Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : CEMARA

KARAKTERISTIK KECAP MANIS BERBASIS KACANGAN- KACANGAN Caracterization of Soy Sauce produced Various Beans Types on Physica and Chemical Properties Budi Santosa; Ismawati Ismawati; Juwita Ratna Dewi
JURNAL PERTANIAN CEMARA Vol 15 No 1 (2018): JURNAL PERTANIAN CEMARA (CENDEKIAWAN MADURA)
Publisher : Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (318.021 KB) | DOI: 10.24929/fp.v15i1.644

Abstract

Pembuatan kecap dari kacang-kacangan selain kedelai sangat memungkinkan untuk menghasilkan kecap dengan komposisi yang mirip dengan kecap kedelai karena kandungan utama dari kacang-kacangan adalah protein. Kandungan protein merupakan indikator penting dari mutu kecap. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik fisika kimia kecap manis serta menentukan perlakuan terbaik dalam produksi kecap berbasis kacang-kacangan. Rancangan penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktor tunggal. Faktor perlakuannya terdiri dari jenis kacang hijau (KH), kacang merah (KM), kacang tunggak (KT), koro pedang (KP), Benguk (KB) dan kacang komak (KK). Hasil penelitian berdasarkan metode indeks efektifitas menunjukkan bahwa kecap yang terbaik adalah kecap kacang komak dengan kadar protein 2,69%, viskositas 11660cp dan total gula 69,51%.
UJI KESUKAAN DAN KELAYAKAN USAHA PRODUK NUGGET IKAN LELE Ismawati Ismawati; Rika Diananing Putri
JURNAL PERTANIAN CEMARA Vol 15 No 2 (2018): JURNAL PERTANIAN CEMARA (CENDEKIAWAN MADURA)
Publisher : Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (133.498 KB) | DOI: 10.24929/fp.v15i2.651

Abstract

Ikan lele merupakan salah satu sumber protein yang relatif lebih murah dibandingkan daging. Produksi ikan lele mengalami peningkatan setiap tahunnya. Untuk mengimbangi jumlah produksi yang meningkat maka perlu dilakukan upaya diversifikasi produk olahan ikan lele salah satunya adalah nugget. Nugget termasuk makanan siap saji yang dikonsumsi oleh masyarakat tingkat menengah. Dalam usaha produk pangan salah satu faktor penentu keberhasilan adalah mutu organoleptik yang dapat diukur melalui Uji kesukaan terhadap parameter organoleptik. Parameter organolepti yang diukur dalam penelitian ini adalah tekstur, aroma, rasa, kenampakan dan warna. Untuk mengetahui layak tidaknya usaha produksi nugget ikan lele maka perlu dilakukan analisis kelayakan dalam hal ini dilakukan analisis BEP dan RCR. merupakan salah satu cara untuk mengetahui mutu suatu produk berdasarkan oganoleptik (pancaindra). hasil penelitian menunjukkan bahwa panelis menyukai rasa, aroma, kenampakan dan warna sedangkan pada parameter tekstur panelis menyatakan sangat suka. BEP unit produk akan tercapai jika telah memproduksi 2366 unit produk atau nilai penjualan sebesar Rp 22380000. Nilai pada usaha nugget ikan lele yaitu yaitu 1,2sehingga dinyatakan layak.
MIKROORGANISME DALAM PANGAN Ratih Yuniastri; Ismawati Ismawati; Rika Diananing Putri
JURNAL PERTANIAN CEMARA Vol 15 No 2 (2018): JURNAL PERTANIAN CEMARA (CENDEKIAWAN MADURA)
Publisher : Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (49.228 KB) | DOI: 10.24929/fp.v15i2.653

Abstract

Pengolahan bahan mentah menjadi bahan setengah jadi maupun bahan jadi bertujuan selain untuk memperpanjang umur simpan juga menambah nilai ekonomis bahan serta menjaga kandungan nutrisi yang terkandung didalamnya. Terdapat banyak jenis teknik pengolahan pangan yang dapat diterapkan, misalnya pengolahan pada suhu lingkungan, pengolahan dengan menggunakan panas dan pengolahan dengan penghilangan panas. Mikroorganisme memiliki peran penting dalam prosesnya, baik yang sifatnya dapat menambah mutu produk pangan hingga yang bersifat patogen. Terdapat beberapa jenis mikroorganisme khususnya dalam produk olahan suhu tinggi, olahan suhu rendah dan olahan fermentasi. Secara garis besar, mikroorganisme ini dibagi menjadi 2 kelompok, yaitu bakteri dan spora. Spora memiliki ketahanan yang lebih besar daripada bakteri. Clostridium botulinum dan Bacillus cereus merupakan mikroorganisme yang dijumpai pada ketiga jenis pengolahan yang dipilih. Melalui prosedur cara pengolahan yang baik sesuai standar HACCP akan dapat mengurangi terjadinya cemaran mikroorganisme patogen dan tercapainya keamanan pangan.