Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Permainan Tradisional sebagai Kegiatan Ekstrakurikuler untuk Meningkatkan Kompetensi Sosial Siswa Marzoan Marzoan; Hamidi Hamidi
Journal An-Nafs: Kajian Penelitian Psikologi Vol. 2 No. 1 (2017): Journal An-Nafs: Kajian Penelitian Psikologi
Publisher : Islamic Psychology Department, Dakwah Faculty of Universitas Islam Tribakti Lirboyo Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33367/psi.v2i1.345

Abstract

This study aims to improve the ability of students in extracurricular programs to improve the social competence of students in primary schools. In this study, the traditional game to be played is a common game performed by the people in the area around the school, the game of fort and selodor. Both types of traditional games are assumed to have a social interest because it is done in groups that require cooperation. The experimental design used in this study was to design the pretest-posttest control group design, ie experimental design divided into experimental and control groups. Data analysis techniques in this study divided into two stages, the first stage uses the Wilcoxon test, the second stage of the Mann-Withney U Test. The subjects of this study were 40 elementary students in North Lombok Regency divided into two groups, namely 20 people in SD Negeri 4 Gondang as an experimental class and 20 students in SD Negeri 1 Rempek as control class. The social competence in this study is measured by using the scale of social competence. The results of this study were (1) There is a significant difference in social competence in the experimental group between before and after being treated; (2) There were significant differences in social competence between the experimental group and the control group after being treated
STUDI EKSPLORATIF PERSEPSI GURU TERHADAP KEBIJAKAN BELAJAR DARI RUMAH PADA MASA PANDEMI COVID-19 Marzoan Marzoan
Jurnal Ilmiah Mandala Education (JIME) Vol 6, No 2 (2020): Jurnal Ilmiah Mandala Education (JIME)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/jime.v6i2.1422

Abstract

This study aims to obtain teacher perceptions about the impact of the implementation of the Learning from Home policy according to a circular from the Minister of Education and Culture dated March 24, 2020, which regulates the implementation of education during the coronavirus spread. The research method uses exploratory case studies, the research approach uses qualitative case study methods which are used to obtain information about the effectiveness of the learning process from home during the Covid-19 pandemic. This research was conducted in June 2020. Respondents of this study were 20 elementary school teachers spread across five districts in North Lombok Regency, West Nusa Tenggara. Respondents were drawn from each elementary school teacher spread over five districts. The data of this study were sourced from the results of questionnaire and interview answers developed based on a review of relevant literature. All respondents filled out a research questionnaire online through the Google forms application, then the questionnaire was confirmed via telephone interview. The results of this study conclude that learning policies from home during the Covid-19 pandemic period according to teacher perceptions have not been implemented well and according to teacher observations, only 25% of students actually carry out learning from home. As many as 60% of teachers feel that their burden becomes heavier when compared to the learning process that has been carried out in classi fi cation or face-to-face and 65% of teachers state that they need additional skills to be able to carry out the learning process from home.
Permainan Tradisional sebagai Kegiatan Ekstrakurikuler untuk Meningkatkan Kompetensi Sosial Siswa Marzoan Marzoan; Hamidi Hamidi
Journal An-Nafs: Kajian Penelitian Psikologi Vol. 2 No. 1 (2017): Journal An-Nafs: Kajian Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Islam Tribakti Lirboyo Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33367/psi.v2i1.345

Abstract

This study aims to improve the ability of students in extracurricular programs to improve the social competence of students in primary schools. In this study, the traditional game to be played is a common game performed by the people in the area around the school, the game of fort and selodor. Both types of traditional games are assumed to have a social interest because it is done in groups that require cooperation. The experimental design used in this study was to design the pretest-posttest control group design, ie experimental design divided into experimental and control groups. Data analysis techniques in this study divided into two stages, the first stage uses the Wilcoxon test, the second stage of the Mann-Withney U Test. The subjects of this study were 40 elementary students in North Lombok Regency divided into two groups, namely 20 people in SD Negeri 4 Gondang as an experimental class and 20 students in SD Negeri 1 Rempek as control class. The social competence in this study is measured by using the scale of social competence. The results of this study were (1) There is a significant difference in social competence in the experimental group between before and after being treated; (2) There were significant differences in social competence between the experimental group and the control group after being treated
Analisis Minat Belajar Siswa dalam Mata Pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PKN) di Kelas V SDN 1 Sambik Elen Tahun Ajaran 2024/2025 Asmiri Asmiri; Marzoan Marzoan; Fitriani Rahayu
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 12 No 4.C (2026): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam minat belajar siswa terhadap mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKN) di kelas 5 SD Negeri 1 Sambik Elen. Minat belajar merupakan salah satu faktor kunci yang mempengaruhi keberhasilan siswa dalam proses pembelajaran. Siswa yang memiliki minat tinggi terhadap suatu mata pelajaran cenderung lebih aktif, antusias, dan mudah menyerap materi yang disampaikan. Oleh karena itu, penting untuk memahami sejauh mana siswa tertarik pada mata pelajaran tertentu serta faktor-faktor yang mempengaruhinya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi wawancara dengan guru PKN dan kepala sekolah, observasi langsung di kelas, serta dokumentasi sebagai data pendukung. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas 5, guru mata pelajaran PKN, dan kepala sekolah SDN 1 Sambik Elen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa minat belajar siswa terhadap mata pelajaran PKN berada pada kategori sedang. Hal ini berarti bahwa sebagian siswa menunjukkan ketertarikan, namun belum secara optimal terlibat aktif dalam pembelajaran. Beberapa faktor yang mempengaruhi minat belajar siswa antara lain metode pembelajaran yang masih bersifat konvensional, kurangnya media pembelajaran interaktif, serta keterlibatan orang tua yang tidak merata. Selain itu, suasana belajar yang monoton juga menjadi salah satu penyebab rendahnya motivasi belajar siswa. Untuk meningkatkan minat belajar, guru disarankan untuk lebih inovatif dalam merancang strategi pembelajaran, memanfaatkan media yang menarik, serta membangun hubungan positif dengan siswa agar tercipta suasana belajar yang menyenangkan dan mendukung.
Implementasi Lingkungan Kaya Teks Untuk Menstimulasi Kecakapan Literasi Siswa Di SDN 2 Tanjung Baiq Gina Riski Pratiwi; Marzoan Marzoan; Maulida Arum Fitriana
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 12 No 4.C (2026): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi lingkungan kaya teks dalam menstimulasi kecakapan literasi siswa di SDN 2 Tanjung. Lingkungan kaya teks merupakan salah satu pendekatan pembelajaran yang menyediakan berbagai jenis teks tertulis secara visual dan kontekstual di ruang kelas maupun di lingkungan sekolah, sehingga siswa dapat terpapar secara alami dan berkelanjutan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi sebagai sumber data utama. Elemen-elemen lingkungan kaya teks yang paling efektif mencangkup penyediaan bahan bacaan yang berlangsung dengan relevan dengan siswa, penggunaan label dan papan informasi serta poster yang terintegrasi dalam kegiatan sehari-hari, kehadiran sudut baca di setiap kelas-kelas yang nyaman dan mudah diakses keterlibatan aktif guru dan merancang aktivitas literasi berbasis teks lingkungan. Adapun, hasil penelitian ini juga menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam kecakapan literasi siswa dan kemampuan berbicara siswa yang tercermin dari kemampuan memahami bacaan, mendeskripsikan ide secara lisan maupun tulisan, serta meningkatnya minat terhadap kegiatan membaca. Perubahan positif ini tidak luput dari kaitan oleh penerapan elemen-elemen lingkungan kayak teks tersebut. penggunaan sudut baca kelas, pemanfaatan media visual seperti label dan poster dan integrasi teks dalam berbagai aktivitas pembelajaran. Lingkungan kaya teks di SDN 2 Tanjung didukung oleh beberapa faktor utama yaitu komitmen dan kreativitas guru dalam menciptakan suasana kelas yang mendukung literasi ketersediaan media dan sumber bacaan yang beragam, dukungan kepala sekolah dalam bentuk kebijakan dan alokasi anggaran literasi, serta keterlibatan orang tua dan masyarakat dalam membudayakan membaca di lingkungan sekitar. Faktor-faktor pendukung di atas tersebut saling berkaitan dan menjadi pondasi penting bagi keberhasilan penerapan lingkungan kaya teks di sekolah dasar. Penelitian ini juga merekomendasikan penguatan kolaborasi antar pihak guna menciptakan lingkungan belajar yang lebih literatur dan kontekstual bagi siswa. Lingkungan kaya teks yang diterapkan secara efektif di SDN 2 Tanjung mampu menstimulasi dan mengembangkan kecakapan literasi siswa.
Penerapan Strategi Scaffoldung Untuk Meningkatkan Kemampuan Membaca Siswa SDN 2 Bentek Tahun Pelajaran 2025 Raden Yoga Muhajat; Marzoan Marzoan; Sukarto Sukarto
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 12 No 4.C (2026): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan meningkatkan kemampuan membaca siswa Kelas II SDN 2 Bentek melalui penerapan strategi scaffolding. Latar belakang penelitian adalah rendahnya kemampuan membaca siswa (ketuntasan klasikal awal 59,46%) dan heterogenitas level kemampuan (dari pemula hingga mahir) di kelas berjumlah 37 siswa. Metode yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) kolaboratif dengan guru kelas, dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri dari empat tahap: perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Strategi scaffolding diimplementasikan dengan pendekatan bertahap sesuai level kemampuan siswa: (1) pemodelan membaca oleh guru, (2) bantuan intensif untuk siswa pemula (pengenalan huruf/suku kata), (3) bimbingan terarah untuk siswa menengah (kata/kalimat), dan (4) tantangan kompleks untuk siswa mahir (cerita dan pemahaman bacaan). Instrumen pengumpulan data meliputi tes diagnostik level membaca, lembar observasi aktivitas guru-siswa, dan dokumentasi.Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan: Siklus I: Ketuntasan klasikal meningkat menjadi 70,27% (26 siswa tuntas), tetapi belum mencapai target minimal 75%. Siklus II: Ketuntasan klasikal mencapai 81,08% (30 siswa tuntas) setelah perbaikan strategi, seperti pengoptimalan tutor sebaya, variasi media, dan pendampingan individual. Aktivitas guru juga meningkat dari kategori "Cukup" menjadi " Baik".Simpulan penelitian membuktikan bahwa strategi scaffolding efektif meningkatkan kemampuan membaca siswa dengan mengakomodasi keragaman level belajar. Rekomendasi bagi guru: (1) terapkan scaffolding secara konsisten, (2) gunakan media berjenjang, dan (3) optimalkan kolaborasi tutor sebaya.