Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Pendampingan Pengolahan dan Pengemasan Tanaman Obat Keluarga di Dusun Kemesu Kulon Progo Daerah Istimewa Yogyakarta Barbara Gunawan
PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol 5 No 2 (2020): PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (286.757 KB) | DOI: 10.33084/pengabdianmu.v5i2.1047

Abstract

The purpose of this service is to provide training and assistance on the processing and packaging of medicinal plants to develop an economically independent community. Business partners in this program Family Welfare Movement, Kemesu village, Kulon Progo Regency, Special Region of Yogyakarta. The problem faced by a partner is the lack of knowledge about how to process medicinal plants so that they can be of added value and can be sold so that they can increase income for the family. The method used to solve the problem is by Providing counseling about the use of medicinal plants, Providing training in the manufacture of herbal drink bag product, Providing training and assistance on how to pack herbal drink bag product, and providing training and assistance on how to marketing herbal drink bag product. The final results showed an increase in knowledge after being given education and training, namely the manufacture of herbal products to be packaged and branded, product marketing, obtaining PIRT from the Health Office of the Kulon Progo Regency until printed and distributed by the Family Medicinal Plant Guidebook.
PKM KULINER MAKANAN KECIL DI JALAN BIBIS RAYA KASIHAN BANTUL DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA Barbara Gunawan
Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat MEMBANGUN NEGERI Vol 4 No 1 (2020): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Membangun Negeri
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35326/pkm.v4i1.502

Abstract

Abstrak Sasaran program PKM ini adalah kelompok masyarakat usaha kecil/industri rumahan penjual dan pembuat makanan kecil. Tujuan program adalah untuk mengembangkan masyarakat yang mandiri secara ekonomi. Mitra usaha dalam program ini adalah usaha kecil pembuatan dan penjualan kue kecil. Permasalahan yang dihadapi oleh Mitra 1 dan Mitra 2 adalah a) Tempat penyajian makanan yang kurang layak dan tidak rapi, b) Tidak ada identitas nama toko, c) meja etalase yang kurang memadai, d) perlengkapan dari pembuat makanan yang kurang layak dan bukan food grade, e) Pencatatan yang belum rapi, dan f) kurangnya edukasi tentang kebersihan. Target dan luaran yang dihasilkan dari program pengabdian masyarakat PKM Kuliner Makanan Kecil di Jalan Bibis Raya Kasihan Bantul Daerah Istimewa Yogyakarta adalah a) Tempat penyajian makanan yang layak dan rapi, b) Ada banner, spanduk, dan taplak meja dengan informasi nama toko, c) Meja etalase yang rapi dan bersih, d) Tempat makanan dari supplier yang tertutup dan ada simbol food grade, e) Pencatatan yang rapi, dan f) Pemahaman akan kebersihan penyajian dan lingkungan sekitar toko. Metode yang dipakai untuk mencapai tujuan tersebut adalah a) Pengadaan tempat penyajian makanan, b) Perancangan dan pembuatan banner, spanduk, dan taplak meja, c) Pengadaan meja etalase yang rapi, d) Pengadaan tempat makanan untuk supplier, e) Pelatihan pencatatan keuangan, dan f) Focus discussion group tentang kebersihan penyajian dan lingkungan sekitar toko. Hasil akhir dari program ini adalah tempat penyajian makanan yang rapi, terpasang spanduk dan taplak meja dengan identitas Mitra; tersedia meja yang rapi, tersedia tempat makanan dengan simbol food grade, terselenggara pelatihan pencatatan keuangan, dan terselenggara focus discussion group. Setelah adanya identitas toko, sudah terjadi beberapa kali pesanan snack box yang tentunya akan meningkatkan pendapatan Mitra. Abstract The target of the PKM program is the community groups of small businesses / home industry sellers and small food makers. The aim of the program is to develop economically independent communities. Business partners in this program are small businesses making and selling small cakes. Problems faced by Partner 1 and Partner 2 are a) Inadequate and untidy food presentation, b) No store name identity, c) inadequate storefront table, d) equipment from food manufacturers that are not appropriate and not food grade, e) Recording is not neat, and f) lack of education about cleanliness. The targets and outcomes generated from the Community Service Program for Small-scale Food Culinary Workers at Jalan Bibis Raya Kasihan Bantul Special Region of Yogyakarta are a) A decent and neat place for serving food, b) There are banners, banners and tablecloths with information on store names, c) A neat and clean storefront table, d) Food stalls from suppliers are closed and there is a symbol of food grade, e) neat recording, and f) An understanding of the cleanliness of the presentation and the environment around the store.The method used to achieve these objectives is a) Procurement of food serving places, b) Design and manufacture of banners, banners and tablecloths, c) Procurement of a neat storefront table, d) Procurement of food containers for suppliers, e) Training in financial records, and f) Focus group discussions about the cleanliness of the presentation and the environment around the store. The end result of this program is a neat place for serving food, with banners and tablecloths with a Partner identity; neat tables are available, there are food places with food grade symbols, financial record training is held, and focus group discussions are held. After the existence of the store identity, snack box orders have occurred several times which will certainly increase Partner's income.
Pengolahan Susu Murni Menjadi Makanan Ringan (Stik Susu) Sebagai Alternatif Peningkatan Kesejahteraan Bagi Masyarakat Dusun Kebondowo, Boyolali Yordan Gunawan; Barbara Gunawan; Mohammad Bima Aoron Hafiz
Jurnal Pengabdian Masyarakat IPTEKS Vol 6, No 1 (2020): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT IPTEKS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/jpmi.v6i1.3323

Abstract

Fokus utama pengabdian ini adalah mengubah pola pikir masyarakat yang berprofesi peternak sapi susu perah untuk mengembangkan produk olahan stik susu sehingga produk olahan susu bernilai ekonomis tinggi. Dusun Kebondowo terletak kaki gunung Merbabu, mayoritas penduduk Dusun Kebondowo berprofesi sebagai peternak sapi dan masyarakatnya mempunyai sapi perah yang dimanfaatkan susunya untuk dijual. Namun, potensi tersebut faktanya belum dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat setempat. Hal tersebut disebabkan oleh kurangnya kesadaran masyarakat setempat akan potensi yang bernilai ekonomi tersebut. Pengolahan stik susu ini sebagai salah satu alternative pemecahan masalah salah satu susu yang rusak pasca pemerahan karena berbagai hal. Stik susu merupakan bahan pangan ringan bergizi tinggi yang sumber utamanya adalah protein. Metode pendekatan berbasis partisipatif aktif dan interaktif dengan memberikan penyuluhan, pelatihan dan program keberlanjutan. Pola ini lebih menempatkan mitra sebagai partisipan aktif, dalam suasana kegiatan yang non formal/atraktif sehingga mampu menghasilkan serapan pengetahuan yang memberikan inovasi baru bagi masyarakat. Menghasilkan inovasi baru yaitu produk olahan susu murni stick susu dengan nama produk “Milk Stick”. Hal ini dimaksudkan agar stik susu ini menjadi ciri khas produk unggulan dari dukuh Kebondowo sebagai salah satu dukuh yang mayoritas masyarakatnya penghasil susu sapi murni.Kata kunci: Susu Murni, Pengolahan Susu Murni, Pemberdayaan Alternatif Penghasilan The focus of this community service is to change the mindset of people who work as dairy cattle farmers to develop dairy stick processed products so that dairy products have high economic value. Located in the foothill of mount Merbabu, most Kebondowo Hamlet residents work as cattle ranchers and the community has dairy cows that their milk is used for sale. However, this potential in fact not fully utilized by the local community. This is caused by the lack of awareness of the local community about the economic potential. The processing of milk sticks as an alternative to solving the problem of one milk that is damaged after milking for various reasons. Milk sticks are highly nutritious light food ingredients whose main source is protein. The method used is an active and interactive participatory-based approach by providing education, training, and sustainability programs. This method puts partners as active participants, in an atmosphere of non-formal / attractive activities to produce knowledge uptake that provides new innovations for the community. Generating new innovations, namely processed milk products, pure milk sticks with the product name "Milk Stick". This is intended so that the milk sticks are the brand of superior products from Kebondowo hamlet as one of the dukuh whose majority of the population produces pure cow's milk.Keywords: Pure Milk, Pure Milk Processing, Empowerment of Alternative Income
PENDAMPINGAN PENGELOLAAN OPERASIONAL BISNIS DAN PEMASARAN TOKO KELONTONG DI BANGUNJIWO KASIHAN YOGYAKARTA Barbara Gunawan
RESWARA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/rjpkm.v3i2.1795

Abstract

Tujuan dari program pengabdian ini adalah untuk membantu meningkatkan nilai ekonomi masyarakat dari Mitra yaitu Toko Bu Sri dan Kios Maheswari. Permasalahan Mitra (Warung Bu Sri dan Kios Maheswari) adalah semakin menjamurnya minimarket modern yang secara layout dan pelayanan tentu lebih baik daripada toko kelontong yang dikelola secara konvensional, seperti pemilik tidak membuat catatan persediaan barang, pemilik tidak membuat pembukuan, dan tidak melakukan promosi sebagaimana minimarket modern. Metode yang digunakan untuk memecahkan permasalahan tersebut adalah: 1) Focus Discussion Group dan pendampingan cara merapikan layout toko dan warung, 2) Pelatihan dan pendampingan tentang pelayanan kepada konsumen, luarannya berupa standar operasional prosedur pelayanan toko; 3) Pelatihan dan pendampingan pembuatan catatan persediaan barang 4) Pelatihan dan pendampingan pemasaran produk secara online, 5) Pengadaan mesin kasir, alat saji makanan, banner, dan lain-lain. Hasil dari kegiatan adalah: 1) Layout toko yang lebih rapi dan bersih, tersedia mesin kasir yang memudahkan toko dalam membuat faktur penjualan, 2) Pelayan memahami tentang pelayanan prima kepada pelanggan; 3) Tersedia katalog WhatsApp; 4) Warung Mie Ayam terdaftar di aplikasi Gofood, dan 5) Terselenggara pelatihan pencatatan. Setelah kegiatan pengabdian komentar pelanggan bahwa warung lebih bersih dan rapi sehingga omset warung mie ayam meningkat begitu juga dengan warung kelontong
PKM KULINER MAKANAN KECIL DI JALAN BIBIS RAYA KASIHAN BANTUL DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA Barbara Gunawan
Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat MEMBANGUN NEGERI Vol 6 No 2 (2022): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Membangun Negeri
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35326/pkm.v6i2.464

Abstract

Sasaran program PKM ini adalah kelompok masyarakat usaha kecil/industri rumahan penjual dan pembuat makanan kecil. Tujuan program adalah untuk mengembangkan masyarakat yang mandiri secara ekonomi. Mitra usaha dalam program ini adalah usaha kecil pembuatan dan penjualan kue kecil. Permasalahan yang dihadapi oleh Mitra 1 dan Mitra 2 adalah a) Tempat penyajian makanan yang kurang layak dan tidak rapi, b) Tidak ada identitas nama toko, c) meja etalase yang kurang memadai, d) perlengkapan dari pembuat makanan yang kurang layak dan bukan food grade, e) Pencatatan yang belum rapi, dan f) kurangnya edukasi tentang kebersihan. Target dan luaran yang dihasilkan dari program pengabdian masyarakat PKM Kuliner Makanan Kecil di Jalan Bibis Raya Kasihan Bantul Daerah Istimewa Yogyakarta adalah a) Tempat penyajian makanan yang layak dan rapi, b) Ada banner, spanduk, dan taplak meja dengan informasi nama toko, c) Meja etalase yang rapi dan bersih, d) Tempat makanan dari supplier yang tertutup dan ada simbol food grade, e) Pencatatan yang rapi, dan f) Pemahaman akan kebersihan penyajian dan lingkungan sekitar toko. Metode yang dipakai untuk mencapai tujuan tersebut adalah a) Pengadaan tempat penyajian makanan, b) Perancangan dan pembuatan banner, spanduk, dan taplak meja, c) Pengadaan meja etalase yang rapi, d) Pengadaan tempat makanan untuk supplier, e) Pelatihan pencatatan keuangan, dan f) Focus discussion group tentang kebersihan penyajian dan lingkungan sekitar toko. Hasil akhir dari program ini adalah tempat penyajian makanan yang rapi, terpasang spanduk dan taplak meja dengan identitas Mitra; tersedia meja yang rapi, tersedia tempat makanan dengan simbol food grade, terselenggara pelatihan pencatatan keuangan, dan terselenggara focus discussion group. Setelah adanya identitas toko, sudah terjadi beberapa kali pesanan snack box yang tentunya akan meningkatkan pendapatan Mitra.
PENDAMPINGAN DAN PENGEMBANGAN UMKM NATA DE COCO UNTUK MENINGKATKAN NILAI PRODUK DI GODEGAN, SRANDAKAN DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA Barbara Gunawan
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 4 (2023): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i4.1449-1458

Abstract

Mitra dalam program pengabdian KKN PPM ini adalah pengusaha Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dan warga di wilayah Godegan Srandakan Bantul Daerah Istimewa Yogyakarta. Dinyatakan Mitra adalah UMKM karena program utama Pengabdi akan mendampingi beberapa UMKM yang ada di dusun Godegan, khususnya UMKM Nata de coco, disamping itu juga akan menyelenggarakan program bantu berupa Digitalisasi Data Kependudukan. Tujuan dari pengabdian ini adalah untuk meningkatkan nilai hasil olahan produk nata de coco, yang pada akhirnya dapat meningkatkan penghasilan warga hingga terjadi kemandirian ekonomi. Permasalahan yang dihadapi adalah pengelola UMKM nata de coco yang hanya mengolah nata de coco dalam bentuk setengah jadi, tidak memiliki pengetahuan untuk meningkatkan nilai produk supaya mempunyai nilai jual yang lebih baik. Kemasan, logo, dan merk produk juga menjadi kendala untuk memasarkan hasil olahan produk jadi. Selain permasalahan yang terdapat pada usaha UMKM nata de coco, terdapat juga permasalahan di dusun, yaitu administrasi data kependudukan yang tidak update, karena dicatat secara manual. Berdasarkan permasalahan tersebut, Pengabdi menyelesaikan masalah dengan melakukan kegiatan yang terbagi menjadi aspek produksi, pemasaran, dan Pencatatan Keuangan. Pada aspek produksi: diselenggarakan pelatihan dan pendampingan pengolahan produk dan pengemasan nata de coco yang menarik untuk meningkatkan nilai produk; dari aspek pemasaran diperlukan pendampingan tentang pemasaran produk secara online, sedangkan dari segi keuangan dilakukan pendampingan dalam mengelola keuangan usaha. Pengabdi juga memberikan pelatihan dan pendampingan dalam hal pembuatan company profile dan digitalisasi data kependudukan. Luaran dari program pengabdian ini adalah: berita di media massa, video kegiatan, keikutsertaan dalam seminar nasional pengabdian masyarkat, dan naskah ilmiah yang dipublikasikan dalam bentuk jurnal terakreditasi Sinta
PENDAMPINGAN PROSES PRODUKSI DAN PEMASARAN DIGITAL UMKM KOPI MELATI Barbara Gunawan
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 2 (2024): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v7i2.547-555

Abstract

The purpose of this service program is that partners can improve product quality, be able to innovate products and also increase product sales. In addition to these goals, it is hoped that Mlati Coffee as a partner of this service can be known more widely so that it can grow Patean Regency. This IT-based routine service activity method is a workshop method in the form of training and mentoring as well as using discussion and counseling methods. The results of the activities: 1) Organized counseling on the use of social media (Facebook and Instagram), 2) Conducted counseling on the use of e-commerce (Shopee and Tokopedia), 3) Installed name signs and banners, and 4) Organized outreach and briefing on product innovation. The limitation in this activity is that service activities only focus on production and marketing. One of the long-term work programs is product innovation for Mlati Kopi MSMEs. It is hoped that the team in the future will be able to provide product innovation from the past so that its implementation can be maximized. After this service, MSME owners are able to manage their potential to improve quality. Therefore, it is expected to pay more attention to the potential for further development.