Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Mediator

Implikasi Perkembangan Pertelevisian Pascaderegulasi terhadap Media Cetak Baskin, Askurifai
Mediator Vol 1, No 1 (2000)
Publisher : FIkom Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dasar pemikiran tulisan ini dilandasi perkembangan siaran televisi swasta yang semakinberkembang, dalam arti beragamnya pilihan stasiun tv swasta dengan acara yang bervariasi,di samping dukungan kebijakan pemerintah me/alui UU Penyiaran. Permasalahannya adalahbagaimana hubungan antara media cetakyang sudah lebih dahulu muncul dengan masuknyamedia elektronika dan broadcasting house? Kedua jenis media ini sebetulnya memilikikelebihan, sekaligus kekurangan. Ketika budaya televisi tumbuh dengan pesat, munculkekhawatiran dari sementara pengelola surat kabar akan semakin surutnya pembaca yangmenjadi surut. Namun, beberapa penelitian menunjukkan bahwa masing-masing mediamemiliki tingkat efisiensi tertentu yang tergantung dari message dan target khalayaknya.Da/am mengatasi persaingan, media cetak terus berupaya meningkatkan produksi danprofesionalismenya selain dengan mempertahankan segmen pembaca tertentu. Namun,pada perkembangan selanjutnya ternyata antarkedua media tersebut terjadi hubungankerja sama positif Masing-masing media saling memanfaatkan dan mendukungkelebihannya masing-masing
Peranan Perkembangan Film Indie terhadap Bangkitnya Film Nasional Baksin, Askurifai
Mediator Vol 3, No 1 (2002)
Publisher : FIkom Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

BeBeberapajilm indie mulai bicara di ajang festivaljilm internasional. Ada pula yang memang sukses besar di bioskop. Misalnya, Kuldesak. Fenomena ini seolah memberi darah segar bagi perjilman nasional. Meski awalnya berangkat darijalur indie, bolehjadi para sineas tadi bisa beralih jalur ke mayor label. Yangjelas, terapi yang mereka lakukan telah memberi nafas baru bagi bangkitnya perjilman nasional.
Kebudayaan Audio Visual: Telaah terhadap Nilai-Nilai Berita Televisi Baskin, Askurifai
Mediator Vol 4, No 2 (2003)
Publisher : FIkom Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Budaya audiovisual memunculkan tantangan baru bagi konsumsi dan produksi media massa. Sebelumnya, berita disampaikan dan dicerna lewat budaya tulis yang dibawa oleh media cetak. Kini, dengan maraknya televisi, berita ditransjer kepada khalayak dan dikonsumsi melalui budaya audiovisual. Pengamat kebudayaan Neil Postman dan Jerry Mander menilai, bahasa tertulis menghadirkan pengertian yang teratur dandapat dipercaya. Sementara, konsepsi-konsepsi tentang dunia yang ditawarkan televisi cenderung kacau balau dan tidakmasdk akal, dan karenanya berbahaya bagi masyarakat. Jni dibantah oleh pengamat lain. Mengutip Edmund G. Brown, Arswendo Atmowiloto justru mencermati, kehadiran televisi memberi kesempatan bagi semua - satu kelebihan yang tidak bisa ditandingi oleh budaya tulis yang bersijat elitis akibatjaktor literacy yang menyertainya. Bagi para praktisi media dan teoretisi komunikasi sendiri, yang paling penting adalah mencermati karakteristik masing-masing medium injormasi dan komunikasi massa, serta menyiasati karakteristiktersebut untuk mengoptimalkanjungsinya di tengah masyarakat. Berita televisi memang bisa saja sungguh-sungguh, dan serius. Tapi bisa juga membodohi masyarakat, berpura-pura, dan terbuka untuk dimallipulasi. Di sinilah letak urgensi moralitas-kehadiran moralitas mutlak diperlukan dalam produksi dan sajian berita televisi sehillgga khalayak mendapatkan aspek terbaik dari budaya audio visual.