Endang Sutedja
Universitas Padjadjaran

Published : 11 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Perbedaan Kompetensi Asuhan Persalinan Normal Mahasiswa Praktik Klinik Kebidanan di Rumah Sakit dan Bidan Praktik Mandiri Pada Program Studi D III Kebidanan Iceu Mulyati; Endang Sutedja; Farid Husin; Ponpon Idjradinata; Nurhalim Shahib; Dwi Prasetyo; Bambang Noegroho
Jurnal Pendidikan dan Pelayanan Kebidanan Indonesia (Indonesian Journal of Education and Midwifery Care Vol 1, No 1 (2014): Desember
Publisher : Program Studi Magister Kebidanan FK UNPAD

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/ijemc.v1i1.78

Abstract

Praktik klinik kebidanan merupakan kegiatan penting dalam proses pembelajaran Diploma III Kebidanan. Melalui praktik klinik mahasiswa dapat mengembangkan dan memadukan pengetahuan, sikap dan keterampilan yang akan diperlukan dalam kehidupan professionalnya. Jumlah pendidikan bidan yang makin bertambah memberikan permasalahan dalam pencapaian kompetensi, rumah sakit tidak mampu lagi menampung mahasiswa untuk melaksanakan praktik klinik, sehingga sebagian institusi pendidikan memilih bidan praktik mandiri sebagai lahan praktik alternatif.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan kompetensi asuhan persalinan normal mahasiswa yang praktik klinik kebidanan di Rumah Sakit dan Bidan Praktik Mandiri di Program Studi Diploma III Kebidanan. Metode penelitian adalah cross sectional terhadap 108 mahasiswa Stikes Bhakti Kencana yang terbagi dalam 2 kelompok, yaitu masing-masing 54 mahasiswa praktik klinik di Rumah Sakit dan Bidan Praktik Mandiri. Kedua kelompok di uji kompetensinya yang meliputi pengetahuan, sikap dan keterampilan tentang asuhan persalinan normal.Analisis data menggunakan uji chi-kuadrat untuk melihat perbedaan dan regresi logistik. Hasil menunjukkan bahwa hanya pengetahuan dan sikap yang memiliki perbedaan pada kedua kelompok penelitian (p<0,05), sedangkan keterampilan tidak berbeda bermakna. PKK di rumah sakit hanya menghasilkan 44,4% dan bidan praktik mandiri 20,4% yang kompeten.(RP=1.433;95%IK=1.090-1.885), pendidikan dan pelatihan pembimbing klinik faktor yang paling berpengaruh terhadap kompetensi mahasiswa selama praktik klinik kebidanan di RS dan BPM. Simpulan pada penelitian ini adalah kompetensi mahasiswa yang PKK di rumah sakit lebih baik di bandingkan dengan di bidan praktik mandiri.Di lihat dari variabel kompetensi pengetahuan dan sikap memiliki perbedaan yang bermakna.
Pengaruh Penerapan Sistem Mentor Terhadap Pencapaian Keterampilan Klinik Asuhan Persalinan Mahasiswa Akademi Kebidanan Muhammadiyah Cirebon Nur hasanah; Endang Sutedja; Farid Husin; Dany Hilmanto; Firman Fuad Wirakusumah; Herman Susanto; Hadyana Sukandar; Tita Husnitawati Madjid8
Jurnal Pendidikan dan Pelayanan Kebidanan Indonesia (Indonesian Journal of Education and Midwifery Care Vol 2, No 4 (2015): Desember
Publisher : Program Studi Magister Kebidanan FK UNPAD

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (52.034 KB) | DOI: 10.24198/ijemc.v2i4.3

Abstract

Sesuai dengan Kepmendiknas nomer 232/U/2000, kurikulum pendidikan diploma kebidanan terdiri  dari 40 % teori dan 60 % praktik, sehingga proporsi praktik lebih banyak. Sistem pembelajaran praktik klinik kebidanan yang selama ini berjalan terbukti belum mampu meningkatkan keterampilan klinik mahasiswa untuk itu diperlukan pengelolaan pembelajaran praktik klinik yang efektif dan efisien. Sejumlah penelitian menyimpulkan bahwa terdapat hubungan positif antara mentoring dengan pengembangan karir, pengembangan keterampilan, serta memberikan nilai tambah pada pelaksanaan rencana ekuitas. Tujuan penelitian ini adalah penerapan sistem mentor pada pendidikan kebidanan dapat meningkatkan keterampilan klinik mahasiswa. Metode Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan rancangan penelitian quasi experiment dengan post test only control group design. Pengambilan sampel dilakukan dengan cara total sampling dengan subjek penelitian mahasiswa Akbid Muhammadiyah Cirebon yang mengikuti PKK I gelombang I, berjumlah 34 orang, pembimbing klinik 11 orang, pembimbing akademik sebanyak 8 orang, sehingga total sampel berjumlah 53 orang. Analisis kesetaraan responden dilakukan dengan uji chi-kuadrat, analisis bivariabel dengan uji Mann Whitney untuk menilai perbedaan penilaian terhadap sistem mentor dan sistem koordinator, uji t untuk menilai perbedaan keterampilan mahasiswa, dan analisis multivariabel dengan regresi logistik untuk menilai pengaruh penerapan sistem mentor terhadap pencapaian keterampilan klinik mahasiswa.Hasil penelitian keterampilan mahasiswa dalam asuhan persalinan dengan nilai rata-rata lebih tinggi pada sistem mentor 77,76 dibandingkan sistem koordinator dengan nilai rata-rata 68,94 (p<0,001). Variabel sistem mentor mempunyai pengaruh yang paling signifikan terhadap pencapaian keterampilan klinik dengan nilai RR 28,433. Simpulan hasil penelitian, sistem mentor dinilai lebih baik dalam pencapaian keterampilan klinik mahasiswa. Sistem mentor berpengaruh 28 kali terhadap pencapaian keterampilan klinik mahasiswa.
Hubungan Karakteristik Pembimbing Klinik Dengan Keterampilan Klinik Asuhan Persalinan Normal Pada Mahasiswa Program Diploma III Kebidanan Kurniawati Kurniawati; Endang Sutedja; Farid Husin; Dany Hilmanto; Firman Wirakusumah; Herman Susanto; Hasan Purwana; Yoni Syukriani
Jurnal Pendidikan dan Pelayanan Kebidanan Indonesia (Indonesian Journal of Education and Midwifery Care Vol 1, No 1 (2014): Desember
Publisher : Program Studi Magister Kebidanan FK UNPAD

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (76.528 KB) | DOI: 10.24198/ijemc.v1i1.79

Abstract

Keterampilan klinik mahasiswa merupakan elemen penting dalam membangun kompetensi lulusan pendidikan bidan. Pencapaian keterampilan klinik mahasiswa di lahan praktik  sangat bergantung pada pembimbing klinik. Karakteristik pembimbing klinik yang efektif akan menghasilkan pembelajaran klinik yang efektif. Pembelajaran klinik yang efektif akan mendukung pencapaian keterampilan klinik mahasiswa di lahan praktik.Tujuan penelitian ini untuk menganalisis karakteristik pembimbing klinik yang berhubungan dengan keterampilan klinik mahasiswa dalam asuhan persalinan normal. Penelitian ini merupakan penelitian  kuantitatif dengan rancangan penelitian observasional analitik dengan pendekatan potong lintang. Subyek penelitian ini adalah mahasiswa DIII Kebidanan yang sedang praktik PKK III di ruang bersalin RSUD Banjar dan RSUD Tasikmalaya sampai dengan Juni 2013 yang berjumlah 70 orang, dan 28 orang pembimbing klinik. Teknik pengambilan sampel dilakukan secara total sampling.Analisis univariabel dengan distribusi frekuensi, analisis bivariabel dengan uji chi-kuadrat, dan analisis multivariabel dengan regresi logistik.Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan karakteristik demografi dengan keterampilan klinik mahasiswa dalam asuhan persalinan normal(p=0,022). Terdapat hubungan karakteristik kualitas pembimbing klinik  dengan keterampilan klinik asuhan persalinan normal(p=0,022). Variabel pelatihan merupakan faktor paling berperan terhadap keterampilan klinik asuhan persalinan normal (POR= 15; IK 95%= 1.629-138.156). Penelitian ini memberikan kesimpulan bahwa terdapat hubungan karakteristik pembimbing klinik dengan keterampilan klinik mahasiswa dalam asuhan persalinan normal. Dengan demikian dalam menentukan lahan praktik harus memperhatikan  karakteristik pembimbing klinik yang ada pada lahan praktik.
Pengaruh Penerapan Sistem Mentor Terhadap Pencapaian Keterampilan Klinik Asuhan Persalinan Mahasiswa Akademi Kebidanan Muhammadiyah Cirebon (Suatu Studi Eksploratif di Akademi Kebidanan Muhammadiyah Cirebon) Nurhasanah Nurhasanah; Endang Sutedja; Farid Husin; Dany Hilmanto; Firman Wirakusumah; Herman Susanto; Hadyana Sukandar; Tita Madjid
Jurnal Pendidikan dan Pelayanan Kebidanan Indonesia (Indonesian Journal of Education and Midwifery Care Vol 1, No 1 (2014): Desember
Publisher : Program Studi Magister Kebidanan FK UNPAD

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (368.766 KB) | DOI: 10.24198/ijemc.v1i1.76

Abstract

Sesuai dengan Kepmendiknas nomer 232/U/2000, kurikulum pendidikan diploma kebidanan terdiri  dari 40 % teori dan 60 % praktik, sehingga proporsi praktik lebih banyak. Sistem pembelajaran praktik klinik kebidanan yang selama ini berjalan terbukti belum mampu meningkatkan keterampilan klinik mahasiswa untuk itu diperlukan pengelolaan pembelajaran praktik klinik yang efektif dan efisien. Sejumlah penelitian menyimpulkan bahwa terdapat hubungan positif antara mentoring dengan pengembangan karir, pengembangan keterampilan, serta memberikan nilai tambah pada pelaksanaan rencana ekuitas. Tujuan penelitian ini adalah penerapan sistem mentor pada pendidikan kebidanan dapat meningkatkan keterampilan klinik mahasiswa. Metode Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan rancangan penelitian quasi experiment dengan post test only control group design. Pengambilan sampel dilakukan dengan cara total sampling dengan subjek penelitian mahasiswa Akbid Muhammadiyah Cirebon yang mengikuti PKK I gelombang I, berjumlah 34 orang, pembimbing klinik 11 orang, pembimbing akademik sebanyak 8 orang, sehingga total sampel berjumlah 53 orang. Analisis kesetaraan responden dilakukan dengan uji chi-kuadrat, analisis bivariabel dengan uji Mann Whitney untuk menilai perbedaan penilaian terhadap sistem mentor dan sistem koordinator, uji t untuk menilai perbedaan keterampilan mahasiswa, dan analisis multivariabel dengan regresi logistik untuk menilai pengaruh penerapan sistem mentor terhadap pencapaian keterampilan klinik mahasiswa.Hasil penelitian keterampilan mahasiswa dalam asuhan persalinan dengan nilai rata-rata lebih tinggi pada sistem mentor 77,76 dibandingkan sistem koordinator dengan nilai rata-rata 68,94 (p<0,001). Variabel sistem mentor mempunyai pengaruh yang paling signifikan terhadap pencapaian keterampilan klinik dengan nilai RR 28,433. Simpulan hasil penelitian, sistem mentor dinilai lebih baik dalam pencapaian keterampilan klinik mahasiswa. Sistem mentor berpengaruh 28 kali terhadap pencapaian keterampilan klinik mahasiswa.
Pengaruh Penerapan Prosedur Kerja Terhadap Peningkatan Kinerja Bidan Desa dalam Pelayanan Kebidanan di Kabupaten Sukabumi (Suatu Studi Intervensi Prosedur Kerja Bidan Desa) lilis Sumiati; Endang Sutedja; Farid Husin; Ponpon Idjradinata; Nurhalim Shahib; Dwi Prasetyo; Benny Purwara
Jurnal Pendidikan dan Pelayanan Kebidanan Indonesia (Indonesian Journal of Education and Midwifery Care Vol 1, No 1 (2014): Desember
Publisher : Program Studi Magister Kebidanan FK UNPAD

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (99.674 KB) | DOI: 10.24198/ijemc.v1i1.80

Abstract

Angka Kematian Ibu merupakan tolok ukur untuk menilai kualitas pelayanan obstetri di suatu negara. Bila Angka Kematian Ibu tinggi berarti masih rendahnya kualitas pelayanan kesehatan.Salah satu strategi dan kebijakkan yang tepat untuk mengatasinya yaitu dengan peningkatan Program Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) dan peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) kebidanan..1,2Tujuan penelitian untuk menganalisis pengaruh penerapan prosedur kerja terhadap peningkatan kinerja bidan desa dalam pelayanan kebidanan di Kabupaten Sukabumi. Jenis penelitian menggunakan metode quasi experiment dengan jumlah sampel penelitian 50 orang bidan desa sebagai kelompok perlakuan dan 50 orang bidan desa sebagai kelompok kontrol yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Analisis data menggunakan analisis univariat, bivariat, dan multivariat  (uji regresi logistic).Terdapat perbedaan penilaian kinerja bidan desa (berdasarkan kualitas  dan kuantitas kerja ) sebelum dan setelpenerapan prosedur kerja pada bidan desa kelompok perlakuan dan kelompok kontrol, yaitu kinerja  bidan desa setelah perlakuan lebih baik daripada sebelumnya nilai (p<0.05). Hasil analisis multivariat menunjukkan bahwa faktor yang berpengaruh terhadap peningkatan kinerja bidan desa dalam pelayanan kebidanan  adalahK1 (pemeriksaan ibu hamil) dengan nilai p=0.004, OR=5.148, kedisiplinan dengan p=0.014, OR=4.569, KNL(Kunjungan Neonatal Lengkap) p=0.045, OR=4.171, dan kerjasama dengan nilai p=0.030, OR=3.520. Terdapat pengaruh penerapan prosedur kerja terhadap peningkatan kinerja bidan desa dalam pelayanan kebidanan dengan nilai p<0.05.Perlunya diterapkan prosedur kerja pada bidan desa dalam menjalankan tugas dan fungsi pokoknya, sehingga kinerja dan pencapaian target cakupan pelayanan kebidanan dapat tercapai. 
Asupan Energi dan Protein Setelah Program Pemberian Makanan Tambahan Pemulihan Ibu Hamil Kurang Energi Kronik di Puskesmas Kota Surabaya Evi Nugrahini; Jusuf Effendi; Dewi Herawati; Ponpon Idjradinata; Endang Sutedja; Johanes Mose; yoni syukriani
Jurnal Pendidikan dan Pelayanan Kebidanan Indonesia (Indonesian Journal of Education and Midwifery Care Vol 1, No 1 (2014): Desember
Publisher : Program Studi Magister Kebidanan FK UNPAD

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (55.547 KB) | DOI: 10.24198/ijemc.v1i1.81

Abstract

Masalah gizi yang paling umum dialami oleh ibu hamil adalah Kurang Energi Kronis (KEK). Program Pemberian Makanan Tambahan Pemulihan (PMT-P) diadakan untuk mengatasi masalah KEK, faktanya belum memberikan hasil sesuai harapan. Penelitian bertujuan mengetahui perbedaan asupan energi dan protein setelah program PMT-P terhadap keberhasilan perbaikan status gizi ibu hamil. Rancangan penelitian adalah mixed method dengan strategi triangulasi konkuren. Teknik pengambilan sampel penelitian kuantitatif adalah consecutive sampling, dengan responden 47 ibu hamil KEK. Partisipan penelitian kualitatif diambil secara purposive sampling. Analisis data kuantitatif diolah dengan uji Mann-Whitney. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program PMT-P pada ibu hamil KEK hanya mampu memperbaiki status gizi menjadi normal sebesar 13%. Asupan energi dan protein ibu hamil KEK setelah program PMT-P mampu mengubah status gizi menjadi normal sebesar 20%. Tidak terdapat perbedaan asupan energi dan protein setelah program PMT-P terhadap status gizi ibu hamil KEK dan normal (p>0,05). Penyebab ibu hamil KEK tidak mengalami perubahan status gizi setelah program PMT-P adalah pola makan, konsumsi makanan, status ekonomi, status kesehatan dan faktor internal yang meliputi pekerjaan dan pengetahuan.Simpulan penelitian ini adalah program PMT-P belum memberikan hasil sesuai harapan, ditandai dengan sedikitnya jumlah ibu hamil KEK yang mengalami perubahan status gizi menjadi normal. Terdapat faktor-faktor lain yang mempengaruhi perbaikan status gizi ibu hamil KEK seperti pola makan, konsumsi makanan, status ekonomi, status kesehatan dan faktor internal yang meliputi pekerjaan dan pengetahuan. Hal yang dilakukan adalah dengan meningkatkan pengetahuan gizi seimbang ibu hamil melalui penyuluhan.
Penggunaan Model CIPP dalam Evaluasi Kurikulum Inti Pendidikan D-III Kebidanan Lastri Winarni; Tina Judistianti; rovina ruslami; Farid Husin; Endang Sutedja; Dewi Herawati; Ponpon Idrajinata
Jurnal Pendidikan dan Pelayanan Kebidanan Indonesia (Indonesian Journal of Education and Midwifery Care Vol 1, No 1 (2014): Desember
Publisher : Program Studi Magister Kebidanan FK UNPAD

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (445.526 KB) | DOI: 10.24198/ijemc.v1i1.77

Abstract

Peningkatan kompetensi bidan menjadi isu penting dalam penilaian kualitas lulusan kebidanan. Badan Pengembangan dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia Kesehatan (BPPSDMK) mengeluarkan Kurikulum Inti 2011 untuk membantu dalam proses peningkatan pembelajaran pendidikan diploma kebidanan. Capaian pembelajaran mahasiswa kebidanan cenderung rendah dan tidak sesuai dengan harapan. Salah satu upaya untuk memperbaiki proses pembelajaran adalah melakukan evaluasi pelaksanaan kurikulum inti D-III kebidanan 2011 untuk mengetahui komponen kurikulum yang perlu diperbaiki. Tujuan  penelitian ini mengevaluasi kurikulum inti pendidikan D-III kebidanan saat ini dengan model CIPP (Context, Input, Process, Product) dan menggali kurikulum yang dibutuhkan bagi pendidikan D-III Kebidanan agar lulusan bidan lebih profesional. Metode rancangan penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan pendekatan fenomenologi dan paradigma konstruktivisme. Penelitian ini dilakukan pada institusi di 5 provinsi yaitu : DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur . Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam terhadap 17 responden, yang terdiri dari pembantu direktur bagian akademik, dosen pelaksana kurikulum harian, kepala bidang administrasi akademik dan mahasiswa. Analisis data meliputi transkripsi wawancara mendalam, reduksi, melakukan koding, kategorisasi dan penentuan tema. Proses evaluasi menggunakan model CIPP (Context, Input, Process, Product). Hasil didapatkan bahwa komponen context yang terdiri dari SDM, peserta didik, manajemen, dukungan pemimpin, struktur kurikulum, standar kompetensi, beban belajar, isi kurikulum, dan dukungan pemerintah perlu diperbaiki. Komponen input yang terdiri dari target capaian pembelajaran, kemampuan dosen, sarana dan prasarana, kecukupan waktu pembelajaran, sumber informasi pengembangan kurikulum serta kualitas calon mahasiswa belum memadai. Komponen process yang terdiri dari koherensi pembelajaran, keterlaksanaan program, perumusan kurikulum, pemilihan strategi pembelajaran, pengorganisasian kurikulum, prosedur evaluasi, suasana akademik masih belum baik. Komponen product yang terdiri dari kualitas kemampuan mahasiswa, dampak perubahan kurikulum belum maksimal.  Simpulan diperlukan perbaikan dalam komponen Context, Input, Process, dan Product serta proses penyusunan kurikulum inti, penguatan mata kuliah, dan penguatan soft skill untuk meningkatkan kualitas lulusan bidan.