Claim Missing Document
Check
Articles

PENINGKATAN KAPASITAS KARYAWAN DI BIDANG AKUNTANSI PADA YAYASAN CEMPAKA EDUCATION CENTER PRIGEN Lusy Lusy; Y. Budi Hermanto; Maria Widyastuti; Yohanes Candra Surya
COMVICE: Journal Of Community Service Vol. 6 No. 2 (2022): Oktober 2022
Publisher : STIE PGRI Dewantara Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26533/comvice.v6i2.981

Abstract

Pelaksanaan Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini dilakukan sebagai bagian dari Tri Darma Perguruan Tinggi. Kegiatan ini berupa pendampingan dan pelatihan intensif kepada staf di bagian Akuntansi Yayasan Cempaka Education Center guna untuk menghasilkan laporan keuangan berkualitas, sesuai Implementasi Standar Akuntansi Keuangan 35. Kegiatan ini dilakukan secara intensif selama kurang lebih selama dua bulan. Kegiatan yang dilakukan berupa: pelatihan intensif pengelompokan Chart of Account (COA); penyusunan laporan keuangan; diskusi dan pencarian solusi terkait laporan keuangan tidak tepat waktu dalam penyajiannya. Hasil kegiatan PKM sangat bagus. Mitra binaan mampu menyusun COA sesuai ISAK 35, konsisten dalam pengelompokan akun, serta pengaturan waktu pengerjaan laporan keuangan menjadi lebih baik.
PENDAMPINGAN PEMBUATAN LAPORAN KEUANGAN YAYASAN CEMPAKA EDUCATION CENTER DI DUSUN GAMOH, KECAMATAN PRIGEN, JAWA TIMUR Lusy Lusy; Maria Widyastuti; Y. Budi Hermanto; David Andrian
Jurnal Inovasi dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2, No 1 (2022): Jurnal Inovasi dan Pengabdian Kepada Masyarakat (JIPkM)
Publisher : STIE Trisna Negara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1047.104 KB) | DOI: 10.47232/jipkm.v2i1.171

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini berupa pendampingan terhadap stakeholder yang ada di Yayasan Cempaka Education Center, bertempat di Dusun Gamoh, Desa Dayurejo, Kecamatan Prigen, Jawa Timur. Kegiatan ini merupakan kelanjutan diawali dengan pendampingan berupa pelaporan kas, kemudian dilanjutkan dengan pembuatan realisasi pendapatan dan biaya. Kegiatan dilakukan memakai metode partisipatif berupa pendampingan, dengan komitmen dari setiap anggota untuk mewujudkan kemandirian dan keberlanjutan dalam pelaksanaan kegiatan. Realisasi kegiatan ini dibagi menjadi tiga tahap, yaitu (1) pendampingan laporan keuangan; (2) Evaluasi penerapan Laporan Keuangan; serta (3) Pembuatan Laporan Analisa atas Laporan Keuangan Yayasan Cempaka Education Center. Diharapkan melalui kegiatan ini dapat melakukan evaluasi kinerja terkait keuangan, serta berdampak pada para petani atau masyarakat sekitar. Urgensi kegiatan ini, jika mitra dapat menyusun laporan keuangan dengan baik dan benar, tentu dapat melakukan evaluasi kinerja keuangan, yang berdampak pada kesejahteraan karyawan yang bekerja di tempat tersebut.  Keyword : Pendampingan, Laporan Keuangan 
ANALISA PERHITUNGAN PAJAK PENGHASILAN PASAL 21, SEBAGAI PERENCANAAN PAJAK PENGHASILAN BADAN KANTOR JASA AKUNTAN SURABAYA Jessica Fernanda; Lusy Lusy
JAD: Jurnal Riset Akuntansi dan Keuangan Dewantara Vol 5 No 1 (2022): Januari (2022) - Juni (2022)
Publisher : STIE PGRI Dewantara Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26533/jad.v5i1.1051

Abstract

As the biggest source of state revenue, tax that is directly related to employees is income tax article 21. This study aims to analyze the calculation of income tax article 21 with 2 methods (net, gross, and gross up) as an effort to plan corporate income tax on one Accountant Service Office in East Surabaya. The research object is located in the city of Surabaya and is engaged in services such as bookkeeping services, tax services, financial consulting services, and so on. This study uses a qualitative approach method supported by quantitative data. The data used are salary data for permanent employees in 2017, the company’s article 21 PPh calculation, and PPh regulation. The conclusion from this study is that the Gross Up method is the best and most effective method for Corporate Tax Planning. The Gross Up method allows companies to provide tax benefits to employees and can be used as a deduction from the company’s gross income so that the Corporate Income Tax paid is smaller. This research is limited to one company only, the development of which can be done by distributing questionnaires related to the calculation of income tax article 21.
EVALUASI PERHITUNGAN PAJAK PENGHASILAN BADAN PADA PERUSAHAAN DISTRIBUTOR AIR MINERAL DI SURABAYA Angelia Anita Kusumasari; Lusy Lusy
Jurnal AKTUAL Vol 21, No 1 (2023): Jurnal AKTUAL
Publisher : STIE Trisna Negara OKU Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47232/aktual.v21i1.286

Abstract

Penelitian ini secara umum bertujuan untuk mengevaluasi apakah Perusahaan Distributor Air Mineral di Surabaya melaporkan laporan keuangan kepada fiskus, dengan melakukan analisis perencanaan pajak (tax planning) dalam hal koreksi fiskal terhadap akun-akun seperti akun pendapatan, akun pengeluaran, dan sistem pencatatan nilai. Penelitian ini adalah studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan dokumentasi data Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT) pajak penghasilan perushaan. Adapun metode analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif. Teknik analisis deskriptif dengan memeriksa akun-akun biaya, menghitung PPh Final dan  tidak Final, menyusun rekonsiliasi fiskal dan mengevaluasi perhitungan Pajak Penghasilan Badan dilakukan oleh Perusahaan Distributor Air Mineral di Surabaya. Berdasarkan hasil data bahwa perhitungan fiskal positif menurut perhitungan perusahaan sebesar Rp. 1.756.279.454 yang diperoleh dari biaya beban perusahaan dan fiskal negatif menurut perusahaan sebesar Rp. 0 sedangkan dari hasil perhitungan ulang peneliti yang mengacu pada Undang-Undang perpajakan memperoleh fiskal positif sebesar Rp. 1.747.396.851 dan fiskal negatif sebesar Rp. 1.782.657.754 disimpukan bahwa perhitungan pajak penghasilan badan di Perushaan Distributor Air Mineral di Surabaya mengacu pada ketentuan dengan Undang-Undang Perpajakan, akan tetapi beberapa item terdapat yang dikoreksi perpajakan seperti yang terdapat pada laporan SPT perusahaan diantaranya penghasilan yang dikenakan PPh Final, biaya-biaya, dan beban yang tidak dimasukan.  
PELATIHAN MENULIS BAGI CALON PEBISNIS Yuliana Sri Purbiyati; Maria Widyastuti; Lusy; Pricilla Putri Angelita
Asawika : Media Sosialisasi Abdimas Widya Karya Vol 7 No 2 (2022): Jurnal Asawika Vol 7-2
Publisher : LPPM Unika Widya Karya Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37832/asawika.v7i2.108

Abstract

Menulis merupakan salah satu modal yang sudah selayaknya dimiliki oleh para pebisnis atau pengusaha awal. Keterampilan menulis sangat penting bagi para perintis usaha sendiri. Salah satu keuntungan keterampilan menulis adalah adanya kemampuan menuangkan ide atau gagasannya dalam bentuk tulisan sehingga ketika orang bisa berbicara maka dirinya sendiri itu mampu menyampaikan gagasan/idenya dalam bentuk tulisan. Dalam pelatihan menulis ini, semua peserta melalui tahap-tahap berikut ini, yaitu 1) persiapan, 2) menyusun outline, 3) menulis sesuai outline menjadi sebuah draft, 4) merevisi. Suasana pelatihan dibuat sedemikian rupa agar para peserta kerasan dan menemukan cara belajarnya sendiri. Target pelatihan menulis ini adalah para peserta mampu menyusun company profile dan proposal dan keduanya tercapai.Kata kunci: menulis, outline, company profile, proposal AbstractWriting is one of the skills that any businessperson or young entrepreneur should have. It is a very important skill for self-employed entrepreneurs. One of the advantages of writing skill is the ability to express ideas in written form so that even when they are unable to speak directly to each other, they will still able to convey their ideas in written form. In this writing workshop, all participants went through the following stages, namely 1) writing preparation, 2) outlining, 3) turning the outline into a draft, 4) revising. The training atmosphere is made in such a way that the participants might feel at home and find their own way of learning. The goal of this writing workshop is that the participants would be able to compile a good company profile and a good business proposal.Keywords: writing, outline, company profile, proposal
PERAN INTELLECTUAL CAPITAL DALAM PENGEMBANGAN KINERJA BPR DI KABUPATEN SIDOARJO Lusy Lusy; Stanislaus Adnanto Mastan; Damianus Christian Boedihardjo
Jurnal AKTUAL Vol 21, No 1 (2023): Jurnal AKTUAL
Publisher : STIE Trisna Negara OKU Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47232/aktual.v21i1.324

Abstract

BPR merupakan salah satu jenis bank yang melayani pengusaha mikro, kecil dan menengah. Pangsa pasar UMKM, membuat BPR tetap menghasilkan kinerja yang positif di tengah kondisi Pandemi. Bagi UMKM, BPR merupakan lembaga keuangan mikro yang menunjang kinerja UMKM.  Penelitian ini dilakukan di Kabupaten Sidoarjo yang merupakan daerah dengan inflasi 2,7% pada tahun 2018 lebih rendah dibanding tahun 2017 sebesar 4,11%. Tujuan penelitian ini untuk menganalisa peran Intellectual Capital bagi BPR dalam rangka pengembangan kinerja BPR di Sidoarjo. Intellectual Capital adalah salah satu komponen aset tak berwujud yang penting dikelola oleh BPR. Adapun tahapan penelitian ini antara lain: (1) melakukan identifikasi peran Intellectual Capital dalam BPR; (2) mengidentifikasi Kinerja BPR; (3) Mengindentifikasi pengembangan kompetensi sumber daya manusia dari sisi biaya dan manfaat; dan (4) Menganalisa peran Intellectual Capital dalam rangka pengembangan kinerja BPR yang efektif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Intellectual Capital sangat berperan bagi kinerja BPR terutama di tengah kondisi Pandemi Covid-19. Pelatihan yang dilakukan ternyata membantu mengembangkan kompetensi karyawan, sehingga kinerja BPR dapat meningkat. Dilihat dari nominal biaya pelatihan karyawan yang dikeluarkan dibanding dengan manfaat yaitu berupa pendapatan yang dihasilkan menunjukkan adanya peningkatan Earning After Tax-nya. Bagi karyawan, pelatihan membuat mereka dapat memahami tugas dan tanggung jawabnya, serta bermanfaat bagi kinerja mereka pribadi.
KREATIF PASCA PANDEMI COVID 19 Yuliana Sri Purbiyati; L Lusy; Rikardus Sina Koten
Asawika : Media Sosialisasi Abdimas Widya Karya Vol 8 No 1 (2023): Juni : Asawika
Publisher : LPPM Unika Widya Karya Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37832/asawika.v8i1.127

Abstract

AbstrakPascacovid 19 merupakan suasana baru yang meminta perlakuan baru juga. Pada semua bidangkehidupan dituntut untuk kreatif agar bisa bertahan dan melanjutkan hidup. Dunia usaha baik kecilmaupun besar diuji kreativitasnya. Demikian juga di sector usaha mikro kecil menengah yang bergerakdi bidang apapun, misalnya di bidang keuangan dengan bentuk usaha koperasi. Seriring denganadanya wacana bahwa koperasi juga akan masuk ke ranah otoritas jasa keuangan maka koperasi harusbanyak belajar dan berbenah diri terutama dari segi sumber daya manusia (SDM). Sekalipun saat initelah berkembang Artificial Intelligence (AI) namun tetaplah SDM yang mengendalikan semua itu.Untuk itu dilaksanakan pelatihan pengembangan SDM pada koperasi simpan pinjam mitra UniversitasKatolik Darma Cendika (UKDC) guna upgrading dan mengatasi kecanggungan kerja secara luringagar SDM semakin siap menyiapkan diri kembali secara baik untuk menjalankan tugas pokok danfungsi (tupoksi) pascapandemi di tempat meniti kariernya. Semua peserta yang mengikuti pelatihanpengembangan SDM ini melewati tahap-tahap, yaitu 1) Tahap persiapan, 2) Menghadiri pelatihan, 3)Merefleksikan pelaksanaan tupoksi dan akhirnya 4) Menyusun perencanaan yang akan dilaksanakanuntuk perbaikan. Target pelatihan ini adalah peserta dapat meningkatkan anggota koperasi karenapeningkatan anggota aktif suatu koperasi akan berdampak pada kesejahteraan karyawan koperasitersebut.Kata Kunci (keywords): Sumber Daya Manusia, Tugas Pokok dan Fungsi, Kinerja, Target AbstractPost Covid-19 is a new situation that demands new treatment as well. In all areas of life, people arerequired to be creative in order to survive and continue their lives. The world of business, both smalland large, is tested for its creativity. The same is expected from the micro, small and medium businesssectors, operating in any field, for example, in the financial sector in the form of a cooperative business.Alongside the discourse that cooperatives will also be included in the realm of financial servicesauthorities, cooperatives must learn a lot and improve themselves, especially in terms of humanresources (HR). Even though the use of Artificial Intelligence (AI) is increasing, it is still controlled byhuman resources. For this reason, HR development training was carried out for the saving and loancooperative at Darma Cendika Catholic University (UKDC), as this community service’s partner, inorder to upgrade and overcome the problems of returning to offline work, so that the HR will be betterprepared to carry out their main tasks and functions (tupoksi) post-pandemic at the places where theypursue their careers. All participants who took part in this HR development training went through thefollowing stages: 1) Preparing for training, 2) Training, 3) Reflecting on the implementation of theirmain duties and functions, and finally 4) Developing a plan for improvement. The target of this trainingis so that participants can increase the number of cooperative members to improve the welfare of thecooperative's employees.Keywords: Human Resources, Main Duties and Functions, Performance, Target
PENDAMPINGAN PENYUSUNAN PENILAIAN KINERJA KARYAWAN DI KSP CU ARTHA ABADI Yuliana Sri Purbiyati; Lusy Lusy; Monica Tjandra Tjahjono
Asawika : Media Sosialisasi Abdimas Widya Karya Vol 8 No 2 (2023): Desember : Asawika
Publisher : LPPM Unika Widya Karya Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37832/asawika.v8i2.144

Abstract

AbstrakKinerja adalah suatu capaian dari suatu rangkaian proses yang ditandai dengan periode waktu tertentu. Penentuan proses penilaian kinerja didasarkan pada kesepakatan atau perjanjian yang telah disepakati. Melalui kinerja maka suatu perusahaan atau karyawan dapat dinilai berhasil atau gagal dalam proses pelaksanaan pekerjaannya sesuai waktu yang disepakati. Ada beberapa hal yang memengaruhi kinerja, seperti disiplin karyawan, inisiatif karyawan, pimpinan, serta efisiensi dan efektivitas perusahaan atau organisasi. Faktor kemampuan dan motivasi karyawan serta pimpinan juga bisa memengaruhi kinerja. Oleh karena ada banyak faktor yang memengaruhi kinerja maka diperlukan adanya indikator kinerja sehingga dalam pelaksanaan penilaian akan menjadi objektif. Penilaian kinerja atau performance appraisal adalah sebuah proses atau aktivitas yang dilaksanakan oleh individu atau grup dalam sebuah lembaga guna melakukan evaluasi dan menyampaikan informasi hasil pekerjaan karyawan dengan suatu standar yang sudah ditentukan untuk suatu jenjang waktu tertentu. Indikator penilaian kinerja dapat diambil dari uraian tugas dan tanggung jawab serta target masing-masing karyawan di setiap unit kerjanya. Dari uraian tugas dan tanggung jawab tersebut dapat dibuat indikator dan pembobotan sesuai dengan prioritas yang ditentukan oleh perusahaan atau organisasi yang bersangkutan. Kemudian dipadukan dengan metode Simple Additive Weigthing (SAW) yang memiliki kriteria kehadiran, sikap/etika, kerajinan, kualitas dan kuantitas. Pelaksanaan uraian tugas dan tanggung jawab merupakan bukti kerajinan dan kualitas karyawan.Kata kunci: karyawan; organisasi; penilaian kinerja; urain tugas dan wewenangAbstractPerformance is an achievement resulting from a series of processes marked by a specific period of time. The determination of performance evaluation processes is based on agreements or arrangements that have been agreed upon. Through performance, a company or employee can be assessed as successful or unsuccessful in carrying out their tasks within the agreed-upon time frame. Several factors influence performance, such as employee discipline, employee initiative, leadership, as well as the efficiency and effectiveness of the company or organization. The abilities and motivations of employees and leaders can also affect performance. Because there are many factors that influence performance, performance indicators are needed so that the assessment process becomes objective. Performance appraisal is a process or activity carried out by individuals or groups in an institution to evaluate and provide information about employees' work results according to predetermined standards for a specific period of time. Performance evaluation indicators can be derived from job descriptions, responsibilities, and targets of each employee in their respective work units. These job descriptions and responsibilities can be used to create indicators and weighting according to the priorities set by the respective company or organization. Then it is combined with the Simple Additive Weighting (SAW) method which has criteria for presence, attitude/ethics, craft, quality and quantity. Implementation of job descriptions and responsibilities is proof of employee diligence and quality.Keywords: Performance appraisal, employees, organization, job descriptions and responsibilities
INDONESIAN KENAF FIBER EXPORT POTENTIAL AS A RAW MATERIAL FOR VARIOUS INDUSTRY Maria Widyastuti; Lusy Lusy; Ignatius Reynald
International Journal of Economics, Business and Accounting Research (IJEBAR) Vol 6, No 4 (2022): IJEBAR, Vol. 6 Issue 4, December 2022
Publisher : LPPM ITB AAS INDONESIA (d.h STIE AAS Surakarta)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29040/ijebar.v6i4.7271

Abstract

This research is a qualitative descriptive study which aims to explore the kenaf fiber. From secondary data and interviews conducted with the Center for Fiber and Sweetener Plants (Balittas). Kenaf fiber from stems is the mainstay of exports. Indonesia has been exporting kenaf to Japan since 2010. The material being exported is Sterilized Kenaf Core Dry Kenaf. Even though kenaf is a plant commodity, the health certificate issued by the Agricultural Quarantine is a Health Certificate/HC. Based on data from the IQFAST automation system in the Surabaya Agricultural Quarantine work area, kenaf exports in 2019 until the first week of August were 76 tons or equivalent to Rp. 554 million. This has reached 88.8% of total exports in 2018 which reached 85.5 tons. According to IQFAST data, the export of Sterilized Kenaf Core Dry Kenaf during the first half of 2020 has been carried out 2 times with a total volume of 13,080 tons worth more than Rp. 9.53 billion rupiah to Japan Keywords: export, kenaf, raw materials, various industries
MSME FINANCIAL REPORT QUALITY SEEN FROM HUMAN RESOURCE COMPETENCE, IMPLEMENTATION OF FINANCIAL ACCOUNTING STANDARDS, AND SOCIAL CAPITAL Lusy Lusy
International Journal of Economics, Business and Accounting Research (IJEBAR) Vol 7, No 2 (2023): IJEBAR, VOL. 07 ISSUE 02, JUNE 2023
Publisher : LPPM ITB AAS INDONESIA (d.h STIE AAS Surakarta)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29040/ijebar.v7i2.8087

Abstract

The quality of financial reports is very much needed by the entity as a business component and is useful in making decisions. The research was conducted to examine the quality of financial reports in terms of the competence of human resource, the application of Financial Accounting Standards (SAK), and social capital as a mediating variable. This study uses a quantitative approach using Partial Least Square (PLS). The population of this research is MSMEs on the slopes of Mount Arjuna. The sampling technique used was purposive sampling. The results of this study indicate that the competence of human resources and the application of SAK have an effect on the quality of financial reports. Meanwhile, social capital mediates both the competence of human resources and the application of SAK to the quality of financial reports. Social capital facilitates knowledge sharing, value creation, and competitive advantage, as well as better and faster performance and sustainable organizational development. The finding of social capital mediating human resource competence and the application of SAK is the novelty of this research