Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

Analisis Kadar Zat Aktif dan Perubahan Kadar Hemoglobin Berdasarkan Tempat Penyimpanan Tablet Tambah Darah (TTD) oleh Ibu Hamil di Kabupaten Bantul Oktarina Sri Iriani; Setiawan .; Arief Kartasasmita; Farid Husin; Dewi Marhaeni Diah; Hadi Susiarno
Sehat MasadaJurnal Vol 12 No 1 (2018): Sehat Masada Journal
Publisher : stikes dharma husada bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38037/jsm.v12i1.57

Abstract

Anemia merupakan masalah gizi utama yang sebagian besar disebabkan oleh anemia defisiensi besi, anemia juga merupakan penyebab tidak langsung tingginya Angka Kematian Ibu (AKI) di Indonesia. Untuk mengatasi anemia ibu hamil, pemerintah menerapkan program pemberian tablet tambah darah (TTD) yang mengandung Ferro sulfat.. Kondisi tempat penyimpanan yang sesuai standar di tingkat ibu hamil akan berdampak pada mutu TTD yang sesuai dengan standar farmakope Indonesia, sehingga diharapkan TTD yang terjaga mutunya akan memberikan efek terapeutik yang baik bagi penggunanya yaitu peningkatan kadar hemoglobin ibu hamil. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis dampak kondisi penyimpanan TTD oleh ibu hamil terhadap mutu dan kadar hemoglobin di Kabupaten Bantul. Penelitian ini menggunakan desain observasi analisis uji laboratorium dengan pendekatan cross sectional. Pemilihan sampel dan bahan penelitian dilakukan pada 6 puskesmas di wilayah Kabupaten Bantul sesuai kriteria inklusi. Ceklist observasi digunakan untuk mengobservasi kondisi penyimpanan, uji kadar zat aktif dilakukan di laboratorium sentral UNPAD dengan metode Atomic Absorption Spektrophotometry (AAS). Uji T tidak berpasangan dan Mann Whitney digunakan untuk melihat perbedaan kondisi penyimpanan dengan kadar zat aktif dan perubahan kadar hemoglobin. Hasil penelitian menunjukan tidak terdapat perbedaan yang bermakna antara kondisi penyimpanan TTD terhadap kadar zat aktif yang terkandung pada TTD (p>0,05), tetapi terdapat perbedaan yang bermakna antara peningkatan kadar hemoglobin pada penyimpanan TTD yang sesuai dengan yang tidak sesuai standar penyimpanan obat (p<0,05). Simpulan pada penelitian ini tidak terdapat perbedaan yang bermakna antara kondisi penyimpanan terhadap kadar zat aktif, terdapat perbedaan yang bermakna pada kadar hemoglobin ibu hamil dengan penyimpanan TTD sesuai dan tidak sesuai
Pelatihan Sabun Herbal kepada Kelompok Kebersihan, Keindahan dan Kenyamanan Lingkungan (K3L) Universitas Padjadjaran sebagai Program Pemberdayaan Masyarakat Nano Sosial Entrepreneur Wahyu Gunawan; Setiawan -; Zaenal Muttaqin
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3, No 1 (2020): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v3i1.24696

Abstract

Artikel ini bertujuan memaparkan kegiatan pelatihan pembuatan sabun herbal kepada kelompok Kebersihan, Keindahan, dan Kenyamanan Lingkungan (K3L) Universitas Padjadjaran sebagai bagian dari program pemberdayaan masyarakat dalam skema Pengabdian Pada Masyarakat (PPM) yang terintegrasi dengan Kuliah Kerja Nyata Mahasiswa (KKNM) tahun 2019. Program ini menggunakan metode observasi, survey dan pelatihan keterampilan dengan sasaran para pekerja K3L Unpad. Kegiatan diawali dengan motivasi kerja, yakni kerja cerdas, kerja ikhlas dan kerja tuntas agar dalam menjalani pekerjaan lebih bahagia. Selanjutnya, para pekerja diperkenalkan dengan khasiat dedaunan yang menjadi sampah di lingkungan Unpad. Sampah itu sering dibuang begitu saja, padahal banyak manfaatnya. Terakhir, para pekerja dibekali keterampilan sabun herbal dari tepung-tepung dedaunan, kopi, dan teh. This article aims to describe a training program of herbal soap production toward Kebersihan, Keindahan dan Kenyamanan Lingkungan (K3L) workers of Universitas Padjadjaran as a part of society empowernment program on the scheme of Pengabdian Pada Masyarakat (PPM) integrated with Kuliah Kerja Nyata Mahassiwa (KKNM) in 2019. The program used experiment method with K3L workers as the object. First of all, the program started by motivation, namely smart, ikhlas and complete work in order the workers can be happy on doing their job. Furthermore, the workers were introduced with effifacy of leaves which became rubbish in Unpad. Those leaves rubbishis often thrown away, despite these have a lot of savour. Finally, the workers were trained a skill to make herbal soap from leaves flour, coffee, and tea.
RESPON FISIOLOGIS LONG-TERM MEMORY TERHADAP PERUBAHAN MOLEKULER BDNF DI HIPOKAMPUS DAN PLASMA DARAH PADA BERBAGAI INTENSITAS AKTIVITAS FISIK TIKUS WISTAR Leonardo Lubis; Ambrosius Purba; Setiawan Setiawan; Nugraha Sutadipura
Indonesian Journal of Applied Sciences Vol 4, No 2 (2014)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (9720.146 KB) | DOI: 10.24198/.v4i2.16808

Abstract

AKTIVITAS DEPIGMENTASI FRAKSI N-HEKSANA BUAH MALAKA (PHYLLANTHUS EMBLICA) PADA SEL MELANOSIT MOUSE MELANOMA B16 RETI HINDRITIANI; ENDANG SUTEDJA; SETIAWAN SETIAWAN; MUCHTAN SUJATNO
Indonesian Journal of Applied Sciences Vol 3, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5754.736 KB) | DOI: 10.24198/.v3i1.16825

Abstract

PARAMETER GENETIK DAN KORELASI GENOTIPIK KARAKTER BATANG DENGAN TOLERANSI KEREBAHAN 26 GENOTIP SORGUM (Sorghum bicolor (L.) Moench) Anas Anas; Meddy Rachmadi; Setiawan Setiawan; Mansyur Mansyur
Indonesian Journal of Applied Sciences Vol 5, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4811.705 KB) | DOI: 10.24198/ijas.v5i1.16655

Abstract

AbstractInformation of genetic variability and heritability of sorghum stem are very important for lodging-tolerant breeding program. Genotypic correlation of stem morphological character to lodging tolerance is very useful in selection program. The objectives of this experiment were to observe variability and heritability of stem character and to determine stem character that correlate with lodging tolerance. Field experiment was carried out in experimental station of Agriculture Faculty Universitas Padjadjaran. The results showed that all stem characters showed wide genetic variability except stem density and stem diameter. Low and medium heritability were showed also by stem density and stem diameter. Other stem characters showed high estimation of heritability value. Stem elasticity and number of inter-node showed negative correlation to oblique angles of stem. Other stem characters had no correlation with lodging tolerance.Keywords: genotypic correlation, heritability, lodging, sorghum, variability
Demographic Factors and Disease History Associated with Dementia among Elderly in Nursing Homes Lisna Anisa Fitriana; Nazhifa Ufamy; Kusnandar Anggadiredja; Linda Amalia; Setiawan Setiawan; I Ketut Adnyana
Jurnal Keperawatan Padjadjaran Vol. 8 No. 2 (2020): Jurnal Keperawatan Padjadjaran
Publisher : Faculty of Nursing Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jkp.v8i2.1361

Abstract

Dementia is increasing in the world which is a major cause of disability and dependence in the elderly. This causes the elderly can not do their daily activities so often live in a nursing home. It is important to know the factors associated with dementia to prevent and treat dementia with appropriate interventions. The objective of this study was to identify the demographic factors and disease history associated with dementia among elderly in nursing homes. The research method was cross sectional study. Sample were recruited from three nursing homes located in Bandung and Garut using purposive sampling technique for a-3 month period (n=163). Data were collected using questionnaire consisting of demographic data, disease history, and MMSE (Mini Mental State Examination). The analysis of data was performed using chi-square test, fisher test, and logistic regression analysis. In term of its association with dementia, low education had the higher odd ratio (OR: 5.90, 95% CI: 2.02-17.20, p=0.001) than unmarried status (OR: 4.78, 95% CI: 1.23-18.52, p=0.024) and stroke (OR: 0.23, 95% CI: 0.06-0.88, p=0.032). However, diabetes mellitus was identified as confounding variable (OR: 0.10, 95%CI: 0.01-1.01, p=0.051). In conclusion, low education, unmarried status, stroke, and diabetes mellitus were predictor factors of dementia among elderly in nursing homes. It is recommended to include effective treatment could be in the form of health education about management of stroke and diabetes, physical activity, improvement of nutritional adequate, and social activities to prevent loneliness.
PEMERIKSAAN KESEHATAN DETEKSI DINI PADA PARA SANTRI DAN DEWAN USTAZ DI PESANTREN AL-QURAN AL-BAYUM SOREANG Setiawan Setiawan; Wahyu Gunawan; Ken Ratu Annida; Ananda Dendy Triartamevia; Chyntia Astari
Sawala : Jurnal pengabdian Masyarakat Pembangunan Sosial, Desa dan Masyarakat Vol 4, No 1 (2023): Sawala : Jurnal pengabdian Masyarakat Pembangunan Sosial, Desa dan Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/sawala.v4i1.44527

Abstract

Pondok Pesantren Al-Bayum masih memiliki beberapa permasalahan, khususnya pada bidang kesehatan. Mulai dari fasilitas kesehatan yang kurang memadai, tidak adanya pranata kesehatan, hingga pola hidup yang belum memenuhi standar kesehatan. Maka, melalui pengkajian pemeriksaan kesehatan deteksi dini, penelitian ini bertujuan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan deteksi dini kepada para santri dan dewan ustaz sebagai upaya pencegahan penyakit. Melalui metode yang dilakukan dengan pemeriksaan kesehatan dini yang meliputi skrining, pengecekan tekanan darah, denyut nadi, tinggi badan, dan promosi kesehatan. Hasil kajian dari pemeriksaan kesehatan deteksi dini yang dilakukan, menunjukkan bahwa sebagian santri dan dewan ustaz mengalami hipertensi ringan. Diketahui sebanyak 4 orang yang mengalami hipertensi ringan dengan sistole di atas 130 dan diastole di atas 90, yaitu satu santri dan tiga ustaz. Maka dari itu, pesantren bersama-sama, baik para santri dan dewan ustaz, perlu mengusahakan peningkatan kesehatan melalui pengimplementasian pola hidup yang sehat. Khususnya dalam menciptakan lingkungan hidup sehat dan sakit. Kata kunci: Deteksi dini, Pemeriksaan kesehatan, Pesantren
PERILAKU HIDUP SEHAT DENGAN PEMANFAATAN SUMBER DAYA ALAM SEBAGAI PREVENTIF DAN KURATIF PENGOBATAN (FITOFARMAKA) DI PESANTREN AL-QUR’AN AL-BAYUM Setiawan Setiawan; Wahyu Gunawan; Adra Dimas Prameswara; Fanny Widiantari; Mayrin Anbar Widias
Sawala : Jurnal pengabdian Masyarakat Pembangunan Sosial, Desa dan Masyarakat Vol 4, No 1 (2023): Sawala : Jurnal pengabdian Masyarakat Pembangunan Sosial, Desa dan Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/sawala.v4i1.44535

Abstract

Kesehatan merupakan salah satu aspek yang termasuk ke dalam indikator pembangunan manusia dan juga termasuk ke dalam faktor utama yang mempengaruhi Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Namun pada permasalahannya, pesantren Al-Bayum perlu mengoptimalkan sistem kesehatan yang mereka miliki. Tujuan penelitian ini untuk memanfaatkan potensi lahan yang dimiliki oleh pihak pesantren sebagai lahan untuk penanaman tanaman obat. Melalui metode yang dilakukan dengan pemetaan masalah dan pelatihan pemanfaatan fitofarmaka. Hasil yang diperoleh dari tulisan ini yakni ditemukan sejumlah potensi lahan yang dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan tanaman obat  sebagai upaya pengoptimalan sistem kesehatan pesantren. Selanjutnya, mayoritas santri dapat memanfaatkan tanaman obat sebagai tindakan kuratif atau penyembuhan. Dengan penggunaan fitofarmaka pun secara kuratif membantu penyembuhan penghuni pesantren baik dalam bentuk yang diolah menjadi kapsul atau larutan.
OPTIMALISASI POTENSI WISATA BERBASIS HEALTH COMMUNITY TOURISM MELALUI SISTEM BUDIDAYA HONEYBEE-COFFEEPLANTATION SEBAGAI EXPERIENTIAL TOURISM DI DUSUN GUNUNG TIGA PANGANDARAN: OPTIMALISASI POTENSI WISATA BERBASIS HEALTH COMMUNITY TOURISM MELALUI SISTEM BUDIDAYA HONEYBEE-COFFEEPLANTATION SEBAGAI EXPERIENTIAL TOURISM DI DUSUN GUNUNG TIGA PANGANDARAN Setiawan Setiawan
KABUYUTAN Vol 2 No 3 (2023): Kabuyutan, Nopember 2023
Publisher : PT. RANESS MEDIA RANCAGE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61296/kabuyutan.v2i3.207

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan potensi wisata berbasis Community Based Tourism (CBT) melalui pemanfaatan sistem budidaya honeybee-coffee plantation sebagai bentuk Experiential Tourism di Dusun Gunung Tiga, Pangandaran. Studi ini menerapkan pendekatan kualitatif dan kuantitatif, dengan metode pengumpulan data yang melibatkan wawancara, survei, observasi, dan analisis data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan honeybee-coffee plantation sebagai salah satu bentuk Experiential Tourism di Dusun Gunung Tiga memiliki potensi besar untuk meningkatkan partisipasi masyarakat setempat dalam sektor pariwisata, serta mendukung kesejahteraan ekonomi dan pelestarian lingkungan. Dengan memanfaatkan potensi alam, tradisi lokal, dan kearifan lokal, program ini mampu memberikan pengalaman wisata yang berkesan bagi wisatawan sambil memberikan manfaat sosial dan ekonomi kepada komunitas setempat. Pemanfaatan honeybee-coffee plantation juga mendorong kesadaran lingkungan dan pelestarian alam di antara wisatawan dan komunitas setempat. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan panduan dan inspirasi bagi pengembangan potensi wisata berbasis CBT di daerah lain dan berkontribusi pada pembangunan berkelanjutan di tingkat lokal serta nasional.
Gambaran Kualitas Tidur Nelayan di Pantai Pangandaran Shintya Furi Hastuti; Irman Somantri; Setiawan Setiawan
Malahayati Nursing Journal Vol 8, No 7 (2026): Volume 8 Nomor 7 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v8i7.25292

Abstract

ABSTRACT Sleep quality is an important factor in maintaining health and occupational safety, particularly among workers with high physical demands and irregular work patterns such as fishermen. Fishermen often experience intensive physical activity, exposure to marine environmental conditions, and work patterns that may affect rest time. In fishing communities with a one-day fishing system, fishing activities are conducted almost daily with relatively short sailing durations, which may influence sleep patterns. However, studies specifically describing sleep quality among fishermen with this work pattern remain limited. This study aims to describe the sleep quality of fishermen in Pangandaran Beach using the Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) instrument along with its components. This study employed a quantitative descriptive design with fishermen in Pangandaran Beach as the study population. A total of 126 respondents were selected using simple random sampling. Sleep quality was measured using the Indonesian version of the PSQI and analyzed descriptively. The results showed that most respondents had poor sleep quality, accounting for 117 individuals (92.9%), while only 9 respondents (7.1%) had good sleep quality. However, most respondents subjectively perceived their sleep quality as fairly good. The respondents’ sleep patterns were characterized by relatively short sleep latency and adequate sleep efficiency, but with short sleep duration. Commonly reported sleep disturbances included body pain, waking up at night, nocturia and daytime sleepiness during daily activities. These findings indicate that most fishermen in Pangandaran have suboptimal sleep quality, which may affect their health and alertness at work. Keywords: Sleep, Sleep Quality, Fishermen.  ABSTRAK Kualitas tidur merupakan aspek penting dalam menjaga kesehatan dan keselamatan kerja, terutama pada pekerja dengan tuntutan fisik tinggi dan pola kerja tidak teratur seperti nelayan. Nelayan sering menghadapi aktivitas fisik intensif, kondisi lingkungan laut, serta pola kerja yang dapat memengaruhi waktu istirahat. Pada komunitas nelayan dengan sistem one-day fishing, aktivitas melaut dilakukan hampir setiap hari dengan durasi pelayaran yang relatif singkat sehingga berpotensi memengaruhi pola tidur. Namun, penelitian yang secara khusus menggambarkan kualitas tidur pada nelayan dengan pola kerja tersebut masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan kualitas tidur nelayan di Pantai Pangandaran menggunakan instrumen Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) beserta komponennya. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan populasi nelayan di Pantai Pangandaran. Sampel penelitian berjumlah 126 responden yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Kualitas tidur diukur menggunakan PSQI versi Bahasa Indonesia dan dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki kualitas tidur buruk yaitu 117 orang (92,9%), sedangkan kualitas tidur baik sebanyak 9 orang (7,1%). Meskipun demikian, sebagian besar responden menilai kualitas tidurnya cukup baik secara subjektif. Pola tidur responden ditandai dengan latensi tidur yang relatif cepat dan efisiensi tidur yang cukup baik, namun dengan durasi tidur yang pendek. Gangguan tidur yang sering dilaporkan meliputi nyeri tubuh, terbangun pada malam hari serta keinginan buang air kecil pada malam hari, dan sebagian responden juga melaporkan rasa kantuk saat beraktivitas pada siang hari. Temuan ini menunjukkan bahwa sebagian besar nelayan di Pantai Pangandaran memiliki kualitas tidur yang kurang optimal yang berpotensi memengaruhi kesehatan serta kewaspadaan saat bekerja. Kata Kunci: Tidur, Kualitas Tidur, Nelayan.