Hanapi, Hanapi
Program Studi Pendidikan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial Dan Ekonomi, Universitas Hamzanwadi, Selong, Indonesia

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Pelestarian Lingkungan Pesisir Melalui Ritual Nyalamaq Dilauq di Desa Tanjung Luar Keruak Lombok Timur Habibuddin Habibuddin; Hanapi Hanapi; Burhanuddin Burhanuddin
Geodika: Jurnal Kajian Ilmu dan Pendidikan Geografi Vol 7 No 1 (2023): Juni 2023
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/geodika.v7i1.17516

Abstract

Pelestarian lingkungan pesisir melalui ritual belum banyak diungkap. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan pelestarian lingkungan pesisir melalui ritual nyalamaq dilauq di Desa Tanjung Luar Kecamatan Keruak Kabupaten Lombok Timur. Metode penelitian menggunakan deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif terdiri atas pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan/verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan, bahwa: 1) terdapat tiga versi mengenai awal mula penyelenggaraan ritual nyalamaq dilauq; versi pertama, ritual awalnya dilakukan oleh suku Mandar bernama Mara'dia Ma'danuang untuk mengusir wabah penyakit; versi kedua, ritual dilakukan oleh suku Bajo untuk mengenang dan menghargai leluhur mereka bernama Punggawa Rattung dan Mbo Bisu yang menghilang ditelan laut dan menjelma menjadi karang yang diyakini menjadi penjaga pantai dan laut, dan versi ketiga, ritual dilakukan sejak peresmian pendirian douane di Tanjung oleh Kolonial Belanda sehingga dikenal nyalamaq palabuang; 2) prosesi ritual nyalamaq dilauq terdiri atas tiga tahap, yaitu persiapan; pelaksanaan, dan penutupan; dan 3) pelestarian lingkungan melalui ritual nyalamaq dilauq terkait empat hal, yaitu mengelola dan melindungi sumber daya pesisir-laut, menjaga keseimbangan ekosistem laut, mencegah pencemaran lingkungan pesisir dan laut, dan meminimalisasi konflik lingkungan kawasan pesisir.
Interaksi antarsuku dalam Kehidupan Sosial Ekonomi Masyarakat Tanjung Luar Lombok Timur Baiq Nurul Hidayati Safitri; Syahrul Amar; Muhammad Shulhan Hadi; Bambang Eka Saputra; Hanapi Hanapi
Jurnal Humanitas: Katalisator Perubahan dan Inovator Pendidikan Vol 10 No 2 (2024): April
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/jhm.v10i2.25943

Abstract

This research aims to explain the dynamics and patterns of interaction between tribes in socio-economic life in Tanjung Luar Village, East Lombok. This research method uses qualitative with an ethnographic approach. Data collection techniques include observation, interviews, and documentation. The results of this research show that the pattern of interaction between tribes in the Tanjung Luar area began with the existence of the Baai van Pidjoe port, then around 1907, the port was moved to Tanjung Luar until it was busy being visited by tribes from outside. On the coast of Tanjung Luar, there are several patterns of interaction between tribes in daily life, namely, cooperation, exchange, dispute, and competition. The social impact is the interaction between tribes, a heterogeneous society free of conflict/strengthening unity and integrity, and as a vehicle for inter-tribal meetings. Meanwhile, the impact on the economy is as a means of livelihood or employment, income or ownership of goods, and increased education so that the socio-economic value of society also increases.
Transformasi Gaya Hidup Konsumtif Mahasiswa dalam Penggunaan E-Money di Universitas Hamzanwadi Eli Mazlin; Hanapi Hanapi; Ahmad Tohri
JURNAL PENDIDIKAN IPS Vol. 16 No. 4 (2026): JURNAL PENDIDIKAN IPS
Publisher : STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpi.v16i4.4784

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah mendorong perubahan dalam sistem transaksi keuangan melalui penggunaan uang elektronik (e-money) yang menawarkan kemudahan, kecepatan, dan berbagai fitur menarik sehingga berpotensi mempengaruhi pola konsumsi mahasiswa sebagai pengguna aktif teknologi digital. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis transformasi gaya hidup konsumtif mahasiswa dalam penggunaan e-money di Universitas Hamzanwadi serta faktor-faktor yang memengaruhi terjadinya transformasi tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan 12 responden mahasiswa pengguna e-money aktif yang dipilih melalui purposive sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan pendekatan kualitatif meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan Kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan penggunaan e-money telah mendorong transformasi gaya hidup mahasiswa yang ditandai dengan pergeseran pola transaksi dari tunai ke digital, meningkatnya aktivitas belanja, serta munculnya kecendrungan pembelian impulsive (impulsive buying). Transformasi tersebut dipengaruhi oleh kemudahan transaksi, promosi digital, perkembangan teknologi, lingkungan sosial, dan kebiasaan berbelanja daring. Dengan demikian, e-money tidak hanya berfungsi sebagai alat pembayaran, tetapi juga berperan dalam membentuk gaya hidup konsumtif mahasiswa di era digital.
Ritual Perang Topat sebagai Praktik Ekologis: Kepercayaan Masyarakat dalam Pelestarian Alam Hanapi Hanapi; Zulkarnain Zulkarnain; Ahyar Rasyidi; Lalu M. Istiqlal
Jurnal Humanitas: Katalisator Perubahan dan Inovator Pendidikan Vol 12 No 1 (2026): Maret
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/jhm.v12i1.33941

Abstract

This study aims to analyze the Perang Topat ritual as a form of local ecological practice and as an expression of the community’s belief system in environmental conservation. The research employs a qualitative approach using an ethnoecology-based case study design. Data were collected through observation, semi-structured interviews with customary leaders, religious figures, and local community members, as well as document analysis. Data analysis was conducted using an interpretative thematic approach through coding, categorization, and inductive identification of ecological values. The findings indicate that the Perang Topat ritual functions as both a religious and social practice while embodying ecological values, including respect for nature, sustainable resource management, and the strengthening of collective awareness regarding environmental preservation. The belief systems of the Sasak (Islam) and Balinese (Hindu) communities concerning the sacredness of nature foster ecological behaviors that are transmitted intergenerationally through ritual practices. Perang Topat can therefore be understood as a form of local ecological practice that contributes to environmental conservation grounded in local wisdom.