.Kata Kunci : persepsi keadilan, pelaku pembunuhan, peristiwa tahun 1965, studi kasus fenomenologi. 
MENIMBANG SALAD BOWL DALAM SKEMA ONE STATE SOLUTION SEBAGAI SOLUSI MENYELESAIKAN PERMASALAHAN ISRAEL-PALESTINA Endri Ahmadi; Kukuh Setyo Pambudi
Jurnal Dinamika Sosial Budaya Vol 22, No 1 (2020): Juni
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/jdsb.v22i2.2872

Abstract

Permasalahan antara Palestina dan Israel merupakan salah satu permasalahan yang sudah sangat lama terjadi dan belum menampakkan akan segera selesai. Akar permasalahan yang kompleks dan menahun membuat permasalahan ini sulit untuk diakhiri. Tulisan ini bertujuan untuk membahasas salah satu model resolusi yang dapat ditawarkan kepada kedua negara, yakni one state solution. Solusi melebur kedua negara menjadi satu adalah solusi yang banyak dipandang realistis sekaligus skeptis karena berbagai alasan. Optimisme atas solusi ini datang ketika melihat kondisi saat ini yang sangat tidak menguntungkan pada Palestina baik secara teritorial maupuan secara bangunan ketatanegaraan. Selanjutnya, telah banyak masyarakat Palestina yang menjadi warga negara Israel. Disisi lain, pandangan skeptis akan muncul karena menganggap Palestina menjadi pihak yang paling dirugikan. Oleh karena itu, salad bowl diajukan dalam tulisan ini sebagai solusi untuk tidak menghilangkan jejak identitas Palistina, namun akan memberi Palestina kejelasan status. Oleh karena itu dibutuhkan proses yang panjang dan personil UNTSO yang memiliki culture Inteligence yang baik. Sehingga dapat menjadi penengah dan negoisator ulung dalam menghasilkan kesepakatan yang diinginkan. Peran social inteligence penting karena hal ini akan melibatkan peleburan negara dengan tetap menjaga identitas sosial. Tulisan ini akan mengunakan kajian literatur sebagai metode utama dalam mengali data dan fakta. Hasil dari analisis diharapkan dapat menjadi masukan bagi UNTSO dalam menyelesaikan permasalahan antara Palestina dan Israel.
PEREKAT IDENTITAS INDONESIA DI TENGAH ARUS RIVALITAS MENYONGSONG PILKADA SERENTAK TAHUN 2020 Kukuh Setyo Pambudi
Jurnal Dinamika Sosial Budaya Vol 22, No 1 (2020): Juni
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (339.926 KB) | DOI: 10.26623/jdsb.v22i1.1825

Abstract

Pemilu tahun 2020 merupakan salah satu rangkaian Pemilihan Umum yang akan digelar di Indonesia dengan aroma rivalitas kental setelah beberapa Pemilu yang telah berlangsung dan mengakibatkan konflik sosial. Tulisan ini berusaha memberikan deskripsi tentang rivalitas yang dapat terjadi selama Pilkada serentak 2020 dan mengambarkan akibat yang mungkin terjadi di tengah masyarakat. Kemudian tulisan ini juga berusaha memberikan sebuah deskripsi tentang pemaknaan identitas nasional Indonesia sebagai sebuah perekat. Identitas adalah sebuah penghayatan suatu individu, kelompok, atau bangsa atas dirinya yang menjadi gambaran utuh tentang dirinya. Identitas memiliki peranan sentral dalam tegaknya suatu individu dan bangsa dalam menatap masa depannya juga berdamai dengan masa lalu. Oleh karena itu, penulis berpendapat bahwa menegaskan identitas nasional merupakan bentuk reintegrasi kebangsaan yang mulai retak akibat adanya arus rivalitas dan menyongsong digelarnya Pilkada serentak 2020. Nantinya identitias juga dapat menghindarkan bangsa Indonesia dalam pusaran konflik sosial yang dapat terjadi apabila rivalitas tidak terbendung.
The Character Education in Topeng Malangan Dance Tradition According Transpersonal Psychology Perspective Kukuh Setyo Pambudi
Ilomata International Journal of Social Science Vol 1 No 3 (2020): July 2020
Publisher : Yayasan Ilomata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (198.81 KB) | DOI: 10.52728/ijss.v1i3.103

Abstract

The aim of this research is to uncover the presence of character building in Topeng Malangan dance tradition according to Transpersonal Psychology perspective. This tradition is one of the art cultural heritage that exclusively from Malang and has some rituals as Silem (meditation) and Suguh. There is something unknown beyond human personality which is connected with spirituality so it is correlated with human’s character building. Topeng Malangan dance tradition and all of the rituals inside have contribution and correlation with the character building in the dancer. This research is using qualitative research method with ethnography. It founds that sub-personality and some objects in transpersonal psychology has significant result in building character education at Malang mask dance.
Mengembalikan Kemanunggalan TNI dan Rakyat: Analisis Kritis Terhadap Tradisi Pembinaan Calon Perwira TNI Juang Pawana; Kukuh Setyo Pambudi; Muhaemin
Jurnal Lemhannas RI Vol 8 No 2 (2020)
Publisher : Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55960/jlri.v8i2.305

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk memberikan sebuah analisis kritis terkait dengan tradisi pembinaan calon perwira Tentara Nasional Indonesia (TNI). Pendidikan merupakan awal mula dari tertanamnya doktrin dan karakter, terutama bagi para perwira TNI. Dalam proses pembinaan calon perwira TNI, ditemukan unsur tradisi dan pembinaan yang masih kurang sesuai. Menurut penulis, terdapat beberapa tradisi yang perlu ditelaah lebih jauh, seperti penanaman mental yang justru dapat menjauhkan diri dari rakyat. Tulisan ini akan menggunakan metode penelitian kualitatif dengan model deskriptif. Berbagai sumber data penelitian dikumpulkan dengan cara studi literatur yang diperkuat dengan beberapa wawancara untuk memberikan klarifikasi dan klasifikasi atas data yang telah dikumpulkan. Berdasarkan analisis yang telah dilakukan, terdapat beberapa tradisi yang kontraproduktif terhadap visi dalam mewujudkan kemanunggalan TNI dan Rakyat. Beberapa tradisi tersebut diantaranya tradisi jaga “pos monyet” dan pembentukan mental elitis yang jauh dari kesan “merakyat”. Tulisan ini diharapkan dapat menjadi sebuah masukan bagi institusi TNI untuk melakukan evaluasi terhadap beberapa tradisi di dalam pendidikan calon perwiranya. Selainitu, penulis juga berharap hasil dari kajian ini dapat bermanfaat bagi institusi TNI serta dapat mengembalikan kemanunggalan antara TNI dan Rakyat.
Tinjauan Kementerian Koordinator Sebagai Alternatif Dewan Keamanan Nasional Indonesia Muhaemin; Juang Pawana; Kukuh Setyo Pambudi
Jurnal Lemhannas RI Vol 8 No 2 (2020)
Publisher : Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55960/jlri.v8i2.320

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk memberikan sebuah gagasan terkait Dewan Keamanan Nasional Indonesia. Mengingat konsep Keamanan Nasional telah lama menjadi pembahasan di kancah perpolitikan nasional. Sebagai salah satu produk Program Legislasi Nasional (Prolegnas) yang cukup lama dibahas sejak digulirkan sejak tahun 2004. RUU Keamanan Nasional tidak kunjung mendapatkan kesepakatan di tingkat legislatif dikarenakan beberapa alasan, salah satunya adalah perdebatan atas wewenang dan definisi keamanan. RUU Keamanan nasional itu sendiri sangat dibutuhkan, karena Indonesia perlu memiliki road map dan sebuah dewan yang berkedudukan serta berkekuatan interagensi. Berkaitan dengan hal tersebut, tulisan bertujuan untuk memberikan analisis tentang kemungkinan menjadikan Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Kemenpolhukam) sebagai Dewan Keamanan Nasional. Hal ini didasari dari kebutuhan interagensi dan proses politik yang lebih terkoordinasi serta mudah dilakukan. Penjabaran tentang pertimbangan dan analisis terkait gagasan ini akan dibahas lebih dalam pada artikel lengkap.
The Influence of Self-Concept on Feelings of Insecurity Among Students Using Social Media: Study of Instagram and TikTok marisha, Fara Marisha; Kukuh Setyo Pambudi; Basma Tania; Alya Zulfani Nugroho
Ilomata International Journal of Social Science Vol. 6 No. 1 (2025): January 2025
Publisher : Yayasan Ilomata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61194/ijss.v6i1.1459

Abstract

In this modern era, there are more and more social media users. Instagram and TikTok are social media that are widely used by various age groups, from children to adults. Feelings of insecurity can arise as an influence of social media, because from social media we can see people who are more than us. Feelings of insecurity are feelings of insecurity, inadequacy, feelings of always lacking within oneself. Therefore, it is necessary to have a positive or high self-concept, self-concept is an individual's way of viewing himself, self-knowledge, self-assessment and what the individual wants. The aim of this research is to see the influence of self-concept on insecurity in male students who use Instagram and Tiktok. The method used in this research is a quantitative causality approach, the sampling technique used is purposive sampling with the criteria being male college students, aged 18-25 years, Instagram and Tiktok users. A questionnaire containing self-concept and insecurity scales was distributed online via WhatsApp, Instagram and Twitter. After data collection, a simple linear regression hypothesis test was carried out, obtaining a significance value of 0.00 <0.05, so it can be concluded that there is an influence between self-concept and insecurity in male college students who use Instagram and Tiktok.