Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

PENGARUH STRATEGI PEMBELAJARAN CONTEXTUAL TEACHING LEARNING DAN INTEGRETED INSTRUCTIONAL TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA TENTANG ZAKAT Suhardin Suhardin
EDUKASI: Jurnal Penelitian Pendidikan Agama dan Keagamaan Vol. 16 No. 2 (2018): EDUKASI: Jurnal Penelitian Pendidikan Agama dan Keagamaan
Publisher : Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32729/edukasi.v16i2.463

Abstract

 AbstractResearch aimed to study the influence of Contextual Teaching Learning (CTL) and Integrated Instructional strategy on the student’s critical thinking skills concerning zakat. Research conducted in SMP Islam Terpadu (Integrated Islamic Junior High School) Assalam, Jakarta, sampled 60 (sixty) students through random purposive sampling. Research method was an experiment to develop two models of learning strategy, i.e. CTL and IL, as a treatment in improving the student’s critical thinking skills concerning zakat. The experiment of two models of learning strategy was conducted in two classes, in three sessions. The third session was used to take the results of the critical thinking skills concerning zakat. Interpreted data analysis suggests the significant influence of the CTL learning strategy and the Integrated Instructional strategy on the student’s critical thinking skills concerning zakat. Research concluded that the improvement of the student’s critical thinking skills is more affected by the CTL learning strategy than the Integrated Instructional strategy. Therefore, the development of the CTL learning strategy is supposed to be applied to improve the student’s critical thinking skills.AbstrakTujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh strategi pembelajaran Contextual Teaching Learning (CTL) dan Integreted Instructional terhadap kemampuan berpikir kritis siswa tentang zakat. Penelitian ini dilaksanakan di SMP Islam Terpadu Assalam Jakarta dengan mengambil 60 (enam puluh) siswa dengan teknik purposive random sampling. Metode penelitian yang digunakan adalah experiment, mengembangkan dua model strategi pembelajaran, CTL dan IL, sebagai treatment, untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa tentang zakat. Experiment dua strategi pembelajaran dilakukan dalam dua kelas dengan tiga kali pertemuan, pertemuan ketiga, sekaligus pengambilan nilai kemampuan berpikir kritis tentang zakat. Dari interperetasi analisis data yang dilakukan diperloleh bahwa terdapat pengaruh yang signifikan dari strategi pembelajaran contextual teaching learning (CTL) dan Integreted Instructional terhadap kemampuan berpikir kritis siswa tentang zakat. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa strategi pembelajaran Contextual Teaching Learning (CTL) lebih berpengaruh terhadap peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa daripada Integreted Instructional. Dengan demikian untuk meningkatkan kemampuan berpikir siswa, perlu menerapkan dan mengembangkan strategi pembelajaran CTL dalam pembelajaran. 
Pengembangan Materi Pendidikan Agama Islam Berbasis Rumah Suhardin Suhardin; Hayadin Hayadin; Sugiarti Sugiarti; Ani Marlina
EDUKASI: Jurnal Penelitian Pendidikan Agama dan Keagamaan Vol. 19 No. 3 (2021): EDUKASI: Jurnal Penelitian Pendidikan Agama dan Keagamaan
Publisher : Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32729/edukasi.v19i3.1161

Abstract

Abstract This article aims to discuss the development of Islamic religious education materials available for parents at home. The significance of home-based materials was motivated by the paralysis of the school's function in serving the learning process, including children's religious education, when the COVID-19 outbreak hit the world. This article comes from research and development involving education stakeholders, especially teachers, supervisors, and parents. The activities in focus group discussions were carried out in three places, namely in Bandung, Serpong, and Surabaya. Awareness of the importance of minimal material for parents at home to teach and educate their children about Islam is one of the reasons why this research was conducted. The main question is, what is the minimum content of Islamic religious education that parents should teach at home. After going through a series of discussions at three workshop locations, it was concluded that the material for Islamic religious education at home should be more straightforward and complementary to the subject matter of Islamic religion at school. The materials include the creed of monotheism, aqidah (theology), which discusses Allah SWT; worship (ritual) includes prayer, fasting; muamalat, which includes the introduction of buying and selling and transactions in Islam; and morality.   Abstrak Artikel ini bertujuan untuk mendiskusikan pengembangan materi minimal pendidikan agama Islam yang dapat digunakan oleh orang tua dan pendidik di rumah. Ini dilatarbelakangi oleh lumpuhnya fungsi sekolah dalam melayani proses pembelajaran termasuk pembelajaran pendidikan agama anak saat wabah covid-19 melanda dunia. Artikel ini berasal dari riset dan pengembangan yang melibatkan stake-holders pendidikan khususnya guru pendidikan agama Islam, pengawas pendidikan agama Islam, dan orang tua. Kegiatan pengembangan berbentuk fokus grup diskusi dilakukan pada tiga tempat yakni di kota Bandung, kota Serpong dan kota Surabaya. Kesadaran tentang pentingnya materi minimal bagi para orang tua di rumah untuk mengajar dan mendidik anaknya tentang agama Islam menjadi salah satu alasan mengapa riset ini dilakukan. Pertanyaan utamanya adalah, apa konten minimal pendidikan agama Islam yang harus diajarkan oleh orang tua di rumah. Setelah melewati serangkaian diskusi pada tiga lokasi workhop, disimpulkan bahwa materi pendidikan agama Islam di rumah mesti lebih sederhana, dan bersifat komplementer dengan materi pelajaran agama Islam di sekolah. Materi tersebut meliputi: akidah tauhid, aqidah  (teologi) yang membahas tentang Allah SWT; peribadatan (ritual) mencakup Shalat, puasa, doa-doa; muamalat yang meliputi pengenalan jual beli dan transaksi dalam Islam; dan akhlaq.
Membangun Model Evaluasi Pendidikan Agama Islam Berbasis Rumah Ani Marlina; Suhardin Suhardin; Sugiarti Sugiarti
EDUKASI: Jurnal Penelitian Pendidikan Agama dan Keagamaan Vol. 20 No. 3 (2022): EDUKASI: Jurnal Penelitian Pendidikan Agama dan Keagamaan
Publisher : Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32729/edukasi.v20i3.1291

Abstract

Abstract This study aims to explain the participation of parents in the evaluation of Islamic religious education at home. The research used a qualitative method involving teachers, supervisors of Islamic religious education, and parents through a series of focus group discussions conducted in three areas: the cities of Bandung, Tangerang, and Surabaya. As a result, research produces an evaluation model of Islamic religious education at home that parents can carry out on the aspects; first: (theology) discusses monotheism, aqidah, which includes the introduction of appreciation and understanding of belief in Allah SWT. Second: (rituals), which discuss worship, carrying out prayer services, fasting, and prayers as a form of obedience. Third: (civilization) which discusses muamalat, Islamic-based transactionalization. And fourth: (moral) discusses morality that reflects Islamic values ​​and behavior that practices Islamic doctrine (ethics). The results of this research can be implemented at home with assistance from parents/family and can also be carried out in other learning spaces that can be used as an alternative to education and learning. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan partisipasi orang tua dalam evaluasi pendidikan agama Islam di rumah. Penelitin menggunakan metode kualitatif dengan melibatkan guru, pengawas pendidikan agama Islam, dan orang tua, melalui serangkaian focus grup discussion yang dilakukan di tiga daerah yaitu kota Bandung, Tangerang, dan Surabaya. Riset menghasilkan model evaluasi pendidikan agama Islam di rumah yang dapat dilakukan oleh orang tua pada aspek; pertama: (teologi) membahas tauhid, aqidah, yang meliputi pengenalan penghayatan dan pemahaman terhadap keyakinan kepada Allah SWT. Kedua: (ritual), yang membahas peribadatan, melaksanakan ibadah sholat, puasa, doa-doa sebagai wujud ketaatan. Ketiga: (civilization) yang membahas muamalat, traksaksionalisasi berbasis islam. Dan keempat: (moral) membahas akhlaq moralitas yang mencerminkan nilai islam serta perilaku yang mengamalkan doktrin Islam (etika). Hasil riset ini dapat diimplementasikan dirumah dengan pendampingan dari orang tua/keluarga, dan juga dapat dilakukan di ruang-ruang pembelajaran lainnya yang dapat digunakan sebagai alternatif pendidikan dan pembelajaran.
PENGARUH STRATEGI PEMBELAJARAN TGT DAN AV TERHADAP KEMAMPUAN EKSPLORASI AL-QUR’AN- HADITS : Study Experiment di MTs Al-Whataniyah-14 Suhardin Suhardin; Jasra Putra; Ahmad Hunen; Nita Alviyanti
Journal Fascho in Education Conference-Proceedings Vol. 2 No. 1 (2021): Prosiding Seminar Nasional :Menjawab Tantangan dan Peluang Administrasi Pendidi
Publisher : STKIP Muhammadiyah Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54626/proceedings.v2i1.105

Abstract

Kelemahan pendidikan dalam hal literasi dan numerasi selama ini banyak dikaji dalam aspek proses pembelajaran dan profesionalitas guru, pada penelitian ini yang menjadi novelty research melakukan experiment dari dua strategy TGT (team games tournament) dan AV (audio-visual) dengan tujuan melihat pengaruh dua strategi tersebut terhadap kemampuan siswa dalan mengeksplorasi ayat dan hadits pada mata pelajaran al-Qur’an dan al-Hadits. Metode yang dikembangkan adalah study experiment dengan analisis comparational varian satu kali dua. Hasil experiment yang dilakukan ditemukan bahwa dua strategi pembelajaran tersebut sangat efektif dalam meningkatkan kemampuan eksplorasi siswa terhadap beberapa ayat dan hadits. Analisis komparsional yang dilakukan dengan menggunakan uji-t tidak terdapat perbedaan yang significant dari dua pilihan strategi tersebut. Dengan demikian dapat direkomendasikan bahwa keduanya efektif dalam meningkatkan kemampuan eksplorasi siswa terhadap ayat al-Qur’an dan Hadits.
The Effect of Assertive Leadership on Teacher Innovation in Developing Environmentally Oriented Schools: an Ex Post Facto Study at Muhammadiyah Schools in Bogor Suhardin Suhardin
Journal of Comprehensive Science Vol. 5 No. 1 (2026): Journal of Comprehensive Science
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jcs.v5i1.3948

Abstract

Schools are required to implement environmentally conscious awareness as a reference for the general public. This realization is greatly influenced by the leadership of the principal. This study aims to examine the effective leadership of the principal in providing space for teacher innovation in developing environmentally conscious schools. This study uses the expos facto method, in several Muhammadiyah schools in LEUWILIANG, LEUWISADENG, AND PAMIJAHAN Districts. In this study, it was found that assertive, effective principal leadership provides space for innovation for teachers to develop environmentally conscious schools compared to schools led by principals with a dominating leadership style. Thus, the researcher concluded that developing environmentally conscious schools requires assertive principal leadership, because the development of environmentally conscious schools greatly requires innovation from all parties within the school environment
Religious Practice and Pro-Environmental Behavior Among Generation Z: A Correlational Study of Islamic Ritual Worship in DKI Jakarta Suhardin Suhardin; Erwina Erwina
Glosains: Jurnal Sains Global Indonesia Vol. 7 No. 2 (2026): Glosains: Jurnal Sains Global Indonesia
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59784/glosains.v7i2.711

Abstract

requiring active participation from all groups, including Generation Z as future agents of change. In addition to external factors, individual values such as religious practices may influence pro-environmental behavior. However, studies examining the relationship between religious worship — particularly salat (prayer) and sawm (fasting) — and pro-environmental behavior among Generation Z remain limited. Objective: This study aims to describe the pro-environmental behavior of Generation Z and their practice of salat and sawm, as well as to analyze the relationship between these religious practices and pro-environmental behavior. Method: This research used a correlational approach involving 94 Generation Z students from junior high and senior high schools in DKI Jakarta. The sample was selected using purposive random sampling. Data were analyzed to identify the relationship between salat and sawm practices and pro-environmental behavior. Results: The findings show that Generation Z demonstrates a high level of pro-environmental behavior, as well as high levels of salat and sawm practices. The correlation test results indicate a significant relationship between salat and sawmand pro-environmental behavior. Conclusion: This study concludes that religious practices, particularly salat and sawm, are positively associated with pro-environmental behavior among Generation Z. Therefore, strengthening religious values may contribute to enhancing pro-environmental behavior, as higher levels of worship are associated with higher levels of pro-environmental behavior.