Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

STUDI KOMPARASI HASIL BELAJAR DAN KETERAMPILAN PROSES SISWA YANG MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL DENGAN BANTUAN LKS DENGAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF DI KELAS X AKUNTANSI Sriningsih Sriningsih; Agung Listiyadi
Jurnal Pendidikan Akuntansi (JPAK) Vol 2 No 1 (2014)
Publisher : Program Studi Pendidikan Akuntansi Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan hasil belajar dan keterampilan proses siswa yang menggunakan model pembelajaran kontekstual berbantuan LKS dengan model pembelajaran kooperatif di kelas X Akuntansi SMK Negeri 2 Nganjuk pada materi laporan keuangan perusahaan dagang. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan posttest only kontrol group design.. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini adalah observasi, tes dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan uji normalitas, uji homogenitas dan uji t. . Dari hasil penelitian diperoleh, hasil belajar rata-rata siswa pada kelas eksperimen adalah 87,7778, sedangkan pada siswa kelas kontrol adalah 82,7228. Kemudian dilakukan uji t dan diperoleh thitung = 2,757 dan daftar ttabel = 2,021. Untuk rata-rata skor keterampilan proses siswa kelas eksperimen 12,111 sedangkan pada siswa kelas kontrol adalah 10,389. Kemudian dilakukan uji t dan diperoleh thitung = 4,801dan daftar ttabel = 2,021. Oleh karena itu, thitung > ttabel yang berarti bahwa terdapat perbedaan hasil belajar dan keterampilan proses siswa yang signifikan (meyakinkan) antara siswa yang diajar menggunakan model pembelajaran kontekstual dengan bantuan LKS dengan siswa yang diajar menggunakan model pembelajaran kooperatif. Kata kunci: Model Pembelajaran Kontekstual, LKS, Model Pembelajaran Kooperatif, Hasil Belajar, Keterampilan Proses
ASUHAN KEBIDANAN CONTINUITY OF CARE PADA NY. N MASA HAMIL SAMPAI DENGAN KB DI BPM LILIS SULISTYOWATI S.ST WILAYAH PONOROGO Mia Nurul Sandika; Sriningsih Sriningsih; Inna Sholicha Fitriani
Health Sciences Journal Vol 1, No 1 (2017): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/hsj.v1i1.20

Abstract

Abstract Continuity of care is a continuing care related to the quality of service from time to time which require the continuous relationship between patients with health workers in order to improve the health of mothers and babies. In order to decrease maternal mortality and the baby for the achievement of the Millennium Development Goals needs to be done on the mother of midwifery services carefully and thoroughly in accordance with SPM (minimum service standard). Standard Obstetrics Care, Midwives conduct record-keeping are complete, accurate, concise, and clear about the circumstances/events that are found and done in providing midwifery care. The awarding of the care of gynecologist in Ny. N GIIPI000I 35 years of age was conducted starting from gestational age 39-40 Sunday, held April 25, 2017 – 16 June 2017. Examination of the ANC done twice (the first ANC Visits found problems in feet and pain odema. Visit ANC kolostum hasn't been out). The mother gave birth at the age of 40 weeks of pregnancy with pregnancy due to operation of the SC action with IUGR and Oligohidramnion. PNC 4 times (in involution of lactation, and normal lochea). Neonates are born with LOW BIRTH WEIGHT i.e. 2300 grams, but on visits 3 neonatal baby weight 2800 grams there are already gaining weight of 500 grams of birth weight. Mom uses the KB MOW conducted post-operative SC on May 4, 2017 and on 16 June 2017 done visit action MOW and given counselling post MOW. Keyword: Midwifery care, continuity of care AbstrakContinuity of care adalah asuhan yang berkelanjutan berkaitan dengan kualitas pelayanan dari waktu ke waktu yang membutuhkan hubungan terus menerus antara pasien dengan tenaga kesehatan dalam rangka untuk meningkatkan kesehatan ibu dan bayi. Dalam rangka menurunkan angka kematian ibu dan bayi untuk pencapaian Millennium Development Goals perlu dilakukan pelayanan kebidanan pada ibu secara teliti dan menyeluruh sesuai dengan SPM (Standar Pelayanan Minimal). Sesuai Standar Asuhan Kebidanan, Bidan melakukan pencatatan secara lengkap, akurat, singkat, dan jelas mengenai keadaan/kejadian yang ditemukan dan dilakukan dalam memberikan asuhan kebidanan. Pemberian asuhan kebidanan pada Ny. N GIIPI000I usia 35 tahun dilakukan mulai dari usia kehamilan 39-40 minggu, dilaksanakan tanggal 25 April 2017 – 16 Juni 2017. Pemeriksaan ANC dilakukan sebanyak 2 kali (Kunjungan ANC pertama ditemukan masalah odema dan nyeri pada kaki. Kunjungan ANC kolostum belum keluar). Ibu melahirkan pada usia kehamilan 40 minggu dengan tindakan operasi SC dikarenakan kehamilandengan Oligohidramnion dan IUGR. PNC 4 kali (laktasi, involusi dan lochea normal). Neonatus lahir dengan BBLR yaitu 2300 gram, namun pada kunjungan neonatus 3 berat badan bayi 2800 gram sudah ada kenaikan berat badan sebesar 500 gram dari berat lahir. Ibu menggunakan KB MOW yang dilakukan pasca operasi SC pada tanggal 4 Mei 2017 dan pada tanggal 16 Juni 2017 dilakukan kunjungan pasca tindakan MOW dan diberikan konseling pasca MOW. Kata Kunci:Asuhan kebidanan, continuity of care
PERANAN ORANG TUA DALAM PEMBENTUKAN KARAKTER SISWA KELAS II SDN 1 ELLA HILIR Sriningsih Sriningsih; Mastiah Mastiah; Mardiana Mardiana
Bestari: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol 3, No 1 (2022): April 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Melawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46368/bjpd.v3i1.895

Abstract

Abstrsct : This study aims to determine how the role of parents in shaping the character of the second grade students of SDN 1 Ella Hilir. This type of research is qualitative, with a descriptive qualitative method approach. This research was conducted on the parents of grade II SDN 1 Ella Hilir, totaling 19 people. The instrument used in this study was the interview sheet guideline inatrument. The results showed that the role of the parents of grade II SDN 1 Ella Hilir students, namely parents have played a role as a motivator, facilitator and mediator in shaping religious and disciplinary character. Most parents form a religious character in their children by teaching short prayers, praying and worshiping at church, while most parents shape the character of discipline in children by teaching discipline in terms of school time, eating, napping and playing. Parents have played their role as motivators, facilitators and mediators in building honest, independent and responsible character, but most parents only act as motivators and mediators. Then most parents form an honest character by teaching them not to tell lies to their parents, other people or friends and to be honest when studying in school. How to build independent character by teaching them to bathe, eat, wear clothes and learn to do their own homework. How to form the character of responsibility by teaching them to tidy up, clean and make the bed. In conclusion, the role of parents in building religious and disciplinary character has carried out its role as a motivator, facilitator and mediator, then most parents only act as motivators and mediators in building honest, independent and responsible character. Keywords : Role of Parents, Character Building. Abstrak : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana peranan orang tua dalam pembentukan karakter siswa kelas II SDN 1 Ella Hilir. Jenis penelitian ini adalah kualitatif, dengan pendekatan metode kualitatif desktiptif. Penelitian ini dilakukan terhadap orang tua siswa kelas II SDN 1 Ella Hilir yang berjumlah 19 orang. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu instrument pedoman lembar wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peranan orang tua siswa kelas II SDN 1 Ella hilir yaitu orang tua sudah berperan sebagai motivator, fasilitator dan mediator dalam pembentukan karakter religius dan disiplin, sebagian besar orang tua membentuk karakter religius pada anak dengan cara mengajarkan doa-doa pendek, sholat dan beribadah ke gereja, sedangkan sebagian besar orang tua membentuk karakter disiplin pada anak dengan cara mengajarkan untuk disiplin dalam hal waktu pergi sekolah, makan, tidur siang dan bermain. Orang tua sudah menjalankan perannya sebagai motivator, fasilitator dan mediator dalam pembentukan karakter jujur, mandiri dan tanggung jawab, namun sebagian besar orang tua hanya berperan sebagai motivator dan mediator. Kemudian sebagaian besar orang tua membentuk karakter jujur dengan cara mengajarkan jangan berkata bohong kepada orang tua, orang lain atau teman dan jujur ketika belajar disekolah. Cara membentuk karakter mandiri dengan mengajarkan untuk mandi, makan, memakai pakaian dan belajar mengerjakan PR sendiri. Cara membentuk karakter tanggung jawab dengan mengajarkan untuk membereskan mainanya, membersihkan dan membereskan tempat tidur. Kesimpulannya peranan orang tua dalam pembentukan karakter religius dan disiplin sudah menjalankan perannya sebagai motivator, fasilitator dan mediator, kemudian sebagian besar orang tua hanya berperan sebagai motivator dan mediator dalam pembentukan karakter jujur, mandiri dan tanggung jawab. Kata kunci : Peranan Orang Tua, Pembentukan Karakter.