Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Cased Based Reasoning untuk Menentukan Gaya Belajar Mahasiswa Helena Nurramdhani Irmanda; Mayanda Mega Santoni; Ria Astriratma
Informatik : Jurnal Ilmu Komputer Vol 15 No 3 (2019): Desember 2019
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1709.356 KB) | DOI: 10.52958/iftk.v15i3.1293

Abstract

Gaya belajar mahasiswa penting untuk diketahui karena dapat mempermudah proses pembelajaran. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan telah menerbitkan Seri Manual GLS (Gerakan Literasi Sekolah yang didalamnya memuat mengenai identifikasi gaya belajar antara lain visual, auditori, dan kinestetik. Namun, assessment ini hanya bisa digunakan secara manual. Berdasarkan latar belakang tersebut, penelitian ini membuat sistem pakar berbasis aplikasi web untuk mengidentifikasi gaya belajar mahasiswa dengan Teknik case based reasoning berdasarkan indikator yang telah disusun dalam Seri Manual GLS.  Untuk menentukan solusi, user mengisi kuesioner dalam aplikasi yang terdiri dari 30 pertanyaan. Kemudian,sistem akan melakukan reasoning yaitu mencari kemiripan kasus baru dengan kasus sebelumnya sehingga didapatkan solusi berupa jenis gaya belajar mahasiswa tersebut. Sistem ini diimplementasikan ke dalam aplikasi berbasis web yang mudah diakses kapan saja dan dimana saja.
Pengamanan Jaringan Wireless LAN Dengan Protokol EAP-TTLS Dan Otentikasi MSCHAPv2 Pada Fakultas Ilmu Komputer UPN Veteran Jakarta Kukuh Bagas Permadi; Henki Bayu Seta; Ria Astriratma
Informatik : Jurnal Ilmu Komputer Vol 16 No 2 (2020): Agustus 2020
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52958/iftk.v16i2.1970

Abstract

Penggunaan pada protokol WPA memiliki dua proses, antara lain adalah otentikasi serta enkripsi. Pada tingkat network dengan infrastuktur yang besar serta dengan lalu lintas network yang tinggi sama halnya dengan universitas, kantor perusahaan atau tempat umum lainnya yang menggunakan wireless LAN, proses otentikasi merupakan proses yang pertama kali yang dilakukan agar pengguna jaringan wireless LAN dapat mengakses jaringan internet. Maka dari itu, tidak hanya aman namun proses otentikasi bias beroperasi dengan cepat. Solusi dari penelitian ini adalah dengan menerapkan Protokol IEEE 802.1x EAP dengan Extensible Authentication Protocol – Tunneled Transport Layer Security (EAP-TTLS) untuk membuat secure tunnel (terowongan keamanan) dalam pertukaran kunci pada jaringan wireless, serta dengan inner authentication Microsoft Challenge Handshake Authentication Protocol Version 2 (MSCHAPv2). Luaran yang dihasilkan pada penelitian ini adalah membangun suatu keamanan pada jaringan wireless terpusat pada Fakultas Ilmu Komputer UPN Veteran Jakarta.
Perancangan Bot Untuk Monitoring Server Dari Serangan Distributed Denial Of Service Menggunakan JSON WEB Token Arif Maulana Rahman; Henki Bayu Seta; Ria Astriratma
Informatik : Jurnal Ilmu Komputer Vol 16 No 2 (2020): Agustus 2020
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52958/iftk.v16i2.2008

Abstract

Untuk mengamankan sebuah server diperlukan sistem monitoring agar meminimalisir resiko jika terjadi percobaan intrusi. Contoh serangan yang dapat mengancam server adalah serangan DDOS (Distributed Denial of Service). Berdasarkan permasalahan tersebut, diperlukan sebuah bot untuk melakukan monitoring server dari serangan DDOS, dalam penelitian ini difokuskan serangan DDOS berjenis UDP Flooding dan SYN Flooding. Monitoring server memanfaatkan bot untuk mendeteksi serangan DDOS berjenis UDP Flooding dan SYN Flooding dengan membatasi jumlah paket yang dikirimkan kepada port yang dibuka oleh server, apabila jumlah paket yang dikirimkan lebih dari 100 paket per detik maka bot akan mengidentifikasi pengiriman tersebut sebagai serangan. Penerapan metode JSON Web Token agar bisa dioperasikan oleh bot admin server yakni dengan mengimplementasikan package JSON Web Token pada bot lalu memanggil fungsi encode agar JSON Web Token dapat melakukan enkripsi pada klaim yang berisikan data penyerang oleh bot, sehingga bot admin server dapat mengamankan klaim yang akan dikirimkan ke admin server.
Group Decision Support System (GDSS) Model on Software Engineer Selection: Integration of AHP,SAW, TOPSIS, and BORDA Tika Novita Sari; Ria Astriratma; Sri Mulyana
JURNAL INFORMATIKA DAN KOMPUTER Vol 9, No 1 (2025): Februari 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat - Universitas Teknologi Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26798/jiko.v9i1.1495

Abstract

One of the requirements for any company's success is the efficient utilization of human resources in its operations. There are several different tasks that fall within the Human Resources Management (HRM) role. This study uses the GDSS technique, combining TOPSIS for the second decision maker and AHP-SAW for the first decision maker. There are two decision makers (DMs), as is the case. After that, each decision maker's ranking will be processed using the BORDA technique. This study concludes that there are differences in the outcomes from DM1 and DM2. This is a result of the propensity for every decision-maker to offer a unique assessment. While DM2 employs the scoring technique using percentages to determine sub-parameter weighting and the TOPSIS method for ranking, DM1 uses the AHP method for sub-parameter weighting and SAW for ranking. However, the researchers integrated the two decision makers with a group decision support system utilizing the BORDA approach, accounting for the decision makers' respective levels of interest. The findings highlight the significant contribution of this research in demonstrating how the integration of these methods effectively addresses differences in evaluation approaches among decision-makers, particularly in the context of software engineering, ensuring a transparent and data-driven selection process. The GDSS model was tested on a case study of software engineer selection, demonstrating a high level of accuracy in identifying the most suitable candidates for organizational needs. Furthermore, the results of the GDSS aligned with the decisions made by the case study company, validating the effectiveness of the proposed model. The practical application of this model can be adopted by companies to enhance the efficiency and quality of recruitment processes.