Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

STRATEGI INTEGRATED MARKETING COMMUNICATION UNTUK MENINGKATKAN LOYALITAS ANGGOTA BAITUL MAAL WAT TAMWIL AMANAH 99 BOJONEGORO stevani, fruri; Ningrum, Ifa Khoiria
Edunomic : Jurnal Ilmiah Pendidikan Ekonomi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol 6 No 1 (2018): EDISI MARET
Publisher : FKIP Unswagati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33603/ejpe.v6i1.927

Abstract

IMC merupakan bagian dari Marketing Departement yang secara umum bertugas untuk memasarkan produk, jasa dan fasilitas, memperoleh opini publik yang menguntungkan serta mempertahankan citra positif. Untuk mendukung berhasilnya tugas IMC dibutuhkan informasi dan komunikasi dua arah, serta hubungan baik dengan semua pihak, baik pihak internal maupun eksternal. Pengelolaan IMC yang baik, akan menghasilkan keuntungan bagi lembaga terutama dari sisi terjaganya citra baik performance. Oleh karena itulah dalam penelitian ini akan dianalisis Strategi Integrated Marketing Communication (IMC) manakah yang paling efektif  dalam meningkatkan loyalitas anggota BMT Amanah 99 Bojonegoro.Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif dengan pendekatan analisis kualitatif, dengan teknik pengumpulan data lebih banyak pada observasi terus terang atau tersamar, wawancara mendalam (in depth interview) dan dokumentasi. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive sampling digunakan untuk mencari data strategi pemasaran yang digunakan BMT, jadi yang paling mengerti tentang strategi pemasaran adalah pimpinan, manajer marketing dan anggota marketing.            Dari kelima elemen strategi IMC terdapat satu elemen yang paling efektif digunakan untuk meningkatkan loyalitas nasabah yaitu strategi personal selling. Berdasarkan hasil wawancara dapat diketahui bahwa personal selling menjadi sumber informasi yang paling banyak didapat oleh anggota BMT. Hal ini dibuktikan  dari sebesar 21 anggota atau 56,8 %. Sedangkan faktor lokasi menjadi sumber informasi yang paling sedikit yaitu dari 7 orang atau sebesar 18,9 %. Strategi personal selling dapat meningkatkan loyalitas anggota karena langsung berinteraksi dengan BMT. Marketing BMT langsung mendatangi anggota dengan memberikan pelayanan yang baik sehingga dapat menciptakan hubungan yang baik dengan anggota. Hal ini dapat menjadi hubungan yang  erat antara anggota dan BMT sehingga akan menciptakan loyalitas. Dengan demikian strategi personal selling paling efektif untuk meningkatkan loyalitas anggota BMT.Kata kunci: Integrated, Marketing, Communication.
Collaborative Governance Sebagai Upaya Pengembangan Ekosistem Ekonomi Kreatif di Kabupaten Bojonegoro : Penelitian Stevani, Fruri; Widoretno, Niken; Irawan, Ferri
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 3 (Januari 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i3.4525

Abstract

The creative economy is a strategic sector in national economic growth, where the role of the government and the private sector is crucial in creating a conducive ecosystem. Collaborative governance with various parties is a concrete effort to achieve the shared goal of realizing Bojonegoro as a creative city supported by the formation of a creative economy ecosystem in Bojonegoro Regency. This study uses qualitative research methods. Data in this study were obtained from primary and secondary data, while data collection techniques were carried out through observation, interviews, and documentation. This study shows that collaborative governance in the creative economy program in Bojonegoro Regency has been realized quite well. The government plays a role in providing adaptive and facilitative policies, while other collaborative sectors contribute to investment, technology, and broader business networks. Some key challenges include complex bureaucracy, lack of cross-sector coordination, and disparities in access to resources. To optimize this partnership strategy, a collaborative approach based on shared interests, transparency, and increased human resource capacity is needed.
The Pengaruh Game-based learning Berbantu Media Monopoli terhadap Prestasi Belajar Ekonomi Bisnis Prihantini, Ika; Stevani, Fruri; Sujiran, Sujiran
Perspektif Pendidikan dan Keguruan Vol 16 No 1 (2025): Perspektif Pendidikan dan Keguruan Vol 16 No 1 April 2025
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25299/perspektif.2025.vol16(1).22006

Abstract

This study aims to test the effect of implementing the Game-based learning model integrated with Monopoly game media on improving student learning achievement in the Business Economics subject of class X Accounting 3 at SMK Negeri 1 Cepu. The research approach used is quantitative, with a one-group pretest-posttest design. The effectiveness of the learning intervention was evaluated through statistical analysis using a paired sample t-test with the help of SPSS version 24. The test results showed that the calculated t value of 17.209 exceeded the critical t table value of 2.032, with a significance level of less than 0.05. This finding confirms a significant difference between the pretest and posttest scores, leading to the rejection of the null hypothesis (H₀) and the acceptance of the alternative hypothesis (Hₐ). Thus, the Game-based learning model is proven to be able to significantly improve student learning achievement. Game-based learning fosters a more enjoyable and interactive classroom environment while encouraging collaboration between students. In addition to improving conceptual understanding, this approach also fosters teamwork and communication skills. As a result, this model is recommended as an innovative teaching strategy to create a more active and dynamic classroom atmosphere that effectively supports continuous improvement in learning outcomes.