Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Aquacoastmarine

Distribution and ecological status of mangroves in the Nias Islands-North Sumatra Province: Distribution and ecological status of mangroves in the Nias Islands Ahmad Muhtadi; Zulham Apandy Harahap; Ahyar Pulungan; Zufriwandi Siregar; Elisabet Rosevenny Simaremare; Ani Rahmawati; Wilman Nazara; Khairunnisa
AQUACOASTMARINE: Journal of Aquatic and Fisheries Sciences Vol. 2 No. 2 (2023): AQUACOSTMARINE: Journal of Aquatic and Fisheries Sciences
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32734/jafs.v2i2.12757

Abstract

The Nias Islands are a group of islands located on the west coast of Sumatra. Nias Island is the main and largest island on the West Coast of Sumatra. Information on the distribution and potential status of mangroves in the Nias Islands has been reported, but it is limited to a narrow area and not yet comprehensive throughout the Nias Islands. This study aims to determine the distribution and ecological status of mangroves in the Nias Islands. The research location was divided into two observation areas, namely 15 points on Nias Island and 23 points on the southern part of Nias. The research was carried out in June 2019 and June 2021. Mangrove sampling was carried out using the "spot check" method which refers to Bengen (2004). The results showed that the mangroves found in the Nias Islands consisted of 22 primary mangrove species and 9 secondary mangrove species. Rhizophora apiculata, Rhizophora mucronata, and Xylocarpus granatum are the most abundant mangrove species and are commonly found in the Nias Islands. The thickness of mangroves in the Nias Islands ranges from 15 – 880 m. The density of mangroves found reached 350-4,360 ind/ha. Mangrove cover reaches 0.08-31.62 m2/ha. The results of the analysis of the significant value of mangrove species show that Rhizophora mucronata and Rhizophora apiculata have a large influence and role in the mangrove vegetation community on Nias Island. Mangroves in the Nias Islands are categorized as damaged–good. The good category was found in South Nias, Belukar Bay, and Bengkuang Bay, while the damaged category was found in Lahewa Bay and Dalam Bay
MORFOMETRI DAN BATIMETRI DANAU PALAS ASRI KECAMATAN MEDANG DERAS KABUPATEN BATUBARA Rusdi Leidonald; Ade Septiya Jumiani Rambe; Ahmad Muhtadi; Amanatul Fadhilah
AQUACOASTMARINE: Journal of Aquatic and Fisheries Sciences Vol. 3 No. 1 (2024): AQUACOSTMARINE: Journal of Aquatic and Fisheries Sciences
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32734/jafs.v3i1.14645

Abstract

Morfometri danau merupakan karakteristik fisik dari badan danau yang dapat menggambarkan berbagai potensinya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui aspek morfometri dan batimetri di perairan Danau Palas Asri Kecamatan Medang Deras Kabupaten Batubara. Penelitian ini dilakukan pada bulan Oktober sampai November 2022. Pengambilan data yang dilakukan pada penelitian ini adalah data keliling danau, data kedalaman, panjang dan lebar danau, debit air serta kualitas air. Data-data tersebut diolah menggunakan Arcmap. Hasil dari penelitian ini adalah Danau Palas Asri (Danau A dan Danau B) secara berturut-turut memiliki luas 33.231 dan 26.544 , panjang maksimum 337,29 m dan 340,26 m, lebar maksimum 130,42 m dan 119,40 m serta panjang keliling danau 1.152,27 m dan 859,63 m. kedalaman maksimum 2,5 m dan 2,8 m, kemiringan rata-rata 4,72% dan 4,69%. Volume air danau yang dapat dimanfaatkan sebanyak 49.938,74 dan 44.062,64 dengan waktu tinggal air sekitar 20-21 hari dan 23-24 hari. Parameter kualitas fisika kimia air Danau Palas Asri (Danau A dan Danau B) secara berturut-turut adalah memiliki rata-rata Total Suspended Solid (TSS) 10,66 mg/L dan 9,33 mg/L, Total Dissolved Solid (TDS) 85,36 mg/L dan 67,96 mg/L, Daya Hantar Listrik (DHL) 15,36 S/cm dan 11,63 S/cm, Fosfat 0,10 mg/L dan 0,11 mg/L. Nilai TSI berkisar 16,05 - 21,10 status trofik Danau Palas Asri tergolong oligotrofik yaitu kondisi produktivitas dan unsur hara rendah. Kata Kunci : Batimetri, danau, kesuburan perairan, morfometri danau,
Potensi Ekologi dan Tantangan Pengelolaan Kawasan Konservasi Perairan Pulau Pini, Nias Selatan: Potensi dan Tantangan Pengelolaan Kawasan Konservasi Laut Daerah (KKLD) Ahmad Muhtadi; Khairunnisa; Mhd. Ridha Syafi'i Damanik; Zufriwandi Siregar; Elisabet Rosevenny Simaremare; Muhammad Riza Kurnia Lubis; Azahirin; Sri Masnita Br. Tarigan; Hasbi Husaini; Lovedrian Ariston
AQUACOASTMARINE: Journal of Aquatic and Fisheries Sciences Vol. 5 No. 1 (2026): AQUACOSTMARINE: Journal of Aquatic and Fisheries Sciences
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32734/jafs.v5i1.24280

Abstract

Pulau Pini dan pulau-pulau kecil di sekitarnya merupakan wilayah pesisir yang memiliki ekosistem penting, seperti terumbu karang, padang lamun, dan mangrove yang berperan sebagai habitat utama berbagai sumber daya ikan dan penopang keanekaragaman hayati laut. Namun demikian, informasi ilmiah mengenai kondisi ekosistem serta tantangan pengelolaan kawasan konservasi di wilayah pulau-pulau kecil ini masih relatif terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi ekologi, tantangan, serta arah pengelolaan kawasan konservasi di perairan Pulau Pini, Kecamatan Pulau-Pulau Batu Timur, Kabupaten Nias Selatan, Provinsi Sumatera Utara. Pengumpulan data dilakukan pada bulan November 2023 di Kawasan Konservasi Perairan Daerah (KKPD) Pulau Pini melalui pengamatan kondisi ekosistem mangrove, lamun, dan terumbu karang. Analisis data dilakukan secara deskriptif untuk menilai status ekosistem pesisir, sedangkan identifikasi faktor internal dan eksternal pengelolaan kawasan konservasi dianalisis menggunakan pendekatan SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, and Threats). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kawasan ini memiliki potensi ekosistem pesisir yang signifikan dengan ditemukannya 7 spesies mangrove dan 6 spesies lamun. Persentase tutupan lamun berkisar antara 32,75%–61,50% yang menunjukkan kondisi ekosistem dari kategori kurang sehat hingga sehat. Kondisi terumbu karang tergolong kategori kurang dengan rata-rata tutupan karang hidup sebesar 38,35%, sedangkan mangrove berada pada kategori sedang dengan sebaran yang relatif terbatas. Zonasi kawasan konservasi terdiri atas zona inti, zona pemanfaatan terbatas, dan zona lain sesuai peruntukannya yang diarahkan untuk perlindungan ekosistem pesisir. Hasil analisis SWOT menunjukkan bahwa pengelolaan kawasan konservasi Pulau Pini berada pada Kuadran I (strategi SO), yang menekankan pemanfaatan kekuatan ekosistem pesisir untuk memaksimalkan peluang pengelolaan kawasan konservasi secara berkelanjutan. Temuan ini menegaskan bahwa penguatan perlindungan habitat, pemantauan ekosistem secara berkala, serta peningkatan partisipasi masyarakat merupakan strategi utama dalam mendukung pengelolaan kawasan konservasi yang berkelanjutan di perairan Pulau Pin