Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

PENGARUH EDUKASI ONLINE BERBASIS FAMILY CENTERED MATERNITY CARE TERHADAP SELF EFFICACY IBU POSTPARTUM DALAM PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF Rini Rahmayanti; Dedi Adha; Fitri Wahyuni
JURNAL KESEHATAN MERCUSUAR Vol. 4 No. 1 (2021): JURNAL KESEHATAN MERCUSUAR
Publisher : STIKes MERCUBAKTIJAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36984/jkm.v4i1.202

Abstract

The coverage of exclusive breastfeeding for infants aged 0-5 months in Indonesia in 2018 is only 37.3%. Self-efficacy is one of the main factors affecting the behavior of exclusive breastfeeding. During the Covid-19 pandemic, the self-efficacy of mothers for breastfeeding decreased, so increasing efforts are needed. Increasing knowledge can be done by providing online education based on family centered maternity care (FCMC). The purpose of this study was to determine the effect of FCMC-based online education on the self-efficacy of postpartum mothers in exclusive breastfeeding. This type of research is pre-experimental with one group pretest-posttest design with a total sample of 10 postpartum mothers. Data were analyzed using paired t-test. The results showed that the mean self-efficacy before being given online education was 41 with a standard deviation of 4.37, the mean self-efficacy after being given peer education was 59.8 with a standard deviation of 3.4. There is a difference in the mean value before and after the online education intervention was given with p-value = 0.000 (p <0.05). There is an effect of FCMC-based online education on the self-efficacy of postpartum mothers in breastfeeding. Health servicesare expected to facilitate FCMC-based online education programs to increase self-confidence in breastfeeding.
EFEKTIVITAS CRYOTHERAPY TERHADAP TINGKAT NYERI PUNGGUNG BAWAH IBU POSTPARTUM PADA MASA PANDEMI COVID-19 Rini Rahmayanti; Delvi Hamdayani; Fitri Wahyuni
JURNAL KESEHATAN MERCUSUAR Vol. 4 No. 2 (2021): JURNAL KESEHATAN MERCUSUAR
Publisher : STIKes MERCUBAKTIJAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36984/jkm.v4i2.253

Abstract

Low back pain is one of the complaints felt by some and almost all postpartum mothers since pregnancy. Low back pain occurs in 45-55% of mothers in the first week postpartum, continues at 8 weeks postpartum as much as 68% and 60% in the next 8 months. Persistent pain causes inhibition of maternal activities and reduces quality of life. One type of complementary therapy is cryotherapy cold therapy with ice. Cold therapy is a therapeutic modality that can absorb tissue temperature so that there is a decrease in tissue temperature through the conduction mechanism. The purpose of this study was to determine the effectiveness of cryoptherapy on low back pain in postpartum mothers during home care during the COVID-19 pandemic. This type of research is a pre-experimental design with One Group Pretest-Posttest with a sample of 22 early postpartum mothers (24 hours to 1 week after delivery). Data were analyzed using paired t test. The results showed that the average pain scale before being given cryotherapy was 6.82 with a standard deviation of 0.907, the average self-efficacy after being given cryotherapy was 3.96 with a standard deviation of 0.64. There was a difference in the mean value between before and after the cryotherapy intervention was given with p-value = 0.002 (p<0.05). It is hoped that health services can use cryotherapy as a therapy to reduce postpartum maternal back pain.
EDUKASI PENDUKUNG KESEHATAN IBU MENYUSUI MELALUI MEDIA CAKRAM TERAPI KOMPLEMENTER Rini Rahmayanti; Fitri Wahyuni; Miranda Sari; Novria Wulansari; Maisafa Windi
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 1 (2023): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i1.12218

Abstract

Abstrak: Cakupan pemberian ASI terendah pada tahun 2021 yaitu 20,1% di RW 02 Kecamatan Nanggalo Kota Padang dengan target cakupan pemberian ASI eksklusif nasional yakni sebesar 80%. Permasalahan didapatkan bahwa kelompok ibu menyusui belum mengetahui cara untuk mengatasi masalah selama masa menyusi, ibu tidak memahami terapi komplementer yang bisa digunakan untuk mengatasi masalah tersebut dan belum ada media yang menarik dalam pemberian edukasi sebelumnya. Tujuan pengabdian ini adalah meningkatkan pengetahuan dan kemampuan ibu melakukan terapi komplementer dalam penanganan masalah menyusui dengan menggunakan media cakram. Metode pelaksanaan model kerjasama kemitraan dengan Kader Kesehatan dan ibu menyusui melalui penyuluhan dan pelatihan menggunakan cakram. Kegiatan ini dilaksanakan pada bulan Juli-Okotober 2022 dengan diikuti sebanyak 20 peserta. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan kemampuan ibu dalam penanganan masalah menyusui menggunakan terapi komplementer sebesar 49,4% dengan rata-rata nilai pretest 56.89% menjadi 85% pada posttest. Kegiatan pemberdayaan masyarakat ini dapat digunakan sebagai promosi kesehatan dan pemanfaatan cakram terapi komplementer sebagai upaya peningkatan kesehatan ibu menyusui. Abstract: The lowest coverage of breastfeeding will be in 2021, which is 20.1% in RW 02, Nanggalo District, Padang City with the target coverage for exclusive breastfeeding nationwide, which is 80%. The problem was found that the group of breastfeeding mothers did not know how to solve problems during breastfeeding, mothers did not understand complementary therapies that could be used to overcome these problems and there was no interesting media in providing previous education. The purpose of this service is to increase the knowledge and ability of mothers to do complementary therapy in handling breastfeeding problems using disc media. The method of implementing the partnership model with Health Cadres and breastfeeding mothers is through counseling and training using discs. This activity was held in July-October 2022 with 20 participants participating. The results of the activity showed an increase in knowledge and ability of mothers in handling breastfeeding problems using complementary therapy by 49.4% with an average pretest score of 56.89% to 85% in the posttest. This community empowerment activity can be used as a health promotion and use of complementary therapy discs as an effort to improve the health of breastfeeding mothers. 
Oral Care Prevents Late-Onset Sepsis in Risk Preterm Infants Fitri Wahyuni; Yeni Rustina; Defi Efendi
Jurnal Keperawatan Indonesia Vol 23 No 1 (2020): March
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.7454/jki.v23i1.551

Abstract

The incidence of infections in preterm infants is still quite high. In this study, oral care with human breast milk was implemented in risk preterm infants as a precaution. The study was conducted using a quasi-experimental method with a non- equivalent control group and posttest only design in 40 risk preterm infants. The participants were divided into two groups of 20. The data were analyzed using independent t-test and a Wilcoxon test. The results show that this intervention has an effect on the incidence of late-onset sepsis in preterm infants. The effect is based on symptoms: body temperature instability (p= 0.021), C-reactive protein (p= 0.006), and leukocytes (p= 0.020) all indicated differences between the two groups. It is recommended that this practice be adopted as a routine therapy program in perinatology. Abstrak Perawatan Mulut Mencegah Sepsis Neonatorum Awitan Lambat pada Bayi Prematur Risiko Tinggi. Angka kejadian infeksi setelah lahir pada bayi prematur masih cukup tinggi. Pelaksanaan intervensi pemberian oral care menggunakan air susu ibu pada bayi prematur risiko tinggi telah dilakukan sebagai pencegahan. Penelitian dilakukan menggunakan metode kuasi eksperimen dengan desain post-test only, kelompok kontrol non ekuivalen, pada 40 bayi prematur risiko tinggi sebagai sampel. Responden dibagi menjadi dua kelompok, masing-masing kelompok 20 responden. Data dianalisis menggunakan uji t independen dan wilcoxon. Hasil Intervensi ini terbukti memiliki manfaat terhadap dalam menurunkan kejadian sepsis neonatorum awitan lambat pada bayi prematur berdasarkan tanda klinis seperti ketidakstabilan suhu tubuh (p= 0,021), hasil pemeriksaan C-Reaktif Protein (p= 0,006) dan leukosit (p= 0,020) yang menunjukkan adanya perbedaan yang bermakna antara kelompok kontrol dan kelompok intervensi. Intervensi ini diharapkan dapat dilanjutkan menjadi program terapi rutin yang akan dilakukan di ruang rawat perinatologi. Kata Kunci: ASI eksklusif, bayi prematur, oral care, sepsis, sepsis neonatorum awitan lambat
Pendidikan Kesehatan tentang Penanganan Pertama Saat Anak Mengalami Kejang Demam di Rawat Inap Anak RSUP Dr. M. Djamil Padang Fitri Wahyuni; Yusriana Yusriana; Alfi Husna; Elisabeth Putri Clarissa; Weri Dwiyanti
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Vol 3 No 4 (2023): JAMSI - Juli 2023
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jamsi.826

Abstract

Orang tua dan keluarga dengan anak kejang demam merasa khawatir dan cemas apabila balita mereka mengalami demam dan suhu tubuh yang tidak segera turun. Hal ini dapat disebabkan karena ketidaktahuan orang tua dan keluarga tentang penanganan awal kejadian kejang demam pada balita. Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini untuk memberikan pendidikan kesehatan tentang kejang demam tentang penanganan pertama saat anak mengalami kejang demam terhadap orang tua dan keluarga. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini berfokus pada orang tua dan keluarga yang memiliki anak yang sedang menjalani rawat inap di Instalasi Rawat Inap Anak RSUP DR M Djamil Padang yang berjumlah 15 orang. Kegiatan ini terlaksana pada hari Selasa, 13 Desember 2022. Hasil evaluasi kegiatan pengabdian pemberian Pendidikan Kesehatan ini didapatkan adanya peningkatan pengetahuan orang tua dan keluarga tentang penanganan kejang demam pada anak.
Optimalisasi Pusat Konseling Seksualitas Remaja Berbasis Psychoeducation dan Mind Mapping di Kampung Nelayan Elo Pukek Padang Rini Rahmayanti; Dwi Puspitasari; Fitri Wahyuni
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 11 (2023): Volume 6 No 11 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i11.12485

Abstract

ABSTRAK Komunitas remaja Tanah Ombak merupakan kumpulan anak dan remaja yang tinggal di wilayah kampung nelayan Elo Pukek Padang. Di taman baca telah ada pusat konseling seksualitas tetapi belum berfungsi maksimal dan belum ada metode edukasi yang menarik tentang kesehatan reproduksi remaja maka perlu dilakukan kegiatan edukasi dengan inovasi kombinasi psychoeducation dan mind mapping dengan memanfaatkan pusat konseling yang sudah terbentuk sebelumnya. Tujuan kegiatan adalah mengoptimalkan pusat konseling seksualitas remaja yang sudah dibentuk dan pemberian edukasi kesehatan seksual remaja yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran remaja agar terhindar dari perilaku seksual beresiko pada remaja sehingga dapat melewati fase menuju dewasa dengan sehat dan berkualitas. Kegiatan dilaksanakan dengan metode sosialisasi, pelatihan dan pendampingan remaja pada bulan Juli - September 2023 dengan metode  ceramah  dan  dirangkaikan dengan  penayangan  video  edukasi. Didapatkan hasil adanya peningkatan pengetahuan remaja dan teridentifikasi remaja aktif mendengarkan dan bertanya selama kegiatan. Kesimpulan adalah pelaksanaan kegiatan pelatihan dan pendampingan pada remaja dengan metode psychoeducation dan mind mapping  dapat meningkatkan pengetahuan remaja tentang kesehatan reproduksi dan perilaku seksual. Kata Kunci: Konseling, Seksualitas, Remaja, Psychoeducation, Mind Mapping  ABSTRACT The Tanah Ombak youth community is a group of children and teenagers who live in kampung nelayan Elo Pukek Padang. At the reading park there is a sexuality counseling center but it is not yet functioning optimally and there is no interesting educational method about adolescent reproductive health, so it is necessary to carry out educational activities with innovative combinations of psychoeducation and mind mapping by utilizing the counseling center that has been previously established. The aim of the activity is to optimize the adolescent sexuality counseling center that has been established and provide adolescent sexual health education which aims to increase adolescent knowledge and awareness in order to avoid risky sexual behavior in adolescents so that they can pass the phase towards adulthood in a healthy and quality manner. Activities are carried out using the method of outreach, training and mentoring teenagers in July - September 2023 using the lecture method and combined with showing educational videos. The results showed that there was an increase in teenagers' knowledge and it was identified that teenagers actively listened and asked questions during the activity. The conclusion is that implementing training and mentoring activities for teenagers using psychoeducation and mind mapping methods can increase teenagers' knowledge about reproductive health and sexual behavior. Keywords: Counselling, Sexuality, Teenager, Psychoeducation, Mind Mapping
EFEKTIFITAS TERAPI MENDEKAP DAN TERAPI MUSIK DALAM MENURUNKAN SKALA NYERI PADA BAYI SAAT DILAKUKAN IMUNISASI CAMPAK Fitri Wahyuni; Ulfa Suryani
Jurnal Keperawatan Vol 16 No 1 (2020): Jurnal Ilmiah Keperawatan Sai Betik
Publisher : Jurusan Keperawatan Politeknik Kesehatan Tanjung Karang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26630/jkep.v16i1.1897

Abstract

Meningkatnya angka kejadian campak pada balita menunjukkan bahwa kurangnya kesadaran orangtua akan pentingnya imunisasi campak. Tujuan dari penelitian ini dilakukan untuk mengetahui efektifitas terapi mendekap dan terapi musik dalam menurunkan skala nyeri pada bayi saat dilakukan imunisasi campak. Jenis penelitian ini adalah quasy eksperiment dengan pendekatan pretest dan posttest without control grup desain. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan teknik “purposive sampling” dengan total sampel 24 orang responden dan instrumen penelitian dengan menggunakan lembar observasi skala FLACC. Data dianalisa menggunakan komputerisasi dengan uji paired independent sampel t-test dengan tingkat kepercayaan 95% a<0,05. Hasil penelitian ini menunjukkan  rata-rata penurunan skala nyeri sebelum dan sesudah terapi mendekap adalah 4,2 sedangkan terapi musik adalah 2,7. Disimpulkan bahwa terapi mendekap lebih efektif dalam menurunkan skala nyeri pada bayi saat dilakukan imunisasi campak di Kelurahan Kubu Dalam Parak Karakah Wilayah Kerja Puskesmas Andalas Kota Padang tahun 2019 dengan p-value=0,017 (p<0,05). Disarankan kepada petugas kesehatan dapat mengaplikasikan dan mengetahui manfaat dan efek yang dirasakan dari terapi mendekap dan terapi musik sehingga orangtua tidak merasa takut dalam pemberian terapi