Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

IMPLEMENTASI STRATEGI PEMASARAN DENGAN MENGGUNAKAN METODE SWOT DALAM UPAYA MENINGKATKAN DAYA SAING DI INDOMARET FRESH TALAGA BESTARI Hendi Saepudin; Muljadi Muljadi
Prosiding Simposium Nasional Multidisiplin (SinaMu) Vol 4 (2022): Simposium Nasional Multidisiplin (SinaMu)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/sinamu.v4i0.8058

Abstract

Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif pada Indomaret dengan judul “Implementasi Strategi Pemasaran Dengan Menggunakan Metode Swot Dalam Upaya Meningkatkan Daya Saing Di Indomaret Fresh Talaga Bestari”. Tujuan artikel ini adalah untuk mendeskripsikan dari strategi pemasaran pada Indomaret Fresh Talaga Bestari. obyek penelitian menggunakan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sedangkan teknik analisa data menggunakan teknik analisa SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats). Kesimpulan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui implementasi strategi pemasaran dengan menggunakan metode SWOT dalam upaya meningkatkan Daya Saing.Kata kunci : Analisis SWOT, Strategi pemasaran AbstractThis research is a type of qualitative research on Indomaret with the title "Implementation of Marketing Strategy Using the Swot Method in an Effort to Increase Competitiveness at Indomaret Fresh Talaga Bestari". The purpose of this article is to describe the marketing strategy for Indomaret Fresh Talaga Bestari. object of research using the method of observation, interviews, and documentation. While the data analysis technique uses the SWOT analysis technique (Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats). The conclusion of this study is to determine the implementation of marketing strategies using the SWOT method in an effort to increase competitiveness.Keywords: SWOT analysis, marketing strategy
Peran Lembaga Keuangan Mikro Syari'ah BMT dalam Meningkatkan BUMDES dan Akses Keuangan di Banten Muljadi Muljadi
Journal of Government and Civil Society Vol 1 No 2 (2017): Journal of Government and Civil Society (October)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/jgcs.v1i2.443

Abstract

Potensi desa di Banten yang berjumlah 1273 perlu diberdayakan,Lembaga Keuangan Mikro Syari’ah  BMT merupakan merupakan lembaga keuangan mikro syari’ah yang sasarannya pada ekonomi rakyat berupaya mengembangkan usaha-usaha produktif dan investasi dengan sistem bagi hasil. Tujuan  utamanya meningkatkan kualitas ekonomi pengusaha mikro dan kecil, sebagai bagian dari upaya mengentaskan kemiskinan.BUMDes adalah badan usaha yang seluruh atau sebagian besar modalnya dimiliki oleh Desa melalui penyertaan secara langsung yang berasal dari kekayaan Desa yang dipisahkan guna mengelola aset, jasa pelayanan, dan usaha lainnya untuk sebesar-besarnya kesejahteraan masyarakat Desa.Potensi BUMDes akan semakin prospektif apabila disinergikan dengan lembaga keuangan mikro syari’ah Baitul Maal Wat Tamwil (LKMS BMT). Lembaga keuangan syari’ah ini terbukti mampu beradaptasi dengan masyarakat desa. konsep SDSB, satu desa satu BMT. Untuk mewujudkan tersebut maka perlu 5 pilar yaitu. Bina akhlak, bisa saudara, bina sinergi, bina dana dan bina pasar dan produk unggulan. Potential villages in Banten amounting to 1,273 and need to be empowered, Shari’ah Micro Financial Institution Baitul Maal Wat Tamwil (LKMS BMT) is a microfinance institution syari’ah targeted at people’s economy trying to develop productive businesses and investments with profit-sharing system. The main objective is to improve the economic quality of micro and small entrepreneurs, as part of efforts to alleviate poverty. Village Owned Enterprises (BUMDes) is a business entity which is completely or partially owned by the Village through direct participation derived from the wealth of the Village separated to manage assets, services and other businesses for the greatest benefit of the small town community. Potential BUMDes will be more prospective when synergized with Shari’ah microfinance institutions Baitul Maal Wat Tamwil (LKMS BMT). This syari’ah financial institution proved able to adapt with the village community. The concept of SDSB,one village one BMT. To achieve this it is necessary to have 5 pillars in support of the process, fostering behavior, fostering brotherhood, building synergy, building funds and market development, and excellent products.
The Effect of Performance Allowances, Organizational Motivation and Organizational Culture on Employee Performance Improvement in the University of Muhammadiyah Tangerang Afifah Puspita Dinda Pratama; Dudung Hadiwijaya; Ismail Marzuki; Muljadi Muljadi
Eduvest - Journal of Universal Studies Vol. 5 No. 3 (2025): Eduvest - Journal of Universal Studies
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/eduvest.v5i3.1808

Abstract

The subjects of this research were all employees at the Tangerang Muhammadiyah University. The total population in this study was 523 people with a sample size of 83 people. The data collection method is through a survey using a questionnaire. The data analysis technique used in this research is multiple regression. Based on the results of data processing and analysis, it can be concluded that (1) performance allowance (X1) shows that there is a positive and significant influence on employee performance with the equation Y = 26,496 + 0.326X1 + 0.378X2-0.062X3 + e. The hypothesis test calculation t is 0.002 < 0.05 and the t value is 3.202 > t table 1.990. (2) organizational motivation (X2) shows that there is a positive and significant influence on employee performance with a hypothesis test calculation of t of 0.000 < 0.05 and a t value of 3.848 > t table 1.990. (3) organizational culture (X3) shows that there is no influence and is not significant on employee performance with a hypothesis test calculation of t of 0.598 < 0.05 and a t value of 529 > t table 1.990. (4) calculating the F hypothesis with a significance value of 0.000 < 0.05 and an F value of 7,560 > F table 2.72, this shows that performance allowances (X1), organizational motivation (X2), and organizational culture (X3) simultaneously have a positive effect and significant to employee performance (Y).
Strategi Penguatan Ekonomi Lokal melalui Business Model Canvas dan Legalisasi HKI bagi Koperasi Wanita Jasmine Sejahtera Muljadi Muljadi; Syepry Maulana Husain; Taufiqurrahman Taufiqurrahman; Avika Permata Suryan
ALMUJTAMAE: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026): April
Publisher : Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/almujtamae.v6i1.23475

Abstract

Koperasi Wanita Jasmine Sejahtera di Desa Pelawad menghadapi tantangan signifikan dalam pengembangan usaha, terutama terkait pengelolaan manajerial yang masih tradisional, rendahnya pemahaman mengenai perlindungan hukum produk, serta keterbatasan literasi digital. Kondisi ini menghambat daya saing anggota dalam pasar yang semakin kompetitif. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat ekonomi lokal melalui peningkatan kapasitas manajerial, legalitas usaha, dan transformasi digital bagi anggota koperasi. Metode pendekatan yang digunakan adalah metode partisipatif yang melibatkan 30 anggota aktif. Tahapan pelaksanaan meliputi pelatihan Business Model Canvas (BMC), pendampingan pendaftaran Hak Kekayaan Intelektual (HKI), serta workshop literasi keuangan dan digital. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pemahaman peserta terhadap pemetaan strategi bisnis sebesar 50%, peningkatan kesadaran hukum dan HKI sebesar 60%, serta kenaikan literasi keuangan dan digital sebesar 50%. Implikasi program ini berhasil mengubah pola pengelolaan koperasi dari model tradisional menuju struktur yang lebih profesional. Secara jangka panjang, penguatan aspek manajerial dan legalitas ini berkontribusi langsung pada peningkatan daya saing produk lokal serta keberlanjutan ekonomi koperasi wanita di tingkat desa.
OMNIBUS LAW KETENAGAKERJAAN DAN KESEJAHTERAAN PEKERJA DI KOTA TANGERANG Dina Sabila Putri; Tito Inneka Widyawati; achmad Kosasih; Arif Ginanjar Suryatman; Muljadi Muljadi
Public Sphere: Jurnal Sosial Politik, Pemerintahan dan Hukum Vol 5, No 2 (2026): JPS (Jurnal Sosial Politik, Pemerintahan dan Hukum)
Publisher : CV Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jps.v5i2.3073

Abstract

ABSTRACTThe implementation of Law No. 11 of 2020 on Job Creation (Omnibus Law) in the field of labor aims to introduce a series of changes to labor regulations. This study aims to examine the Omnibus Law as a piece of legislation governing labor and worker welfare. This study employs Antonio Gramsci’s Theory of Hegemony to explain the power relations among the state, corporations, and workers, as well as Public Policy Theory to analyze the gap between the normative objectives of the policy and the empirical outcomes of its implementation. This study employs a qualitative method, and the informants include workers, labor union representatives, and the Tangerang City Department of Labor. The results indicate that, more than five years after the implementation of the Omnibus Law, there has been an increase in the number of industries operating in a relatively more conducive environment in Tangerang City. The policy has successfully facilitated business operations and expanded investment opportunities for companies. However, the increase in investment and industrial growth has not been fully accompanied by an improvement in workers’ welfare. This study concludes that the Labor Omnibus Law has had a positive impact on industrial growth and development in Tangerang City, but its effectiveness in improving workers’ welfare remains suboptimal. ABSTRAKImplementasi Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja (Omnibus Law) dalam bidang ketenagakerjaan yaitu, untuk memperkenalkan serangkaian perubahan regulasi ketenagakerjaan. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti Omnibus Law sebagai suatu Undang-Undang yang mengatur ketenagakerjaan dan kesejahteraan pekerja. Penelitian ini menggunakan Teori Hegemoni Antonio Gramsci untuk menjelaskan relasi kuasa antara negara, korporasi, dan pekerja, serta Teori Kebijakan Publik untuk menganalisis kesenjangan antara tujuan normatif kebijakan dan hasil empiris implementasinya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, dan informan pada penelitian ini yaitu, pekerja, perwakilan serikat buruh, dan Dinas Ketenagakerjaan Kota Tangerang. Hasil penelitian menunjukkan setelah lebih dari 5 tahun implementasi Omnibus Law, terdapat peningkatan jumlah industri yang relatif lebih kondusif di Kota Tangerang. Kebijakan tersebut berhasil mendorong kemudahan berusaha dan memperluas peluang investasi perusahaan. Namun demikian, peningkatan investasi dan pertumbuhan industri belum sepenuhnya diikuti oleh peningkatan kesejahteraan pekerja. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Omnibus Law Ketenagakerjaan memiliki dampak positif terhadap pertumbuhan dan perkembangan industri di Kota Tangerang, tetapi efektivitasnya dalam meningkatkan kesejahteraan pekerja masih belum optimal.