Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

ANALISIS KONFLIK BATIN PADA NOVEL SETEDUH TAMAN SURGA KARYA PUSPA MARKHIP (PSIKOLOGI SASTRA KURT LEWIN) Wawan Hermawan; Rani Jayanti; Sherly Cahyaningtyas
MATAPENA: Jurnal Keilmuan Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol. 5 No. 02 (2022): Desember 2022
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Islam Majapahit (UNIM) Mojokerto Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konflik batin tokoh yang meliputi: mendekat-menjauh (approach-avoidance conflict), dan konflik menjauh-menjauh dalam novel Seteduh Taman Surga karya Puspa Markhip. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan menggunakan pendekatan psikologi sastra (Kurt Luwin)). Hasil dari penelitian menunukkan bahwa, bentuk konflik mendekat-menjauh (approach-avoidance conflict) ditandai dengan sikap Einsteina yang berkelahi untuk menolong orang yang disayangnya serta sahabatnya yang tengah mendapat suatu permasalahan, namun ia tidak bisa mengabaikan rasa sakit dari orang-orang yang disayangnya saat berada didalam suatu permasalahan. Bentuk konflik menjauh-menjauh (avoidanceavoidance conflict) ditandai dengan tokoh Einsteina saat ia mencoba mempertahankan hidupnya dari tekanan batin yang telah ditinggalkan oleh ibu kandungnya selepas ia dilahirkan. Kata Kunci: Analisis, Deskriptif Kualitatif, dan Konflik Batin.
MINORITY RIGHTS FIGHTER IN THE LITERATURE: RESEARCH IN THE NOVELS SEJUTA DOA UNTUK GUS DUR BY DAMIEN DEMATRA Wawan Hermawan
MATAPENA: Jurnal Keilmuan Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol. 6 No. 01 (2023): Juni 2023
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Islam Majapahit (UNIM) Mojokerto Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Discrimination against the rights of minorities must be avoided by the majority group by prioritizing the views, attitudes and behaviors that respect, accept and acknowledge all differences. The focus of this study describes the figure of Abdurahman Wahid who defended and fought for the rights of minorities contained in the novels Sejuta Doa untuk Gus Dur by Damien Dematra.This research is a type of qualitative research, with content analysis data analysis techniques. The research data are sourced from the novel A Million Prayers for Gus Dur by Damien Dematra in the form of Abdurahman Wahid's defense or struggle against minorities. Data collection techniques using the technique of reading and taking notes. Data validation uses theory triangulation. The findings show Abdurahman Wahid's defense and struggle against minority rights. Gus Dur's struggle in viewing minority rights can be seen from the thoughts, attitudes and actions of Gus Dur who care for minorities who experience discrimination and violence. Gus Dur's consistency in defense for minority rights has implications for harmony between religious communities.The results of this study can be useful for society as a reflection of living in harmony, which can respect a difference. In addition, for lecturers, teachers, and student the results of this study are useful as an alternative to learning literature at schools and universities from a multicultural value perspective. This study examines Gus Dur's attitudes, views and behavior in defense for minority rights. Respect for minority rights is a form of living in harmony. Gus Dur's struggle and consistency in defending the rights of minorities should be practiced by every citizen by respecting, accepting and acknowledging all the differences. Keywords: discrimination, minority, struggle, Gus Dur
Analisis Reduplikasi dalam berita di koran harian KOMPAS edisi 25 April 2024 Arni Yuniar Prastika; Muhitotun Nadhifah; Mulia Putri Khasanah; Rafika Dini; Wawan Hermawan
BLAZE : Jurnal Bahasa dan Sastra dalam Pendidikan Linguistik dan Pengembangan Vol. 2 No. 2 (2024): Mei: Jurnal Bahasa dan Sastra dalam Pendidikan Linguistik dan Pengembangan
Publisher : STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59841/blaze.v2i2.1144

Abstract

In this research, the researcher aims to find out more about reduplication which is usually used in writing news in newspapers, so that readers will be interested in reading and it will be easier for them to understand the information in the news. This research also aims to analyze a reduplication of news in the April 25 2024 edition of the Kompas daily newspaper. The method used is a qualitative descriptive method. The data source in this research is a news story in the April 25 2024 edition of the Kompas Daily Newspaper. The data obtained in this research is in the form of a word/quote. The technique used to collect data is in the form of observation techniques. And here are the steps for analyzing the data in this research: (1) analyzing the information obtained from the news in the newspaper, (2) recording the data and then making a summary of the data, (3) presenting the results of the analysis in the form of a description. The results of this research are to find out the redundancy contained in a news item in the April 25 2024 edition of the Kompas Daily Newspaper.
“RESISTENSI TOKOH ANI TERHADAP DOMINASI PATRIARKI DALAM NASKAH BUNGA RUMAH MAKAN KARYA UTUY TATANG SONTANI: KAJIAN FEMINISME TENTANG OTONOMI PEREMPUAN DAN PEMBEBASAN DIRI.” Ahlan Romadhona; Muhammad Afif Ardiansyah; Kartika Auliyah; Wawan Hermawan
Jurnal Padamu Negeri Vol. 3 No. 2 (2026): April : Jurnal Padamu Negeri (JPN)
Publisher : CV. Denasya Smart Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69714/13ds2972

Abstract

This study is motivated by the persistence of patriarchal structures in society that limit women’s roles, life choices, and autonomy, which are also represented in literary works. One work that reflects this condition is the drama script Bunga Rumah Makan by Utuy Tatang Sontani. This study aims to describe the forms of patriarchal domination experienced by the character Ani and to reveal the forms of resistance and self-liberation she undertakes. The research employs a qualitative descriptive method with a textual analysis approach. The research data consist of dialogues and stage directions in the drama script that illustrate power relations between male and female characters. The data are analyzed through the stages of data reduction, data presentation, and conclusion drawing using a feminist perspective. The findings show that the character Ani experiences various forms of patriarchal domination, including subordination, gender stereotyping, objectification, restriction of mobility, and verbal violence. This study concludes that Bunga Rumah Makan represents women as agents of self-liberation who struggle to break free from patriarchal structures, thereby positioning literary works as a medium of social and gender critique.  
Analisis Perbandingan Makna dan Simbol dalam Puisi Hujan Bulan Juni dan Yang Fana Adalah Waktu Auralia Aini; Alya Salsabila; Lisa Lulua; Wawan Hermawan
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 1 No. 4 (2025): October
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/jpbsi.v1i4.2359

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan membandingkan arti serta lambang yang ada dalam dua puisi oleh Sapardi Djoko Damono, yaitu Hujan Bulan Juni dan Yang Fana Adalah Waktu. Pemilihan kedua puisi ini didasarkan pada penonjolan ciri estetika khas Sapardi, yang melibatkan penggunaan elemen alam dan fenomena seharihari sebagai sarana untuk menyampaikan ide-ide tentang cinta, ketahanan, waktu, dan kefanaan. Metode yang diterapkan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan acuan teori semiotika dari Charles Sanders Peirce dan Roland Barthes. Analisis yang menggunakan model trikotomi Peirce (ikon, indeks, dan simbol) diterapkan untuk mengenali jenis tanda yang muncul dalam kedua puisi, sedangkan pendekatan Barthes berfungsi untuk mengungkap arti denotatif, konotatif, dan mitos yang terdapat di dalamnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Hujan Bulan Juni didominasi simbol alam yang merepresentasikan cinta yang sabar dan ikhlas, sementara Yang Fana Adalah Waktu menonjolkan simbol abstrak yang merefleksikan kefanaan waktu dan keabadian makna manusia. Temuan ini menegaskan bahwa puisi Sapardi tidak hanya bernilai estetis, tetapi juga memuat refleksi filosofis yang mendalam tentang kehidupan dan kemanusiaan.
Gaya Bahasa Kiasan dalam Naskah Film Aku (1983) Karya Sjuman Djaya: Figurative Language In The Film Script Aku By Sjuman Djaya Amelia Amanda; Wawan Hermawan; Akhmad Fatoni
CARAKA Vol 12 No 2 (2026): JUNE
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/caraka.v12i2.22635

Abstract

Naskah film Aku merupakan skenario yang ditulis Sjuman sebagai bagian dari proyek film biografis tentang Chairil Anwar, salah satu tokoh penting dalam Angkatan ’45. Kajian ini berfokus pada aspek gaya bahasa yang terdapat dalam naskah film tersebut. Tujuan dari kajian ini untuk menganalisis gaya bahasa kiasan melalui sudut pandang stilistika. Kajian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif yang berlandaskan pada teori gaya bahasa Keraf. Data dihimpun melalui baca dan catat, berupa kata, frasa, klausa, atau kalimat yang memuat kiasan. Analisis dilakukan dengan tahapan analisis konten yang dikemukakan Endraswara, meliputi pengadaan data, proses inferensi dan analisis, serta validitas dan reliabilitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa naskah film Aku memuat gaya bahasa simile, metafora, alegori, personifikasi, alusi, epitet, sinekdoke, metonimia, antonomasia, hipalase, ironi, sinisme, dan sarkasme. Penggunaan gaya bahasa tersebut memperkuat citraan penglihatan dan pendengaran, membangun suasana dramatik dan emosional, serta memperdalam makna simbolis dalam cerita. Metafora dan personifikasi digunakan untuk menghadirkan suasana muram, pergolakan batin, dan visualisasi adegan secara lebih hidup, sedangkan ironi membuat konflik dalam cerita terasa lebih realistis. Adapun sinisme dan sarkasme memperkuat karakter Chairil Anwar sebagai sosok yang keras, bebas, kritis, dan emosional. Kajian ini diharapkan mampu memperluas apresiasi terhadap drama di Indonesia.
AESTHETICS OF AI-BASED MULTIMODAL LITERARY WORKS IN A MULTICULTURAL LITERARY PERSPECTIVE Wawan Hermawan; Linda Eka Pradita
MATAPENA: Jurnal Keilmuan Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol. 9 No. 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Indonesian language and literature education program Majapahit Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36815/matapena.v9i1.4750

Abstract

This study examines the aesthetics of AI-based multimodal literary works from a multicultural literary perspective. The rapid development of generative artificial intelligence has transformed literary production from monomodal forms into multimodal works integrating text, visuals, audio, and interactivity within a unified digital ecosystem. This transformation raises critical questions regarding the construction of aesthetic meaning, cultural representation, and the relationship between human creativity and machine-generated expression. The research employed a qualitative descriptive-interpretative approach combined with library research and digital text analysis. The study applied interdisciplinary perspectives, including literary aesthetics, multimodal discourse analysis, AI aesthetics, posthumanism, and multicultural literary theory. Data consisted of AI-generated multimodal literary texts, visual elements, and interactive features collected from digital platforms. The findings reveal that AI-based literary aesthetics are hybrid, multimodal, and interactive in nature. AI-generated works demonstrate coherent narrative structures, systematic figurative language, and strong multimodal integration that enrich aesthetic experiences through immersive and participatory engagement. However, the aesthetic expressions tend to be repetitive, generic, and limited in emotional depth because they are primarily constructed through algorithmic patterns rather than human existential experience. From a multicultural perspective, AI literary works are capable of representing local cultural identities within global contexts, yet they also exhibit tendencies toward cultural simplification, stereotyping, and homogenization due to biases embedded in training data. The study concludes that AI-based literary aesthetics represent a new posthuman aesthetic paradigm resulting from human–machine collaboration, while simultaneously requiring critical multicultural approaches to maintain cultural sensitivity and diversity in digital literary production. Keywords: AI aesthetics, multimodal literature, generative artificial intelligence, multicultural literature, posthumanism.
Pelatihan Smart Budgeting Petani Dan Ibu PKK Untuk Peningkatan Kapasitas Pengelolaan Keuangan Rumah Tangga Serta Usaha Wawan Hermawan; Deka Anjariyah; Ainul Yaqin
Jurnal Dharma Jnana Vol. 5 No. 3 (2025): JURNAL DHARMA JNANA
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Mahasaraswati Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan kapasitas petani dan ibu PKK dalam mengelola keuangan rumah tangga dan usaha melalui pelatihan Smart Budgeting. Permasalahan utama mitra adalah rendahnya kemampuan menyusun anggaran, pencatatan keuangan, serta perencanaan biaya produksi dan kebutuhan rumah tangga. Kegiatan dilakukan melalui metode penyuluhan, pelatihan, dan praktik demonstratif. Evaluasi dilakukan menggunakan angket yang diberikan kepada kelompok Ibu PKK (11 responden) dan kelompok Petani (14 responden). Hasil angket menunjukkan peningkatan skor pemahaman dan keterampilan pada seluruh indikator. Kelompok Ibu PKK memperoleh skor total rata-rata 15,18, sedangkan kelompok Petani memperoleh rata-rata 15,93, yang menunjukkan kategori baik. Pelatihan berhasil meningkatkan literasi finansial dasar, kemampuan menyusun anggaran, dan kesadaran pencatatan keuangan sebagai dasar pengambilan keputusan ekonomi rumah tangga dan usaha tani. Program ini penting dilanjutkan melalui pendampingan lanjutan agar keterampilan budgeting dapat diterapkan secara berkelanjutan.
Distribution of Women’s Ideology in Indonesian Islamic Novels: A Study Based on Erik Olin Wright’s Class Theory Taswirul Afkar; Wawan Hermawan; Wiwik Mardiana
DISASTRA: PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA Vol 8, No 1 (2026): JANUARI
Publisher : Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/disastra.v8i1.10781

Abstract

This study aims to analyze the distribution of women’s ideologies in Indonesian Islamic novels through four dimensions of Erik Olin Wright’s class theory—class structure, class formation, class consciousness, and class struggle—strengthened by the perspectives of agency, intersectionality, and Bourdieu’s concept of cultural capital. The method employed is a qualitative approach with a content analysis design. The research data consist of narrative excerpts, dialogues, and events that represent class positions, forms of capital, and negotiation strategies of female characters. The data sources are four commercially published novels: Hati Suhita, Perempuan Berkalung Sorban, Assalamualaikum Beijing, and Dalam Mihrab Cinta. The findings show that stratification is primarily shaped by religious-cultural capital and symbolic capital, placing women in contradictory class locations: they gain recognition of social status but are constrained in authority and decision-making. Class formation shifts through experiences of life in Islamic boarding schools, marriage, education, and diasporic contexts. Class consciousness develops from acceptance toward a critical reading of gendered religious authority, while class struggle appears in the form of negotiation, identity affirmation, education/writing, and cross-positional solidarity. In conclusion, Wright’s framework is effective for comparatively mapping the dynamics of women’s class positions and is relevant as a pedagogical tool in literature learning to foster critical literacy and gender awareness.
KAJIAN STRUKTURAL DALAM PUISI SEBUAH JAKET BERLUMUR DARAH KARYA TAUFIQ ISMAIL Seftia Wulan Ayu Ningrum; Wawan Hermawan; Amelia Amanda Verawati; Mukhammad Aqmal Azis
ASMARALOKA : Jurnal Bidang Pendidikan, Linguistik dan Sastra Indonesia Vol. 3 No. 1 (2025): Volume 3 nomer 1 Februari 2025
Publisher : Universitas Islam Zainul Hasan Genggong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55210/asmaraloka.v3i1.476

Abstract

Artikel ini mengkaji puisi “Sebuah Jaket Berlumur Darah” yang ditulis oleh Taufiq Ismail dengan menggunakan pendekatan struktural. Penelitian ini berfokus pada unsur-unsur intrinsik puisi untuk mengungkap makna yang terkandung di dalamnya. Puisi ini merefleksikan kondisi sosial-politik yang represif pada masa Orde Baru, berfungsi sebagai kritik terhadap ketidakadilan dan kekerasan yang dialami oleh masyarakat. Melalui analisis terhadap struktur fisik dan batin puisi, artikel ini mengungkap bagaimana pemilihan kata, simbolisme, dan gaya bahasa memperkuat pesan moral dan emosional yang ingin disampaikan oleh penyair. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan apresiasi terhadap karya Taufiq Ismail serta memberikan pemahaman yang lebih mendalam mengenai peran puisi sebagai dokumen budaya dan politik. Hasil analisis menunjukkan bahwa puisi ini tidak hanya merupakan karya seni, tetapi juga berfungsi sebagai sumber inspirasi bagi generasi mendatang dalam menghadapi isu-isu ketidakadilan. Kata kunci: Puisi, Struktural, Taufiq Ismail