Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search
Journal : JURNAL PHOTON

ANALISA UNSUR HARA MAKRO PUPUK ORGANIK CAIR (POC) DARI LIMBAH INDUSTRI KERIPIK NENAS DAN NANGKA DESA KUALU NENAS DENGAN PENAMBAHAN URIN SAPI DAN EM4 Syafri, Rahmadini; Chairil, -; Simamora, Denise
Sistem Informasi Vol 8 No 01 (2017): Jurnal Photon
Publisher : Fakultas MIPA dan Kesehatan Universitas Muhammadiyah Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (822.17 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini ialah pembuatan produk pupuk organik cair yang memiliki kualitas setara dengan POC komersil dengan memanfaatkan limbah dari industri pembuatan keripik nenas dan nangka serta limbah urin sapi secara fermentasi dengan aktivator EM4 dan aditif tetes tebu (molasses) untuk meningkatkan kandungan hara makro dan mikro sehingga dihasilkan pupuk organik cair kualitas tinggi sesuai dengan standar baku mutu pupuk organik cairPermentan No.28/Permentan/OT140/2/2009. Berdasarkan data keseluruhan hasil pengukuran kadar pupuk organik cair yang dibuat dengan 3 variasi komposisi (POC1, POC2 dan POC3), menunjukkan bahwa pupuk organik cair yang terbaik adalah POC1 dengan variasi komposisi yaitu 3 liter limbah cair kulit nenas dan nangka dengan penambahan 9 liter limbah urin sapi. Waktu optimum fermentasi untuk pembuatan pupuk organik cair dari campuran limbah cairkulit nenas dan nangka serta urin sapi adalah 14 hari karena nilai kadar hara makro dan mikro optimum diperoleh pada waktu tersebut. Kadar hara makro untuk Nitrogen total yang optimum didapati pada sampel POC1 yaitu 0.03%, Fosfor (P2O5) optimum diperoleh juga dari sampel POC1 yaitu 0.007% dan Kalium (K2O) optimum diperoleh juga dari sampel POC1 yaitu 0.29%.
ANALISA UNSUR HARA MAKRO PUPUK ORGANIK CAIR (POC) DARI LIMBAH INDUSTRI KERIPIK NENAS DAN NANGKA DESA KUALU NENAS DENGAN PENAMBAHAN URIN SAPI DAN EM4 Rahmadini Syafri; - Chairil; Denise Simamora
Sistem Informasi Vol 8 No 01 (2017): Jurnal Photon
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37859/jp.v8i01.539

Abstract

Tujuan penelitian ini ialah pembuatan produk pupuk organik cair yang memiliki kualitas setara dengan POC komersil dengan memanfaatkan limbah dari industri pembuatan keripik nenas dan nangka serta limbah urin sapi secara fermentasi dengan aktivator EM4 dan aditif tetes tebu (molasses) untuk meningkatkan kandungan hara makro dan mikro sehingga dihasilkan pupuk organik cair kualitas tinggi sesuai dengan standar baku mutu pupuk organik cairPermentan No.28/Permentan/OT140/2/2009. Berdasarkan data keseluruhan hasil pengukuran kadar pupuk organik cair yang dibuat dengan 3 variasi komposisi (POC1, POC2 dan POC3), menunjukkan bahwa pupuk organik cair yang terbaik adalah POC1 dengan variasi komposisi yaitu 3 liter limbah cair kulit nenas dan nangka dengan penambahan 9 liter limbah urin sapi. Waktu optimum fermentasi untuk pembuatan pupuk organik cair dari campuran limbah cairkulit nenas dan nangka serta urin sapi adalah 14 hari karena nilai kadar hara makro dan mikro optimum diperoleh pada waktu tersebut. Kadar hara makro untuk Nitrogen total yang optimum didapati pada sampel POC1 yaitu 0.03%, Fosfor (P2O5) optimum diperoleh juga dari sampel POC1 yaitu 0.007% dan Kalium (K2O) optimum diperoleh juga dari sampel POC1 yaitu 0.29%.
Analisa Makanan Tradisional Jeruk Maman dari Daun Maman (Cleome gynandra L) Sahira; Sri Hilma Siregar; Rahmadini Syafri; Hasmalina
Sistem Informasi Vol 11 No 2 (2021): Jurnal Photon
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37859/jp.v11i2.2513

Abstract

Jeruk maman merupakan asinan sayur yang menghasilkan asam laktat, sehingga mempunyai cita rasa yang khas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kualitas makanan Jeruk maman dari tiga variasi jeruk maman. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen, yaitu melakukan penambahan cabai dan garam dalam jumlah yang berbeda pada jeruk maman. Jeruk maman yang dibuat sebanyak tiga variasi yaitu: DKA 01 = daun maman 500 g, ditambah nasi 2% DKA 02= daun maman 500 gr penambahan, nasi 2% garam 2,25% dan cabai 1%, DKA 03= daun maman 500 gr penambahan nasi 2% garam 2,5% dan cabai 1%. Diamkan selama 3 hari, selanjutnya di analisa pH, kadar air,total asam laktat, bakteri asam laktat dan protein untuk semua perlakuan. Penelitian ini menggunakan bentuk Rancangan Acak Lengkap (RAL) non-faktorial dengan 1 faktor yang diuji terdiri dari 3 taraf perlakuan dan 2 kali ulangangan. Hasil penelitan Kualitas yang terbaik dari ketiga variasi jeruk maman yaitu pada analisa kadar protein kualitas yang terbaik adalah sampel DKA 01 dengan jumlah protein tertinggi yaitu 2,47% dan nilai total asam tertitrasi tertinggi juga pada sampel DKA 01 yaitu 0,37%. Sementara pada analisa pH terbaik adalah sampel DKA 02 yaitu 3,9 %dan DKA 03 yaitu 3,8 %. Hasil analisa BAL terbaik adalah sampel DKA 02 1,7 x 108 dan DKA 03 yaitu 1,5 x 108.
Sintesis Biodiesel dari Minyak Jelantah Menggunakan Katalis Bentonit, K-Bentonit Dan K-Bentonit Terimpregnasi CaO Hasmalina Nasution; Wahyuni Puspita Sanda; Rahmadini Syafri; Sri Hilma Siregar; Yuhelson; Prasetya
Sistem Informasi Vol 12 No 1 (2021): Jurnal Photon
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37859/jp.v12i1.3312

Abstract

Biodiesel is an alternative fuel for diesel engines produced by a transesterification reaction between vegetable oils or animal fats containing triglycerides and alcohol, one of which is methanol. The use of homogeneous base catalysts in the synthesis of biodiesel still poses a problem for the environment because it is difficult to separate, therefore, researchers use variations of heterogeneous base catalysts. The synthesis of biodiesel from used cooking oil was carried out through a transesterification reaction with technical methanol with a catalyst of CaO impregnated Bentonite, K-Bentonite and Bentonite using the reflux method at 65ºC for 2 hours. The ratio of the volume of oil, methanol, and catalyst used is 5:1:1%-w oil. Based on the research that has been done, the yield of each catalyst is 84.85% bentonite, 84.24% K-bentonite and 89.27% ​​K-bentonite-CaO. The characteristics of biodiesel obtained from each of these catalysts such as calorific value and density have met the quality requirements of the Indonesian National Standard (SNI 7182-2012), except for the acid number and kinematic viscosity which still exceed the quality requirements of SNI 7182-2012.
Sintesis dan Karakterisasi Bioplastik Berbasis Pati Sagu-Kitosan Berisi Pelepah Sawit dan Plastizier Gliserol Rahmadini Syafri; Yuli Andriani; Wirdati Irma; Diar Veronika; Siti Nuriana; Prima Yane Putri; Annisa Nadia Putri
Sistem Informasi Vol 12 No 1 (2021): Jurnal Photon
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37859/jp.v12i1.3359

Abstract

Bioplastik atau plastik biodegradble merupakan salah satu alternatif pengganti plastik konvesional yang membahayakan bagi lingkungan. Plastik biodegradable memiliki kegunaan yang sama dengan plastik sintetik tetapi ramah terhadap lingkungan karena sifatnya yang dapat terurai oleh aktivitas mikroorganisme pengurai. Kitosan digunakan sebagai biopolimer untuk meningkatkan sifat mekanik karena dapat membentuk ikatan hidrogen antar rantai dengan amilosa dan amilopektin pada pati. Salah satu bahan dasar plastik biodegerdable yaitu pati. Pati adalah salah satu jenis polisakarida yang amat luas tersebar dialam. Kitosan memiliki gugus fungsi amin, gugus hidroksil primer dan sekunder. Keberadaan gugus fungsi tersebut mengakibatkan kitosan memiliki kereaktifan kimia yang tinggi karena dapat membentuk ikatan hidrogen, sehingga kitosan merupakan bahan pencampur yang ideal. Selain itu kitosan merupakan turunan kitin yang paling banyak di bumi setelah selulosa, bersifat hidrofobik serta dapat membentuk lembaran dan membran yang baik. penelitian ini yang lebih berfokus pada pengaruh penambahan selulosa dari serat pelepah sawit terhadap karakteristik bioplastik dari pati sagu- kitosan dengan penambahan plasticizer gliserol. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui variasi terbaik bioplastik pati sagu-kitosan dengan pengisi serat pelepah kelapa sawit dan plasticizer gliserol yang optimum terhadap karakteristik bioplastik yang dihasilkan dengan beberapa parameter yaitu uji kuat tarik, uji biodegradasi, analisis gugus fungsi pada bioplastik menggunakan alat instrument FTIR (Fourier Transform-Infra Red), Scaning Electron Microscopy (SEM) dan uji ketahanan air.
Karakterisasi Hasil Sintesis Fotokatalis TiO2 Dengan Metode Sol-Gel dan Hidrothermal Untuk Aplikasi Limbah Petroleum Manja Nanda Resa Manja; Hasmalina Nasution; Zumrotun Nasihah; Tengku Finalia; Laila Rahmadanis; Prasetya Prasetya; Rahmadini Syafri; Sri Hilma Siregar
Sistem Informasi Vol 12 No 2 (2022): Jurnal Photon
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37859/jp.v12i2.3473

Abstract

Petroleum waste (crude oil) has become one of the sources of pollution in the sea. The pollution caused comes from several factors, oil spills from tankers, deliberate disposal of irresponsible industries. The layer of crude oil on the surface of the air holds back gas exchange from the atmosphere and reduces the solubility of oxygen in the waters so that it interferes with the respiration and photosynthesis processes in phytoplankton which are food producers in the sea. This study aims to characterize the synthesized TiO2 photocatalyst material using two methods, namely Sol-Gel (SG) and Hydrothermal (HD) which will then be used for applications in petroleum waste. To determine effectiveness of TiO2 photocatalyst in reducing crude oil spills on the sea surface based on fatty oil parameter tests. The synthesis of TiO2 was carried out by the solgel method (SG) and the hydrothermal method (HD) at various temperatures of 300 oC, 500 oC, and 700 oC. Characterization of the material formed using the SEM-EDX instrument, showed that in general it is spherical in shape, and is composed of C, O and Ti elements. The maximum effectiveness of SG-300, SG-500, and SG-700 was able to reduce fat oil content by 57.19%, 66.14% and 41.42% while HD-300, HD-500, and HD-700 were able to reduce fatty oil content. maximum of 60.87%. , 56.41% and 45.68% in the 120 minute irradiation time. The results showed that the photodegradation process in petroleum waste treatment using TiO2 material was able to reduce the fat oil content.