Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Hubungan Pola Makan dan Stres dengan Kejadian Dispepsia pada Siswa di SMP Negeri 2 Karang Intan Elsi Setiandari Lely Octaviana; Noorhidayah Noorhidayah; Aulia Rachman
Jurnal Kesehatan Indonesia Vol 11 No 2 (2021): Maret 2021
Publisher : HB PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33657/jurkessia.v11i2.363

Abstract

Dyspepsia is a type of non-communicable disease that occurs not only in Indonesia but also in the world. Dyspepsia is a term commonly used for a syndrome or a collection of symptoms or complaints in the form of pain or discomfort in the gut, nausea, bloating, vomiting, belching, feeling full quickly, and a full stomach. The high incidence of dyspepsia in adolescents is mostly caused by irregular dietary patterns. Dyspepsia can also be caused by several factors, including stress. Stress can affect gastrointestinal function and trigger complaints in healthy people, one of which is dyspepsia. This condition is due to excess stomach acid and a decrease in gastric contractility that precedes complaints of nausea after a central stress stimulus. From the results of the initial interviews conducted on 15 students of State Junior High School 2 Karang Intan, 9 of them had dyspepsia. This study aimed to determine the relation of dietary patterns and stress to the incidence of dyspepsia in students of State Junior High School 2 Karang Intan. This quantitative research used a cross-sectional study design. The number of samples was 56 people. The data were collected using a questionnaire and analyzed using the chi-square test. The results showed that 56 people (55,4%) met the dyspepsia criteria with a p-value of 0.001 (p <0.05), and 21 people had stress (80.8%) with a p-value of 0.001 (p<0.05).
HUBUNGAN ANTARA PERSEPSI TENTANG SANITASI LINGKUNGAN SEKOLAH DENGAN PRESTASI BELAJAR PADA PELAJAR DI SEKOLAH DASAR NEGERI (SDN) MAKMUR KECAMATAN GAMBUT, KABUPATEN BANJAR, KALIMANTAN SELATAN Elsi Setiandari Lely Octaviana; Edy Ariyanto
VISIKES: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 17, No 01 (2018): APRIL 2018
Publisher : Dian Nuswantoro Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (249.825 KB) | DOI: 10.33633/visikes.v17i01.1854

Abstract

ABSTRACT: Efforts to improve the quality of education require a genuine effort from students and teachers. A clean learning environment strongly supports the emergence of interest and comfort during the learning process takes place, in contrast to the dirty learning environment, space will produce the impression of lazy and boring does not appear a sense of spirit that can help students learn.The research method used is an analytical survey using cross sectional design. In cross-tubal analysis result between perception about school environment with Standard Variable that is Learning Achievement at school of SDN Makmur Regency of Banjar 2017 shows that p-value 0,000 where p value (= 0,05), make-up with member-in order have an awareness to always keep a clean and healthy life not only in the home environment but also in the learning environment in school, and can also increase the healthy role in order to provide understanding to the students and teachers who teach in the school environment by doing the work health how to learn the school environment with student achievementKeywords: perception, school environmental sanitation, learning achievementABSTRAK: Upaya peningkatan kualitas pendidikan diperlukan usaha yang sungguh-sungguh dari para siswa dan guru. lingkungan belajar yang bersih sangat mendukung timbulnya ketertiban dan kenyamanan pada saat proses belajar mengajar berlangsung, berbeda halnya dengan lingkungan belajar yang kotor, tentunya akan menimbulkan kesan malas dan membosankan sehingga tidak muncul rasa semangat yang dengan sendirinya dapat mempengaruhi minat belajar siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah survei analitik dengan menggunakan desain cross sectional. Pada hasil analisis tubulasi silang antara persepsi tentang sanitasi lingkungan sekolah dengan Variabel terikat yaitu Prestasi Belajar di sekolah SDN Makmur Kabupaten Banjar tahun 2017 menunjukkan bahwa nilai p-value 0.000 dimana nilai (p <= 0,05), disarankan kepada para siswa agar dapat memiliki kesadaran untuk senantiasa tetap berperilaku hidup bersih dan sehat bukan hanya di lingkungan rumah saja melainkan juga pada lingkungan belajar di sekolah, serta dapat mengoptimalkan peran tenaga kesehatan agar dapat memberikan pemahaman kepada para siswa dan kepada para guru yang mengajar di lingkungan sekolah dengan cara melakukan penyuluhan kesehatan mengenai persepsi tentang sanitasi lingkungan sekolah sehubungan dengan prestasi belajar pada siswa.Kata Kunci: Persepsi, Sanitasi Lingkungan Sekolah, Prestasi Belajar
Analisis Hubungan Riwayat Keluarga dan Aktivitas Fisik dengan Kejadian Hipertensi di Kelurahan Indrasari Kabupaten Banjar Elsi Setiandari L.O; Ari Widyarni; Aulia Azizah
Jurnal Ilmiah Universitas Batanghari Jambi Vol 20, No 3 (2020): Oktober
Publisher : Universitas Batanghari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33087/jiubj.v20i3.1094

Abstract

Hypertension is a condition in which a person has an increase in blood pressure above normal as indicated by the systolic and diastolic numbers on blood pressure checks using a blood pressure measuring device. The incidence of hypertension in Southeast Asia is 24.7% and 23.3% of Indonesia's population. The results of the initial survey of blood pressure measurements and interviews obtained the results of blood pressure checks from 30 community members with the criteria not suffering from hypertension as many as 3 people and those suffering from pre-hypertension were 9 people and those suffering from hypertension were 18 people. The purpose of this study was to determine the analysis of the relationship between family history and physical activity with the incidence of hypertension in Indrasari Village, Banjar Regency. This research was conducted with an analytic observational research design and method cross sectional. The population in this study were all hypertension sufferers in Indrasari who met the criteria as many as 87 people. Data analysis used univariate analysis using frequency distribution and bivariate analysis using chi-square test. The results showed that from the results of the chi square test, there was correlation between family history, physical activity and the incidence of hypertension , the value was obtained p = 0.001 <α 0.005 and the value obtained p = 0.001 <α 0.005 was. Based on the results of the research analysis, it can be concluded that there is a relationship between family history and physical activity with the incidence of hypertension in Indrasari Village, Banjar Regency.
Aktivitas Olahraga Di Masa Pandemi COVID-19 Terhadap Tingkat Stres Mahasiswa Pendidikan Olahraga Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari Banjarmasin Novri Asri; Elsi Setiandari Lely Octaviana
Halaman Olahraga Nusantara : Jurnal Ilmu Keolahragaan Vol 4, No 1 (2021): Halaman Olahraga Nusantara (Jurnal Ilmu Keolahragaan)
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (537.25 KB) | DOI: 10.31851/hon.v4i1.5213

Abstract

Permasalahan adaptasi baru yang dialami mahasiswa pada masa terjadinya pandemi COVID-19 merupakan penyebab stres yang paling umum terjadi pada saat ini, dimana Penyakit yang disebabkan virus corona, atau dikenal dengan COVID-19, adalah jenis baru yang ditemukan pada tahun 2019 dan belum pernah diidentifikasi menyerang manusia sebelumnya. Untuk mencegah penyebaran virus corona Pemerintah menerapkan kebijakan sosial dan physical distancing melalui Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Menyikapi hal tersebut, Pemerintah akhirnya meliburkan para siswa maupun mahasiswa untuk tidak bersekolah, perkuliahan ataupun memberlakukan aturan untuk bekerja di dalam rumah. Kebiasaan rutin berolahraga yang dilakukan oleh mahasiswa yang dilakukan sehari-hari terhadap Covid-19 dimana salah satunya diperkirakan dan disebabkan oleh tidak seimbangnya tingkat daya tahan tubuh dengan reaksi peradangan yang terjadi. Dimana dengan berolahraga dapat meningkatkan daya tahan tubuh sehingga menekan reaksi peradangan yang berlebihan  serta mengontrol penyakit pemberat Covid-19. Berbagai strategi dalam manajemen stres juga dilakukan dalam mengurangi rasa tingginya kejadian tingkat stres, dimana salah satunya yaitu dengan melakukan olahraga secara rutin. Olahraga yang dilakukan secara rutin dapat mengurangi tingkat kejadian stres serta parahnya gangguan mood yang dialami mahasiswa selama terjadinya COVID-19. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara kebiasaan olahraga di masa pandemi COVID-19 dan stres yang terjadi pada mahasiswa Pendidikan Olahraga Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari Banjarmasin. Pada penelitian ini menggunakan desain penelitian analitik dengan menggunakan pendekatan cross-sectional. Pengambilan sampel secara accidental sampling, dengan jumlah sampel sebanyak 95 responden yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi menggunakan uji Chi Square. Hasil uji statistik yang didapat yaitu terdapat hubungan yang bermakna antara kebiasaan berolahraga dengan stres sehingga dari analisis tersebut didapatkan hasil p value sebesar 0,000. Nilai p-value < 0,05.
Hubungan Pengetahuan Sikap Ibu Dalam Praktik Pemberian Asi Ekslusif Di Wilayah Kerja Puskesmas Pekapuran Raya Kecamatan Banjarmasin Timur Kota Banjarmasin Tahun 2018 Khairul Anam; Elsi Setiandari; Eka Handayani
DINAMIKA KESEHATAN: JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 10, No 2 (2019): Dinamika Kesehatan Jurnal Kebidanan dan Keperawatan
Publisher : Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (342.277 KB) | DOI: 10.33859/dksm.v10i2.526

Abstract

Latar Belakang: Tingkat pemberian Air Susu Ibu (ASI) ekslusif di Indonesia masih sangat rendah yaitu 15,3%. Beberapa faktor diduga menyebabkan bayi tidak mendapatkan ASI dengan baik. Faktor tersebut adalah faktor karakteristik ibu, faktor bayi, lingkungan, dukungan keluarga, pendidikan kesehatan, sosial ekonomi dan budaya. Selain itu, berdasarkan beberapa laporan studi tentang permasalahan pemberian ASI Eksklusif menemukan faktor-faktor tidak diberikannya ASI eksklusif pada bayi adalah karena pengetahuan ibu yang kurang, sikap ibu terhadap pemberian asi ekslusif, ibu sibuk bekerja, pendidikan ibu yang rendah, gencarnya periklanan tentang penggunaan susu formula, kurangnya sekresi ASI, persepsi tentang bayi tanpa diberi makanan tambahan akan menjadi lapar dan pengetahuan ibu tentang ASI kurang.Tujuan: Mengetahui Hubungan Pengetahuan Sikap Ibu Dalam Praktik Pemberian Asi Ekslusif Di Wilayah Kerja Puskesmas Pekapuran Raya Kecamatan Banjarmasin Timur Kota Banjarmasin Tahun 2018Metode: Penelitian ini menggunakan teknik pengambilan sampel non probability sampling yaitu accidental sampling.Hasil: Hasil pengumpulan data dianalisis dengan menggunakan statistik univariat dan bivariat menggunakan uji statistik  yang  dilakukan berupa  Uji Statistik Chi-Square. membandingkan frekuensi yang terjadi (observasi) dengan frekuensi harapan (ekspektasi), uji tersebut dilakukan dengan tingkat kemaknaan α = 0,05. Ada hubungan yang signifikan antara variabel bebas yaitu pengetahuan ibu dengan variabel terikat yaitu Pemberian ASI Ekslusif (p value = 0,000) di wilayah kerja Puskesmas Pekapuran Banjarmasin.Simpulan: Ada hubungan yang signifikan antara variabel bebas yaitu sikap ibu dengan variabel terikat yaitu Pemberian ASI Ekslusif (p value = 0,000) di wilayah kerja Puskesmas Pekapuran Banjarmasin.Kata kunci :  ASI Eksklusif, Pengetahuan, dan SikapBackground: The level of exclusive breastfeeding in Indonesia is still very low at 15.3%. Several factors are thought to cause babies not to get breast milk properly. These factors are maternal characteristics, infant factors, environment, family support, health education, socio-economic and cultural factors. In addition, based on several study reports on the issue of exclusive breastfeeding finding factors that are not given exclusive breastfeeding to infants is due to lack of mother's knowledge, mother's attitude towards exclusive breastfeeding, working mothers, low maternal education, incessant advertising about milk use formula, lack of ASI secretion, perception of infants without being given additional food will become hungry and maternal knowledge about ASI is lacking.Aim: Knowing the Relationship between Knowledge of Mother's Attitude in the Practice of Giving Exclusive Asi in the Working Area of Pekapuran Raya Health Center, East Banjarmasin District, Banjarmasin City in 2018Method: This study uses a non probability sampling technique that is accidental sampling. Results: The results of data collection were analyzed using univariate and bivariate statistics using statistical tests conducted in the form of Chi-Square Statistic Test. comparing the frequency that occurs (observation) with the frequency of expectations (expectations), the test is carried out with a significance level of α = 0.05. There is a significant relationship between the independent variables, namely the knowledge of mothers with the dependent variable, namely the provision of exclusive breastfeeding (p value = 0,000) in the working area of the Pekapuran Public Health Center in Banjarmasin. Conclusion: There is a significant relationship between the independent variables, namely the attitude of the mother with the dependent variable, namely the provision of exclusive breastfeeding (p value = 0,000) in the work area of Pekapuran Public Health Center, Banjarmasin.Keywords: Exclusive breastfeeding, knowledge and attitude
Penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) Pada Masyarakat Desa Tunggul Irang Kecamatan Martapura Kabupaten Banjar Noorhidayah Noorhidayah; Elsi Setiandari Lely Octaviana; Ari Widyarni; Khairul Anam; Parman Komarudin; Sabit Tohari
AKM Vol 4 No 1 (2023): AKM : Aksi Kepada Masyarakat Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat - Juli 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Ekonomi dan Bisnis Syariah (STEBIS) Indo Global Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36908/akm.v4i1.740

Abstract

Kegiatan pengabdian yang dilaksanakan dalam bentuk penyuluhan pada bidang kesehatan mengenai upaya penerapan Perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) bertujuan untuk memberikan edukasi dan penerapan dalam menjaga kesehatan serta pendekatan kepada masyarakat. Pada proses pelaksanaan penyuluhan menggunakan metode ceramah, diskusi dan tanya jawab serta menampilkan video mengenai perilaku hidup bersih dan sehat. Hasil evaluasi yang dilakukan kepada masyarakat yaitu mereka sangat antusias dan berpartisipasi dalam mengikuti rangkaian kegiatan penyuluhan, Disamping itu juga menumbuhkan kreativitas serta motivasi dalam diri masyarakat dalam menjaga dan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat guna menjaga kesehatan masing-masing anggota masyarakat
Hubungan Pola Makan dan Stres dengan Kejadian Dispepsia pada Siswa di SMP Negeri 2 Karang Intan Elsi Setiandari Lely Octaviana; Noorhidayah Noorhidayah; Aulia Rachman
Jurnal Kesehatan Indonesia Vol 11 No 2 (2021): Maret 2021
Publisher : HB PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dyspepsia is a type of non-communicable disease that occurs not only in Indonesia but also in the world. Dyspepsia is a term commonly used for a syndrome or a collection of symptoms or complaints in the form of pain or discomfort in the gut, nausea, bloating, vomiting, belching, feeling full quickly, and a full stomach. The high incidence of dyspepsia in adolescents is mostly caused by irregular dietary patterns. Dyspepsia can also be caused by several factors, including stress. Stress can affect gastrointestinal function and trigger complaints in healthy people, one of which is dyspepsia. This condition is due to excess stomach acid and a decrease in gastric contractility that precedes complaints of nausea after a central stress stimulus. From the results of the initial interviews conducted on 15 students of State Junior High School 2 Karang Intan, 9 of them had dyspepsia. This study aimed to determine the relation of dietary patterns and stress to the incidence of dyspepsia in students of State Junior High School 2 Karang Intan. This quantitative research used a cross-sectional study design. The number of samples was 56 people. The data were collected using a questionnaire and analyzed using the chi-square test. The results showed that 56 people (55,4%) met the dyspepsia criteria with a p-value of 0.001 (p <0.05), and 21 people had stress (80.8%) with a p-value of 0.001 (p<0.05).